Cerdas Menyiapkan Kematian
Oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
Semua orang pasti mati. Kita menyaksikan sendiri: pejabat, raja, orang kaya, orang berpengaruh—semuanya akhirnya kembali ke tanah. Kekayaan dan kekuasaan tidak mampu menahan kematian.
Orang kaya mati, orang miskin mati. Sama-sama dimasukkan ke dalam liang lahat. Mungkin berbeda kain kafan dan peti, tetapi akhirnya tubuh kembali menjadi tanah.
Yang membedakan bukan kematiannya, tetapi apa yang terjadi setelahnya. Ada yang yakin adanya kehidupan setelah kematian, ada pula yang tidak.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa orang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk kehidupan setelah mati.
Orang yang yakin akan kebangkitan tidak akan mudah putus asa. Ketika dizalimi di dunia, ia yakin semua akan dibalas oleh Allah. Tidak ada kebaikan yang sia-sia dan tidak ada kezaliman yang luput dari balasan.
Karena itu, kebahagiaan setelah kematian ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini. Persiapkan diri dengan iman, amal saleh, dan hati yang bersih.
Ya Allah, jadikan kami hamba yang cerdas dalam mempersiapkan kematian, kuatkan iman kami terhadap kehidupan akhirat, dan berikan kami kebahagiaan setelah kami kembali kepada-Mu. (*)
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.” (QS. Ali ‘Imran: 185)
Semua orang pasti mati. Kita menyaksikan sendiri: pejabat, raja, orang kaya, orang berpengaruh—semuanya akhirnya kembali ke tanah. Kekayaan dan kekuasaan tidak mampu menahan kematian.
Orang kaya mati, orang miskin mati. Sama-sama dimasukkan ke dalam liang lahat. Mungkin berbeda kain kafan dan peti, tetapi akhirnya tubuh kembali menjadi tanah.
Yang membedakan bukan kematiannya, tetapi apa yang terjadi setelahnya. Ada yang yakin adanya kehidupan setelah kematian, ada pula yang tidak.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa orang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk kehidupan setelah mati.
Orang yang yakin akan kebangkitan tidak akan mudah putus asa. Ketika dizalimi di dunia, ia yakin semua akan dibalas oleh Allah. Tidak ada kebaikan yang sia-sia dan tidak ada kezaliman yang luput dari balasan.
Karena itu, kebahagiaan setelah kematian ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini. Persiapkan diri dengan iman, amal saleh, dan hati yang bersih.
Ya Allah, jadikan kami hamba yang cerdas dalam mempersiapkan kematian, kuatkan iman kami terhadap kehidupan akhirat, dan berikan kami kebahagiaan setelah kami kembali kepada-Mu. (*)
Ditulis 4 Syawal 1447 H / 23 Maret 2026 M

Tidak ada komentar
Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...