• Breaking News

    Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Solok Selatan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
    Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Solok Selatan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

    HUT ke-15, Momen Kebangkitan Solok Selatan

    Padang Aro - HUT ke-15 Solok Selatan penuh dengan kegembiraan. Hujan yang cukup deras sejak pagi tidak mengurangi keceriaan di gedung DPRD Kabupaten Solok Selatan itu.

    Pidato Ketua DPRD dan Bupati Solok Selatan disambut riuh dengan tepuk tangan dan senyuman yang menghiasi wajah setiap hadirin yang ikut Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka HUT ke-15 Kabupaten Solok Selatan. 

    "Senyuman itu hendaknya dimanfaatkan untuk menguatkan tekad semua elemen di Solok Selatan menjadikan daerahnya keluar dari status daerah tertinggal. Semoga daerah ini menjadi daerah yang religius dan sejahtera sebagaimana visi dan misi yang terus diperjuangkan dari waktu ke waktu," ujar Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati HUT ke-15 Solok Selatan, Senin 7 Januari 2019.

    Leonardy mengungkapkan peningkatan perekonomian masyarakat Solok Selatan dapat lebih ditingkatkan dengan jalan menaikkan status jalan yang melewati daerah ini menjadi jalan nasional. Lancarnya akses jalan membantu kelancaran lalu lintas barang yang berujung pada hidupnya perekonomian masyarakat.

    Peningkatan ekonomi, dinilai Leonardy berimbas pada tingkat kesejahteraan penduduk Solok Selatan. "Makanya peningkatan jalan ini harus kita dorong bersama-sama. Jadikan jalan nasional karena ruas Padang Aro ke Dharmasraya hingga Muaro Bungo menghubungkan dua provinsi," ungkap pimpinan DPRD Sumbar 2004-2014 ini.

    Diungkapkannya, bila sudah menjadi jalan nasional, maka pemeliharaan jalan akan lebih baik. Kualitas jalannya pun lebih tinggi sehingga tahan lama. Ruas jalan Muaro Labuh Kambang pun diupayakan pembukaannya. Selain untuk membuat jalan lingkar akses ke wisata Mandeh, akses ini bermanfaat untuk jalur evakuasi.

    Sektor wisata kebun teh dan Air Terjun Tansi Ampek bisa dikerjasamakan dengan Mitra Kerinci. Asalkan akses jalan ke tempat wisata itu dibenahi oleh Pemkab Solok Selatan. Ini menambah destinasi selain Kawasan Saribu Rumah Gadang.

    Meski demikian, capaian Solok Selatan harus diapresiasi. Terpilihnya Solok Selatan sebagai Kampung Adat Terpopuler, terpilihnya Rumah Adat Panjang Abai sebagai Situs Sejarah Terpopuler patut diacungi jempol.

    Solok Selatan punya andalan untuk mendongkrak sektor kepariwisataannya. Tinggal bagaimana pemerintah, swasta dan masyarakat daerah ini menjadikannya aset yang bisa dikonversikan menjadi pendapatan asli daerah.

    Ditegaskannya, semua akan tercapai lebih baik dan lebih terarah jika semua komponen bersatu padu. "Semoga keceriaan warga di gedung DPRD Kabupaten Solok Selatan ini menjadikan kabupaten ini lebih berprestasi dan mengantarkan warganya menjadi religius dan sejahtera," ujar pria yang akrab dipanggil Bang Leo ini.

    Ketua DPRD Solok Selatan, H. Sidik Ilyas S.Ag menyatakan kegiatan tersebut merupakan haul tahunan. "Tanpa terasa sudah yang kelimabelas tahun warga Solok Selayan merayakan ulang tahunnya. Ini harus dimaknai sebagai pertambahan usia sekaligus peningkatan eksistensi Solok Selatan," ujarnya optimis.

    Sidik mengajak semua pihak agar  dengan semangat ulang tahun kita tingkatkan kinerja pemerintahan menuju Solok Selatan yang sejahtera dan religius. Dia pun dengan tegas menyatakan Hut ke-15 sebagai momentum untuk menjadikan daerah yang dimekarkan bersama Pasaman Barat dan Dharmasraya ini lebih baik ke depannya.

    Bupati H. Muzni Zakaria, M.Eng pun punya optimisme sebagaimana Sidik. Menurut dia pemerintah dan DPRD berupaya mensejajarkan diri dengan daerah lain.

    "Solok Selatan berupaya meningkatkan akses jalan. Kami pun berupaya mengeluarkan daerah ini dari ketertinggalannya. Pada 2019 harus terealisasi," pungkasnya.

    Dia berharap semua berkontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Dia meyakinkan sumber daya alam berlimpah di Solok Selatan jika dimanfaatkan semaksimal mungkin, bakal mengantarkan Solok Selatan menjadi negeri petro dollar. (*)

    Jenggala Centre Solsel Optimis Jokowi Peroleh Suara 53 % Di Solok Selatan


    Padang Aro (Sumbarkini.com) – Dipenghujung masa kampenye Pemilu Tahun 2019, Sabtu (13/4), Jenggala Centre Solok Selatan gelar pertemuan dan dialog dengan sejumlah awak media di Solok Selatan, di sekretariat Jenggala Centre di simpang Pasar Baru Muara Labuh.

    Pertemuan dialog yang dihadiri lansung Pimpinan Jenggala Centre Solok Selatan, Jon Mathias bersama tim Jenggala Solok Selatan itu, lebih banyak mengupas berbagai usaha yang telah dilakukan untuk mencapai pemenagan calon Presiden Joko W
    idodo – Ma’ruf Amin (01) di Solok Selatan.

    “Sebelum melakukan usaha untuk pemenangan calon presiden nomor urut 01 ini, terlebih dahulu saya telah melakukan survey dan berdialog lansung dengan banyak kelompok masyarakat di daerah ini. Terkait pandangan masyarakat terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin ini”, terangnya.

    Dijelaskan juga, terkait Jenggala Centre Solok Selatan yang berasal dari nama tempat yang dijadikan lokasi pertemuan dan sebagai posko saat Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla ketika pemilihan presiden 2014-2019 lalu. yaitu Rumah Jenggala, yang terletak di Jakarta Selatan pertemuan.

    “Jenggala ini saya ambil dari nama markas Capres dan Cawapres pada tahun 2014 lalu”, ulasnya.
    Jon Mathias yang juga putra asli Solok Selatan dan anak dari salah seorang pejuang pemekaran Solok Selatan (Yulius Syarif Dt. Rangkayo Basa-red) itu, menegaskan bahwa keinginannya untuk berjuang bersama dengan calon presiden nomor urut 01 ini setelah dirinya mengetahui banyak tentang latar belakang pasangan ini.

    "Bahkan yang tidak kala penting, perubahan yang terjadi bagi Solok Selatan akhir-akhir ini adalah salah satu bukti dukungan dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Jokowi untuk tanah kelahiran saya”, tegasnya.
    Bahkan Jokowi ini lanjutnya, secara langsung telah memberikan perhatian khusus untuk Solok Selatan. Di antaranya dukungan untuk revitalisasi rumah gadang di Kawasan Saribu Rumah Gadang, serta pembangunan mega proyek untuk pengendalian banjir Batang Bangko, serta adanya peningkatan jalan Nasional yang ada di Solok Selatan.

    Tidak sekedar itu saja, namun Masih banyak lagi perhatian Jokowi dalam bentuk dukungan peningkatan pembangunan berbagai sektor di Solok Selatan yang telah dapat dirasakan oleh masyarakat.

     “Maka dari itu, saya mendirikan Jenggala ini didasari rasa keinginan saya untuk berjuang untuk daerah ini melalui usaha-usaha pemenangan Jokowi pada Pilpres yang akan digelar 17 April nanti”, tuturnya.

    Ia juga menjelasakan tentang perjuangannya bersama dengan tim Jenggala adalah murni dari dirinya sendiri. Baik dalam pemikiran maupun dukungan dana untuk mengerakan Jenggala dalam rangka mendukung pasangan Calon Presiden nomor urut 01.

    Pada kesempatan itu, Jon Mathias yang didampingi Sudirman Dt. Pagaruyung,  juga menjelaskan berbagai perjuangan Jokowi dalam memajukan perekonomian masyarakat.  Serta adanya keyakinan tim Jenggala untuk menaikan perolehan suara untuk pasangan Jokowi di Solok Selatan, hingga 53 %.
    Pada kesempatan itu, pria yang sudah malang melintang sebagai seorang advocate itu juga memberi kesempatan pada awak media yang meliput di Solok Selatan untuk berdiskusi seputar upayanya dalam pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Yoriza

    Mengenal Suriati Muzni Zakaria Caleg DPR-RI Asal Solok Selatan Menuju Senayan Yang Peduli, Aktif, dan Bersahaja


    Padang Aro, (Sumbarkini.com) - Bagi masyarakat Solok Selatan, nama Suriati Muzni Zakaria memang sudah tidak asing lagi. Istri dari Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria. Beliau dikenal sosok yang peduli, aktif, murah senyum, serta bersahaja dalam kesehariannya. Saat ini ia sedang berjuang menjadi Srikandi asal bumi Sarantau Sasurambi itu menuju DPR RI.

    Sepak terjang Suriati menumbuh kembangkan ekonomi berbasis masyarakat di Solok Selatan sudah tidak diragukan lagi. Perannya sebagai Ketua TP-PKK Kabupaten sepertinya dimanfaatkan betul untuk mengasah Sumber Daya Manusia (SDM) yang mandiri di Solok Selatan, khususnya kaum hawa.

    Dimotori keinginan yang kuat untuk membantu dan memberikan perubahan bagi warga Sumatera Barat dan Solok Selatan khususnya, membuat wanita yang kerap tampil kemayu ini memutuskan maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dapil Sumbar I untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

    Ia bakal bersaing menuju Senayan dengan "permaisuri" lainnya, yakni Lisda Hendra Joni. Bahkan, keduanya akan bertarung di partai yang sama, yakni Partai Nasional Demokrat (NasDem). Suriati sendiri berada di urutan nomor 4.

    Meski peluang keduanya terbuka lebar, namun persaingan di internal Partai NasDem di Dapil ini bisa dikatakan super berat. Di samping ada petahana Endre Saifoel, di DCS Partai NasDem Dapil 1 Sumbar juga ada dua mantan kepala daerah. Yakni mantan Walikota Solok dan Bupati Solok, Syamsu Rahim, dan mantan Walikota Padang dua periode, Fauzi Bahar, serta nama nama lainnya yang juga sudah dikenal

    Suriati menuturkan alasannya maju sebagai dalam kontestasi tersebut. Selain untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Minang, ia juga ingin menjadi motor perjuangan kemajuan daerah yang prorakyat.

    "Sekarang saatnya Solok Selatan juga punya perwakilan dari daerah untuk menjemput dan mengawal aspirasi masyarakat. Saatnya perempuan memajukan daerah," ujar Suriati tentang visi misinya.

    Salah seorang tokoh pemuda, Afrizal Amir, mengakui bahwa Ny Suriati Muzni Zakaria layak diperjuangkan masyarakat Solok Selatan untuk menjadi wakil mereka di Senayan. Kenapa tidak harus bersama-sama berjuang untuk mengantarkan beliu menuju Senayan, karena dampak dari berhasilnya beliu sampai di DPR-RI nanti, tentu akan ada tempat yang lebih dekat untuk mengusulkan berbagai program pembangunan untuk Solok Selatan nantinya.

    "Yang saya ketahui, beliau sosok pribadi yang peduli dengan kegiatan kemasyarakatan, pandai memimpin, juga ramah dan baik hati kepada siapa saja. Selama ini ia sangat peduli dan aktif dalam berbagai usaha pemberdayaan ekonomi perempuan melalui TP-PKK ," jelasnya

    Apalagi menurutnya, saat ini beliau yang berpeluang besar menjadi wakil Solok Selatan di Senayan
    "Kalau ado yang di awak, mangapo dipiliah yang lain (Kalau ada orang kita, kenapa dipilih yang lain). Kini saatnya Solok Selatan mempunyai wakil di DPR-RI," tukasnya. Yoriza

    Mulai HUT ke-15, Solsel Harus Lepas Dari Ketertinggalan

    Padang Aro – Solok Selatan harus bertekad bulat untuk keluar dari ketertinggalan. Warga

    daerah ini diingatkan untuk berupaya sekuat tenaga, mulai dari HUT ke-15 untuk tidak mau lagi daerahnya mendapatkan sebutan daerah tertinggal.

    Hal itu diungkapkan oleh Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH, saat memberikan sambutan di Resepsi HUT ke-15 Kabupaten Solok Selatan. Resepsi dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Solok Selatan dan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan.

    “Saya mengikuti sekali perkembangan Kabupaten Solok Selatan sejak daerah ini menjadi daerah persiapan untuk dimekarkan dari Kabupaten Solok. Sejak Bapak Aliman Salim memimpinnya. Dia hebat, bersama tokoh-tokoh setempat bisa mengantarkan daerah ini menjadi kabupaten baru yang tanpa terasa kini sudah berumur 15 tahun saja. Kedepan, jangan mau disebut daerah tertinggal lagi,” ujar Anggota Komite III DPD RI itu, Senin 7 Januari 2018.

    Dia mengungkapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2003 Solok Selatan ditetapkan menjadi daerah baru bersamaan dengan dua Kabupaten lainnya di Sumbar yaitu Dharmasraya dan Pasaman Barat. Kini tinggal bagaimana semua elemen bisa pula seperti Dharmasraya yang telah melepas sebutan Daerah Tertinggal.

    Semangat membentuk kabupaten baru hendaknya ditiru saat mengupayakan daerah ini bebas dari ketertinggalan. Dia menegaskan harus ada upaya-upaya terstruktur untuk melepas titel ketertinggalan dari Nagari Saribu Rumah Gadang ini.

    Semua pihak dimintanya bersatu padu. Mengumpulkan kekuatan untuk membuat program dan kegiatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah ini. Infrastruktur jalan, teknologi dan informasi, komunikasi dan sektor perekonomian harus dikembangkan dengan lebih baik ke depannya.

    Menurut Leonardy, predikat wajar tanpa pengecualian terhadap audit laporan keuangan daerah ini dicapai berkat satunya visi dan aksi dari lembaga eksekutif yakni pemerintah kabupaten dan jajarannya dengan lembaga legislatif. Pasti sulit mengupayakan laporan keuangan daerah dari disclaimer, menjadi wajar dengan pengecualian dan kini bisa mendapat predikat wajar tanpa pengecualian.

    “Yakinlah dengan bersatunya anak nagari Solok Selatan ditunjang dengan sumber daya alam yang baik dari daerah ini, Solok Selatan bisa secepatnya keluar dari ketertinggalan,” ujarnya.

    Leonardy menilai prestasi yang dicapai pada 2018, diharapkan menjadi motivasi untuk lebih baik lagi pada 2019. Manfaatkan penghargaan sebagai Kampung Adat Terpopuler dan terpilihnya Rumah Adat Panjang Abai sebagai Situs Sejarah Terpopuler sebagai asset yang bisa dikonversikan menjadi pendapatan asli daerah.

    Artinya Solok Selatan memiliki andalan dalam mendongkrak sektor pariwisata. Tinggal bagaimana pemerintah, swasta dan masyarakat daerah ini menjadikannya aset yang bisa dikonversikan menjadi rupiah.

    Persoalan kekurangan dana dalam membangun menjadikan program yang telah dirancang lambat terealisasi diminta tidak dijadikan penghambat kemajuan. Cari solusi cerdas secara bersama-sama demi kesejahteraan bagi masyarakat khususnya.

    Bupati Solsel H. Muzni Zakaria, M.Eng dan Ketua DPRD Solok Selatan, Sidik Ilyas S.Ag menyebutkan di usia Solsel memasuki 15 tahun ini adalah momentum untuk mengevaluasi segala pencapaian daerah selama ini. Dikatakannya, hal itu sebagai wadah untuk dan rujukan untuk berbuat yang lebih baik lagi ke depannya.

    "Harapan kami ke depan pemerintah pusat lebih memprioritaskan pembangunan jalan nasional Lubuk Selasih-Kerinci yang melewati Solok Selatan. Juga mengabulkan pembangunan Jalan Kambang Muaro Labuh,” ujarnya.

    Mereka juga mengungkapkan untuk APBD 2018 Solok Selatan merupakan yang tercepat di Sumbar. Ini sejarah buat pertama kali membuktikan daerah ini bisa jadi yang terbaik. (*)

    Kabut Asap Melanda Solsel Pemkab. Solsel Gerak Cepat Bagi Masker


    Padang Aro, (Sumbarkini.com) Semangkin tebalnya asap yang melanda wilayah Solok Selatan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Kesehatan Solok Selatan melakukan gerak cepat untuk membagikan masker pada masyarakat.

    “ kita segera melakukan upaya menyelamatan masyarakat dari bencana asap yang sudah melanda Solok Selatan akhir-akhir ini, dengan segera membagikan masker pada masyarakat”, ungkap Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Dr. H. Novirman, SKM, MM pada wartawan Senin, (16/9).

    Pembagian masker pada masyarakat menurut Novirman dilakukan dengan beberapa cara, ada yang lewat Puskesmas yang ada di Solok Selatan, ada melalui organisasi masyarakat yang mengajukan permohonan permintaan masker. Bahkan ada juga dilakukan organisasi, Forum Kabupaten sehat Kabupaten Solok Selatan, yang lansung beraksi membagikan masker di pintu gerbang kantor bupati Solok Selatan di Timbulun.

    Direncanakan forum Kabupaten Sehat ini akan membagikan masker untuk empat titik lokasi di tiga empat kecamatan di Solok Selatan, sisanya akan dibagikan oleh puskesmas, terang Novirman.

    Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman didampingi Kasi Penyehatan Lingkungan Abdul Haris mengatakan pihaknya sudah menyediakan masker sebanyak 20 persen dari jumlah penduduk. 
    "Saat ini kami menyediakan 685 kotak masker kalau kurang akan ditambah lagi," terang H. Novirman

    Dia menjelaskan, dengan kondisi udara saat ini pihaknya telah melakukan gerak cepat guna mengantisipasi penyakit akibat kabut asap. 

    "Besok petugas dinas akan membagikan masker kepada masyarakat," ujarnya. 
    Selain itu, Puskesmas juga sudah disurati untuk membagikan masker kepada masyarakat diwilayah kerja masing-masing. 

    Ditempat terpisah, Ketua Forum Kabupaten Solok Selatan Afrizal Amir, didampingi anggota, Sudirman, Mar Aprilia dan Erik menjelaskan bahwa dengan kondisi udara yang semakin hari tidak sehat sebaiknya saat aktivitas diluar ruangan menggunakan masker, dan kami segera membagikan seribu lembar masker kepada pengendara yang melintas". 

    Untuk hari ini Senin katanya, pembagian masker dilaksanakan di Padang Aro sebanyak 500 lebar dan sebagian lagi dilakukan di Muaralabuh, Pakan Rabaa dan Pekan Selasa. Dia mengatakan, pembagian masker kepada masyarakat merupakan bentuk kepedulian forum terhadap kesehatan warga disaat udara sudah tercemar asap. 

    Dengan kondisi udara sekarang katanya, sebaiknya masyarakat mengurangi aktivitas diluar ruangan kalaupun harus keluar sebaiknya menggunakan masker untuk mengurangi risiko terserang penyakit. 
    Saat kegiatan bagi-bagi masker dijalan katanya, banyak masyarakat yang meminta bahkan seribuan masker yang disediakan habis dengan cepat. 

    Dia berharap, kabut asap bisa segera hilang sehingga aktivitas masyarakat kembali normal tanpa kekhawatiran akan terserang penyakit. Yoriza

    Koperasi se-Solok Selatan Ikuti Edukasi Pajak

    Padang Aro (sumbarkini.com) - Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Padang Aro memberikan edukasi perpajakan kepada Koperasi Se Kabupaten Solok Selatan. Edukasi ini dilakukan pada acara Pelatihan Manajemen Koperasi di Aula Wisma Gemini, MuaraLabuh,  Rabu pekan lalu.

    Kegiatan Pelatihan Manajemen Koperasi, mengangkat tema penguatan kelembagaan koperasi bagi pengurus koperasi se-Kabupaten Solok Selatan. Pelatihan yang dilaksanakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop dan UKM) Kabupaten Solok Selatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 Juni sampai dengan 19 Juni 2019 dan dihadiri puluhan pengurus yang mewakili koperasi masing-masing.

    Dinas Perindagkop dan UKM Solok Selatan telah memfasilitasi kebutuhan informasi perpajakan bagi koperasi dan UKM di wilayah kerjanya. “Kami menghadirkan KP2KP Padang Aro pada pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh dinas. Kerjasama ini menguntungkan karena koperasi dan pelaku UKM terbantu dalam pengurusan NPWP baik perorangan maupun badan,” ujar Kabid Koperasi dan UKM Perindagkop dan UKM Kabupaten Solok Selatan, Azizah Mutia, S.IP.

    Bahkan dia menegaskan KP2KP sangat membantu sekaitan tatacara pelaporan SPT Tahunan. Malah pengurus koperasi dan pelaku UKM mendapatkan kiat-kiat menghadapi permasalahan perpajakan yang mereka hadapi.

    Penyuluh Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Solok Selatan, Hakim, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diadakan untuk koperasi-koperasi yang sudah aktif dan telah menjalankan kegiatan usaha agar lebih meningkatkan kemampuan kelembagaan koperasi, mulai dari kelembagaan mengenai administrasi koperasi, perizinan, sampai dengan kepatuhan di bidang perpajakan.

    “Potensi ekonomi koperasi di Solok Selatan cukup besar, terlihat dari beragamnya bidang usaha koperasi seperti koperasi perkebunan, pertanian hingga simpan pinjam dan omset yang dihasilkan cukup menjanjikan,” ujarnya.

    Hakim juga mengharapkan agar melalui koperasi di Solok Selatan bisa memahami pengelolaan kelembagaan koperasi sehingga dapat berkembang. Khusus untuk bidang perpajakan, koperasi di Solok Selatan diharapnya bisa menjadi koperasi yang patuh dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.”

    Pada hari ketiga, pengurus koperasi menerima materi tentang kewajiban perpajakan koperasi  yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Solok, Deddy Arief Setiawan.

    Deddy menyampaikan apresiasi terhadap koperasi yang sudah patuh dan memenuhi kewajiban perpajakannya. Terlihat dari banyaknya koperasi yang sudah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah mendaftarkan diri sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP).

    Deddy berupaya memaparkan kewajiban perpajakan secara gambling hingga pengurus koperasi antusias menerima materi tentang perpajakan selama kegiatan berlangsung. “Materi yang diberikan selama kegiatan pelatihan sangat informatif, saya berharap diadakan kembali penyuluhan tentang kewajiban perpajakan koperasi karena masih banyak hal yang ingin saya tanyakan namun terkendala durasi waktu yang disediakan oleh panitia,” ujar Mei Hendra, pengurus koperasi.

    Pada kesempatan itu, selain materi tentang kewajiban perpajakan koperasi, pengurus koperasi juga menerima materi tentang kelengkapan organisasi koperasi dan legalitas badan koperasi yang disampaikan oleh Kepala Balai Latihan Koperasi Provinsi Sumatera Barat. Anggota koperasi juga diperkaya wawasannya dengan materi tentang pengelolaan koperasi, perizinan koperasi dan pelaksanaan rapat anggota. (*)

    Gubernur Sumbar Ajak Solsel Tentukan Satu Nama Khas Durian Terbaiknya

    Sangir - Sumatera Barat memiliki potensi aneka ragam buah durian dan setiap daerah memiliki khas enaknya juga berfariasi. Begitu juga di Kabupaten Solok Selatan ragam enaknya buah durian sayang hingga kini belum ada varitas durian kualitas baik dari Solsel yang ternama seperti Durian Tambago dari Tanah Datar. 

    Hal ini sampaikan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar Nasir Ahmad dalam sambutannya pada acara Pencangan Festival Durian di Kabupaten Solok Selatan di objek wisata Pulau Mutiara, Sangir Solsel, Senin (7/6/2021).

    Asisten Administrasi Umum katakan, dari sekitar 5.198 batang durian di Solok Selatan mesti menemukan dan menentukan nama khas durian terbaiknya, 

    "Dari sekian banyak buah yang turun berbuah itu tentunya akan ada satu atau dua varitas durian yang sangat enak dan dapat menjadi rasa khas Solsel. Jika ini ada tentunya setiap musim panen durian akan menjadi daya tarik orang datang merasakan enaknya durian khas Solsel ini " ajaknya. 

    Nasir Ahmad atas nama pemprov Sumbar juga menyampaikan apresiasi dan bangga akan kreatifitas pemkab Solsel mengelar acara Festival Durian sebagai upaya memberdayakan potensi daerah dan menggerakan kreatifitas masyarakat Soloj Selatan. 

    "Ada pencanangan festival durian, lomba durian unggul, pameran makanan olahan durian, pesta makan durian bersama masyarakat dan event - event budaya lainnnya. Hal ini tentunya jika teragenda setiap tahun akan mampu memberikan dampak positif terhadap pembangunan Solok Selatan", ungkapnya.  

    Nasir Ahmad sampaikan, berdasarkan data Dinas Pertanian Sumbar, jenis durian unggulan lokal segera didaftarkan untuk diberi nama varietas sehingga semakin mudah dikenal agar bisa di komersialkan. 

    "Pada tahun 2020 tercatat luas pertanaman durian di Sumbar 643.054 pohon (6.430 ha) dengan produksi 131.430 ton . Produksi durian terbesar terdapat di kabupaten Agam, kab Padang Pariaman, kab Pesisir Selatan dan Kota Padang. Khusus untuk kab Solsel terjadi peningkatan luas tanaman tadi tahun 2019 sebanyak 1.678 pohon menjadi 5.198 pohon," ungkapnya.

    Ia juga tambahkan, Provinsi Sumatera Barat melalui surat keputusan gunbernur nomor 521.849.2019 tanggal 13 November 2019 telah menetapkan kawasan durian pada 9 (sembilan) kabupaten /kota di Sumbar, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Tanah Datar, Dhamasraya, Kab Solok, Solok Selatan, Pasaman dan Kota Solok.


    "Di kabupaten Solsel khusus penghasil durian di Lubuak Gadang Utara dan Jorong Koto Rambatan. Berdasarkan data sementara terdapat lebih 2000 batang durian dengan 32 jenis buah durian. Khas jenis durian Solsel Tepi Lubang, Durian Bulek, Durian Kunyit. Pastikan salah satu varietas durian yang memang dapat membawa Solsel menjadi daya tarik ekowisata yang dikunjungi banyak orang," harap Nasir Ahmad.

    Bupati Solok Selatn Khairunas juga katakan  penganekaragaman buah-buahan saat ini menjadi hal yang sangat penting. Dari sisi ketersediaan upaya tersebut dapat menyediakan pilihan buah-buahan yang lebih beragam dengan pengembangan sumber daya lokal, sehingga dapat mengembangkan kekayaan alam dengan bijak. 

    "Secara umum, Indonesia khususnya Sumatera Barat merupakan Negara yang memiliki plasma nutfah durian terlengkap didunia. Bahkan Menteri Pertanian sendiri telah melepas 71 varietas durian unggulan yang terbukti keandalannya seperti halnya durian sahalai sarawa, durian hijau, durian putiah, durian kunyik, dan lain sebagainya," ujarnya.

    Khairunas katakan, potensi buah durian sebetulnya sudah menjadi salah satu buah lokal unggulan Solok Selatan sejak dahulu kala yang memiliki citarasa berbeda dibandingkan durian lokal daerah lainnya. Dan festival hari ini sebagai bentuk penghargaan hasil panen para petani durian, rasa syukur kepada Allah SWT  dan rasa hormat kepada orang tua serta leluhur yang telah menanam durian hingga dapat kita nikmati hari ini.

    "Tanaman durian di Solok Selatan dengan puluhan varian citarasa tersebut, bahkan ada durian yang usia pohonnya mencapai 80 sampai 90 tahun, mulai dari daerah Tanjung Durian, Abai, Buluh Kasok, Koto Rambah, Bariang, Sungai Durian, Durian Capang Tigo dan Kenagarian lainnya, maka kita adakan kontes ini dengan tujuan memperkenalkan kepada masyarakat akan kekayaan potensi durian lokal agar tetap dapat kita wariskan kepada generasi anak cucu kita," katanya.

    Bupati juga ungkapkan, festival durian yang pertama kali ini, kami bersama OPD terkait dan panitia juga melibatkan peneliti dari Balai Penelitian Buah, pemerhati serta tenaga kesehatan terkait untuk mempertahankan kualitas tanaman durian hingga layak rilis untuk dikonsumsi. 

    "Karena yang kita makan nantinya tidak hanya dalam bentuk durian mentah saja, tetapi juga beraneka ragam olahan seperti halnya es krim durian, dodol durian, asam durian dan juga campuran durian dengan malamang yang sudah menjadi tradisi warga Solok Selatan dari tahun ke tahun," pungkas Khairunas.

    Rangkaian kegiatan festival durian ini,  juga ada atraksi anak nagari seperti tradisi menangkap ikan di Batang Sangir hanya menggunakan tangan, kegiatan mahunian durian, sepeda santai, lomba foto bertemakan festival durian dan tentu pantia sudah menyiapkan beragam hadiah menarik untuk para pengunjung maupun peserta lomba. (*)

    Leonardy Imbau Warga Sangir Bersatu

    Padang Aro – Ratusan warga Sangir menantikan kedatangan Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., MH. Mereka ingin bertemu dengan Senator yang sebelumnya hanya didengar dari sejumlah tokoh Solok Selatan.

    “Alhamdulillah dalam suasana gembira menyambut HUT ke-15 Solok Selatan, saya bisa bertemu dengan Bapak/Ibu sekalian. Semua berkat wakil bapak/ibu sekalian di DPRD Solok Selatan, H. Sidik Ilyas, S.Ag yang kini menjabat Ketua DPRD Solok Selatan,” ungkap Leonardy di hadapan warga yang berkumpul di Perumahan Pasar Semi Modern Simpang Tambang, Kec. Sangir Kabupaten Solok Selatan, Senin 7 Januari 2018.

    Dikatakan Leonardy, kedatangannya kali ini merupakan yang pertama setelah dilantik menjadi anggota DPD RI pada 23 Mei 2017. Sejak Mei itu telah dikunjunginya 17 kecamatan di Padang Pariaman, 16 kecamatan di Agam, 14 di Tanah Datar. Beberapa kecamatan di Pesisir Selatan, Sijunjung, Limapuluh Kota dan lainnya.

    Kepada warga ditegaskan Leonardy bahwa dia perlu hadir ke acara HUT karena dia mengikuti bagaimana perjuangan pemekaran Solok Selatan dari kabupaten induknya, Kabupaten Solok. “Saya tahu bagaimana repotnya Aliman Salim menggawangi pemekaran tersebut. Betapa beratnya perjuangan tim pemekaran. Sekarang dinikmati bersama oleh warga Solok Selatan, harus disyukuri,” ujarnya mengingatkan.


    Begitu pula saat penentuan ibukota kabupaten. Orang Muaralabuh ingin ibukota tetap yang lama. Sementara orang Sangir menginginkan ibukota pindah ke Sangir. Perbedaannya sangat mendasar, kedua kubu tetap pada pendiriannya. Akhirnya perbedaan pendapat dimenangkan oleh warga Sangir karena Nama Padang Aro disebut-sebut dalam Undang-undang sebagai ibukota Solok Selatan.

    Pimpinan DPRD Sumbar periode 2004-2014, menungkapkan hal ini hendaknya jadi pembelajaran bagi warga Sangir. Undang-undang sebagai produk lembaga legislative tentu dihasilkan dari proses panjang di lembaga itu. Artinya harapan/aspirasi kita bisa tersalurkan jika kita punya wakil di legislatif.

    Jalan Muara Labuh ke Padang Aro jika dibandingkan dengan Jalan Padang Aro ke perbatasan Dharmasraya mana yang lebih baik? Ini menandakan aspirasi masyarakat di sana ada yang memperjuangkannya.

    “Jadi pilih wakil rakyat yang terbukti mau memperjuangkan aspirasi kita. Percayakan suara kita kepada yang dianggap bisa merepresentasikan harapan dan keinginan warga berupa program atau kegiatan pembangunan. Bukan pada mereka yang berani beri uang namun hanya ketemu sekali lima tahun,” ujarnya lagi.

    Leo juga mengingatkan, jika warga merasa Ketua DPRD Sidik Ilyas, S.Ag bagus dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat yang diwakilinya, tentu tak salah jika dia kembali diupayakan menjadi Ketua DPRD Solok Selatan kembali. (*)

    Harumkan Nama Sijunjung, Gilfon Sumbara Raih Juara 1 MTQ Cabang Kira'at Mujawwat Dewasa di Solok Selatan

    Gilfon Sumbara didampingi Ustadz Kenny Robert

    SOLOK SELATAN ( Sumbarkini.com) - Kafilah Kabupaten Sijunjung Gilfon Sumbara harumkan nama Kabupaten Sijunjung setelah berhasil meraih juara 1 cabang Kira'at Mujawwat Dewasa pada Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 40 Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Solok Selatan

    Hasil tersebut diketahui setelah pengumuman oleh panitia saat penutupan MTQ ke 40 oleh Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldi di Lapangan Gor Rimbo Tangah, Padang Aro, Sangir, Solok Selatan, Munggu 17 Desember 2023

    Selain Gilfon, ada 7 orang kafilah Kabupaten Sijunjung yang juga meraih juara di MTQ ke 40 Solok Selatan, diantaranya; 

    1. Adek Putra Masrianda meraih harapan 2 pada cabang Tilawah Dewasa
    2. Adib Arja Pratama raih harapan 2 pada cabang tartil menengah
    3. M. Ade dan kawan kawan meraih harapat 1 pada cabangFahmil Qur'an
    4. Hidayatullah raih harapan 2 cabang KTIQ
    5. Ilham Saputra meraih harapan 3 pada cabang Qiraat Muratal Remaja
    6. Ahlan Fairus meraih harapan 3 cabang Qiraat Muratal Dewasa pa harapan 3 Ahlan Fairus, dan
    7. M. Haikal Elkhoir meraih harapan 3 cabang Hadist Bersanad pa harapan 

    Pimpinan kafilah Kabupaten Sijunjung, Drs. Syamsul Arifin, M.Mpd melalui Jupri, S.Ag, MM selaku wakil ketua kontingen kafilah Sijunjung mengucapkan puji dan syukur atas perjuangan yang diraih adik adik kafilah Kabupaten Sijunjung pada MTQ ke 40 Tingkat Sumbar tahun 2023 di Solok Selatan

    "Kedepan kita akan lebih berusaha lebih baik lagi agar kafilah kita meraih hasil yang maksimal pada MTQ berikutnya,"ujar Jupri

    Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan suport sehingga kafilah Sijunjung selama mengikuti  MTQ ke 40 di Solok Selatan ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar

    "Kami mengucapkan terimakasih Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung terutama Bupati dan Wakil Bupati, Unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, Kemenag, Camat, Instansi Verikal, BUMN/BUMD dan KUA kecamatan beserta seluruh jajaran yang terus memberikan dukungan dan suport selama pelaksanaan MTQ di Solok Selatan ini. Terima kasih juga kami ucapkan kepada masyarakat Kabupaten Sijunjung baik di kampung maupun perantau di Solok Selatan ini yang juga terus memberikan suport dan dukungan serta doa nya sehingga kafilah kita selama mengikuti MTQ selalu diberikan kesehatan dan kemudahan selama di sini,"tambah Jupri

    "Kita juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga kita yang telah memfasilitasi pemondokan dengan tidak kurang suatu apapun dimulai dari makan maupun fasilitas umum lainnya sehingga selama disini kami tidak merasakan kekurangan dan seperti dirumah sendiri,"tambah Kasi Bimas Islam Kemenag, Yoni Hendra, S.Ag. MA. (Andri)

    Solsel Bakal Gelar Lomba Tafidz International. Perlu Pemahaman Dan Meluruskan Makna Jihad


    Bupati Solsel. H. Muzni Zakaria ditengah peserta lomba Tahfidz se-Solsel.
    (sumbarkini.com)

    Solok Selatan. (sumbarkini.com) - Solok Selatan rencananya akan dikunjungi para hafidz (penghafal Alqur'an), se-Dunia. Artinya, para hafidz dari berbagai Negara akan melakukan serangkaian kegiatan, berupa lomba tahfidz, seminar internasional dan kegiatan lainnya di Solok Selatan.

    “ jadi, Inshaa Allah solok selatan akan diramaikan oleh para hafidz dari berbagai Negara dalam suatu kegiatan nantinya di Solok Selatan,” kata H. Muzni Zakaria, saat membuka lomba tahfidz se-Kab.Solsel Tingkat SD dan SLTP di Masjid Baiturahmah, Pinang Awan, Kec.Pauh Duo, Jum'at (1/6).

    Solok Selatan tidak saja akan menghadirkan hafidz dari manca Negara, namun untuk lebih menyemarakan semangat hafal al quran dikalangan remaja di daerah ini, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga akan menggelar lomba 1000 tahfidz nantinya, kata Muzni Zakaria

    "Akhir tahun ini Inshaa Allah kita akan mengadakan Lomba Hafidz Tingkat Internasional. Sekaligus ingatkan saya untuk mengadakan Lomba 1000 tahfidz untuk para remaja dan anak-anak kita di kabupaten berjuluk Nagari Saribu Rumah Gadang ini, tukuk Muzni Zakaria

    Dijelaskan bupati, bahwa baru beberapa hari yang lalu, sudah turun tim survey dari panitia yang akan mengangkatkan acara Hafidz Internasional itu ke Solok Selatan, dan telah pula didampingi oleh beberapa pejabat kita, kata Muzni Zakaria.

    "Tim dari Darul Qur'an (Divisi Tahfidz Center, bersama korda Sumbar telah melakukan survey  awal dalam rangka persiapan pelaksanaan lomba tahfidz ini," terang Muzni lebih lanjut

    Pada kesempatan tersebut, Muzni juga mengingatkan jamaah yang ada terkait paham-paham terorisme yang menyalah artikan tentang makna jihad.

    "Ini tugas kita bersama untuk meluruskan makna jihad yang disalahartikan oleh sebagian orang. Kepada kita semua, para ulama, tokoh masyarakat, dan semua unsur untuk bahu membahu mensosialisasikan makna jihad yang sebenarnya," himbaunya terkait maraknya aksi terorisme belakangan ini, demikian Muzni Zakaria.

    Sementara itu, Wali Nagari Pauh Duo Nan Batigo, Luthfi dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah nagari mendukung penuh kegiatan lomba hafal Alqur'an ini. "Kita anggarkan khusus dalam Dana Desa untuk mendukung kegiatan ini," jelasnya

    Sementara itu, Intikah selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa total peserta yang mendaftar pada lomba yang menyediakan total hadiah hingga Rp 14 juta ini, tercatat sebanyak 63 orang, baik tingkat SD maupun SLTP. Lomba ini sendiri menurut Intikah, berlangsung selama 3 hari hingga Minggu, dan rencanyanya akan ditutup oleh Wakil Bupati Solok Selatan, H.Abdul Rahman.

    "Dewan juri yang akan menilai nantinya ada 4 orang, yakni Ust Zulkarnaini Al-Hafidz, Ust Audi Reza, Ust Irwan Doni serta Aida (Finalis 5 besar Hafidz Indonesia RCTI," jelasnya terkait dewan juri yang akan menilai nantinya.

    Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya lomba tahfidz yang digelar untuk yang kedua kalinya ini.

    "Terima kasih kami kepada Bpk Bupati, Wakil Bupati, Pemerintah Nagari, para sponsor serta semua pihak yang telah membantu terlaksanya kegiatan ini," terangnya

    Salah seorang warga Pinang Awan, Umardiansyah, menyatakan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan banyak pihak terhadap kegiatan tersebut, termasuk jajaran Kenagarian Pauh Duo Nan Batigo yang bersedia mengalokasikan sebagian dana desa untuk kegiatan ini

    "Sesuatu yang patut dicontoh oleh nagari-nagari lain dalam mendukung dan memotivasi para remaja dan anak-anak penghafal Alqur'an," pungkasnya. Afriyoriza

    Sidang Paripurna DPRD Solok Selatan Tetapkan, Perda Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah


    Padang Aro (Sumbarkini-com)  Setelah pembahasan yang cukup alot, akhirnya DPRD Solok Selatan menetapkan Raperda Perubahan Perda nomor 3 tahun 2011 Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah menjadi Perda. Penetapan Perda Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah itu dilakukan dalam siang Paripurna DPRD Solok Selatan yang dipimpin Ketua DPRD Solok Selatan, Sidik Ilyas, di hadiri Bupati H. Muzni Zakaria, pimpinan DPRD, Armensyah Johan, serta anggota DRPD Solsel dan pimpinan OPD dilingkungan Pemkab. Soslel, Senin (29/7)

    Bupati H. Muzni Zakaria dalam sambutannya mengungkapkan rasa apresiasinya pada seluruh anggota DPRD Solok Selatan yang telah menuntaskan tugas bersama dengan OPD terkait, sehingga telah dapat menetapkan Ranperda ini.

    "Walau diakhir masa jabatan,  Anggota DPRD Solsel telah melakukan aktifitas pembahasan agenda yang telah sesuai jadwal dan tetap berkomitmen untuk mensahkan Ranperda ini menjadi Perda,” tukuk Muzni Zakaria.

    Tuntasnya beberapa pembahasan dan penetapan ranperda ini dalam sidang Paripurna adalah bagian dari bukti nyata komitmen Pemkab. Solsel dan DPRD Solsel untuk membangun Solok Selatan" ujar Bupati Muzni Zakaria.

    Masih di hari yang sama DPRD Solok Selatan bersama Bupati Solsel dan OPD juga melaksanakan Rapat Paripurna penanda tanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS APBD TA.2020 dan Paripurna Nota pengantar KUPA PPAS APBD - Perubahan tahun 2019

    Juru bicara Banggar Isril Yani yang membacakan laporan banggar mengatakan bahwa dalam menyusun plapon anggaran diharapkan untuk tidak keluar dari dari perda Rencana Tata Ruang Wilayah, dimana ibukota Kabupaten Solok Selatan itu adalah Padang Aro. Artinya dalam menganggarkan kegiatan dalam APBD Solok Selatan, harus menjadi skala prioritas pembangunan. Sehingga wajah dari pusat ibu kota itu akan tercerminkan dari orang yang baru datang ke daerah ini, demikian Isril Yani. (Yoriza)

    Widyaswara Indonesia Solsel Gelar Wisuda Ke-VIII dan Dies Natalis Ke-XIV


    Padang Aro (Sumbarkini.com) -  Ada beberapa indicator yang mesti dicapai kalau mau dikatakan perguruan tinggi itu memiliki revormen yang baik ditengah-tengah masyarakat, yang bermuara sebagai sebuah pembuktian perguruan tinggi tesebut dikatakan berhasil, ungkap Ida Suryanti ketika mewakili Kepala L2Dikti dalam sambutannya saat wisuda ke VIII dan Dies Natalis ke-14 Widyaswara Indonesia Solok Selatan, Sabtu (15/6) .

    Kegiatan Wisuda ke-VIII dan Dies Natalis ke-XIV Widyaswara Indonesia (WI)  di kampus WI di Muara Labuh itu, diawali pembukaan sidang Senat oleh Ketua STIE WI Solsel, Dr. H. Fidel Efendi. Turut hadir Plt, Ketua Yayasan, Eva Suryati, SPi, MM, Kapolres Solsel, Kapolsek Sungai Pagu, Wali Nagari Pasir Talang, para keluarga dari 21 orang wisudawan/ti, serta mahasiwa dan alumni WI Solok Selatan.

    Menurut Ida Suryani, dari pengalaman dan kenyataan yang ada, L2Dikti menilai ada beberapa indikator yang harus dicapai Perguruan Tinggi dalam rangka perwujudkan revormen yang baik ditengah-tengah masyarakat. Setidaknya ada Ada lima item indokator yang mesti dimiliki perguruan tinggi untuk mencapai revormen yang baik bagi masyarakat tersebut.

    Adapun inkator tersebut, dianataranya adalah keharmonisan antara yayasan dengan pimpinan perguruan tinggi,  artinya kerjasama yang baik antara dosen dan pimpinan yang berkabolorasi dalam rangka meningkatkan dan menunjang perguruan tinggi. Kedua, yang tidak kala penting adalah Sumberdaya manusia (SDM) dosen yang sudah S2, Ketiga sarana dan prasarana kampus, ke empat adalah indicator kemahasiswaan dan kelima adalah akreditasi perguruan tinggi, terang Ida Suryani.

    Atas nama L2Dikti, Ida Suryani juga banyak berharap pada pengelolah perguruan tinggi, untuk dapat melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya dengan perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada. Selain itu yang tidak kala penting pengajuan sertifkiat dosen, usulan program beasiswa bagi mahasiswa juga perlu untuk diperjuangan dengan menginformasikan tata cara untuk mendapatkan program beasiswa tersebutr. Bahkan dukungan dari legislator juga tidak kala penting untuk menunjang keberhasilan perguruan tinggi Widyaswara Indonesia Solok Selatan ini dimasa yang akan datang.

    Sementara itu, Eva Suryani atas nama Yayasan Widyaswara Indonesia Solok Selatan, mengajak seluruh wisudawan untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita, seperti pengalaman dari para alumi WI yang telah berhasil lulus sebagai PNS maupun sebagai karwayan swasta lainnya, diberbagai bidang dan diberbagai daerah.

    “ sedikitnya tercatat lebih kurang 30 orang lulusan Widyaswara Indonesia Solok Selatan yang telah mengabdi sebagai PNS, dan ratusan lainnya bekerja di berbagai perusahaan swasta dan BUMN diberbagai daerah,” terang Eva Suryani.

    Beranjak dari itu pula, Eva Suryani, juga mengajak seluruh mahasiswa dan alumni untuk terus semangat dan berjuang untuk menjaga nama baik almamater.

    “ kita harus bersama untuk menepis berbagai berita yang selalu menskeditan perguruan tinggi satu-satunya di kabupaten berjuluk Nagari Saribu Rumah Gadang ini, dengan cara harus berhasil meraih cita-cita untuk mengabdi, baik bekerja di pemerintahan maupun swasta”, terang Eva.

    Hari ini kegiatan wisuda kita dihadiri pihak L2Dikti sudah sebagai bukti bahwa keberadaan Widyaswara Indoensia Solok Selatan masih diakui keberadaannya, demikian Eva Suryani.

    Sementara itu, Ketua Pelaksana Wisuda mahasiswa Widyaswara Indonesia Solok Selatan ke-VIII dan Dies Natalis ke-XIV tahun 2019, Mandra Adrika Putra, SE, menambahkan, kegiatan wisuda kali ini juga menghasilkan lulusan terabaik, diantaranya dari PGPAUD atas Ratna Nila, S.Pd dengan IPK 3,81, dari PGSD, Lora Fransiswa Putri, S.Pd, IP 3,76 dan Mila Agtareza, S.Pd, dengan IP 3,74.

    Masih menurut Mandra, yang diwisuda kali ini tercatat dari Prodi Manajemen sebanyak 4 orang, Prodi PGPAUD 4 orang, dan prodi PGSD sebanyak 13 orang. Sementara itu orasi ilmiah disampaikan Dr. H. Fidel Efendi, S.Pd, MM dengan judul ‘ pengembangan kompetensi guru PPKN tingkat SMP/MTs di Kabupaten Solok Selatan, Solok dan Kota Solok. Yoriza

    Bawaslu Solsel Gelar Rakernis Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran


    Suasana kegiatan Rakernis Bawaslu Solok Selatan di salah satu tempat yang digelar selama dua hari, sejak Sabtu (23/2) dan Minggu (24/2) di Solok Selatan, terlihat Ketua Bawaslu, M. Ansyar, (dua dari kanan) dan Sekretariat Bawaslu, Admi Munandar (paling kanan).

    Padang Aro, (Sumbarkini.com) -  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Solok Selatan, menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilu tahun 2019, bersama Komisioner Panwaslu Kecamatan, Staf Hukum, Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kecamatan se-Solok Selatan.

    Kegiatan yang digelar mulai Sabtu (23/2) di Hotel Pesona Alam Sangir, berakhir Minggu (23/2) di Wisma Umi Kalsum Muara Labuh, menghadirkan nara sumber, dari unsur Praktisi dan Akedemisi (Dr.  Aermadepa, SH. ,MH) dari Unsur Advokat dan Majelis Nasional KIPP Indonesia (Samaratul Fuad, SH), serta dari Ketua Bawaslu Kabupaten Solok Selatan (Muhammad Ansyar, S. HI)  dan Anggota Bawaslu (Suriyanti).

    Kegiatan Rakernis yang secara resmi dibuka Ketua Bawaslu Kab Solsel, M. Ansyar dalam arahannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan dan pemahaman kepada seluruh Anggota Panwascam serta Kasek dan Staf agar lebih memahami mekanisme dalam proses Penanganan Pelanggara Pemilih  Umum Tahun 2019.

    Kegiatan ini menjadi penting, bagi seluruh Anggota Panwaslu Kecamatan, Kasek dan staf Se-Kabupaten Solok Selatan agar dikemudian hari mereka memiliki pengetahuan Teknis dalam menangani dugaan Pelanggaran, baik itu laporan maupun temuan secara langsung ketika mereka melakukan tugas-tugas pengawasan dalam pemilihan umum 2019, nanti, ungkap M. Ansyar.

    “Pengawas pemilu, dalam proses pengawasan nantinya diharapkan tidak terjadi kesalah pahaman ketika berada di lapangan nantinya, dan proses pengawasan terjadi pelanggaran di wilayah masing-masing dapat ditindak lanjuti dengan sebaik mungkin, harap M. Ansyar.

    Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Solok Selatan, Admi Munandar kepada Singgalang di sela-sela kegiatan Rakernis di Wisma Umi Kalsum, Minggu (24/2) menambahkan, peserta kegiatan ini berjumlah sebanyak 28 orang yang berasal dari tujuh kecamatan didarah ini.

    Sisi penting dari rangkaian Rakernis ini, selain peningkatan wawasan para pelaku pengawas pemilu di Solok Selatan, juga telah menyatukan persepsi untuk teknik penanganan dan pengawasan pemilu yang akan diselanggaran tahun ini, terang Admi Munandar.

    “Dalam menghadapi Pileg dan Pilpres tentu akan banyak pelanggaran-pelanggaran yang akan terjadi, oleh karena itu penguatan-penguatan secara kelembagaan seperti ini perlu untuk ditingkatkan agar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pengawasan dilapangan dapat terakomodir secara baik sesuai yang kita inginkan. Terang Admi Munandar.

    “kegiatan semacam ini perlu ditingkatkan, agar ada kesamaaan pola, gerak dan seluruh proses yang berkaitan dengan penanganan pelanggaran. Kalau ini dilakukan secara kontinyu, kami yakin kualitas pengawasan, khususnya di tingkat kecamatan jauh lebih baik” demikian Nanda. Afriyoriza

    SMPN 9 Solok Selatan Berupaya Wujudkan Sekolah Umum Berbasis Pesantren


    Padang Aro, (Sumbarkini.com) - Pengelolah pendidikan SMP Negeri 9 Solok Selatan yang terletak di Sungai Durian, Nagari Bomas Koto Baru, tengah berupaya untuk mewujudkan pendidikan yang mengintegrasikan sistem pendidikan umum dengan sistem pendidikan pesantren.

    Apalagi penerapan Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP) di SMP Negeri 9 Solok Selatan ini menurut Kepala Sekolah setempat, Evar Suri, S.Pd didampingi Wakil Kepala Sekolah, Okta Rini, S.Kom adalah bagian dari usaha pengelolah pendidikan untuk mendukung misi pemimpin Solok Selatan saat ini, yaitu “ Sejahtera dan Religius (Serius).

    “ selain mendukung visi pemimpin Solsel saat ini, sekolah berusaha untuk mencari spesipikasi sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan dibidang ilmu pendidikan umum yang dipadukan dengan ilmu agama”, terang Eva Suri.

    Lebih lanjut dikatakannya, guna mewujudkan Sekolah Umum Berbasis Pesantren ini, pihak sekolah telah pula melakukan studi komperatif ke SMP Negeri 6 Gunung Talang Solok. Serta mempersiapkan beberapa orang tenaga guru yang sengaja didatangkan dari luar selain guru yang ada di sekolah ini terlibat secara penuh.

    Bahkan untuk mewujudkan SUBP ini, sekolah telah melakukan kerjasama dengan Komite Sekolah, Wali Nagari Bomas dan Nagari Sako Selatan Pasir Talang. Selain itu juga telah mendapat dukungan dari masyarakat dan orang tua murid di sekolah ini.

    Keseriusan SMPN 9 Solsel untuk mengintegrasikan sistem pendidikan umum dengan sistem pendidikan bernuansa pesantren itu, juga telah disampaikan secara tertulis melalui proposal kepada Bupati Solok Selatan melalui Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan untuk mendapat dukungan dalam bentuk penetapan Peraturan Bupati maupun Peraturan Daerah.

    Regulasi terkait penerapan pendidikan SUBP ini dari Bupati (Perbup-red) atau dari Pemerintah Daerah (Peraturan Daerah), selain untuk legalitas dalam penerapan pendidikan yang lebih terorganisir, juga untuk mendapat dukungan dana, untuk membiayai tenaga pendidikan khusus terkait ilmu pendidikan pesantren atau untuk pendukung proses PBM yang spesipik itu, terang Eva Suri.

    Ditambahkan Eva Suri, saat ini sambil menunggu adanya respon dari pihak Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, pihaknya telah menerapkan pembelajaran/pendidikan Al-Quran Hadis setiap Senin, belajar Fiqih, setiap Kamis, Tahfis Quran setiap Sabtu dan pendidikan Akidah Ahklak setiap hari selasa.

    Penerapan pembelajaran agama selain pelajaran umum ini, dikelolah bersama-sama oleh semua guru dengan dukungan koordinator, Lisnani (guru agama), Jumhardi (TU Sekolah), serta Syafrizal Dt. Sampono Batuah (Ketua Komite Sekolah).

    “ kami pihak sekolah sangat berharap, segeranya pimpinan di kabupaten merespon tujuan dan keinginan kami ini, terutama untuk penerbitan regulasi pendukung system pendidikan Sekolah Umum Berbasis Pesantren ini”, harap, Eva Suri.


    Melalui program sekolah umum berbasis pesantren, dia harapkan bisa menumbuhkan rasa percaya masyarakat terhadap sekolah umum. Pihaknya menargetkan, para anak didik di sekolah berbasis pesantren bisa membaca Alquran, perintah salat, serta doa-doa lainnya. Afriyoriza

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2