• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label Leonardy. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Leonardy. Tampilkan semua postingan

    Batagak Kudo-kudo, Tradisi yang Memperkuat Persatuan Rang Piaman

    Beraudiensi dengan masyarakat Pauh Kamba di batagak kudo-kudo.
    PAUH KAMBA (sumbarkini.com) - Selain Maulid Nabi 'sepanjang tahun', ternyata ada tradisi Padang Pariaman yang terus dilakukan hingga kini yakni  Batagak kudo-kudo. Masyarakat akan berdatangan menghadiri acara ini baik membangun rumah pribadi, bangunan milik umum. Apalagi jika berkaitan dengan rumah ibadah.

    Mereka pantang ketinggalan. Malu jika tidak nampak di acara tersebut meski hanya menyumbang Rp50.000. Makanya ada yang membawa uang, seng beberapa helai hingga bahan lainnya sebagai tanda mereka ikut bahagia dengan kegiatan pembangunan itu.

    "Tradisi batagak kudo-kudo ini, satu lagi tradisi yang menjadi kebanggaan orang Padang Pariaman. Ada kebersamaan dalam kegiatan ini, makanya harus dipertahankan," ujar Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, Rabu (2/5).

    Leonardy menegaskan apresiasinya terhadap rasa kekeluargaan yang terus dipertahankan oleh masyarakat Pauh Kamba dan Padang Bintungan. Hanya ada satu masjid di dua nagari itu. 

    Tak heran jika nantinya bakal hadir masjid raya yang representatif untuk dua nagari berdekatan tersebut, Nagari Pauh Kamba dan Nagari Padang Bintungan. Dia berharap agar masjid itu bisa digunakan pada Ramadhan tahun depan.

    "Saya menilai bangunan masjid ini bagus konstruksinya, tahan gempa. Jika selesai nanti pasti megah bangunannya. Saya pun turut menyumbang Rp5 juta," ujar menantu Anas Malik itu seraya menyerahkan bantuannya kepada Ketua Panitia Pembangunan Masjid Raya, AKP Syahrul.

    Mantan Ketua DPRD Sumbar periode 2004-2009 itu menjelaskan kedatangannya ke acara batagak kudo-kudo itu untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat di sana. Dia pun ingin memperlihatkan wujud terimakasih. 

    Dukungan masyarakat daerah itu dan daerah lain di Sumbar turut mengantarnya ke Senayan menjadi Anggota DPD RI. Dilantik pada 23 Mei 2017. 

    Ketua Panitia Syahrul, Pj.Walinagari Padang Bintungan Wandi Evendi bersama walinagari terpilih Azri menyatakan batagak kudo-kudo tetap terpelihara di nagarinya dan Padang Pariaman khususnya. Acara ini memperkuat ikatan batin di masyarakat. Kedatangan Leonardy memperlihatkan hal itu.

    Batagak kudo-kudo ini memungkinkan pembangunan prasarana umum rumah ibadah maupun rumah pribadi jadi lebih cepat. Rasa kekeluargaan membuat masyarakat sekitar bergotong-royong dalam hal dana, atap seng hingga pengerjaannya.

    Tak heran masjid yang direncanakan memakan biaya Rp2,6 miliar itu dalam waktu singkat telah berhasil dikumpulkan Rp1,05 miliar. "Kami optimis lewat batagak kudo-kudo ini kekurangannya cepat terkumpul. Anak nagari dan perantau bahu-membahu memberikan bantuan," pungkasnya. (*)

    Kotogadang Upayakan Lahir Lima Kader Keagamaan tiap Tahun

    Kotogadang (sumbarkini.com) - Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa
    mendukung sekali upaya walinagari dan perangkatnya untuk mengupayakan semakin banyak kader kegiatan dari tiap cabang kegiatan keagamaan yang diperlombakan di MTQ. Kiat walinagari mencarikan solusi buat menghadirkannya mendapat apresiasi dari pria yang juga Ketua KAN Kotogadang.

    "Kita harus memperbanyak kader yang bisa diandalkan untuk mengangkat nama Kotogadang di ajang lomba keagamaan di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi bahkan Indonesia. Harus ada pembinaan terstruktur. Saya dukung setiap upaya yang dilakukan walinagari dan perangkatnya untuk mewujudkan hal ini," ujarnya.

    Walinagari Koto Gadang, Budi Zulfikar mengapresiasi panitia yang mampu menyelenggarakan MTQ tingkat Kotogadang. Jenis lombanya pun banyak. Ada 10 macam lomba, dari tilawah, tahfiz quran, syarhil quran, fahmil Qur'an, tartil, kaligrafi, qasidah, cerdas cermat, azan dan khutbah Jum'at.

    Budi Zulfikar gembira dengan maraknya kegiatan keagamaan di wilayahnya itu. Dulu hanya enam lomba yang digelar.

    Dengan pemberdayaan anak nagari lewat 14 program pembinaan, kini bisa dilakukan 10 lomba. "Kami berharap bisa lahir lima kader dari masing-masing pembinaan yang kita laksanakan. Dengan inilah kita bisa punya generasi berkah,' harapnya.

    Camat IV Koto, Rahmi Hartati MTQ nagari rangkaian kegiatan yang kita lakukan untuk lomba di tingkat kecamatan.

    "Kita ingin mewujudkan Nagari Madani. Ini program cerdas dari Pemkab Agam yang harus kita wujudkan untuk memanfaatkan keunggulan demografi negara kita di 2045," ujarnya.

    Rahmi menyebutkan jika sebelumnya dijuarai Guguak Tabek Sarojo. Bukan tak mungkin dimenangkan Kotogadang pada tahun ini, melihat dukungan masyarakatnya. Bahkan Anggota DPD RI H Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa pun terlihat mendukung penuh. (*)

    Leonardy Apresiasi Politeknik Negeri Padang Jadi Pusat Latihan Lemkari


    Padang (sumbarkini.com) – Politeknik Negeri Padang (Polin Padang)dijadikan pusat latihan Lembaga Karate-do Indonesia (Lemkari) Cabang Padang. Hal ini ditandai dengan latihan bersama dari para karateka, mulai dari SD hingga mahasiswa se-Kota Padang di kampus Limau Manis tersebut, Minggu (8/4).

    Anggota DPD RI yang juga Pembina Lemkari Sumbar, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa gembira dan sangat mendukung inisiatif  Direktur Politeknik Negeri Padang untuk menjadikannya pusat latihan Lemkari Cabang Padang. Apalagi kampus itu telah menjadi ajang latihan bagi para mahasiswa Politeknik itu.

    Menariknya, dosen atau mahasiswa yang ahli dalam beladiri karate mengajak mahasiswa atau rekannya untuk berlatih. Leonardy pun setuju jika karate sangat perlu bagi para mahasiswa yang bergelut di bidang keteknikan. Di karate mereka dilatih disiplin, cekatan, cermat, patuh pada aturan, punya kemampuan adaptasi yang tinggi dan lainnya.

    Di kampus tersebut  mahasiswa pasti harus berhadapan dengan tegangan tinggi yang tantangannya mati jika lengah sedikit saja. Banyak peralatan yang tajam-tajam dan bisa menimbulkan cedera hingga cacat. Beladiri dibutuhkan untuk menempa kedisiplinan, kecermatan dan kecekatan para mahasiswa.

    Salah satu bukti nyata yang dirasakan Leonardy adalah saat dia bergelut di usaha konstruksi, umumnya karyawannya berasal dari jebolan politeknik. Mereka disiplin dan penuh semangat.

    Kepada peserta latihan gabungan yang terdiri dari murid SD hingga mahasiswa itu, Leonardy mengajak mereka untuk terus melatih potensi yang dimiliki dan menjadikannya prestasi yang membanggakan. Saat bisa meraih emas di ajang PON atau pun juara dunia, mereka bisa diterima menjadi PNS tanpa tes.

    “Aturan perundangan tentang hal ini ada. Bahkan pemerintah provinsi pun menyediakan bonus hingga Rp 200 juta bagi peraih emas PON. Jadi teruslah berlatih dan raih prestasi, niscaya prestasi itulah yang menjadi jalur cepat untuk berkarir nantinya," ujar Leonardy.

    Direktur Politeknik Negeri Padang, Surfa Yondri menyebutkan, “Kita sengaja  menjadikan kampus ini sebagai pusat latihan bagi para karateka Lemkari Cabang Padang. Bila dilihat, inilah kampus paling tinggi di Padang dan di sekitarnya ada perbukitan. Mirip tempat latihan para ahli kungfu dan bila telah menguasai ilmu beladiri barulah turun gunung." 

    Pernyataan Surfa Yondry itu disambut tepuk meriah para karateka dan orang tua yang ikut menyaksikan latihan gabungan tersebut. Bahkan Surfa yang jebolan politeknik itu pun mengakui dia ikut latihan setelah ada juniornya yang sangat ahli karate.

    Surfa Yondri berterima kasih atas kedatangan Leonardy Harmainy untuk menyemangati para atlet karate Lemkari Cabang Padang. Kedatangan Leonardy bersama Pengda Lemkari Sumbar diharapkan dapat membangkitkan motivasi para atlet. Dia juga berharap Leonardy dan pengda membawa dojo--dojo Lemkari yang ada di Padang bisa pula latihan bersama di Politeknik.

    Ketua Pengda Lemkari Sumbar, Firdaus Ilyas pun mengingatkan agar para karateka Lemkari untuk terus berlatih, berprestasi dan bertekad membesarkan Lemkari. Selain mendukung para senior yang telah berkiprah di berbagai institusi, organisasi dan lembaga, mereka pun harus bertekad untuk lebih baik lagi di masa depan. (relis)


    Leonardy Motivasi Mahasiswa UNP, Atlet Lemkari Harus Punya Kebanggaan

    Padang (sumbarkini.com) – Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa S.IP, MH memberikan motivasi kepada ratusan  karateka Universitas Negeri Padang (UNP). Para karateka yang hadir pada latihan bersama dan launching untuk mengaktifkan kembali Dojo Lemkari di kampus itu, diharapkan punya keahlian khusus beladiri yang bisa dibanggakan.

    Pembina Lemkari Sumatera Barat itu mengajak karateka tersebut untuk mengukir prestasi nasional. Prestasi itu nantinya bisa jadi salah satu jalur cepat dalam menapaki karir. Tak kalah efektifnya dengan mereka-mereka yang berprestasi lewat jalur akademis. Bahkan ditegaskan Leonardy bahwa orang-orang yang berhasil di republik ini adalah mereka yang memiliki kemampuan-kemampuan khusus yang terus mereka latih sejak dini.

    “Jadi rajin-rajinlah latihan. Disiplin, semangat dan optimislah selalu. Ketika berhasil menjadi peraih medali emas di PON bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara tanpa tes. Ini ada aturannya. Pemerintah Provinsi Sumbar pun menyediakan bonus,” ujar Leonardy di hadapan peserta latihan bersama, dewan guru dan majelis sabuk hitam di GOR FIK UNP, Minggu (8/4).

    Pria yang akrab dipanggil Bang Leo ini pun mengungkapkan sejumlah atlet Lemkari yang sukses dalam karirnya. Prof. Ganefri kini menjabat Rektor UNP dari Teknik Elektro, Prof Azwar Ananda kini Rektor Universitas Bung Hatta. Wakil Rektor IV Prof Syahrial Bakhtiar yang hadir pernah pula membawa KONI Sumbar sukses selama kepemimpinannya. Ada yang menjadi walikota. Bahkan saat ini seorang sarjana olahraga bisa menjadi Bupati di Sumbar, dua periode pula.

    “Karateka yang sehat badannya, cerdas otaknya, tebal pula kantongnya, siapa yang tak mau. Maka teruslah berlatih menggali potensi diri dan mengukir prestasi terbaik. Dari aula yang bersejarah bagi atlet Lemkari terdahulu ini, mari bersama-sama kita tekadkan atlet-atlet Lemkari menjadi pemimpin-pemimpin di berbagai organisasi dan lembaga Negara lainnya,” ujar Bang Leo. (relis)

    Leonardy Motivasi Mahasiswa, Pertahankan Demokrasi

    Padang - Para mahasiswa yang tergabung dalam forum lembaga legislatif mahasiswa Indonesia (FL2MI) dimotivasi Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa untuk mempertahankan nilai-nilai Pancasila dan demokrasi. Mereka harus menjaga Pancasila tetap abadi.

    Leonardy yang juga Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Sumbar menegaskan, "Pancasila itu ada di dada kita. Begitu dinyatakan ada di dada kita, laksanakan saja tanpa syarat," tegasnya di hadapan peserta musyawarah nasional FL2MI di Fakultas Ekonomi UNP.

    Banyak negara lain yang terlibat perperangan saudara. Itu terjadi karena mereka tidak punya Pancasila. 

    "Pancasila yang menyatukan negara kita yang terdiri dari ribuan pulau,  aneka suku, ras, kultur," ujarnya lagi.  
    Keadilan bagi rakyat Indonesia itu tujuan kita semua. Kuncinya pendidikan. Negara akan maju jika pendidikan lebih terencana dan terarah. DPD RI ikut mendorong dunia pendidikan Indonesia menuju generasi emas 2045.

    Senator asal Sumbar itu juga mengingatkan agar para mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia tersebut untuk mendorong tumbuh kembangnya demokrasi di Indonesia. Dia mengingatkan demokrasi harus tetap lestari. Demokrasi sudah lama ada di Indonesia. (*)

    Leonardy Dukung Diversifikasi Usaha Anak Nagari Maninjau

    Maninjau - Masyarakat Salingka Danau Maninjau dimotivasi Anggota Komite IV DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa. Para walinagari, Bamus dan KAN Tanjung Raya diharapkan Leonardy untuk mendorong anak nagari membentuk kelompok-kelompok usaha baru.

    "Saatnya membuat usaha baru secara berkelompok. Buat usaha ternak sapi. Jangan lagi semata-mata menyandarkan hidup pada keramba jala apung?" ujarnya.

    Leonardy mengatakan, kondisi danau cukup memprihatinkan. Danau kini tak lagi mendukung keberadaan keramba jala apung. Sudah sering ikan-ikan mati dalam jumlah besar.

    Tubo belerang yang disebut-sebut sebagai penyebab ikan-ikan itu mati, telah mendatangkan kerugian besar kepada petani keramba. "Mari kita gerakkan Save Maninjau," tegasnya.

    Leonardy menilai upaya nagari salingka danau memberdayakan anak nagari beralih ke usaha lainnya sungguh tepat. Gunakan dana nagari buat menumbuhkan usaha baru. Apalagi jika menjadi produk unggulan daerah.

    Badan usaha milik nagari (BUMNag) diingatkan Senator asal Sumbar untuk segera didirikan di nagari-nagari jika belum ada. Jika sudah punya BUMNag, dukung penuh perkembangannya.

    Laba BUMNag bisa dimanfaatkan buat membiayai kegiatan yang tak bisa dianggarkan dalam dana desa. "Makanya segera dirikan BUMNag. Kelola dengan baik hingga perkembangannya bagus dan mampu mensubsidi kegiatan di nagari masing-masing," ujarnya. (*)

    Senator Sumbar Bakal Bawa Dirut LPDB-KUMKM

    Padang - Keberadaan lembaga pengelola dana bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) harus terus disosialisasikan kepada pelaku UKM dan koperasi di Sumbar. Hal ini dimaksudkan agar kian banyak yang dapat mengakses permodalan dari satuan kerja Kementerian Koperasi UKM di bidang pembiayaan tersebut.

    Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa menilai pelaku usaha dan koperasi di Sumbar perlu  didorong dan difasilitasi agar bisa mendapat permodalan berbunga rendah ini. Usaha kecil menengah harus diperbanyak dan pertumbuhannya perlu didukung untuk membackup usaha besar yang sangat rentan terhadap krisis.

    "Salah satu mitra kerja Komite IV adalah Kementerian Koperasi dan UKM. Kementerian ini punya lembaga LPDB-KUMKM yang bakal menggelontorkan dana segar Rp1,2 triliun buat pelaku usaha dan koperasi di Indonesia pada 2018. Sumbar harus ikut menikmati dana ini," ujarnya, pada 28 Februari 2018.

    Menurut catatan Senator yang berada di Komite IV ini, sejak 2006 hingga Desember 2017, LPDB-KUMKM telah menyalurkan sekitar Rp8,5 triliun. Leonardy memiliki rinciannya yaitu 51,1 persen dialokasikan ke  sektor perdagangan,  27,5 persen ke sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan kehutanan; 10,2 persen bidang jasa; 4 persen ke industri pengolahan; 2,5 persen usaha lainnya.

    Hanya saja yang menarik bagi Leonardy adalah alokasi penyalurannya. Hampir 70 persen diserap oleh pelaku UKM dan Koperasi di Pulau Jawa. "Kita berharap, tahun ini banyak UKM dan koperasi serta industri di Sumbar yang mampu mengakses dana ini. Kita dari DPD RI akan memberikan dorongan yang diperlukan. Bahkan dalam waktu dekat kita bakal menggandeng LPDB buat bersosialisasi di daerah ini," tegasnya.

    Leonardy mengungkapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk membawa Dirut LPDB-KUMKM Braman Setyo aktif bersosialisasi di Sumbar. Ini diperlukan agar dia melihat prospek pertumbuhan sektor perdagangan dan lainnya di luar Pulau Jawa yang umumnya belum tersentuh lembaga keuangan, baik perbankan maupun nonperbankan.

    Direncanakan  Leonardy, sosialisasi  LPDB-KUMKM di Sumbar ini juga menggandeng Dinas Koperasi UKM Sumbar dan KADIN Sumbar. Diharapkan peran aktif kedua lembaga ini dapat memfasilitasi pelaku usaha dan koperasi daerah ini makin banyak mengakses dana dari LPDB ini. (fad)

    Kecamatan Lubuk Basung Siap Mekarkan Enam Nagari


    Lubuk Basung – Pemekaran Nagari harus mambusuik dari bumi. Hal itu ditegaskan Anggota Komite IV DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa dalam menanggapi rencana pemekaran Nagari Lubuk Basung menjadi enam nagari. Alasannya penduduk nagari itu 48.000 jiwa lebih dan sangat sulit di dalam menjalankan berbagai urusan.

    Senator asal Sumbar ini menegaskan pemekaran nagari harus dilihat secara cermat. Harus dipilih betul mana nagari yang berpotensi untuk dimekarkan.

    “Pemekaran nagari bertujuan untuk meningkatkan pembangunan serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Tapi usulan pemekaran harus betul-betul usulan keinginan seluruh masyarakat. Tidak boleh ada intervensi. Artinya harus mambusuik dari bumi,” ungkap H. Leonardy di hadapan Camat, Kasi Pemerintahan, Walinagari, Ketua BAMUS, Ketua KAN se-Kec. Lubuk Basung.

    Leonardy mengungkapkan untuk terus menerus mendorong ninik mamak, bundo kanduang dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) selalu optimis dalam upaya memekarkan nagari. “Nagari saja yang dimekarkan, KAN-nya tidak perlu dimekarkan,” ujarnya.

    Dalam pertemuan itu, walinagari dan Bamus berharap agar Leonardy mengkoordinasikannya dengan Mendagri. (z01)

    Pertahankan Eksistensi Niniak Mamak Mendidik Anak Kemenakan

    Lubuk Basung – Ninik Mamak mempunyai andil yang besar dalam mendidik anak kemenakannya. Oleh karena itu ninik mamak harus mematuhi segala nasihat dan arahan yang disampaikan sang mamak.

    Hal itu mengemuka dalam musyawarah kerja (MUKER) IV Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat Tahun 2018 yang bertema “Basamo kito bisa, mewujudkan Sumatera Barat sebagai Provinsi yang berpegang teguh pada adat dan agama”.

    Anggota Komite IV DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa mengingatkantentang besarnya pengaruh global terutama terhadap generasi muda. Untuk itu, dia mengharapkan ninik mamak meningkatkan pengawasannya terhadap anak dan kemenakan mereka. Ninik mamak mempunyai peranan penting dalam masyarakat Minangkabau.

    “Anak dan kemenakan harus dijauhkan dari pengaruh penyalahgunaan narkoba, minuman keras, judi, dan LGBT. Masalah ini hangat diperbincangkan saat ini,” katanya.

    Leonardy yang juga Ketua KAN Koto Gadang ini mewanti-wanti bahwa mamak berkewajiban mendidik anak-kemenakannya sampai menjadi orang yang berguna. Senator Sumbar ini mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan Muker IV. 

    Dia mengapresiasi kegiatan ini dan  berharap kepada LKAAM dan Bundo Kanduang se-Sumatera Barat untuk menjaga eksistensinya. (*)

    Leonardy: Bangun Sumbar dengan Koperasi, Suarakan Gema Nagari

    PadangSebagai  tempat lahirnya tokoh koperasi Mohammad Hatta, Sumbar harus punya koperasi yang bisa dibanggakan. Perlu diperbanyak koperasi yang sesuai dengan nilai dan prinsip yang diharapkan tokoh yang dikenal dengan Bung Hatta itu.

    “Koperasi tidak boleh mati. Contoh saja saat krisis, usaha besar banyak terkena imbas, namun daya beli masyarakat tidak terpengaruh lantaran banyak usaha kecil masyarakat yang menopang perekonomian. Banyak diantaranya yang tergabung dengan koperasi,” tegas H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa dalam pertemuan dengan Kadis Koperasi UKM Sumbar, Zirma Yusri, Senin (26/2).

    Keberadaan usaha mikro dan kecil ini sangat sterategis. Selain memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk mempunyai usaha sendiri, pelaku usaha membuka kesempatan kerja bagi banyak orang. Perekonomian meningkat, daya beli yang cukup tinggi merupakan isyarat bagus buat ketahanan ekonomi negara kita.

    Makanya, koperasi harus merasa terayomi. Harus ada kebijakan pemerintah kabupaten/kota untuk membuat iklim usaha yang kondusif bagi perkoperasian di daerah mereka.

    Leonardy akan melakukan dorongan yang diperlukan agar koperasi  di Sumbar maju, kuat, tangguh dan mandiri. Dia menilai koperasi bukan hanya butuh fasilitasi. Tapi ada perkuatan khusus terhadap koperasi seperti yang diberlakukan pada sektor pertanian, perindustrian dan lainnya. Hendaknya ada pula bantuan setelah mereka dimotivasi untuk berkoperasi.

    Harus ada upaya terstruktur, terintegrasi  dan berkelanjutan terhadap koperasi. Pengurus koperasi harus diberi pendidikan, ditingkatkan keterampilannya. Cara tata kelola koperasi pun harus dipahamkan. Terpenting dari semua itu adalah adanya akses dana dan bantuan pemasaran.

    Dana bisa dari CSR BUMN maupun perkuatan modal dari LPDB-KUMKM. Pinjaman LPDB berbunga rendah sangat potensial untuk akses permodalan koperasi. Ada pula penjaminan tambahan oleh PT Jamkrida. Leonardy pun mengingatkan tentang adanya kesepakatan di mana Semen Padang mengucurkan CSR sebesar Rp10 miliar untuk membantu usaha masyarakat. 

    Program Gema Nagari yang dicanangkan Pemprov Sumbar saat ini bisa jadi salah satu alternatif permodalan koperasi. Program ini bisa dapat dukungan di DPD RI untuk diadopsi oleh daerah lain, bahkan menjadi program nasional.

    “Kita akan berupaya membuat LPDB-KUMKM itu dekat dan bermanfaat. Beberapa persyaratan yang dirasa memberatkan akan kita bicarakan dengan direkturnya agar dievaluasi lagi sehingga memberikan solusi optimal bagi pengembangan koperasi dan UKM di Sumbar. Dinas dan Kadin Sumbar yang jadi lokomotifnya,” ujarnya.

    Kepala Dinas Koperasi UKM, Zirma Yusri, mengungkapkan sudah banyak upaya Pemprov Sumbar untuk mendorong pertumbuhan dan memfasilitasi pengembangan koperasi. Koperasi senantiasa disuarakan oleh Gubernur Irwan Prayitno dalam hampir setiap kesempatan pertemuan dengan OPD terkait dan kepala daerah se-Sumbar. Soal LPDB pun diingatkan gubernur

    “Alhamdulillah, kini Anggota DPD RI pun turut menyuarakannya. Kedekatan emosional Bang Leonardy dengan kepala daerah selama menjadi unsur pimpinan DPRD Sumbar diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat berkoperasi di daerah kita,” harap Zirma.

    Dia pun berharap dorongan Leonardy bisa memperjuangkan aspirasi gerakan koperasi di Sumbar pada Sidang Paripurna DPD RI. (fad)

    Masyarakat Tiku Harapkan Leonardy Perjuangkan Pelabuhan Nelayan

    Tiku - Walinagari, Bamus dan KAN di Kecamatan Tanjung Mutiara harapkan perbaikan pelabuhan. Kini nelayan Tiku sengsara akibat tidak adanya pelabuhan untuk bersandar kapal mereka.

    Seringkali kapal nelayan karam bahkan rusak saat badai mengamuk. Mereka berharap Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa dapat memperjuangkan hadirnya pelabuhan yang representatif di Tiku.

    “Pelabuhan ini cukup dibutuhkan para nelayan di Tiku. Kita akan bawa aspirasi ini ke Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumbar. Kita ingin tahu sejauhmana kemungkinan pelabuhan bisa dinikmati nelayan di Tanjung Mutiara dan sekitarnya,” ujar Leonardy saat temu ramah di aula kantor camat setempat.

    Leonardy prihatin dengan nasib nelayan yang disampaikan para walinagari dan Bamus. Kapal nelayan yang beberapa waktu lalu mencapai dua ratusan, kini berkurang drastis, lebih kurang 20-an.
    Ini harus segera mendapat perhatian. Jika tidak tentu kapal nelayan di Tiku tinggal kenangan. Ekonomi mereka terganggu.

    Sebagai bentuk keprihatinan mendalam, Leonardy menelpon Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbar karena kewenangan sudah beralih ke provinsi. Leonardy dan Kadis itu terlibat pembicaraan serius seputar bisa atau tidaknya DED yang pernah dibuat Pemkab Agam ditindaklanjuti.

    Dari diskusi singkat mereka, diputuskan untuk menjadwalkan pertemuan untuk membahas kemungkinan dibuatnya pelabuhan di Tiku. Sedapat mungkin diusulkan pada 2019 karena pada tahun ini pembangunan pelabuhan diarahkan ke Sasak (Pasaman Barat) dan Kambang (Pesisir Selatan).

    Kepada Anggota Komite IV DPD  itu, walinagari dan bamus juga berharap kelanjutan normalisasi Batang Tiku yang telah mereka rasakan manfaatnya. Mereka tahu, Leonardy yang pernah memperjuangkan normalisasi Muara Batang Tiku saat menjadi pimpinan DPRD Sumbar.

    Bukan hanya itu, batu grip buat mengatasi abrasi Pantai Tiku juga mereka ungkapkan kepada Leonardy. Leonardy akan mendorong dan mengawal aspirasi masyarakat Tanjung Mutiara setelah walinagari membuat usulan yang ditujukan ke Balai Wilayah Sungai Sumatera V.
    “Beritahu saya setelah usulan dimasukkan,” tegas Leonardy. (z01)

    Leonardy Motivasi Pengurus Gatensi Sumbar Berkiprah Lebih Luas

    Padang - Anggota Komite IV DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa memotivasi pengurus Gabungan Ahli Teknik Nasional Indonesia (Gatensi) Sumbar berkiprah lebih luas. Gatensi harus melayani tenaga-tenaga ahli di perusahaan milik anggotanya.

    "Saat ini ada perubahan yang sangat menguntungkan. Gapensi ada dalam jajaran kepengurusan LPJK Nasional dan Gatensi bagian dari Gapensi," ujar Leonardy saat temu ramah dengan pengurus Gatensi, Sabtu (3/3).

    Secara tidak lansung Gatensi berada pula di dalam LPJK Nasional. Gatensi yang diberi kewenangan buat melakukan sertifikasi semua tenaga ahli yang menjadi anggota Gatensi.

    Leonardy mengingatkan agar Gatensi Sumbar berbuat lebih untuk mengayomi tenaga ahli dari perusahaan anggota. Beri fasilitasi, permudah urusan hingga pemberian reward.

    Gatensi Sumbar hendaknya serius mempersiapkan tenaga ahli teknik konstruksi yang siap bersaing dengan tenaga ahli teknik asing yang masuk ke Indonesia. Pembangunan infrastruktur di Indonesia makin diminati pengusaha asing.

    Gatensi juga diminta agar mengupayakan pernyataan sikap oleh Badan Pimpinan Pusat (BPP) Gapensi. Sikap atau keputusan BPP ini memudahkan BPD Gapensi bersikap atas Gatensi, asosiasi teknik di luar Gapensi dan asosiasi lain yang diketuai anggota Gapensi.

    Dukungan seperti ini bakal memperkuat posisi tawar Gatensi Sumbar di mata anggotanya. Anggota lebih memilih berurusan seputar tenaga ahli perusahaan mereka. (*)

    Jangan Biarkan Orang Sekadar Lewat di Sungai Puar


    Sungai Puar -  Kecamatan Sungai Puar kini sudah jadi jalur alternatif utama Padang ke Pekanbaru atau sebaliknya. Anggota Komite IV DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa mendorong nagari-nagari di kecamatan itu untuk memanfaatkan kondisi ini.

    “Jangan biarkan orang sekadar lewat saja di daerah ini. Mereka hanya meninggalkan asap knalpot saja di daerah kita. Harus diupayakan agar mereka meninggalkan uang di Sungai Puar,” ujar Leonardy.

    Dikatakan Leonardy, mereka mau meninggalkan uang jika masyarakat daerah ini bisa mengelola potensi yang ada. Sebutlah nagari-nagari bersatu untuk membuat rest area. Pilih kawasan rest area yang cocok, kembangkan dan kelola bersama. 
    “Nikmati pula hasilnya bersama,” kata Leonardy.

    Leonardy menegaskan rest area itu nantinya, akan menjadi semacam magnet bagi mereka yang melewati Sungai Puar. Mereka bakal memilih rehat sejenak di rest area tersebut.

    Keberadaan rest area itu pun akan memperkenalkan Sungai Puar lewat media sosial para pengunjung. Pengunjung pasti memanfaatkan momen kehadirannya jika kawasan rest area indah dan menarik suasana alam dan fasilitas penunjangnya. (z01)

    Walinagari Jangan Takut Menggunakan Dana Desa

    Ampek Angkek - Meningkatnya intensitas pengawasan terhadap dana desa, diharapkan jangan sampai membuat walinagari dan perangkatnya takut menggunakannya. 

    Takut menggunakan berakibat pada sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa). Silpa ini berdampak pada pengurangan dana desa tahun berikutnya.

    "Kini Silpa bukan lagi luncuran, melainkan pengurangan dana desa tahun berikutnya. Sayang dana yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membangun nagari tidak bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya," ujar Anggota Komite IV DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa di hadapan Muspika, walinagari, Bamus, KAN di Kantor Camat Ampek Angkek.

    Diakui Leonardy, dana desa kini diawasi oleh banyak pihak. Bukan hanya aparat penegak hukum. Pada puncak  HPN 2018 di Danau Cimpago Pantai Padang telah ditandatangani kesepakatan antara DPD, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan PWI guna optimalisasi dana desa. 

    Hal ini seharusnya memotivasi para walinagari dan perangkatnya untuk lebih hati-hati mengelola dana desa. Laksanakan pembangunan dengan benar dan buat laporan keuangannya secara transparan dan akuntabel.

    "Saya bertemu inyiak walinagari ini lebih kepada upaya mengumpulkan informasi, pengalaman dan usulan sekaitan pemanfaatan dana desa selama ini. Jika ada yang perlu diperbaiki, kita usulkan dalam Sidang Paripurna DPD RI nantinya," urai Leonardy.

    Soal pencairan dana desa, diminta Senator Sumbar itu disikapi secara arif. Jangan sampai pencairan dana yang kadang terlambat malah menghambat pekerjaan. Apalagi sampai membatalkan kegiatan pembangunan. Bina hubungan baik dengan agen/penyalur/pedagang terkait.

    "Saya akan perjuangkan ini di sidang paripurna. DPD RI khan representasi daerah tentu harus banyak mendengar dan memperjuangkan, lalu mengawal aspirasi masyarakat," ujarnya.

    Adapun pemekaran nagari, diingatkan Leonardy agar datang dari kesepakatan warga di nagari itu. Penting diingat, nagari bisa saja dimekarkan namun KAN tetap satu sebagai salah satu solusi dari kekhawatiran hubungan kekerabatan, waris dan lainnya terganggu akibat pemekaran. (8)

    Senator Sumbar Harapkan Gapensi Fasilitasi Penyiapan Tenaga Ahli Anggotanya


    Padang – Anggota Komite IV DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa mengapresiasi
    Musyawarah Daerah (Musda) IX Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Sumatera Barat.

    Musda bertema “Gapensi Bertekad Mendorong Anggotanya Untuk Selalu Mempekerjakan Tenaga Kerja yang Mempunyai Sertifikasi Kompetensi Kerja Sesuai Tuntutan Undang-undang Jasa Konstruksi No. 3 Tahun 2017” ini tentu ditindaklanjuti dengan program dan kegiatan yang memberikan pelayanan terhadap anggota Gapensi.

    “Tantangan yang harus dihadapi pengurus Gapensi yang terpilih lewat Musda ini tentu tidak mudah. Sesuai dengan undang-undang No. 2 tahun 2017, jika belum memiliki sertifikasi di bidang teknik, maka pekerja tersebut dapat diberhentikan. Jika tetap mengerjakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya tentu  dapat sanksi,” ujarnya.

    Leonardy juga mendukung tindaka Gapensi untuk  membentuk asosiasi baru yang bernama Gatensi. Melaui Gatensi ini diharapkan seluruh anggota Gapensi bisa tersertifikasi.

    Leonardy mengingatkan, banyak pekerjaan infrasturuktur yang dilaksanakan di Sumbar. Diantaranya Tol Padang-Pekanbaru. Harusnya perusahaan-perusahaan anggota Gapensi bisa turut serta bila punya sertifikasi yang disyaratkan.

    Ke depannya disiapkan pula tenaga ahli yang dapat memberikan keahliannya sekaligus mensertifikasi tenaga ahli sesuai keahliannya.

    “Kita tentu ingin pengusaha-pengusaha anggota Gapensi mampu menjadi tuan rumah di Sumatera Barat. Untuk itu diharapkan kepengurusan baru dapat memfasilitasi sertifikasi sekaligus menjembatani pengusaha besar dan kecil di bidang konstruksi,” tegas Senator asal Sumbar itu. (*)

    Kamang Magek Butuh Irigasi

    Kamang - Kecamatan Kamang Magek punya sawah yang luas. Ada sekitar 1.814 hektar sawah di sana. Namun sawahnya masih bersifat tadah hujan.

    Para walinagari di Kecamatan Kamang Magek menginginkan adanya pasokan air bagi sawah dan air minum sehari-hari mereka. Dibuat sumur bor, airnya kurang bagus pula untuk air minum.

    Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa dengan Camat Kamang Magek Hemizaidi beserta walinagari, Bamus dan KAN di kecamatan itu.

    "Sawah di sini luas dan tentu berpotensi untuk perekonomian nagari. Namun saya lihat, sawahnya masih tadah hujan. Perlu dipikirkan untuk mendapatkan sumber air tetap untuk mengairi sawah tersebut," ujar Leonardy.

    Leonardy menegaskan sumber air ini bermanfaat untuk meningkatkan hasil pertanian. Sawah tadah hujan biasanya hanya bisa dipanen dua kali setahun itu pun jika kemarau tak berkepanjangan.

    Selain ketersediaan air buat mengairi sawah, irigasi juga bermanfaat buat pasokan air minum. Air minum yang baik dan berkualitas akan meningkatkan kecerdasan pula.

    Sumber air itu bisa saja ada di Nagari Kamang Hilir, Kamang Mudiak maupun Magek. Bisa pula dari kecamatan lain.

    Sungai di daerah itu yang melimpah di musim hujan dan mengering saat kemarau bisa jadi alternatif pembuatan embung. Ada persediaaan air di saat kemarau. Embung itu salah satu program prioritas Kementerian Desa dan PPDT.

    Leonardy mengungkapkan, Simarasok punya irigasi sistem pipanisasi. Irigasi bisa dihadirkan setelah melalui proses pencarian sumber air ini juga. "Alhamdulillah pada waktu saya di DPRD Sumbar, irigasi itu bisa dibangun dan dinikmati hingga kini. Mengairi sawah seluas 1.000 hektar lebih," ungkap Leonardy. (wir)

    Leonardy Dorong Walinagari Dirikan BUMNag


    Baso – Anggota Komite IV DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa mendorong Camat, walinagari, Bamus dan KAN se-Kecamatan Baso untuk segera mendirikan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag).
    “Dirikan BUMNag, kelola dan labanya bisa dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan atau biaya operasional yang tak bisa dianggarkan melalui dana desa,” ujarnya.
    Pendirian BUMNag ini kata H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa hakikatnya untuk untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Senator asal Sumbar ini juga memotivasi untuk mengembangkan produk unggulan daerah. Produk-produk unggulan daerah ini nantinya bisa menjadi unit usaha BUMNag. Beras bisa menjadi unggulan daerah Baso. Sawah luas dan mendapat irigasi teknis pula sehingga petani di daerah tersebut bisa panen dua hingga tiga kali setahun.
    Walinagari dan perangkatnya mengeluhkan pelaporan yang terlalu banyak. Banyaknya laporan tersebut membuat para walinagari dan perangkatnya kesulitan buat memenuhinya. Sementara jumlah personil dan sumber daya manusia terbatas. (*)

    Upayakan Canduang jadi Kecamatan Santri

    Candung - Pendirian badan usaha milik nagari (BUMNag) dan nilai-nilai adat Minangkabau yang universal harus dipertahankan. Ini mencuat dalam pertemuan Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa dengan Camat Canduang beserta walinagari, Bamus, LKAAM dan KAN di kecamatan itu.

    Kepedulian Pemerintah Kabupaten Agam dan berbagai komponen pada nagari-nagari di Agam sangat diapresiasinya. 

    "BUMNag ini sangat saya sarankan untuk memulainya. Berat atau sulit, BUMNag harus diupayakan berdiri di tiap nagari," ujar Leonardy.

    Leonardy menegaskan keberadaan BUMNag merupakan upaya untuk membiayai program dan kegiatan yang tak bisa didanai oleh dana desa dan alokasi dana desa. Patut segera disiapkan sebagai antisipasi jika dana desa ini tak lagi dikucurkan suatu saat nanti.

    Program PNPM bisa jadi contoh. Betapa semangatnya melakukan pentahapan pembangunan yang telah disetujui bersama oleh masyarakat. Telah sama-sama dinikmati manfaat program tersebut. "Sekarang program itu tak ada lagi, dialihkan ke program lain. Bukan tak mungkin dana desa seperti ini juga. Selagi ada programnya, buat dulu BUMNag hingga nagari punya dana yg bisa dimanfaatkan nagari nantinya," bebernya.

    Sekaitan kewalahannya walinagari dan perangkatnya dalam melayani berbagai urusan masyarakat dan membagi waktu untuk membuat laporan kegiatan. Dengan delapan sumberdaya manusia di kantor walinagari saat ini, terpaksa kegiatan pembuatan laporan dilakukan setelah semua urusan masyarakat selesai. Seringkali setelah maghrib dilakukan, hingga jam 11 malam.

    Umumnya walinagari mengemukakan peningkatan kapasitas perangkat walinagari perlu terus ditingkatkan. Ini untuk menunjang kelancaran kegiatan dan pelaporannya.

    Menanggapi hal ini, Leonardy menyebutkan informasi, usulan dan pengalaman walinagari/Bamus/KAN bakal dibawa ke rapat dengar pendapat bersama Kemendes PPT dan Sidang Paripurna DPD RI. 

    Leonardy pun menyarankan Camat Canduang Hendrizon dan yang hadir pada pertemuan itu untuk menjadikan Canduang sebagai Kecamatan Santri. Hal ini bisa jadi unggulan daerah tersebut. (wir)

    Buat Malalak Makin Tacelak dengan Agrowisata


    Malalak - Pembukaan jalur Sicincin Malalak salah satunya potensi daerah ini. Malalak terkenal dengan komoditas Kulit Manis.

    Sebagai kecamatan bungsu, Malalak hendaknya terus dipacu pembangunannya agar makin tacelak. Manfaatkan dana desa untuk membangun badan usaha milik nagari (BUMNag).

    "Hasil pengelolaan BUMNag inilah yang akan digunakan untuk mendanai kegiatan-kegiatan di luar peruntukan yang ditetapkan. SDM harus ditingkatkan agar BUMNag memberikan manfaat bagi nagari," ujar Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa di hadapan Camat Malalak, Walinagari, Bamus, dan Ketua KAN di Kantor Camat Malalak.

    Ditegaskan Leonardy, dana desa kini bukan hanya untuk membangun infrastruktur. Ada empat prioritas peruntukan dana desa itu pengembangan produk unggulan daerah, pembuatan embung, pendirian BUMNag dan pembangunan sarana dan prasarana olahraga. Diantara keempatnya produk unggulan daerah yang disinergikan dengan BUMNag ini yang perlu disegerakan.

    Disarankan Leonardy untuk mencari lokasi yang bagus untuk kebun kopi. Dulu Malalak ada kebun kopinya yang kini banyak diganti dengan kulit manis. Di dekat kebun dibuat kedai kopi yang bisa jadi persinggahan pengendara yang melintasi jalur Sicincin Malalak. Mereka bisa juga menikmati wisata kebun kopi (agrowisata).

    "Jangan biarkan orang lewat saja di Malalak. Buat orang gemar upload foto tentang Malalak. Agrowisata kebun kopi ini pun salah satu cara menyerap tenaga kerja yang banyak dan membangkitkan perekonomian warga Malalak ," ujarnya.

    Kebun kopi ini bisa jadi daya tarik tersendiri nantinya. Sebaiknya Camat Malalak, walinagari, Bamus, KAN punya kenang-kenangan saat mereka bertugas. Termasuk berupaya menghilangkan penyempitan jalan di ruas Sicincin Malalak ini.

    Walinagari dan perangkatnya juga diingatkan Tak perlu ragu dalam menggunakan dana desa. Laksanakan saja sesuai peruntukannya dengan baik dan benar. Benar dalam pelaksanaan dan benar dalam pelaporannya.

    Diakui Camat Malalak Hidayatul Taufik peraturan tentang dana desa sudah cukup jelas. Namun kendala ide bisnis dan sumber daya manusia di Malalak yang masih terbatas.

    'Kami gembira dengan kedatangan Inyiak Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa ke Malalak. Ada pencerahan yang didapatkan dan walinagari, Bamus serta KAN bisa leluasa berdialog dengan beliau," ujarnya. (fad)

    Terus Tingkatkan Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten

    Taluak Kubang Putih (sumbarkini.com) - Senator Sumbar H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa mengajak para Bundo Kanduang di Kabupaten Agam untuk terus berperan aktif dalam pembangunan di Agam. Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Agam harus pula ditingkatkan karena organisasi sosial kemasyarakatan tidak bisa berharap penuh kepada pemerintah daerah.

    Diakui Anggota Komite IV itu, saat ini organisasi sosial kemasyarakatan tidak bisa menerima bantuan hibah buat pelaksanaan program dan kegiatannya setiap tahun. Untuk menyikapinya, organisasi bundo kanduang harus mampu menggandeng OPD di Agam untuk pelaksanaan kegiatan strategis  mereka.

    "Kecerdasan para bundo membuat program dan kegiatan amat berperan dalam menyiasati permasalahan anggaran bagi kegiatannya. Bisa saja setelah menilai program dan kegiatan Bundo Kanduang, Kepala OPD minta jajarannya mengajak untuk bersinergi menyukseskan program mereka," ujar Leonardy di hadapan pengurus Bundo Kanduang Agam dalam pertemuan perdana mereka setelah dilantik.

    Leonardy juga mengharapkan Bundo Kanduang memakai strategi dalam rangka mendekatkan lembaga mereka kepada para pemangku kepentingan di  Agam. Terutama kepada Bupati.

    "Buat apa kita pidato berapi-api jika pada kenyataannya usulan, pendapat, gagasan kita tidak didengarkan," ujar Mantan Ketua DPRD Sumbar periode 2004-2009.

    Leonardy mengingatkan pula tentang perhatian Pemkab Agam kepada bundo kanduang. Tidak semua daerah yang memasukkan LKAAM, MUI dan Bundo Kanduang menjadi unsur Forkompinda. Agam yang menganggap ketiga unsur ini sangat penting hingga membentuk Forkompinda plus.

    Dengan perhatian yang besar itu, sebenarnya Pengurus Bundo Kanduang Kabupaten Agam tinggal memanfaatkannya dengan baik. Begitu juga dengan yang di kecamatan.

    Pertemuan perdana di rumah Ketua Bundo Kandung Kabupaten Agam Hj. Rosmiyati itu benar-benar dirasakan manfaatnya. Banyak para bundo yang bertanya, memberikan usulan dan lainnya kepada Leonardy yang mau hadir memberikan pandangan dan gagasan membangunnya.

    Terlebih Putra Koto Gadang itu bersedia memberikan dorongan yang diperlukan bagi kesuksesan organisasi itu.

    "Kami berterima kasih sekali terhadap Bapak H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa atas kehadirannya di acara kami. Pandangan dan arahannya makin memotivasi kami untuk berbuat bagi organisasi dan daerah Agam," ujar Rosmiyati. (*)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2