Header Ads

  • Breaking News

    Cahaya Hidayah itu Nikmat Terbesar


    Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said


     

    Apakah orang yang tadinya mati, lalu Kami hidupkan dan Kami beri cahaya untuk berjalan di tengah manusia…”(QS. Al-An’am: 122)

    Kita pernah merasakan mati lampu.
    Saat listrik padam, suasana menjadi gelap dan banyak hal tidak bisa dilakukan.

    Tetapi lebih gelap lagi ketika hati kehilangan cahaya hidayah.

    Dosa membuat hidup gelap.
    Maksiat membuat hati gelap.

    Jauh dari Al-Qur’an membuat pikiran gelap.
    Dan meninggalkan shalat membuat masa depan menjadi gelap.

    Karena itu bersyukurlah jika Allah masih memberi kita cahaya iman dan hidayah.

    Cahaya itulah yang membimbing kita sabar dalam perjalanan menuju surga.

    Ketika cahaya iman mulai hilang, manusia bisa tega menyakiti keluarganya sendiri.

    Orang tua dibunuh anaknya, saudara bermusuhan, bahkan sesama jamaah masih bertengkar hanya karena urusan saf shalat.

    Mengapa itu terjadi?
    Karena cahaya iman belum benar-benar menerangi hati.

    Maka mintalah kepada Allah cahaya yang terang benderang, yang menerangi hidup kita dari dunia sampai menuju surga.

    Ya Allah Ya Rahman, terangilah hati kami dengan cahaya iman, bersihkan jiwa kami, dan tuntun langkah kami menuju ridha-Mu

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad