• Breaking News

    Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif Lewat Sosialisasi Perda di Padang

    Padang(Sumbarkini.com)- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Minggu (26/10/2025). Kegiatan ini diikuti ratusan warga bersama Camat Padang Timur Diko Eka Putra dan perwakilan Dinas Pariwisata Sumbar, Nike Pernanda.

    Dalam sambutannya, Muhidi menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya ekonomi kreatif sebagai penggerak kesejahteraan dan pembangunan daerah. Menurutnya, kreativitas dan inovasi perlu ditumbuhkan dari pelaku usaha agar produk lokal memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

    “Sosialisasi ini menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam menciptakan usaha kreatif baru di Sumatera Barat,” ujar Muhidi.

    Ia menambahkan, sektor ekonomi kreatif merupakan salah satu pilar penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar ide-ide baru dapat berkembang menjadi usaha produktif.

    Lebih lanjut, Muhidi memaparkan sejumlah langkah strategis yang dapat dilakukan untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif di Sumatera Barat. Di antaranya, mengidentifikasi potensi lokal, memanfaatkan teknologi digital untuk promosi produk, serta membangun jejaring antarpelaku usaha.

    “Ekonomi kreatif bertumpu pada ide, inovasi, dan kreativitas. Semua itu akan kuat jika dilakukan secara bersama,” ungkapnya.

    Sementara itu, Yanti, salah seorang warga Kelurahan Jati yang turut hadir, mengaku senang dengan kegiatan sosialisasi ini.

    “Alhamdulillah, kami bersyukur mendapat edukasi dari Pak Muhidi. Kegiatan ini membuka wawasan masyarakat dan memotivasi kami untuk berkreasi,” ucapnya.

    Ia berharap kegiatan seperti ini terus digelar agar semangat masyarakat dalam berinovasi semakin tinggi.

    “Harapan saya, masyarakat tidak berhenti berkreasi. Dari ide sederhana dan dukungan seperti ini, bisa lahir ekonomi baru yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup,” tutupnya.(putra)

    Anggota DPRD Sumbar H. Nurfirman Wansyah Dorong Ketahanan Keluarga Melalui Bimtek di Solok Selatan

    Solok Selatan(Sumbarkini.com)- Persoalan dalam keluarga tidak hanya berdampak pada anggotanya, tetapi juga memengaruhi kehidupan bermasyarakat hingga pemerintahan tingkat bawah dan negara secara keseluruhan. Menyikapi hal ini, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Nurfirman Wansyah, menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama bagi keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

    Hal tersebut disampaikan H. Nurfirman Wansyah saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Ketahanan Keluarga yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sumatera Barat di Wisma Umi Kalsum, Sabtu (25/10/2025).

    Kegiatan yang didanai melalui Anggaran DP3AP2KB Sumbar ini merupakan bagian dari dukungan dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) H. Nurfirman Wansyah. Bimtek ketahanan keluarga di Solok Selatan digelar selama dua hari untuk Angkatan IX dan X, dengan menghadirkan 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat Kabupaten Solok dan Solok Selatan pada setiap sesi.

    Dalam sambutannya, H. Nurfirman Wansyah menekankan pentingnya perencanaan dalam mewujudkan keharmonisan keluarga. “Setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda, sehingga masalah yang muncul pun berbeda. Namun, berbagai masalah keluarga dapat diminimalisir jika setiap pasangan memiliki perencanaan keluarga yang baik untuk mewujudkan ketahanan keluarga,” jelasnya.

    Ia juga mengajak peserta untuk mengikuti Bimtek dengan serius karena pemateri yang hadir merupakan ahli dan kompeten di bidangnya. Beberapa hal penting yang menjadi fokus pembahasan adalah pengamalan ilmu agama, pembangunan fungsi sosial budaya, cinta kasih, sosialisasi dan pendidikan, serta fungsi reproduksi, ekonomi, dan perlindungan keluarga.

    Kegiatan tersebut dihadiri Kadis DP3AP2KB Provinsi Sumbar dr. Herlin Sridiani, M. Kes, Kadis P2KB, PP & PA Solok Selatan dr. Erawati, Wakil Ketua P2TP2A Provinsi Sumbar Dra. Hj. Daslinur, Dr. H. Budiman Dt. Malano Garang (LKAAM Sumbar), Panpel Bimtek Zulkarnaini, ST, MM, serta ratusan masyarakat setempat.

    Suasana hangat terlihat saat salah seorang peserta yang baru akan menikah meminta pencerahan terkait kehidupan berumah tangga. Banyak peserta lainnya menyampaikan apresiasi karena materi yang diberikan dinilai sangat bernilai dan dapat menjadi pedoman menjaga keutuhan serta ketahanan keluarga di tengah kondisi sosial yang kompleks saat ini.

    Pemateri hari kedua Bimtek meliputi dr. Herlin Sridiani, M. Kes dengan materi Arah dan Kebijakan Provinsi dalam Pembangunan Keluarga Sumbar, H. Nurfirman Wansyah dengan materi Peran Pemerintah dalam Menanggulangi Permasalahan Ketahanan Keluarga, Dra. Hj. Daslinur dengan materi Peningkatan Ketahanan Keluarga dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, serta Dr. H. Budiman Dt. Malano Garang yang membawakan materi Penerapan ABS-SBK dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga.

    Kegiatan Bimtek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga di Solok Selatan, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah secara menyeluruh.(putra)

    Anggota DPRD SumbarJefri Masrul Sosialisasikan Perda Ketahanan Keluarga di Nagari Tigo Jangko: Kuatkan Pondasi Moral dan Sosial Masyarakat

    Tanah Datar(Sumbarkini.com) — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dari Fraksi Demokrat, Jefri Masrul, SE, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga, di Balai Adat Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Sabtu (25/10/2025).

    Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Lintau Buo Ikrar Pahlevi, unsur Forkopimca, Wali Nagari Tigo Jangko Mustafa Kamal, tokoh masyarakat Asrul Jusan, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumbar, Mulyadi, SH, MM. Lebih dari ratusan warga Nagari Tigo Jangko turut serta dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut.

    Dalam sambutannya, Asrul Jusan menegaskan pentingnya keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun moral dan sosial masyarakat.

    “Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Jika keluarga kuat, maka nagari dan bangsa akan kokoh,” ujarnya.

    Sementara itu, Wali Nagari Tigo Jangko Mustafa Kamal menyampaikan bahwa isi dari perda tersebut sejalan dengan nilai-nilai agama dan adat Minangkabau.

    “Keluarga yang beriman dan berakhlak akan membawa keberkahan. Perda ini sejalan dengan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” jelasnya.

    Dalam paparannya, Jefri Masrul menjelaskan bahwa lahirnya Perda Ketahanan Keluarga dilatarbelakangi oleh meningkatnya berbagai persoalan sosial, seperti perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga.

    “Perda ini menegaskan pentingnya keluarga sebagai benteng menghadapi arus globalisasi. Pemerintah ingin memastikan keluarga memiliki daya tahan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman,” ungkapnya.

    Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan perda tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah, nagari, dan masyarakat.

    “Ketahanan keluarga tidak bisa dibangun secara instan. Diperlukan pembinaan berkelanjutan dan kerja sama lintas sektor,” tegasnya.

    Sementara itu, perwakilan Dinas PPPA Sumbar, Mulyadi, menambahkan bahwa keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya akan melahirkan generasi yang produktif dan berkarakter.

    Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan dialog interaktif antara masyarakat dan narasumber. Warga menyampaikan berbagai pandangan dan pertanyaan terkait upaya memperkuat ketahanan keluarga sebagai pondasi sosial nagari.(putra)

    Sosialisasi Perda UMKM di Kecamatan Pauh, Wakil Ketua DPRD Sumbar Muhammad Iqra Chissa Dorong Peningkatan Ekonomi

    Padang(Sumbarkini.com)– Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Iqra Chissa Putra, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi serta UMKM, di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Minggu (26/10/2025).

    Dalam sambutannya, Iqra Chissa menjelaskan bahwa kegiatan Sosper merupakan agenda resmi DPRD Sumatera Barat yang dilaksanakan oleh seluruh anggota dewan untuk menyampaikan isi dan tujuan Peraturan Daerah kepada masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat memahami peran dan manfaat regulasi yang telah dibuat DPRD bersama pemerintah daerah.

    “Seluruh anggota DPRD Sumbar saat ini sedang melaksanakan Sosper. Ini bagian dari tanggung jawab kami untuk menyampaikan langsung kepada masyarakat tentang Perda yang telah ditetapkan,” ujar Iqra.

    Pada kesempatan tersebut, Iqra memaparkan pentingnya Perda Nomor 16 Tahun 2019 sebagai dasar hukum dalam pemberdayaan dan perlindungan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Barat. Ia menilai, sebagian besar masyarakat Kota Padang merupakan pelaku UMKM yang berperan besar dalam menggerakkan ekonomi daerah.

    “Kita berharap dengan Sosper ini, masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara mendapatkan bantuan modal, pengembangan usaha, serta akses perbankan. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa naik kelas dan meningkatkan perekonomian keluarga,” tutur politisi muda tersebut.

    Selain memberikan penjelasan, Iqra juga berdialog langsung dengan para peserta Sosper untuk mendengar aspirasi dan kendala yang dihadapi pelaku usaha. Sebagai bentuk kepedulian, ia turut menyalurkan bantuan modal usaha dan perlengkapan penunjang kepada beberapa peserta yang hadir.

    Untuk memperkaya materi kegiatan, Iqra menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat. Narasumber menjelaskan mekanisme pembentukan koperasi, pengelolaan usaha, serta prosedur pengajuan bantuan dan pinjaman dana bagi pelaku UMKM.

    “Kita ingin masyarakat mendapat pemahaman langsung dari pihak terkait, sehingga mereka bisa memanfaatkan berbagai program pemerintah untuk mengembangkan usahanya,” tambah Iqra.

    Kegiatan Sosper ini disambut antusias oleh masyarakat Kecamatan Pauh. Banyak peserta mengaku mendapatkan pengetahuan baru tentang pentingnya legalitas usaha dan peluang bantuan pemerintah bagi pelaku UMKM di Sumatera Barat.(putra)

    Yuliadi Chandra : PJKIP Padang Berkomitmen untuk Kejayaan Keterbukaan Informasi Publik di Kota Padang

    Padang(Sumbarkini.com)- Setelah resmi dilantik oleh Pengurus Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Provinsi Sumatera Barat pada Senin, 6 Oktober 2025, Pengurus PJKIP Kota Padang mempersiapkan untuk menggelar 3 (tiga) kegiatan Diskusi Publik dan 1 (satu) Dialog Khusus di TVRI Stasiun Sumatera Barat yang tujuan seluruh kegiatan itu adalah untuk kejayaan Keterbukaan Informasi Publik di Kota Padang. Hal itu diungkapkan oleh Ketua PJKIP Kota Padang Yuliadi Chandra, S. Pd di Padang pada Senin, 27/10/2025.

    Yuliadi Chandra yang akrab dipanggil Chandra menjelaskan, "3 (tiga) kegiatan Diskusi Publik yang akan digelar oleh PJKIP Kota Padang direncanakan akan bertindak sebagai Pembicara antara lain Wakil Wali Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Kajari Padang, Kapolresta Padang, Wakapolresta Padang dan Komandan Kodim 0312/Padang."

    Chandra menambahkan, "Dalam waktu terdekat ini, PJKIP Kota Padang, In sya Allah pada hari Ahad, 9 November 2025 akan melaksanakan Diskusi Publik dengan tema "Urgensi Keterbukaan Informasi Publik dalam Penegakan Hukum di Kota Padang".

    "Direncanakan yang akan menjadi Pembicara pada kegiatan itu adalah Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nasir, M. Pd, Kepala Kejaksaan Negeri Padang Dr. Aliansyah, SH, MH, Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo, S. IK, MH, Komisioner Komisi Informasi Sumbar Riswandy, S. Pd dan Penasehat PJKIP Sumbar Adrian Tuswandi yang saat ini adalah Anggota Dewan Pengawas Kantor Berita Indonesi (KBI) Antara dan juga Dewan Pakar PWI Pusat. Diskusi Publik tersebut akan dimoderatori oleh Bung Robby Cahyadi yang merupakan salah seorang Pengurus PJKIP Sumbar", jelas Chandra.

    Chandra melanjutkan, "Alhamdulillaah, melalui kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak atas  kegiatan Pelantikan Pengurus PJKIP Kota Padang Periode 2025 - 2028 dan Diskusi Publik PJKIP Padang pada hari Senin, 6 Oktober 2025 yang lalu. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Wali Kota Padang Bapak Fadly Amran yang sudah dan akan memfasilitasi konsumsi dan tempat untuk kegiatan yang telah dilaksanakan dan akan kami rencanakan."


    Chandra menjelaskan, "Beberapa waktu yang lalu, PJKIP Kota Padang juga sudah berkomunikasi dengan TVRI Stasiun Sumatera Barat. Dari komunikasi tersebut PJKIP Kota Padang dan TVRI Stasiun Sumbar sepakat untuk menggelar kegiatan Dialog Khusus dengan tema "Komisi Informasi Kota Padang, Apakah Bisa?" Pembicara pada acara itu antara lain Wali Kota Padang H. Fadly Amran, B.B.A, Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion, S. Pd dan Ketua Komisi Informasi Sumatera Barat Musfi Yendra, S. IP, M. Si."

    "In sya Allah kegiatan Dialog Khusus itu disiarkan secara langsung oleh TVRI Stasiun Sumatera Barat pada hari Selasa, tanggal 11 November 2025, pukul 17.00 - 18.00 WIB", kata Chandra. 

    "Bagi pembaca yang peduli dan berniat memberikan dukungan finansial untuk kelancaran kegiatan-kegiatan PJKIP Kota Padang, silahkan menyalurkan dukungan finansialnya ke nomor rekening 1008.0210.12837-6 a/n PJKIP KOTA PADANG
    BANK NAGARI KANTOR KAS ULAK KARANG, konfirmasi setelah transfer ke nomor WA 083130645744", pungkas Chandra.(TIM)

    Ditandai Servis Bola Pertama, Bupati Benny Dwifa Buka Kejuprov Sepak Takraw se Sumatera Barat.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Ditandai dengan servis bola pertama, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S. STP, M. Si Sutan Gumilang membuka secara resmi Kejuaraan Provinsi (Kejuprov) Sepak Takraw Se Sumatera Barat bertempat di Gor Sibinuang Sakti Muaro Sijunjung, pada Jum'at 24 Oktober 2025.

    Kegiatan ini dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Syofian Hendri, S. Pd. I, MM, Kepala Dispora Provinsi Sumbar yang diwakili Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga,Elvis Martin, S. Pd, Ketua Umum Pengprov PSTI Sumbar, Ermizen, S. Pd., Kapolres Sijunjung, Kadis Parpora Kabupaten Sijunjung, Afrineldi, SH beserta Kabid Olahraga, Indrawadi, Ketua KONI Sijunjung, dan undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menyampaikan ucapan terima kasih kepada Anggota DPRD Sumbar, Bapak Syofian Hendri yang telah membawa Kejuprov Sepak Takraw ke Kabupaten Sijunjung tahun 2025 ini.

    "Dengan dilaksanakannya Kejuprov Sepak Takraw Sumatera Barat di Kabupaten Sijunjung ini, akan meningkatkan semangat dan motivasi bagi anak-anak muda kita untuk meningkatkan jiwa olahraga khususnya sepak takraw di Kabupaten Sijunjung, " ujarnya.


    Untuk lebih meningkatkan sportivitas pemain, Bupati Benny Dwifa mengajak seluruh peserta untuk bermain sportif dan menjaga silaturahmi diantara peserta.

    "Jaga kekompakan tim, lihatkanlah permainan yang menarik, dan jangan lupa selalu menjaga sportivitas dalam permainan. Kepada wasit dan juri agar selalu bisa berlaku adil dan jujur dalam perlombaan. Dan jangan lupa jaga kesehatan selama kejuaraan, " harap Benny Dwifa.


    Anggota DPRD Sumbar, Syofian Hendri yang juga selaku Ketua Umum PSTI Kabupaten Sijunjung mengucapkan selamat datang kepada atlit dan ofisial Sepak Takraw se Sumatera Barat di Kabupaten Sijunjung.

    Pelaksanaan Kejuprov ini lanjut Syofian Hendri adalah sebagai bentuk pembinaan atlit Sepak Takraw di Sumatera Barat.

    "Kalau tidak ada agenda besar seperti Kejuprov atau iven saat ini, bagaimana akan lahir atlit yang berprestasi di Sumatera Barat. Oleh karena itu dengan adanya kegiatan seperti ini, kita ingin melihat langsung sampai dimana kemajuan dari atlit sepak takraw yang dipelajarinya selama ini, "ujarnya.

    Iya juga berpesan kepada atlit dan ofisial agar selalu menjaga fisik dan kesehatan selama mengikuti kejuaraan.

    " Selamat bertanding, dan semoga kejuaraan ini sukses dan lancar sampai selesai nantinya, "harap Syofian Hendri.

    Sementara itu, Kepala Dispora Prov Sumbar yang diwakili Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Elvis Martin, S. Pd selaku panitia pelaksana dalam laporannya menyampaikan bahwa Kejuprov Sepak Takraw se Sumatera Barat ini bertujuan sebagai wadah untuk mengevaluasi seberapa jauh kemajuan prestasi atlit dalam melaksanakan proses latihan yang diberikan oleh pelatih serta sebagai tempat ajang pemanduan bakat bagi talenta talenta sepak takraw di Sumbar.

    Kegiatan ini lanjut Elvis dilaksanakan selama 3 hari dimulai pada Jum'at sampai dengan minggu, 24 sampai 26 Oktober 2025 di Gor Sibinuang Sakti Muaro Sijunjung yang diikuti oleh 16 tim se Sumatera Barat.

    "Kepada pemenang nantinya akan diberikan hadiah bagi Juara I, II dan III berupa medali ditambah piagam dan uang pembinaan masing masing juara 1 Rp, 7,5 juta, Juara 2 Rp, 6 Juta, dan Juara 3 Rp. 5 juta rupiah, " ujarnya.

    (Andri) 

    KI Sumbar Tetapkan 3 Besar Badan Publik Hasil Monev, Jumlah Badan Publik Informatif di Sumbar Menigkat

    Padang - Agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik yang dilakukan oleh Komisi Informasi Sumbar tahun ini melahirkan kejutan yang luar biasa. Jumlah badan publik yang memperoleh predikat Informatif mengalami lonjakan tajam sebanyak 101 badan publik. Padahal hasil Monev tahun lalu hanya 29 badan publik yang Informatif di Sumbar. 

    Hal ini diketahui berdasarkan rapat pleno Monev yang dilakukan Komisi Informasi Sumbar, Rabu, 22/10, guna menetapkan 3 besar badan publik yang lolos ke tahap visitasi setelah sebelumnya melewati tahap presentasi. Pleno tersebut dihadiri lengkap oleh semua komisioner Komisi Informasi, Musfi Yendra, Idham Fadhli, Mona Sisca, Riswandy dan Tanti Endang Lestari.

    "Dari total 427 BP publik yg mengikuti monev ada 375 BP yang register akun di aplikasi e-monev. Lalu sebanyak 352 BP menyelesaikan penilaian kuisioner. Dan 128 BP masuk ke tahap presentasi lalu hasil penilaian panelis pada presentasi didapatkan sebanyak 33 BP dari 11 kategori masuk nilai tertinggi 3 besar yang akan dilakukan tahapan visitasi," ujar Ketua Monev, Mona Sisca.

    "Hasil penilaian sementara sampai ke tahap presentasi sudah ada 101 BP yg bakal dipastikan Informatif tahun ini," sambung Mona Sisca.

    Melonjaknya badan publik yang informatif disambut positif Ketua Komisi Informasi Sumbar, Musfi Yendra. Menurutnya tahun ini Komisi Informasi melakukan banyak perubahan terhadap mekanisme dan metode Monev sehingga lebih memudahkan bagi badan publik mencapai Informatif.

    “Komitmen Komisi Informasi Sumbar untuk meningkatkan kualitas Monev tahun 2025 ini dengan memperbaiki metode, lebih transparan dan inklusif juga mendorong badan publik juga terus berbenah dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi publik di lembaga masing-masing, sebagaimana amanat UU KIP. Keberadaan masa sanggah yang pada tahun tahun sebelumnya tidak ada benar-benar dimanfaatkan oleh badan publik untuk mereview kembali jawaban dan memperbaiki pengisian kuisioner, sehingga meminimalisir kesalahan," ujar Musfi Yendra.

    "Hingga tahapan ketiga dari pelaksanaan Monev ini kita sudah mendapatkan hasil yang sangat signifikan, tinggal satu tahap lagi kita akan melakukan visitasi ke 33 badan publik yang masuk tiga besar," ujar Musfi Yendra.

    Tahapan visitasi ke badan publik yang menempati peringkat 3 besar akan mulai dilakukan mulai tanggal 28 hingga 31 Oktober. 

    Berikut badan publik yang masuk 3 besar Monev Komisi Informasi Sumbar: 

    Kategori Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Sumbar:
    (**)

    Lantik 8 Orang Pegawai di Lingkup Pemkab Sijunjung, Ini Pesan Bupati Benny Dwifa.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S.STP, M. Si Sutan Gumilang mengambil sumpah/janji dan melantik 8 (delapan) orang pegawai dilingkup Pemerintah Kabupaten Sijunjung pada Selasa 21 Oktober 2025.

    Ke delapan orang tersebut diantaranya 3 orang Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung dan 5 orang Pegawai Negeri Sipil (Pengangkatan CPNS menjadi PNS dari STTD Pola Pembibitan Perhubungan sebanyak 4 orang dan Lulusan IPDN 1 orang).

    Acara yang berlangsung hikmad yang dilaksanakan di lantai II, Ruang Pertemuan Bupati Sijunjung ini turut dihadiri Sekdakab, DR. Zefnihan, AP. M. Si, Kepala Inspektorat, Wandri Fahrizal, SH, Kepala BKPSDM, Muhadiris, SP, ME, Kadis PMPTSP, Jaheri, S.Sos, M. Si, Kadis Perhubungan, Emil Evan, S. STP, Kadis Kominfo, Drg. Ezwandra, M. Sc, Dirut RS Ahmad Syafii Maarif, dr. Reyantis Capanay, dan Plt Kabag Organisasi, Romi Aulia, SH.


    Dalam sambutannya, Bupati Sijunjung Benny Dwifa menyampaikan ucapan selamat dan memberikan semangat kepada para aparatur yang baru dilantik untuk bekerja di tengah perkembangan kondisi daerah saat ini.

    "Kepada bapak/ibu yang baru saja dilantik, kami mengucapkan selamat bekerja. Dan harus siap ditempatkan dimana saja. Percayalah kalau kita bekerja serius, nantinya akan dinilai lebih dan dipromosikan oleh pimpinan, " Ujarnya.

    Bupati Benny juga berpesan kepada pejabat fungsional dan CPNS yang baru dilantik menjadi PNS, agar menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi pegawai yang akan diperebutkan oleh setiap dinas dan menjadi contoh serta tauladan yang baik bagi masyarakat.

    "Selamat bertugas dan menjalankan amanah dengan baik, jadikanlah ladang pahala dengan apa yang kita kerjakan, jangan lupa selalu kembangkan diri dengan potensi yang ada serta cari inovasi -inovasi baru untuk kemajuan daerah Kabupaten Sijunjung yang kita cintai ini, " Pesan Benny.


    Hadiri Syukuran ASN PPPK Dishub, Ini Pesan Bupati Benny Dwifa.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Sebagai bentuk rasa terima kasih, sebanyak 48 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Lingkup Dinas Perhubungan Kabupaten Sijunjung menggelar syukuran pada Selasa 21 Oktober 2025.

    Acara yang digelar dihalaman Dinas Perhubungan tersebut dihadiri langsung Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S. STP, M. Si bersama Wakil Bupati, H. Iraddatillah, S. Pt, Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, dan Ketua GOW, Ny. Dona Iraddatillah.

    Serta turut hadir Kepala Dinas Dagperinkop UKM, Hasmizon, Kepala DPMN, Joni Antonius, Pinca Bank Nagari, Rano Ferdian, Dirut PDAM, Doni Nofriedi, Kasat Lantas Polres Sijunjung, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K beserta angggota, Kepala PLN, Kepala Jasaraharja, Ketua Dharmawanita Dinas Perhubungan, Zola beserta Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, dan Staf pada Dinas Perhubungan.

    Dalam sambutannya, Bupati Sijunjung Benny Dwifa mengucapkan selamat kepada 48 orang pegawai PPPK di Lingkup Dinas Perhubungan dan mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan.

    "Kami berharap dengan telah dilantiknya menjadi pegawai PPPK, agar bapak dan ibu lebih aktif lagi dalam bekerja. Cari inovasi-inovasi baru, karena kalau kegiatan yang kita laksanakan itu-itu saja pasti akan bosan dengan sendirinya, " Ujar Benny.

    Ia berpesan agar pegawai PPPK maupun CPNS yang baru saja dilantik agar bisa mengembangkan diri, mengembangkan potensi-potensi yang ada selama ini untuk membangun Kabupaten Sijunjung dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 

    Kepala Dinas Perhubungan, Emil Evan pada kesempatan itu juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati beserta tamu lainnya yang bersedia hadir pada acara syukuran tersebut.

    Acara ini lanjut Emil, selain kegiatan syukuran makan bersama, juga mengadakan kegiatan bakti sosial dengan memberikan bantuan berupa paket sembako bagi keluarga yang membutuhkan disekitar Dinas Perhubungan Kabupaten Sijunjung.

    Acara lebih meriah lagi dengan pemotongan kue oleh Bupati Sijunjung yang diserahkan kepada Koordinator PPPK Lingkup Dinas Perhubungan, yaitu Agus Syafrida yang telah bekerja selama 15 tahun menjadi pegawai THL di Dinas Perhubungan Pemkab Sijunjung.

    "Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung serta pejabat lainnya yang telah mengangkat dan membantu kami menjadi Pegawai PPPK dilingkup Pemkab Sijunjung. Kedepan kami berjanji akan bekerja lebih keras lagi dalam membantu Bupati dan Wakil Bupati untuk memajukan Daerah Kabupaten Sijunjung yang kita cintai ini, "ujar Agus Syafrida.

    (Andri). 


    Bupati Sijunjung Benny Dwifa Sambut Kunjungan Kakanwil Imigrasi Sumatera Barat.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, SSTP, M. Si Sutan Gumilang menyambut baik kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Barat, Nurudin, S.Sos., M.Si beserta jajaran bertempat di Ruang Operationroom Kantor Bupati setempat pada Senin 20 Oktober 2025.

    Pertemuan tersebut adalah dalam rangka pembahasan rencana pendirian dan penentuan lokasi Unit Kerja Keimigrasian (UKK) di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin tinggal dan status keimigrasian Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumbar, Zulmanur Arif, SH, MH, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, Murdo Danang Laksono, SE, M. Si beserta jajaran.

    Sementara Bupati Sijunjung juga didampingi, Asisten I, Afrizal, M. Si, Kepala BKAD, Defri Antoni, SE, MM, Kadis PUPR, Dainis Suryani, ST, MT, Sekretaris Dinas Pertanian, Dewi Shinta Ananda, S. Pt, dan para Kabag Dilingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Sijunjung.


    Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, direncanakan akan dibuka pelayanan imigrasi sementara di Kabupaten Sijunjung. Hal ini dimaksudkan untuk mendekatkan layanan keimigrasian seperti pembuatan paspor kepada masyarakat Kabupaten Sijunjung.

    Sebagai bentuk dukungan langsung, Bupati Sijunjung Benny Dwifa telah mempersiapkan beberapa tempat yang akan menjadi UKK imigrasi  dan langsung dilakukan peninjauan terhadap lokasi pelayanan sementara tersebut bersama Kakanwil Imigrasi usai pertemuan.

    Dikesempatan itu, Bupati Benny menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Kanwil Imigrasi Sumatera Barat terhadap kebutuhan pelayanan keimigrasian di wilayah Kabupaten Sijunjung.

    "Kami sangat menyambut baik dan mendukung penuh rencana pembangunan UKK di Kabupaten Sijunjung. Ini adalah langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat, mengingat potensi mobilitas dan pertumbuhan daerah yang semakin berkembang," ujar Bupati.

    Kakanwil Imigrasi Sumbar, Nurudin, S.Sos., M.Si mengungkapkan komitmen pihaknya dalam mempercepat proses koordinasi dan realisasi pembangunan UKK tersebut, serta berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin dengan baik. (Andri).


    Indojalito Peduli bersama Pemkab Sijunjung Atasi Stunting

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Sebanyak 200 orang kaum duafa dan keluarga beresiko stunting di Kabupaten Sijunjung mendapatkan paket sembako dari Indojalito Peduli jakarta. Paket ini diserahkan langsung oleh Ketua umum Indojalito Peduli Jakarta, Astri Asgani beserta rombongan bertempat di Rumah Dinas Bupati Sijunjung pada Senin 20 Oktober 2025 pagi.

    Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir Sutan Gumilang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada Indojalito Peduli Jakarta yang selalu memberikan perhatian dan bantuan kepada Kabupaten Sijunjung, 

    "Semoga organisasi ibu ibu perantau Minang ini sukses dan selalu dilimpahkan Rezki yang berlimpah dari Allah SWT hendaknya,"ujar Benny.

    Ketua umum Indojalito Peduli Jakarta, Astri Asgani berharap dengan Bhakti sosial yang di laksanakan ini bisa meringankan beban ekonomi oleh kaum duafa dan keluarga yang beresiko stunting di Sijunjung.

    "Insyaallah pada bulan Desember nanti kita akan program untuk melaksanakan Bhakti Sosial lagi, karena  Sijunjung selalu dihati kami," tutup ni ad panggilan akrabnya.

    Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Roni Satria, diwakili Sekretaris Dinas Hendri Nurka, S.Sos,MSi, dalam laporannya mengatakan, Bantuan dari Indojalito Peduli ini diperuntukkan untuk kaum duafa dan sasaran keluarga yang beresiko stunting,  dalam mendukung program pemerintah daerah dalam upaya menurunkan angka stunting melalui program Gerakan Orang tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Quick Wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

    "Total Bantuan kita terima berjumlah 40 juta dan didistribusikan kepada seluruh sasaran yang telah terdata melalui Balai Penyuluh Keluarga Berencana melalui persetujuan serta diketahui Bapak Ibu Camat se Kabupaten Sijunjung,"ujar Hendri.(Tim).

    Bantah Tudingan Negatif. Calvin Verdonk: Kami Bermain 100% untuk Indonesia

    Jakarta (sumbarkini.com) - Melalui akun Instagram pribadinya, @c.verdonk, pemain tim nasional Indonesia yang kini membela klub Lille OSC (Prancis), Calvin Verdonk, menyampaikan ungkapan perasaan mendalam menanggapi berbagai komentar dan reaksi publik terkait komitmennya dan rekan-rekan di tim nasional Indonesia.


    Melalui IG Pribadinya itu,  ia mengekspresikan rasa sedih dan kepedihan atas komentar-komentar negatif yang meragukan dedikasi para pemain dalam memberikan 100% kemampuan mereka untuk Indonesia.


    “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan seluruh staf atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai pemain, serta atas kerja keras yang telah kami lakukan bersama sebagai tim. Seperti Jay, saya juga ingin meluangkan waktu untuk secara pribadi menanggapi beberapa reaksi yang saya lihat di media tentang Bapak Thohir. Beberapa komentar negatif membuat saya sedih, karena saya bermain untuk Indonesia dengan kebanggaan, kehormatan, dan komitmen 100%.” tulis Calvin.


    Calvin juga menegaskan bahwa pengalamannya bersama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dan tim pendukung di federasi sangat positif. Ia menilai bahwa dukungan manajemen dan staf telah membentuk lingkungan performa tinggi kelas dunia yang membantu para pemain berkembang secara maksimal.


    “Apa yang mungkin tidak dilihat banyak orang adalah bahwa Erick Thohir dan timnya telah menciptakan lingkungan performa tinggi kelas dunia yang memungkinkan kami para pemain untuk berkembang dan tampil sebaik mungkin. Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Bapak Thohir dan timnya.”


    Lebih lanjut, Calvin mengungkapkan bahwa beberapa hal yang ia baca di media sosial sering kali tidak mencerminkan kenyataan yang ia alami secara langsung di lingkungan tim nasional.


    “Terkadang saya membaca hal-hal yang benar-benar berbeda dari apa yang saya alami dan rasakan sendiri, karena apa yang saya alami adalah dedikasi, semangat, dan dorongan kuat untuk mengangkat sepak bola Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.” pungkasnya.


    Apa yang disampaikannya ini bukti dari komitmen dan semangat Calvin Verdonk sebagai bagian dari generasi pemain yang ingin membawa sepak bola Indonesia melangkah lebih jauh di panggung internasional, dengan tetap menjunjung tinggi nilai profesionalisme, kebersamaan, dan rasa cinta kepada Merah Putih. (*)

    Melalui Musda XI, Bupati Benny Dwifa Kembali Pimpin Golkar Sijunjung Untuk Kedua Kalinya.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S. STP, M. Si Sutan Gumilang kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sijunjung periode 2025 -2030 pada Musyawarah Daerah (Musda) ke XI yang digelar di Gedung Pertemuan Pancasila Muaro Sijunjung pada Sabtu 18 Oktober 2025.

    Musda ke XI Partai Golkar Kabupaten Sijunjung ini sebelumnya dibuka oleh Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Barat, Khairunas yang hadir bersama pengurus DPD Partai Golkar Sumatera Barat lainya  yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah mempersiapkan acara sampai dengan terlaksana. 

    Ia mengatakan bahwa, Musda ke XI Partai Golkar di Kabupaten Sijunjung saat ini merupakan pelaksanaan yang ke 2 di Sumatera Barat yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Solok Selatan. 

    Bersama empat formatur lainnya, yaitu Zaksay Kasni (DPD I Sumbar),  Veri Eka Putra (AMPG Sijunjung), Jamal (PK Kamang Baru), dan M. Nur (PK Kupitan), Benny Dwifa Yuswir  diberikan mandat selama I bulan untuk menyusun kepengurusan periode 2025 - 2030.

    Dalam sambutannya, Benny Dwifa Yuswir menyampaikan keberhasilan Golkar Kabupaten Sijunjung dalam meraih hasil positif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

    "Pada periode pertama kami diberikan amanah, alhamdulillah partai Golkar di Kabupaten Sijunjung berhasil mengembalikan kejayaan dimasa lalu. Dimana sebelumnya partai Golkar hanya memiliki 3 kursi di DPRD Kabupaten Sijunjung dan saat ini ada 6 kursi sehingga mengantarkan Partai Golkar menjadi Ketua di DPRD Kabupaten Sijunjung, "ujarnya.

    Pada kesempatan itu, Benny Dwifa juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan kader Partai Golkar se Kabupaten Sijunjung yang kembali memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memimpin Partai Golkar Kabupaten Sijunjung periode kedua yaitu 2025-2030.

    "Alhamdulillah, kami dipercaya kembali untuk melanjutkan tonggak kepemimpinan DPD Partai Golkar Kabupaten Sijunjung periode 2025-2030 yang ditetapkan melalui Musda XI Partai Golkar Kabupaten Sijunjung pada hari ini. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pengurus DPD I Partai Golkar Sumbar, seluruh pengurus dan kader Partai Golkar Kabupaten Sijunjung serta semua pihak yang telah mendukung dan memberikan kepercayaan ini,"

    "Kami berkomitmen untuk terus memperkuat soliditas yang merupakan modal penting bagi semua kader di setiap tingkatan untuk membawa Partai Golkar menjadi pemenang di Kabupaten Sijunjung pada pemilihan umum mendatang. Insyaallah diperiode kedua ini kita akan membangun kantor baru Partai Golkar di Kabupaten Sijunjung dimana yang saat ini masih mengontrak, "harap Bupati dua periode, Benny Dwifa Yuswir. (Andri)

    Tahapan Monev KI Sumbar Sukses Digelar, Sejumlah Pimpinan Badan Publik Belum Paham UU KIP

    Padang- Akhirnya tahapan  presentasi monitoring dan evaluasi (monev) Komisi Informasi Sumatera Barat (KI Sumbar) berjalan sukses setelah selama sepuluh hari (7-16 Oktober 2025) digelar   secara maraton di kantor KI Sumbar.

    Sebanyak 128 pimpinan dari 11 kategori  hadir tanpa terkecuali bersama 4 panelis HM.Nurnas, Musfi Yendra, Mona Sisca dan Idham Fadli.

    Mona Sisca ketua monev ki Sumbar menyampaikan apresiasi atas besarnya animo kehadiran badan publik saat presentasi.

    "Ini menandakan komitmen pimpinan badan publik di Sumatera Barat meningkat dari tahun sebelumnya, terbukti tidak ada satupun pimpinan badan publik yang absen saat presentasi" ucap Mona saat dihubungi media , Jumat (17/10-2025).

    Mona mengatakan ada tiga point penting yang menjadi penilaian saat presentasi yakni komitmen, inovasi dan strategi keterbukaan informasi publik yang diterapkan di masing-masing badan publik.

    Ia menambahkan suksesnya tahapan presentasi ini juga tak lepas dari solidnya kerjasama tim monev ki Sumbar didukung support mitra KI Sumbar.

    "Namun ada yang menjadi catatan penting dalam tahapan presentasi tersebut, yaitu fakta bahwa masih ada beberapa pimpinan badan publik yang belum paham akan UU no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik khusunya mengenai Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi Dikecualikan (DIK)" ungkap mona

    Usai tahapan presentasi ini, KI Sumbar akan melaksanakan pleno penilaian untuk menentukan 3 besar badan publik yang akan divisitasi sebagai tahapan terakhir monev KI Sumbar hingga  pengumuman badan publik informatif pada Anugerah yg diperkiraan jatuh pada akhir bulan November.(*)

    Inilah Kisah Sukses Pengemudi Maxim, Biayai Anak Kuliah Kedokteran Unand

    Padang - Sebagaimana ayah lainnya, Roni Prinaldo, berjuang menyekolahkan anak semata wayangnya di jurusan kedokteran. Target itu mungkin terasa seperti mimpi bagi banyak orang, mengingat besarnya biaya untuk menempuh salah satu jurusan paling bergengsi di Indonesia. Namun, pria paruh baya asal Padang ini berhasil mematahkan anggapan tersebut. Lewat kerja kerasnya sebagai mitra pengemudi Maxim, Roni mampu membiayai kuliah anaknya di jurusan kedokteran.

    Bermula kala Roni bergabung dengan Maxim di tahun 2018. Saat  itu, ia hanya mencoba mencari tambahan penghasilan setelah berhenti dari  pekerjaannya sebagai telemarketing. Namun, ia melihat peluang besar dari pekerjaan ini hingga akhirnya ia memutuskan untuk fokus pada pekerjaan
    ini.

    “Saya melihat bahwa Maxim sesuai karakter orang Padang, harganya murah, drivernya banyak, jadi konsumen tidak menunggu lama. Selain itu Maxim dinilai serius menangani office di sini karena marketingnya bagus, jadi pendapatan pengemudi nya tinggi,” ungkap Roni.

    Awalnya, Roni hanya menggunakan motor untuk mengantar penumpang. Namun, melihat peluang yang semakin besar, ia memberanikan diri untuk beralih menggunakan mobil. Dengan tekad kuat, ia mengajukan Kredit Usaha Rakyat agar bisa membeli mobil secara tunai. Keputusan itu ia ambil bukan tanpa pertimbangan, Roni tahu bahwa investasi tersebut akan membantunya meningkatkan penghasilan dan menambah kenyamanan bagi penumpang.

    Kemudian, tahun 2023 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Roni. Anak semata wayangnya dinyatakan diterima di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Roni menyadari bahwa biaya kuliah di bidang ini tidak sedikit, namun ia tak gentar. Ia percaya bahwa selama dirinya masih sehat dan mau berusaha, tidak ada yang mustahil untuk diwujudkan.

    “Untuk saya, bekerja keras adalah bentuk kontribusi agar anak bisa menjadi orang yang lebih baik dari saya,” ujarnya. “Saya ingin ia bisa fokus belajar dan mencapai cita-citanya sampai jadi dokter spesialis.”

    Kerja kerasnya berbuah manis. Kini penghasilannya bahkan menyentuh angka  Rp11 juta dalam satu bulan. Menjadi mitra pengemudi Maxim, Roni mampu membiayai biaya pendidikan anak semata wayangnya, membayar cicilannya, dan menghidupi keluarganya dengan layak.

    Roni mengaku sangat bersyukur dengan kondisi ini. Keluarganya pun selalu memberi dukungan penuh.  “Alhamdulillah, keluarga sangat dukung. Kami saling menguatkan. Istri mendukung 101 persen pekerjaan saya sebagai driver Maxim,” tuturnya dengan senyum bangga.

    Meski bersikap profesional saat mengemudi, Roni tetap memegang nilai kemanusiaan dalam pekerjaannya. Ia bahkan pernah menemui penumpang yang tak mampu membayar ongkos setelah diantar ke rumah sakit. Tanpa ragu, Roni menggratiskan biaya perjalanannya. “Saya pikir, bekerja sebagai
    pengemudi Maxim itu bukan cuma soal uang, tapi juga amal,” katanya.

    Sebagai mitra yang sudah lama bergabung, Roni melihat perkembangan Maxim di Padang semakin baik. Ia berharap perusahaan terus konsisten mendukung kesejahteraan pengemudi, termasuk lewat program BHR, BPJS, dan program lain yang mendukung kesejahteraan pengemudi. (*)


    "Sukses Implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal, Ketua TP Posyandu Sijunjung Raih Penghargaan"

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Prestasi membanggakan diraih Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Sijunjung yang berhasil meraih penghargaan tingkat Provinsi Sumatera Barat pada ajang Rapat Kerja Tim Pembina Posyandu Sumatera Barat 2025 yang digelar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Rabu 15 Oktober 2025.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung Ketua TP Posyandu Provinsi Sumatera Barat, Ny. Harneli Mahyeldi kepada Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa. 

    Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kesungguhan Pemerintah Kabupaten Sijunjung dalam membentuk dan menetapkan Tim Pembina Posyandu di tingkat kabupaten. Selain itu, Pemerintah daerah dinilai berhasil menunjukkan keseriusan dalam memperkuat kelembagaan Posyandu. 

    Setelah menerima penghargaan tersebut, Ketua TP Posyandu Kabupaten Sijunjung, Ny.  Nedia Fitri Benny Dwifa mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh kader yang telah berkontribusi.

    "Alhamdulilah hari ini TP Posyandu Kabupaten Sijunjung berhasil menerima piagam penghargaan dari Ketua TP Posyandu Provinsi Sumatera Barat. Penghargaan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun kader Posyandu di mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, Nagari dan sampai ke tingkat Jorong. Semoga capaian ini semakin menyemangati kita untuk menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan, edukasi, sekaligus pemberdayaan,”ujar Nedia Fitri. 

    Ia mengatakan bahwa penghargaan ini diraih berkat keseriusan semua pihak dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu di Sijunjung sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu. 

    "Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada bidang kesehatan semata, tetapi juga memiliki peran strategis dalam berbagai sektor pelayanan publik. Untuk itu posyandu di Kabupaten Sijunjung harus mampu memberikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM),” tegasnya. 

    Adapun enam SPM yang dimaksud meliputi bidang Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Trantibumlinmas, dan Sosial. (Nofen/Andri)

    Membangun Ekosistem Transparansi di Sumatera Barat


    Musfi Yendra
    (Ketua Komisi Informasi Sumatera Barat)

    Padang- Keterbukaan informasi publik telah menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat demokrasi, mendorong akuntabilitas, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sumatera Barat termasuk daerah yang cukup progresif dalam mengimplementasikan prinsip keterbukaan informasi. 

    Hal ini dapat dilihat dari kombinasi regulasi, dukungan pemerintah daerah, peran Komisi Informasi, hingga sinergi media dan organisasi masyarakat sipil yang membentuk ekosistem keterbukaan informasi.

    Dasar pijakan utama dari gerakan keterbukaan informasi di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Undang-undang ini memberikan hak kepada setiap warga negara untuk mengetahui informasi yang dikelola badan publik. 

    Di tingkat daerah, Sumatera Barat kemudian melengkapinya dengan hadirnya Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2022 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Perda ini menjadi tonggak penting karena secara khusus mengatur tata kelola, mekanisme, dan tanggung jawab badan publik di daerah dalam menyediakan informasi yang terbuka, transparan, dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

    Sejak UU KIP diberlakukan, Komisi Informasi Sumatera Barat secara konsisten melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap badan publik. Monev ini sudah berjalan lebih dari 10 tahun, menjadi instrumen penting untuk mengukur sejauh mana badan publik melaksanakan kewajiban keterbukaan informasi. Tahun 2025 menjadi catatan tersendiri karena jumlah badan publik yang didata mengikuti Monev mencapai 430 lembaga pengguna APBN dan APBD. 

    Angka ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan implementasi keterbukaan informasi, dari pemerintah provinsi, lembaga vertika, kabupaten/kota, hingga nagari, sekolah, BUMD, dan instansi layanan publik lainnya.

    Monev bukan sekadar penilaian administratif. Ia juga berfungsi sebagai pendorong perubahan perilaku birokrasi. Melalui proses ini, badan publik didorong untuk tidak hanya mengumumkan informasi wajib secara berkala, tetapi juga mengelola layanan informasi yang responsif, menyediakan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang profesional, serta menjadikan keterbukaan informasi sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban hukum. Dengan begitu, keterbukaan informasi dapat meningkatkan kepercayaan publik, mengurangi potensi korupsi, sekaligus mempercepat perbaikan layanan.

    Dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga semakin jelas terlihat. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, keterbukaan informasi publik telah masuk ke dalam prioritas pembangunan. Ini merupakan langkah strategis karena keterbukaan informasi tidak lagi dipandang sebagai isu pinggiran, melainkan bagian dari agenda resmi pembangunan daerah. 

    Dengan masuknya keterbukaan informasi ke dalam RPJMD, seluruh perangkat daerah memiliki dasar perencanaan, alokasi anggaran, dan target capaian yang lebih terukur. Langkah ini diharapkan memperkuat sinergi antara kebijakan, implementasi, dan evaluasi di lapangan.

    Selain dukungan regulasi dan pemerintah, ekosistem keterbukaan informasi di Sumatera Barat juga diperkuat oleh peran media dan organisasi masyarakat sipil.  Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat merupakan elemen paling penting yang sejak awal mendorong lahirnya Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat kepada pemerintah: DPRD dan gubernur. 

    Kemudian juga lahir Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP). Kehadiran organisasi ini membuktikan bahwa keterbukaan informasi tidak hanya menjadi urusan pemerintah atau Komisi Informasi, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang diperjuangkan oleh organisasi masyarakat sipil dan para jurnalis. 

    Keterlibatan organisasi masyarat sipil dan kerja jurnalistik, sangat membantu mengawasi badan publik, menyuarakan kepentingan masyarakat, dan mendorong terbentuknya budaya transparansi. Peran keduanya sangat vital karena mereka menjadi jembatan antara badan publik dan masyarakat.

    Membangun ekosistem keterbukaan informasi tentu bukan perkara instan. Ia membutuhkan komitmen berkelanjutan, koordinasi antar-stakeholder, serta kesadaran kolektif bahwa informasi adalah hak dasar warga. Ekosistem yang sehat terbentuk ketika ada keterhubungan yang kuat antara regulasi, pengawasan, dukungan politik, kapasitas birokrasi, dan partisipasi masyarakat. 

    Di Sumatera Barat, ekosistem ini mulai menunjukkan bentuknya: ada UU dan Perda yang menjadi fondasi hukum, ada Monev yang menjaga konsistensi implementasi, ada dukungan RPJMD yang menguatkan arah kebijakan, serta ada media dan jurnalis yang mengawal jalannya keterbukaan.

    Namun, pekerjaan rumah masih banyak. Masih ada badan publik yang menganggap keterbukaan informasi sebagai beban, bukan sebagai kebutuhan. Sebagian belum memiliki sistem dokumentasi informasi yang rapi, layanan PPID yang responsif, atau budaya transparansi yang menyatu dalam birokrasi. 

    Di sisi lain, literasi masyarakat juga perlu ditingkatkan agar mereka mampu menggunakan informasi publik secara tepat untuk memperjuangkan kepentingan bersama. Tanpa masyarakat yang aktif meminta dan menggunakan informasi, keterbukaan akan kehilangan makna.

    Tantangan lain adalah bagaimana keterbukaan informasi dapat benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik dan pembangunan daerah. Informasi yang terbuka seharusnya bisa menjadi basis pengambilan keputusan yang lebih partisipatif, memperkaya diskursus publik, dan memunculkan inovasi kebijakan. 

    Misalnya, keterbukaan data anggaran nagari dapat mendorong masyarakat ikut mengawasi penggunaannya, keterbukaan data pendidikan membantu orang tua mengevaluasi mutu sekolah, atau keterbukaan data kesehatan mempercepat respon terhadap masalah stunting dan penyakit menular.

    Di era digital, tantangan juga datang dari kecepatan arus informasi. Badan publik dituntut tidak hanya terbuka, tetapi juga sigap merespons kebutuhan informasi masyarakat di ruang digital. Transparansi tidak boleh kalah cepat dengan hoaks. Karena itu, transformasi digital badan publik menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keterbukaan informasi yang modern dan relevan dengan kebutuhan zaman.

    Ke depan, Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk menjadi daerah percontohan keterbukaan informasi di Indonesia. Dengan kombinasi regulasi yang kuat, pengawasan yang konsisten, dukungan pemerintah yang strategis, serta partisipasi aktif media dan masyarakat, ekosistem keterbukaan informasi bisa tumbuh lebih matang. 

    Jika ekosistem ini terjaga, Sumatera Barat bukan hanya membangun pemerintahan yang transparan, tetapi juga memperkuat demokrasi, meningkatkan kepercayaan publik, dan mempercepat pembangunan yang berpihak pada rakyat.

    Keterbukaan informasi bukan hanya tentang kewajiban badan publik, melainkan tentang membangun relasi baru antara pemerintah dan masyarakat: relasi yang dilandasi kepercayaan, akuntabilitas, dan partisipasi. Sumatera Barat telah memulainya dengan langkah-langkah konkret. 

    Kini tantangannya adalah menjaga momentum, memperluas partisipasi, dan memastikan keterbukaan informasi benar-benar menjadi budaya bersama yang menghidupkan demokrasi di ranah Minang.(**)

    Tekan Kenakalan Remaja: Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Penempatan Guru Konselor di Setiap SMA dan SMK


    Padang(Sumbarkini.com)- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan penempatan guru konselor di setiap SMA dan SMK di Sumatera Barat. Langkah tersebut dinilai penting dalam meningkatkan kualitas generasi muda sekaligus menekan angka kenakalan remaja yang semakin kompleks.

    Komitmen ini disampaikan Muhidi saat menyerahkan bantuan baju batik kepada para guru di tiga sekolah, yaitu SMA Negeri 8 Padang, SMA Negeri 15 Padang, dan SMA Negeri 16 Padang, pada Rabu (15/10/2025).

    “Kita akan koordinasikan dengan Dinas Pendidikan untuk mewujudkan rencana ini. Persoalan remaja saat ini semakin kompleks dan tidak bisa lagi diarahkan dengan cara biasa. Karena itu, kehadiran guru konselor dengan kompetensi khusus sangat dibutuhkan,” ujar Muhidi.

    Menurutnya, keberadaan guru konselor di sekolah sangat penting, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berdampak pada perilaku pelajar. Faktor seperti meningkatnya angka perceraian dan berkurangnya perhatian orang tua terhadap anak menjadi salah satu pemicu munculnya berbagai permasalahan remaja.

    “Menjadi konselor tentu tidak bisa sembarangan. Guru harus mendapatkan pelatihan khusus agar memiliki kemampuan menangani masalah siswa. Untuk itu, saya siap mendukung dan menganggarkan pelatihan bagi calon guru konselor di sekolah,” tegasnya.

    Muhidi juga menambahkan bahwa kebutuhan tenaga konselor akan diusulkan dalam rapat anggaran bersama pemerintah provinsi dan direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

    Dalam kesempatan yang sama, sejumlah kepala sekolah dan guru menyampaikan berbagai aspirasi kepada Ketua DPRD Sumbar, mulai dari kebutuhan tambahan ruang belajar (rombel) hingga perbaikan sarana ibadah di sekolah.

    Kepala SMA Negeri 15 Padang, Gusnaldi, berharap agar pemerintah daerah lebih memperhatikan kondisi fasilitas ibadah di sekolah. Ia juga menyampaikan aspirasi agar pemerintah memberikan beasiswa untuk anak guru, mengingat tidak semua tenaga pendidik hidup dalam kondisi sejahtera.

    Sementara itu, Kepala SMA Negeri 16 Padang, Erizal, menyoroti keterbatasan daya tampung sekolah di wilayah Kecamatan Kuranji.

    “Masih banyak anak-anak di Kuranji yang belum bisa bersekolah di SMA 16 karena keterbatasan ruang. Kami berharap pemerintah dapat menambah sekolah lokal dan tentu kami sangat mendukung adanya program guru konselor di sekolah,” ujarnya.

    Melalui program ini, DPRD Sumbar berharap dapat menghadirkan lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan tanggap terhadap masalah remaja, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.(p)

    Wabup Iraddatillah Pimpin Rakor Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sijunjung Tahun 2025.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt memimpin langsung Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sijunjung tahun 2025 yang dilaksanakan di Balairung Lansek Manih Kantor Bupati setempat pada Selasa 14 Oktober. 

    Rapat ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat diwakili Sekretaris Kaper, Dedy agustanto S.Kom,M.Pd,T, dan diikuti oleh Kepala OPD terkait, Tim Percepatan Penurunan Stunting, TP PKK Kabupaten Sijunjung, Baznas, Kepala BUMN/BUMD, Camat dan Wali Nagari se Kabupaten Sijunjung, Perguruan Tinggi, Kepala Puskesmas dan Koordinator PKB se Kabupaten Sijunjung, serta organisasi terkait lainnya. 

    Dalam arahannya, Wakil Bupati Sijunjung, Iraddatillah menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sijunjung. Ia menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab satu dinas saja, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah dimulai dari Kabupaten, Kecamatan sampai ke Nagari. 

    “Stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga soal pola asuh, lingkungan, dan akses layanan kesehatan. Karena itu, seluruh pihak harus bergerak bersama agar target penurunan stunting bisa tercapai.” ujarnya

    Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sijunjung, Roni Satria, S. STP, M. Si mengatakan, rakor yang diikuti sebanyak 142 orang dari seluruh stakeholder terkait ini bertujuan untuk mensinergikan program dan upaya percepatan penurunan stunting serta mensukseskan program pencarian OTA dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sijunjung. 

    Pada rapat ini turut hadir Wakil Ketua Baznas, H. Dharmawan, SH, Sekretaris Dinas PPKB, Hendri Nurka, S. Sos, M. Si beserta jajaran dan undangan lainnya. (Andri)

    Wabup Iraddatillah Pimpin Apel Siaga Bencana di Kabupaten Sijunjung.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Dalam rangka menghadapi ancaman bencana alam banjir, banjir bandang dan tanah longsor, Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung menggelar apel siaga bencana yang dilaksanakan di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Simpang Tugu Muaro Sijunjung pada Selasa 14 Oktober 2025.

    Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt selaku pembina apel sebelum mengawali apel melakukan pemeriksaan pasukan dengan didampingi Kajari Sijunjung, Rina Idawani, SH, C.N. MM beserta unsur forkopimda lainnya, Sekretaris Daerah, Dr. Zefnihan, AP, M. Si, Kepala OPD, dan Kepala Pelaksana Baznas, Meri Muliadi, S. Pd. 

    Dalam arahannya, Wabup Iraddatillah menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam memfasilitasi pelaksanaan kegiatan apel siaga tersebut. 

    Ia menekankan bahwa saat ini perlu kesiapan semua pihak dalam menghadapi potensi bencana yang akan datang, khususnya memasuki musim hujan yang cukup panjang. 

    Berpedoman kepada kejadian bencana yang baru saja terjadi di Kabupaten Sijunjung, seperti daerah Muaro Bodi dan sekitarnya, sebanyak 42 batang pohon pelindung tumbag, listrik mati, telekomunikasi dan akses jalan terputus. Serta di Kamang Baru terjadi angin kencang disertai hujan lebat mengakibatkan sebanyak 189 buah rumah rusak diterjang angin dan ditimpa pohon dan 1 rumah di Siaur tertimbun longsor. 

    Kondisi seperti ini harus cepat ditangani, pemerintah daerah harus segera merespon dan memberikan jaminan, bahwa aktifitas masyarakat dapat berjalan serta kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi. Akses jalan terus terbuka dan normal kembali,  listrik dan sinyal telkomsel harus hidup kembali sehingga masyarakat dapat merasakan langsung pelayanan dari Pemerintah Daerah. 

    "Melalui apel ini kami berharap akan terjalin hubungan baik serta semangat kebersamaan seluruh pemangku kepentingan lintas sektoral untuk mewujutkan penanggulangan bencana alam banjir, banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Sijunjung, " harap Wabup. 

    Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sijunjung, Drs. Suardi selaku panitia pelaksana menyebutkan, apel siaga bencana ini sebagai bentuk kesiap siagaan Pemerintah Daerah melalui OPD dan didukung oleh TNI, Polri, BUMN, BUMD, dan seluruh unit kerja yang ada di Kabupaten Sijunjung dalam menghadapi ancaman bencana alam banjir, banjir bandang dan tanah longsor. 

    Peserta pada apel ini lanjut Suardi adalah sebanyak 85 orang yang terdiri dari personil dari OPD tetlrkait, TNI dan Polri, KPHL, PMI, Baznas, PDAM, ULP PLN Sijunjung, Telkom Sijunjung, Camat Sijunjung, IV Nagari dan Koto VII, Wali Nagari, Tagana dan KSB Nagari Muaro. (Andri)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2