nasional
Sijunjung
Pasaman Barat
Peristiwa
Transportasi
Safari Ramadan di Pessel, Muchlis Yusuf Abit Salurkan Bantuan Rp460 Juta untuk 8 Masjid dan 3 Musala
Iqra, Perintah Pertama yang Menghidupkan Hati
Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H
(Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)
Ketika wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad di Gua Hira, malaikat jibril datang dan menyampaikan satu kata yang sangat agung. Kata itu adalah Iqra. Firman Allah dalam Surah Al-'Alaq ayat 1:
"Iqra' bismi rabbikal ladzī khalaq."
"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan."
Menariknya, Nabi Muhammad saat itu adalah seorang yang tidak bisa membaca dan menulis. Namun Allah tetap memerintahkan Iqra. Ini memberi kita pelajaran besar bahwa makna Iqra. tidak hanya sekadar membaca tulisan.
Iqra berarti membaca kehidupan, membaca tanda-tanda kebesaran Allah, dan membaca diri kita sendiri.
Jika kita membaca alam ini dengan hati yang hidup, kita akan melihat kebesaran Allah di mana-mana. Langit yang luas, matahari yang terbit setiap pagi, dan kehidupan yang Allah berikan kepada kita. Semua itu adalah ayat-ayat Allah yang harus kita baca dengan hati yang sadar.
Para ulama mengatakan, ada dua ayat yang harus dibaca oleh manusia.
- Pertama, ayat gauliyah, yaitu Al-Qur'an.
- Kedua, ayat kauniyah, yaitu alam semesta.
Orang yang benar-benar menjalankan perintah Iqra akan semakin dekat kepada Allah. Ilmunya bertambah, dan juga kerendahan hatinya semakin dalam.
Dalam ayat berikutnya Allah berfirman:
"Alladzī 'allama bil qalam, 'allamal insāna mā lam ya'lam."
"Yang mengajarkan manusia dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Ini menunjukan bahwa Allah memuliakan manusia dengan ilmu. Karena itu, peradaban Islam dahulu menjadi terang benderang. Umat Islam membaca, belajar, menulis, dan meneliti. Dari perintah Iqra lahirlah ulama besar, ilmuwan besar, dan peradapan yang mulia.
Namun hari ini kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri: Apakah kita masih hidup dengan semangat Iqra?
Apakah kita membaca Al-Qur'an setiap hari?
Apakah kita membaca tanda-tanda kebesaran Allah dalam kehidupan kita?
Ataukah kita lebih sibuk membaca hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah?
Para ulama tasawuf mengatakan, Iqra yang dalam adalah membaca hati kita sendiri. Apakah ia penuh dengan cinta kepada Allah? Ataukah ia penuh dengan dunia?
Karena orang yang semakin dekat kepada Allah akan semakin sadar akan kekurangan dirinya, dan semakin rindu untuk memperbaiki hati.
Oleh karena itu, mari kita hidupkan kembali perintah Iqra dalam kehidupan kita. Membaca Al-Qur'an dengan hati. Membaca kehidupan dengan iman. Dan membaca diri kita dengan muhasabah.
Kiranya dengan itu Allah membuka hati kita, menambah ilmu kita, dan mendekatkan kita kepada-Nya.
Salam
LH.
Peduli Jurnalis, Irfendi Arbi Bezuk Antoni Surya Roza di RS Adnaan WD PAyakumbuh
Limapuluh Kota - Terkenal dengan empati dan suka bersilaturahmi, menjadikan Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021, Ir. H. Irfendi Arbi, M.P bakal mudah terpanggil nuraninya jika mendengar kabar ada yang sakit. Begitu pun ketika Antoni Surya Roza terbaring sakit di Rumah Sakit Adnaan WD PAyakumbuh.
Sebagai orang yang dekat dengan pers, Irfendi pun datang membezuk sahabatnya itu Jum’at siang (6 Maret/2026).. ”Secara pribadi saya turut prihatin dan mendoakan agar rekan wartawan Antoni Surya Roza segera pulih dari sakit yang dialaminya dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa," ungkap Irfendi Arbi, Sabtu 7 Maret 2026.
Irfendi tentu saja mengharapkan sahabatnya itu kembali bisa menjalankan tugas jurnalistiknya guna menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerahnya. Irfendi mengaku senang melihat sahabatnya itu sudah mulai membaik kondisinya dan sudah bisa bercanda ketika Irfendi datang membezuknya. .
”Saya datang untuk turut berduka atas musibah sakit yang dialami sahabat. Dan, Alhamdulillah, saat bertemu Antoni Surya Roza, kondisi kesehatannya sudah mulai tampak membaik,” ujar Bupati yang di masa kepemimpinannya membebaskan beberapa warganya yang dipasung itu,
Ayah tiga putri dan dua putra itu juga mengatakan, peristiwa kecelakaan yang dialami Antoni Surya Roza, tentunya menjadi pengingat bahwa tugas seorang wartawan itu sangatlah berat dan dibutuhkan dukungan dari banyak pihak.
Suami dari Monalisas, S.Sos ini mengingatkan agar sahabatnya itu dan rekan pres yang bertugas di lapangan untuk lebih perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Jangan sampai keinginan menyampaikan informasi yang akurat dan bermafaat sampai membahayakan kesehatan sendiri.
“Jurnalis adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sekali lagi, saya mendoakan agar kondisi kesehatan sahabat Antoni Surya Roza segera pulih dan bisa kembali beraktivitas dengan baik. Untuk semua rekan-rekan wartawan, semoga selalu dalam keadaan sehat dan terus semangat dalam menjalankan profesi yang mulia ini,” tambahnya.
Kedatangan, empati, doa dan bantuan yang ditunjukkan oleh Irfendi Arbi mempercepat proses penyembuhan Antoni Surya Roza. Betapa seorang Irfendi Arbi tidak hanya dekat ketika dia butuh publikasi. (*)
Ditlantas Polda Sumbar Tetapkan One Way di Lembah Anai
PADANG - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat resmi menetapkan skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di jalur utama Padang–Bukittinggi. One way ini khusus diberlakukan pada kawasan Lembah Anai. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor dalam menyambut Operasi Ketupat 2026. Langkah ini diambil mengingat kondisi infrastruktur di Lembah Anai yang belum pulih total pascabencana beberapa waktu lalu.
Menurut Reza, sistem one way dibagi menjadi dua shift harian guna menjamin kelancaran arus. Shift Pertama dari arah Padang menuju Bukittinggi pada pukul 10.00–14.00 WIB. Sementara shift kedua dari arah Bukittinggi menuju Padang pada pukul 14.00–18.00 WIB.
"Kami juga memberlakukan clearance time atau waktu steril selama 30 menit sebelum perpindahan arus. Selama masa tersebut, jalur sepanjang 20 kilometer akan dikosongkan untuk memastikan keamanan dan mencegah benturan kendaraan dari arah berlawanan," ujar Kombes Pol Reza, Jumat, 6 Maret 2026.
Meskipun diterapkan sistem satu arah, pihak kepolisian menargetkan perbaikan infrastruktur jalan dapat selesai tepat waktu. "Perbaikan terus dikebut. Kami menargetkan pada H-7 Lebaran, jalur Lembah Anai sudah dapat difungsikan secara normal dua arah selama 24 jam," tambahnya.
Lebih jauh dijelaskannya, guna memastikan keamanan, Polda Sumbar mendirikan pos pantau di titik-titik krusial seperti Lembah Anai dan Padang Panjang. Pemantauan tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga mengandalkan teknologi modern.
“Kita melakukan pemantauan 24 jam melalui sistem Regional Traffic Management Centre (RTMC) serta patroli udara menggunakan drone untuk memantau titik kepadatan secara real-time,” imbuhnya.
Untuk jalur alternatif Padang Bukittingi via Malalak, pihak kepolisian belum memberlakukan sistem one way karena status jalan yang masih dianggap darurat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mematuhi instruksi petugas di lapangan, dan selalu memantau informasi terkini sebelum memulai perjalanan mudik. (nelvi)
Mempererat Tali Silaturahmi, Pengurus KONI Sijunjung Gelar Buka Puasa Bersama.
SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi diantara sesama pengurus serta persiapan Porprov XVI Tahun 2026 , Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sijunjung menggelar buka puasa bersama di Kantor Sekretariat KONI tersebut pada Jum'at 6 Maret 2026.
Buka puasa bersama ini dihadiri Kepala Dinas Parpora Diwakili Kabid Olahraga, Indrawadi, Ketua KONI Sijunjung, Rusdianto, Wakil Ketua, Yulius Adi dan Nasril, Sekretaris, Hasmeri Hamjas dan Indra Devi, Bendahara, Zelni Novalia serta pengurus KONI Lainnya.
Kadis Parpora diwakili Kabid Olahraga, Indrawadi dikesempatan itu memberikan apresiasi kepada KONI Sijunjung dan berharap pengurus KONI selalu kompak dalam memajukan olahraga di Kabupaten Sijunjung.
"Dengan kekompakan, insyaallah kita bisa memajukan olahraga di Kabupaten Sijunjung ini, " harap Indrawadi.
Ketua KONI Sijunjung, Rusdianto mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sijunjung melalui Dinas Parpora yang selalu memberikan support dan dukungan bagi KONI Sijunjung.
Ia mengatakan bahwa, kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antar pengurus KONI Sijunjung di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, buka puasa bersama tidak hanya menjadi ajang ibadah dan refleksi diri, tetapi juga sarana membangun solidaritas demi kemajuan olahraga, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Momentum Ramadan mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat berbagi. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat olahraga, dengan kebersamaan ini, insyaallah kita bisa memajukan olahraga secara bersama sama dan kita berharap di Porprov XVI yang direncanakan pada bulan Oktober nanti, kita bisa masuk 10 besar,” ujar Rusdianto. (Andri)
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman : PAP Bukan Objek Pajak Baru
Kolaborasi LKAAM Sumbar dan Jurnalis Makin Erat Demi Kemajuan Ranah Minang
PADANG (sumbarkini.com) – Perkembangan teknologi informasi dan tersebarnya hoaks yang kian cepat, kekuatan silaturahmi tetap menjadi pondasi utama dalam menyatukan stakeholder terkait guna membangun daerah. Inilah semangat yang mendasari Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) menginisiasi pertemuan sederhana namun sarat makna bersama Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati.
Pertemuan di kediaman tokoh Sumbar, kawasan Gunung Pangilun Padang, Selasa 2 Maret 2026, KJI sukses merangkul rekan-rekan Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI) dalam sebuah momen buka puasa bersama yang penuh kekeluargaan.
Fauzi Bahar, yang juga Wali Kota Padang dua periode, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang digagas oleh KJI. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pers adalah mitra strategis yang tak terpisahkan dari lembaga adat maupun pemerintah.
"Sinergi yang digagas rekan-rekan hari ini adalah cermin dari kedewasaan profesi. Kami berharap harmoni antara KJI dan IKW-RI terus terjaga, karena peran jurnalis sangat krusial dalam memberikan informasi yang konstruktif bagi publik," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa di era digital saat ini, penyampaian informasi yang berimbang dan berlandaskan fakta menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas daerah. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara lembaga adat dan media dapat mencegah kesalahpahaman serta memperkuat nilai-nilai kearifan lokal.
Sementara itu Ketua Umum KJI, Andarizal menyebutkan silaturahmi semacam ini penting untuk memperkuat kepercayaan dan sinergi dalam menyampaikan informasi kepada publik. Andarizal menyampaikan terimakasih atas gerbagn keterbukaan informasi dari LKAAM Sumbar dalam membangun komunikasi dengan insan pers.
“Ini menunjukkan komitmen Bang Fauzi Bahar untuk terus membangun komunikasi terbuka dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan jurnalis. Kita semua sama-sama ingin pembangunan daerah yang harmonis dan berlandaskan nilai adat serta budaya Minangkabau,” tegasnya.
Acara yang berlangsung hangat ini, diisi dengan rangkaian kegiatan yang menggugah. Kultum singkat di momen jelang buka puasa bersama itu menekankan pentingnya kejujuran dan etika dalam menyampaikan informasi. Menunjukkan bagaimana KJI mau seayun selangkah dengan rekan jurnalis lintas organisasi guna menciptakan kondusifitas dan kerjasama yang erat dalam membangun informasi yang kuat dan valid serta bermanfaat bagi Ranah Minang. (elsi)
Asosiasi PPKIPAITI Kota Padang Resmi Dilantik untuk Masa Bakti 2026-2031
PADANG (sumbarkini.com) – Babak baru bagi organisasi profesi di Kota Padang dimulai hari ini. Segenap keluarga besar Asosiasi PPKIPAITI menyampaikan ucapan Selamat dan Sukses atas terlaksananya pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Padang untuk periode 2026 s.d 2031.
Acara yang berlangsung khidmat pada Senin, 02 Maret 2026, ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa perubahan positif dan sinergi yang lebih kuat bagi para anggotanya di wilayah Kota Padang.
"Selamat bertugas kepada jajaran pengurus baru. Semoga amanah ini menjadi ladang pengabdian yang memberikan dampak luas bagi kemajuan Asosiasi PPKIPAITI di Kota Padang." ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi PPKIPAITI, Antonius Lase, S.Sos.
Antonius mengharapkan kepengurusan DPC Asosiasi PPKIPAITI Padang di bawah pimpinan Nelviani, S.Pd. berkomitmen untuk memperkuat solidaritas antaranggota serta meningkatkan peran aktif Asosiasi PPKIPAITI dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan profesi di Kota Padang.
Ketua Asosiasi PPKIPAITI Padang, Nelviani S.Pd menyatakan kesiapannya membawa organisasi sebagaimana yang diharapkan oleh DPP. Dia dan pengurus lainnya siap menyelenggarakan kegiatan strategis, teknis, edukatif, sosial dan advokatif di Kota Padang.
“Kami siap berkontribusi atas tumbuh dan berkembangnya pelatihan teknis dan vokasi di berbagai bidang berbasis SKKNI, KKNI dan trend global,” ujarnya.
Nelviani optimis dukungan yang mengalir dari berbagai pihak, dapat menjadi penyemangat pengurus yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan inovasi demi kemajuan organisasi. Dia menegaskan pengurus akan segera melakuan rapat kerja untuk menentukan rencana program kerja satu tahun ke depan.
Adapun susunan pengurus inti DPC PPKIPAITI Kota Padang adalah Nelviani, S.Pd. (Ketua), Belin Heyo Fathia (Sekretaris) dan Tuti Sismonita, S.Pd.I., S.Pd (Bendahara). Pengurus akan dibantu oleh empat bidang yaitu 1). Bidang Organisasi dan Keanggotaan, 2.)Bidang Pengembangan Kompetensi, Penelitian dan Ketenagakerjaan, 3.) Bidang Hukum, Advokasi dan Etika Profesi dan 4.) Bidang Humas, Kemitraan dan Publikasi. (elsi)
10 Hari Kedua Ramadan: Saatnya Membersihkan Dosa dan Hati
(Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Salman Al-Farisi r.a., Rasulullah bersabda bahwa Ramadan terbagi menjadi tiga bagian: 10 hari pertama rahmat, 10 hari kedua ampunan, dan 10 hari ketiga pembebasan dari api neraka.
Kini kita memasuki 10 hari kedua, fase maghfirah–fase ampunan. Ini adalah momentum besar untuk membersihkan hati.
Wapres RI ke-6 Try Sutrisno Wafat, Negarawan yang Paripurna
Jakarta - Berita duka menyeruak di Pagi Senin, 2 Maret 2026. Duka mendalam tidak saja bagi keluarga tapi juga duka bagi Indonesia.









Social Media Icons