Di Munas LDII, Mendikdasmen Tegaskan Pembelajaran Harus Makin Menarik serta Memuliakan Guru dan Murid
Jakarta (sumbarkini.com) - Visi Pendidikan Bermutu untuk Semua Kembali ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti. Ia juga menyatakan komitmen untuk mengimplementasikannya sebagai langkah strategis mengatasi kesenjangan akses pendidikan, memperkuat karakter generasi muda serta menghadapi dinamika global dan nasional. Hal itu dia sampaikan saat Musyawarah Nasional (Munas) X LDII, di Pondok Pesantren Minhajurosyidin, Jakarta, pada Kamis (9/4/2026).
“Kami melihat, di antara masalah yang dihadapi, adalah kesenjangan pendidikan. Banyak warga Indonesia, yang belum memperoleh kesempatan pendidikan. Baik karena faktor ekonomi, geografi, fisik hingga keamanan,” ujarnya.
Untuk itu, ia menegaskan pihaknya berkomitmen melaksanakan amanah konstitusi. Seluruh anak Indonesia, harus diupayakan memperoleh haknya sebagai warga negara.
"Kami mulai dengan memperbaiki sarana dan prasarana sekolah. Ada program revitalisasi satuan pendidikan. Secara bertahap, sekolah di Indonesia yang rusak, akan terus diperbaiki,” katanya.
Kementerian juga melaksanakan program digitalisasi. Dicontohkannya, pembagian interactive flat panel (IFP) yang telah terdistribusi sebanyak 288 ribu paket. "Kami targetkan, pada 2029, semua kelas dan sekolah di Indonesia, telah memiliki IFP. Sehingga proses pembelajaran akan semakin menarik,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut, ia berkomitmen memperbaiki karakter generasi muda. Salah satu program penguatan pendidikan karakter yang dilaksanakan, adalah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Mulai dari pembiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat hingga tidur cepat.
Menteri juga melihat, anak muda mengalami kecemasan akibat berlebihan dalam menggunakan media sosial. Untuk itu, kegiatan belajar dan mengajar mengutamakan pembelajaran yang memuliakan guru dan murid.
Dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan tersebut, ia menegaskan, Kemendikdasmen tidak bisa bekerja sendiri. “Penguatan karakter dan penanaman rasa cinta tanah air, harus dilaksanakan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Bahkan, dibutuhkan juga dukungan dari ormas keagamaan,” tegasnya. (*/Dani)
“Kami melihat, di antara masalah yang dihadapi, adalah kesenjangan pendidikan. Banyak warga Indonesia, yang belum memperoleh kesempatan pendidikan. Baik karena faktor ekonomi, geografi, fisik hingga keamanan,” ujarnya.
Untuk itu, ia menegaskan pihaknya berkomitmen melaksanakan amanah konstitusi. Seluruh anak Indonesia, harus diupayakan memperoleh haknya sebagai warga negara.
"Kami mulai dengan memperbaiki sarana dan prasarana sekolah. Ada program revitalisasi satuan pendidikan. Secara bertahap, sekolah di Indonesia yang rusak, akan terus diperbaiki,” katanya.
Kementerian juga melaksanakan program digitalisasi. Dicontohkannya, pembagian interactive flat panel (IFP) yang telah terdistribusi sebanyak 288 ribu paket. "Kami targetkan, pada 2029, semua kelas dan sekolah di Indonesia, telah memiliki IFP. Sehingga proses pembelajaran akan semakin menarik,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut, ia berkomitmen memperbaiki karakter generasi muda. Salah satu program penguatan pendidikan karakter yang dilaksanakan, adalah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Mulai dari pembiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat hingga tidur cepat.
Menteri juga melihat, anak muda mengalami kecemasan akibat berlebihan dalam menggunakan media sosial. Untuk itu, kegiatan belajar dan mengajar mengutamakan pembelajaran yang memuliakan guru dan murid.
Dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan tersebut, ia menegaskan, Kemendikdasmen tidak bisa bekerja sendiri. “Penguatan karakter dan penanaman rasa cinta tanah air, harus dilaksanakan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Bahkan, dibutuhkan juga dukungan dari ormas keagamaan,” tegasnya. (*/Dani)

Tidak ada komentar
Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...