Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Batarewai, Tradisi Koto Gadang Memakmurkan Nagari




    Koto Gadang (sumbarkini.com) - Tiap daerah, masing-masing pemimpin punya kiatmemajukan daerahnya. Namun Koto Gadang punya nilai lebih. 

    Koto Gadang punya tradisi tersendiri untuk memajukan nagari mereka dan itu dilakukan sejak Koto Gadang ada. Artinya ada tradisi yang terus dipertahankan sebagai kearifan lokal untuk memberi percepatan bagi pembangunan daerah tersebut.

    "Alhamdulillah, kita baru saja mengikuti acara yang telah menjadi tradisi sejak Nagari Koto Gadang ada. Dari tradisi ini, dapat dipetik kebersamaan niniak mamak, walinagari dan perangkatnya, alim ulama, cadiak pandai alim ulama, bundo kanduang, pengantin baru, nan mudo serta masyarakat Koto Gadang umumnya," ujar Ketua KAN Koto Gadang, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, di Balai Adat Nagari Koto Gadang, 19 Juni 2018.

    Leonardy membanggakan tradisi di kampung halamannya itu. Batarewai memungkinkan semua elemen di masyarakat bisa bersuara tentang kebaikan bagi nagari mereka. Batarewai pun ajang melatih anak nagari mengorganisasikan bagaimana suatu iven terlaksana sesuai harapan dan semeriah mungkin.

    Sebagai contoh perkembangan terbaru terjadi pada pelaksanaan Batarewai itu sendiri. Biasanya Batarewai dilakukan pada tanggal 1 Syawal dan pada tanggal 5 Syawal dilakukan karnaval Penutupan Perayaan Idul Fitri. 

    "Kali ini Batarewai dilaksanakan bersamaan dengan karnaval. Anak-anak TK Dirgahayu pun ambil bagian dalam pelaksanaan acara untuk memperkenalkan kepada mereka tradisi baik di nagarinya. Anak-anak TK pun naik ke Balai Adat dan mereka bisa belajar dari hal itu. Ini terobosan bagus yang dilakukan panitia dan harus diapresiasi," ujarnya Tokoh Masyarakat Koto Gadang yang kini menjadi Anggota Komite Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

    Dikatakan Leonardy, para peserta Batarewai berkeliling nagari untuk melihat kondisi terkini. Dari peninjauan ini dapat dilihat perkembangan pembangunan di nagari, perbaikan yang diperlukan, dan hal-hal prioritas yang bakal dilakukan untuk kemajuan nagari ke depannya.

    Sepanjang jalan, seringkali Ketua KAN dan walinagari terlibat pembicaraan serius sambil menunjuk ke arah tertentu, apakah itu kekurangan atau keunggulan yang terlihat. Tokoh masyarakat pun terkadang membisikkan perkembangan yang diperlukan. Semua itu menjadi bahasan dalam rapat anak nagari di Balai Adat Koto Gadang seusai Batarewai.


    Video Tradisi Batarewai di Koto Gadang-Agam, Selasa 19 Juni 2018.

    Uniknya, sepanjang jalan yang dilalui rombongan Batarewai ini di sapa penghuni rumah di sepanjang jalan mereka dilewati. Orang asli Koto Gadang selalu menyapa, "Singgah dulu Inyik Datuak dan singgah dulu nyiak wali." Sapaan itu pun disampaikan dengan penuh takzim sebagai penghormatan terhadap pemimpin.

    Batarewai yang diawali dari rumah Ketua KAN Koto Gadang itupun berakhir di Balai Adat Nagari Koto Gadang. Semua peserta naik ke Balai Adat. Rehat dan dimulailah rapat anak nagari.

    Berbagai masukan diusulkan oleh anak nagari. Aneka aspirasi yang masuk itu dibahas bersama. Semua komponen diberi kesempatan bicara blak-blakan asalkan itu untuk kemajuan nagari. (*)

    Tidak ada komentar

    Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728