• Breaking News

    3/slider-recent
  • Nasional

    4/nasional/feat-tab

    Sijunjung

    4/sijunjung/feat-tab

    Padang

    5/Padang/feat-tab

    Diketuai Sekdaprov, Arry Yuswandi, TSR IV Prov Sumbar Kunjungi Masjid An Nur Wisma Indah Muaro Gambok.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Barat, Arry Yuswandi, S. Km, M. Km pimpin Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemprov Sumbar tahun 2026 (1447 H) di Masjid An Nur, Wisma Indah Gambok, Jorong Muaro Gambok, Nagari, Muaro, Kecamatan Sijunjung, Minggu 1 Maret 2026.

    Rombongan tersebut sebelumnya di jamu buka puasa bersama di Aula Masjid An Nur oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Jaheri, S. Sos, M. Si bersama Kepala OPD dan jamaah Masjid An Nur Muaro Gambok.

    Dalam sambutannya, Sekdaprov Sumatera Barat, Arry Yuswandi menyampaikan tujuan pelaksanaan safari ramadhan ini adalah sebagai wujud silaturrahmi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dengan Pemerintah Kabupaten Sijunjung, serta jamaah Masjid An Nur Muaro Gambok.

    Dikatakan Sekdaprov, bahwa di Kabupaten Sijunjung malam ini dikunjungi oleh 2 tim safari ramadan, diantaranya adalah tim dari Gubernur Sumatera Sumatera Barat, H. Mahyeldi yang mengunjungi Masjid Jabal Rahmah, di Jorong Simpang Sawah Silupak, Nagari Tanjuang Labuah, Kecamatan Sumpur Kudus, dan Tim Sekdaprov di Masjid An Nur Muaro Gambok.

    "Safari Ramadhan di Masjid An Nur Muaro Gambok ini adalah malam yang kelima kami melaksanakan turba Ramadhan tahun 2026 ini," ujar Arry.


    Selain memperkenalkan anggota tim safari Ramadhan, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi juga menyampaikan beberapa program nasional diantaranya Makan Bergizi Gratis, Koperasi desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat, serta perkembangan pangan lokal dan pariwisata daerah.

    Sementara itu Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Jaheri, S. Sos, M. Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemprov Sumbar, khususnya terhadap panti-panti yang berperan dalam pembinaan karakter dan peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Sijunjung.

    “Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sijunjung mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dan masyarakat,” ujarnya.

    Terkait dengan program nasional yaitu MBG, Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat, Sekdakab Jaheri mengatakan bahwa Kabupaten Sijunjung saat ini sangat mendukung dan berkomitmen untuk dilaksanakan di Kabupaten karena sangat membantu bagi Masyarakat.

    Ia juga menyampaikan permohonan kepada Pemprov Sumbar agar bisa memperbaiki jalan Provinsi yang rusak dan memprihatinkan saat ini, karena jalan tersebut merupakan jalan utama yang akan membangun citra positif di Kabupaten Sijunjung yaitu jalan dari SPBU Muaro Sijunjung sampai dengan halaman Kantor Bupati Sijunjung.

    Diakhir acara, Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi menyerahkan bantuan hibah Pemprov Sumbar sebesar Rp. 50 juta untuk masjid An Nur, ditambah Al-Qur’an sumbangan ASN Pemprov Sumbar, satu dus kain sarung dari Baznas Sumbar, dan bantuan dana CSr dari Bank Nagari sebesar Rp. 5 juta untuk Masjid An Nur.

    Sekdaprov Sumbar juga menyerahkan bantuan Hibah dari Pemprov Sumbar sebesar Rp. 25 juta ditambah Alqur'an sumbangan dari ASN Pemprov Sumbar kepada pengurus Masjid Nurul Wahidah, Nagari Paru. Serta bantuan hibah dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat untuk permakanan bagi Panti Asuhan Nurul Iman Enam Berlian berupa uang Rp. 165 Juta Rupiah dan Panti Asuhan Darul Jannah sebesar Rp. 120 Juta Rupiah. (Andri)


    Fauzi Bahar Menyelamatkan Generasi Muda Lewat Pesantren Ramadhan

    Di awal milenium, ketika gelombang modernisasi mulai menyapu pesisir Sumatra Barat, sebuah kecemasan kolektif muncul, apakah nilai-nilai tradisional Minangkabau akan larut dalam hiruk-pikuk perubahan zaman? Di tengah persimpangan budaya itu, muncul sebuah gagasan yang melampaui zamannya. H. Fauzi Bahar, M.Si., Wali Kota Padang periode 2004–2014, tidak memilih membangun monumen fisik yang dingin. Ia memilih membangun "monumen hidup" dalam jiwa generasi muda.

    Tahun 2004 dicatat dalam tinta sejarah sebagai tahun dimulainya Pesantren Ramadhan. Ini adalah sebuah keberanian kebijakan yang mendisrupsi sistem pendidikan formal. Fauzi Bahar menyadari bahwa papan tulis di sekolah mungkin cukup untuk mentransfer ilmu pengetahuan, namun lantai-lantai masjid adalah tempat yang lebih suci untuk menempa karakter.

    Kebijakan ini memindahkan seluruh aktivitas belajar siswa ke masjid dan mushalla selama bulan suci. Tujuannya bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan sebuah misi penyelamatan generasi. Di bawah naungan kubah masjid, siswa tidak hanya belajar menghafal ayat, tetapi mereka belajar tentang akhlakul karimah, sebuah kompas moral yang akan memandu mereka di tengah badai godaan narkoba dan pergaulan bebas.

    Narasi yang dibangun Fauzi Bahar sangat fundamental, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Ia ingin memastikan bahwa identitas anak muda Padang tidak tercerabut dari akarnya. Pesantren Ramadhan menjadi laboratorium sosial di mana empati ditumbuhkan melalui zakat dan infak, serta kebersamaan dirajut tanpa memandang status sosial.

    Menariknya, visi ini tidak terjebak dalam eksklusivitas. Di saat siswa Muslim memenuhi masjid, siswa non-Muslim pun diberikan ruang untuk penguatan iman sesuai keyakinan masing-masing. Ini adalah bukti nyata bahwa Fauzi Bahar sedang membangun peradaban kota yang religius sekaligus inklusif, sebuah miniatur Indonesia yang harmonis dari gerbang Sumatra.

    Kini, obor itu tidak padam. Di bawah kepemimpinan para penerusnya, termasuk inovasi yang dilanjutkan oleh sosok seperti Fadly Amran, Pesantren Ramadhan terus bertransformasi. Program ini tak lagi kaku, ia kini terintegrasi dengan teknologi, kompetisi sains, hingga bantuan sosial seperti seragam gratis. Warisan ini telah bermetamorfosis menjadi institusi pendidikan non-formal yang paling dinanti setiap tahunnya.

    Apa yang dimulai Fauzi Bahar dua dekade lalu bukanlah sekadar program musiman. Ia adalah peletakan batu pertama dari bangunan peradaban. Berkat keberanian visioner di tahun 2004 itu, ribuan "generasi hebat" telah lahir dari rahim masjid-masjid di Kota Padang.

    Kita diingatkan kembali bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang mencetak otak yang cerdas, tapi juga hati yang teguh. Seperti yang sering ia gaungkan. "Kita tidak hanya sedang mengajar, kita sedang membangun benteng masa depan bangsa." Dan benteng itu, hingga hari ini masih berdiri kokoh di sudut-sudut masjid Kota Padang.

     

    Padang, 28 Februari 2026
    Oleh Andarizal

    Meraih Maghfirah di Pertengahan Ramadan

    Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)

      

    PERTENGAHAN Ramadan adalah fase yang sangat intimewa. Jika 10 hari pertama adalah rahmat, maka 10 hari kedua adalah maghfirah–ampunan dari Allah. Inilah saat yang tepat untuk memperbanyak istighfar, memperdalam  muhasabah, dan membersihkan hati dari dosa-dosa yang mungkin masih melekat.

    Rasulullah, Muhammad, bersabda:
    "Awal Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka." (HR. Al-Baihaqi)

    1. Mengapa kita Butuh Maghfirah
    Setiap manusia tidak luput dari dosa. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman:
    "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu." (QS. Ali 'Imran ayat 133)

    Maghfirah bukan sekadar diampuni, ditutup aib dan dihapus dosanya. Betapa banyak dosa yang mungkin tidak kita sadari–ucapan yang menyakiti, hati yang iri, atau lalai dalam ibadah.

    Pertengahan Ramadan adalah momentum untuk berhenti sejenak dan bertanya pada diri: Sudahkah puasaku membentuk takwa? Sudahkah lisanku terjaga? Sudahkah hatiku bersih dari dengki dan sombong?

    2. Cara Meraih Maghfirah
    a. Memperbanyak Istighgar

    Rasulullah yang ma'shum saja beristighfar lebih dari 70 kali sehari. Apalagi kita. Ucapkan dengan penuh kesadaran: Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih.

    b. Taubat yang sungguh-sungguh (Taubat Nasuha) 
    Taubat memiliki syarat: 1). Menyesali dosa, 2). Berhenti dari perbuatan dosa, 3). Bertekat tidak mengulanginya, 4). Jika terkait manusia, kembalikan haknya.

    c. Memperbanyak Amal Saleh
    Salat malam, sedekah, membaca Al-Qur'an, dan memberi makan orang berbuka adalah pintu maghfirah.

    d. Memaafkan Sesama
    Bagaimana kita berharap diampuni Allah jika hati kita enggan memaafkan? Orang yang dekat dengan Allah, hatinya lembut dan mudah memaafkan.

    3. Tanda Orang Mendapat Maghfirah
    Adapun tanda-tanda orang yang mendapat maghfirah diantaranya : Hatinya terasa lebih ringan, Ibadah terasa lebih nikmat, Lebih berhati-hati dalam berbicara dan bertindak, Tumbuh rasa takut berbuat dosa

    Pertengahan Ramadan bukan waktu untuk melemah. Justru ini saat memperkuat langkah. Jangan sampai semangat hanya awal, lalu meredup di tangah.

    Bayangkan jika Ramadan ini adalah Ramadan terakhir kita. Sudahkah kita memastikan nama kita termasuk orang yang diampuni?

    Mari kita isi pertengahan Ramadan ini dengan:
    * Istighfar yang tulus
    * Taubat yang sungguh
    * Ibadah yang khusyuk
    * Hati yang lembut

    Kiranya Allah menjadikan kita hamba-hamba yang meraih maghfirah di pertengahan Ramadan dan dipertemukan dengan malam pembebasan dari api neraka di akhir Ramadan.

    Salam
    LH.

    Andarizal : KJI Sulsel Resmi Hadir, Edy Basri Ajak Jurnalis di 24 Kabupaten/Kota Berkolaborasi

    MAKASSAR  - Angin segar berembus bagi dunia pers di Sulawesi Selatan. Pasca dilantik pada 14 Februari 2026, Pengurus Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan kini bergerak cepat dengan membuka ruang bagi insan pers di seluruh pelosok daerah untuk bergabung dalam barisan.

    Ketua KJI Sulsel, Edy Basri, S.H., menyatakan bahwa kehadiran wadah ini merupakan momentum emas bagi jurnalis untuk bersatu dalam organisasi yang kolaboratif, progresif, dan profesional. Fokus utama saat ini adalah pembentukan kepengurusan definitif di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

    Dalam keterangannya, Edy menekankan bahwa KJI bersifat inklusif. Ia mengundang jurnalis dari berbagai platform, baik media cetak, online, televisi, maupun multimedia untuk mengambil peran sebagai motor penggerak di daerah masing-masing.

    “Ini gerakan bersama, bukan milik segelintir orang. Kita ingin di setiap kabupaten/kota ada kepengurusan lengkap: Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB), serta anggota yang aktif. Semua punya peran,” tegas Edy.

    Target besar KJI Sulsel adalah membangun jaringan yang terkoneksi secara solid di seluruh wilayah, mulai dari Kota Makassar, Parepare, Palopo, hingga wilayah Luwu Raya, Toraja, dan Kepulauan Selayar.

    Menurut Edy, dengan struktur yang jelas, KJI akan mampu menjalankan program nyata yang menyentuh kebutuhan jurnalis di lapangan, seperti: Pelatihan Jurnalistik & Digital: Peningkatan kapasitas di tengah derasnya arus informasi, Forum Diskusi Publik: Menjadi jembatan antara media dan isu-isu krusial, Advokasi Jurnalis: Memberikan perlindungan dan pendampingan bagi anggota.

    Edy menjanjikan bahwa KJI tidak akan menjadi sekadar "organisasi papan nama". Ia berkomitmen agar setiap anggota mendapatkan nilai tambah berupa peningkatan skill dan perluasan relasi tanpa meninggalkan integritas profesi.

    “Di tengah tantangan industri media yang dinamis, jurnalis membutuhkan solidaritas dan organisasi yang adaptif,” tambahnya.

    Bagi jurnalis yang tertarik bergabung atau ingin memfasilitasi pembentukan kepengurusan di daerahnya, KJI Sulsel telah membuka jalur koordinasi resmi melalui: WhatsApp: 082348981986, Situs Resmi: kjiSulsel.org

    “KJI adalah rumah bersama. Mari kita bentuk, kita besarkan, dan kita kuatkan di seluruh Sulawesi Selatan,” pungkas Edy Basri. (*/KJI Sulsel)

    Samsat Drive Thru Telah Hadir di Sijunjung, Pengurusan Lebih Cepat Tanpa Turun Dari Kendaraan.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sijunjung resmi meluncurkan layanan SAMSAT Drive Thru sebagai upaya meningkatkan kemudahan dan kenyamanan masyarakat dalam mengurus administrasi kendaraan bermotor. Layanan ini berlokasi di Jl. Lintas Sumatera, Simpang Kantor DPRD Kabupaten Sijunjung.

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2