• Breaking News

    Angin Segar Dari TImur, KJI Sulsel Segera Dilantik

    Makassar - Pengurus organisasi Kolaborasi Jurnalis Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan (KJI-Sulsel) menggelar rapat intensif guna mematangkan persiapan acara pelantikan mereka sebagai pengurus. Berdasarkan hasil koordinasi, pengukuhan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026 mendatang di Kota Makassar.

    Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini membahas teknis pelaksanaan acara, mulai dari lokasi kegiatan hingga koordinasi antar-bidang. Pelantikan ini dianggap sebagai momentum penting bagi KJI untuk memperkuat eksistensi dan profesionalisme jurnalis di tanah Sulawesi Selatan.

    "Kami terus merapatkan barisan agar prosesi pelantikan pada 14 Februari nanti berjalan khidmat dan sukses. Ini adalah langkah awal bagi KJI Sulsel untuk berkontribusi nyata bagi keterbukaan informasi di daerah ini," ujar Ketua Panitia Pelantikan, Edi Basri, di sela-sela rapat.

    Dengan semangat kolaborasi yang menjadi jargon utama organisasi, KJI Sulsel diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu bagi para insan pers untuk terus bertumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

    Pelantikan bakal dihadiri lansung oleh Ketua Umum KJI, Andarizal. Kehadiran Ketum ke Tanah Angin Mamiri itu demi melihat antusasme mereka terhadap kebangkitan KJI  Bumi Timur Indonesia tersebut. Tekad kawan-kawan jurnalis disana berkelindan dengan keseriusan DPP KJI dalam mengembangkan sayap organisasi di wilayah Indonesia Timur terlihat dari rencana kehadiran langsung pucuk pimpinan pusat. Ketua Umum DPP-KJI, Andarizal, dijadwalkan bertolak langsung dari Padang, Sumatera Barat, menuju Makassar pada 13 Februari 2026, sehari sebelum acara puncak dilaksanakan.

    Menurut Andarizal, kehadirannya disana tidak hanya untuk melantik secara resmi para pengurus. Andarizl ingin melihat lansung keluarga baru KJI disana sembari  memberikan arahan strategis terkait visi KJI dalam mendorong kolaborasi antarmedia dan menjaga marwah profesi jurnalis di tengah tantangan digital. (elsi)

    Plt. Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah,S. Pt Buka RAT KP-RI Tunas Jaya

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Plt. Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah,S. Pt membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Tunas Jaya Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Pancasila Muaro Sijunjung, pada Rabu 11 Februari 2026.

    Dalam arahannya Plt Bupati Sijunjung, H Iraddatillah mengatakan bahwa agenda RAT hendaknya tidak hanya sekadar agenda tahunan. Namun juga sebagai wadah untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya sekaligus menyusun rencana kerja untuk tahun yang akan datang.

    Plt. Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah,S. Pt 

    Bupati Menambahkan KP-RI Tunas Jaya harus mampu menjadi wadah terciptanya perkembangan ekonomi demi kesejahteraan anggotanya.

    “Koperasi sebagai badan usaha yang berdasarkan atas azas kekeluargaan harus dapat memberi jawaban terciptanya kesejahteraan bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya," ucap nya.

    Selain itu, Ia juga meminta kepada pengurus dalam mengelola koperasi harus transparansi dan akuntabilitas agar dapat terus berkembang , Karena koperasi juga sebagai wadah bagi para anggota untuk mengembangkan kegiatan ekonomi

    Ketua KP-RI Tunas Jaya, Yuswardi, S. Pd. 

    Sementara itu, Yuswardi, S. Pd selaku ketua KP-RI Tunas Jaya menyampaikan bahwa rapat anggota tahunan ini merupakan salah satu bentuk kepatuhan dan tanggung jawab kita sebagai komponen organisasi dalam melaksanakn kewajiban dan hak kita sebagai pengurus, pengawas, maupun sebagai anggota.

    "Rapat ini merupakan kegiatan strategis dan penting, saat ini momentum perbaikan kinerja pengurus dan pengawas tahun buku 2025, dibuka kesempatan seluas-luasnya pada kita semua mengkritisi dan memberikan masukan untuk tahun buku 2025 ini, " Ujarnya.

    Yuswardi menambahkan bahwa, Sesuai UU no 25 thn 1992 ttg perkoperasian, Permenkop UKM RI no 19 thn 2015 ttg penyelenggaraan Rapat anggota koperasi, Agenda utama RAT yang di selenggarakan pada hari ini adalah

    1. Evaluasi kinerja Koperasi di tahun 2025
    2. Membahas dan mengesahkan laporan Pertanggung jawaban pengurus dan laporan pengawas dalam pelaksanaan kegiatan usaha koperasi pada tahun buku 2025. dan
    3. Merumuskan dan mengesahkan Rencana Kerja serta rencana anggaran pendapatan belanja ( RAPBK ) tahun buku 2026, KP-RI Tunas Jaya.

    Menakar Khidmat HPN dalam Semangat Kolaborasi

    Hari Pers Nasional (HPN) yang kita peringati setiap tanggal 9 Februari bukan sekadar lembaran kalender yang berulang. Bagi kita di Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI), momen ini adalah alarm kesadaran. Di tengah lanskap media yang semakin bising dan terfragmentasi, HPN menjadi titik temu untuk mempertegas kembali, ke mana arah kompas jurnalisme kita?

    Dahulu, pers mungkin bergerak sendiri-sendiri dalam semangat kompetisi yang kaku. Namun, KJI lahir dari sebuah keyakinan bahwa era "superman" sudah berakhir, sekarang adalah era "superteam".

    Makna HPN bagi KJI bukan tentang siapa yang tercepat mengunggah berita, melainkan bagaimana kita bisa saling menguatkan kapasitas untuk menjaga marwah profesi. Kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi gempuran kecerdasan buatan (AI) dan algoritma media sosial yang seringkali menomorduakan akurasi.


    Sebagai organisasi yang mewadahi para pegiat informasi, KJI memaknai HPN melalui tiga aksi nyata: Pertama, Penguatan Integritas (The Guardian of Truth) dimana saat banjir hoaks, insan pers dalam naungan KJI harus menjadi penjernih. HPN adalah momentum untuk melakukan audit internal atas etika jurnalisme kita. Kita tidak boleh terjebak pada jurnalisme clickbait yang menggadaikan kebenaran demi angka kunjungan.
    Kedua, solidaritas tanpa batas, KJI memandang HPN sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan antar jurnalis. Kita harus saling melindungi, terutama bagi rekan-rekan yang menghadapi intimidasi atau kekerasan saat bertugas di lapangan. Kedaulatan pers adalah tanggung jawab kolektif. Ketiga, adaptasi teknis dan Inovasi, karena dunia berubah, dan cara bercerita (storytelling) pun harus berevolusi. UNtuk  itu, KJI mendorong setiap anggotanya untuk tidak gagap teknologi, namun tetap menjaga "ruh" jurnalisme yang humanis dan berpihak pada keadilan.

    Bagi Kolaborasi Jurnalis Indonesia, Hari Pers Nasional 2026 adalah perayaan atas ketangguhan. Kita tetap ada karena publik masih membutuhkan kebenaran yang terverifikasi. Mari kita jadikan catatan tahun ini sebagai janji untuk terus bergerak bersama, berkolaborasi, dan tetap menjadi suluh di tengah kegelapan informasi.

    KJI hadir bukan untuk menambah deretan nama organisasi tanpa makna. Kita hadir untuk memastikan bahwa jurnalis di pelosok daerah hingga pusat memiliki hak yang sama atas perlindungan hukum, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan yang layak. HPN adalah momentum untuk menyatukan barisan tersebut.

    Resolusi KJI untuk Pers Indonesia: 1). Jurnalis KJI harus berperan aktif mengedukasi masyarakat agar mampu memilah informasi. 2). Teknologi harus diikuyi tapi nurani dan kode etik adalah kemudi utama. 3). Membangun ekosistem media yang sehat secara bisnis namun tetap tajam secara kritik.



    Selamat Hari Pers Nasional.
    Jayalah Pers Indonesia, Jayalah Kolaborasi Jurnalis Indonesia!


    Padang, 10 Februari 2026
    Oleh: Dewan Pengurus Pusat Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI)

    Suryopratomo Meriahkan HPN 2026 dengan Peluncuran dan bedah Buku Panggil Saya Tommy

    SERANG, BANTEN - Saat merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, jurnalis senior sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo, secara resmi meluncurkan buku terbarunya yang berjudul "Panggil Saya Tommy" di Serang, Banten, pada Minggu (8/2).


    Acara yang dikemas dalam bentuk peluncuran dan bedah buku ini dihadiri oleh tokoh-tokoh pers nasional, jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) serta sejumlah pejabat daerah.


    Buku "Panggil Saya Tommy" merangkum perjalanan hidup dan refleksi pemikiran Suryopratomo, terutama selama masa tugasnya sebagai diplomat di Singapura (2020-2025). Judul buku ini diambil dari sapaan akrabnya yang mencerminkan gaya kepemimpinan yang egaliter dan terbuka, baik saat masih berkarier di dunia jurnalistik maupun saat menjalankan misi diplomasi.


    Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Mas Tommy ini menekankan pentingnya tradisi menulis bagi insan pers. "Menulis adalah cara kita mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan. Bagi seorang wartawan, menulis bukan sekadar profesi, melainkan cara berpikir sistematis untuk memberi dampak bagi masyarakat," ujarnya kepada hadirin di aula Hotel Aston Banten. 


    Peluncuran ini bagian dari program literasi HPN 2026. Porgram ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual di kalangan wartawan. Dan, melalui buku ini, Tommy berbagi strategi diplomasi Indonesia di tengah tantangan global, termasuk saat menghadapi krisis pandemi COVID-19 di mancanegara.


    Akhmad Munir Ketua Umum PWI Pusat dalam sambutannya mengapresiasi karya Suryopraomo sebagai referensi berharga bagi generasi muda. Khususnya dalam memahami irisan antara dunia media dan kebijakan luar negeri. (Tim KJI) 

    Pemkab Sijunjung Hadiri Penyerahan LHP Tahun 2025 dan Entry Meeting dari BPK RI Perwakilan Sumbar.

    PADANG (Sumbarkini.com) - Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) RI perwakilan Sumatera Barat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Pemeriksaan Kinerja dan Kepatuhan terhadap Belanja Barang dan Jasa, serta Belanja Modal Tahun Anggaran 2025 bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung.

    Laporan ini diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sumbar, Sudarminto Eko Putra, S.E., M.M., CSFA., CFrA kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt dan Wakil Ketua DPRD, Syahril Syamra di Lantai IV, Aula Kantor BPK Perwakilan Sumbar, pada Selasa 10 Februari 2026.

    Penyerahan LHP ini dilaksanakan bersamaan dengan entry meeting pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sijunjung Tahun Anggaran 2025.

    Dikesempatan itu, Kabupaten Sijunjung menerima LHP bersama dengan 4 Kabupaten lain diantaranya, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Dharmasraya, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

    Plt Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pemeriksaan interim LKPD Kabupaten Sijunjung Tahun Anggaran 2025 yang akan berlangsung selama 33 hari ke depan. Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk kooperatif, menyiapkan data yang dibutuhkan, serta menindaklanjuti setiap temuan secara cepat dan tepat.

    Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Sumatera Barat, Sudarminto Eko Putra menyampaikan bahwa pemeriksaan interim atas LKPD Kabupaten Sijunjung Tahun Anggaran 2025 ini akan dimulai pada 11 Februari hingga 14 Maret 2026 mendatang.

    “Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kualitas laporan keuangan serta mendukung terciptanya tata kelola keuangan yang baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung. Kami mohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk kelancaran proses pemeriksaan,” harapnya.

    Hadir mendampingi Plt. Bupati Sijunjung diantarnya Pj. Sekretaris Daerah, Jaheri, S. Sos, M. Si, Inspektur Daerah, Wandri Fahrizal, SH, serta Kepala BKAD Kabupaten Sijunjung, Defri Antoni, SE. M. Si. (Andri)

    Inflasi Mengancam, Sekda Pasaman Barat 'Blusukan' ke Pasar: Pastikan Harga Pangan Stabil




    Pasaman Barat - Pagi itu, hiruk pikuk Pasar Simpang Empat, Kecamatan Pasaman, mendadak lebih ramai. Bukan hanya karena transaksi jual beli, tapi kehadiran rombongan pejabat tinggi yang tak biasa. Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat, Doddy San Ismail, memimpin langsung Tim Satgas Saber Pangan. Mereka datang bukan untuk berbelanja, melainkan memastikan denyut harga komoditas utama, yang menjadi penentu hidup matinya upaya **pengendalian inflasi daerah**.

    Langkah agresif Pemkab Pasaman Barat ini diambil Minggu (8/2) sebagai respons cepat terhadap potensi gejolak harga yang selalu menghantui pasar tradisional. Inflasi adalah hantu nyata. Kehadiran tim gabungan multi-instansi ini menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin hanya duduk manis di balik meja.

    Tim Satgas yang terlibat sungguh tak main-main, melibatkan unsur kunci seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Koperasi dan UKM, hingga Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah. Sebelum bergerak ke lokasi, seluruh tim terlebih dahulu mengikuti koordinasi intensif di Kantor Bupati.

    Di Pasar Simpang Empat, Sekda Doddy San Ismail terlihat berdialog akrab dengan sejumlah pedagang. Ia menanyakan langsung perkembangan harga dan ketersediaan stok komoditas strategis yang paling sering menyumbang lonjakan harga, seperti beras, cabai, bawang, dan minyak goreng. Mereka ingin bukti, bukan janji.

    Menurut Doddy, stabilitas harga pangan stabil di pasar rakyat adalah prasyarat mutlak dalam menjaga perekonomian lokal. “Pengendalian inflasi tidak bisa hanya dilakukan melalui rapat. Pemerintah daerah harus hadir langsung di lapangan untuk memastikan harga dan pasokan pangan tetap stabil, terutama di pasar rakyat,” tegasnya.

    Kehadiran Satgas Pangan Pasaman Barat ini diharapkan mengirim sinyal kuat kepada para spekulan. Tim gabungan tersebut bertugas memantau agar tidak terjadi praktik penimbunan atau penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, tindakan tegas siap diambil.

    “Stabilitas harga pangan merupakan kunci pengendalian inflasi daerah. Jika ada indikasi pelanggaran, Satgas Pangan akan bertindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tambah Sekda, memastikan bahwa hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu.

    Pengawasan harga ini dijadwalkan secara berkelanjutan. Setelah tuntas di Simpang Empat, Tim Satgas Pangan Pasaman Barat dijadwalkan melanjutkan pemantauan ke Pasar Padang Tujuh pada Senin (9/2) dan Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Luhak Nan Duo, pada Jumat (13/2). Ini adalah maraton menjaga perut rakyat. (Jimi)

    HPN 2026 Soroti Peran AI Dalam Transformasi Digital

    SERANG, BANTEN – Menyongsong puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, insan pers dari seluruh penjuru tanah air berkumpul di Kota Serang untuk membahas masa depan jurnalisme di era kecerdasan buatan. Melalui Konvensi Nasional Media Massa yang digelar di Aston Serang Hotel, Minggu (8/2), transformasi digital menjadi fokus utama diskusi.

    Acara yang berlangsung pada sore hari ini mengangkat tema strategis: "Pers, AI, dan Transformasi Digital. Membangun Ekosistem Informasi Untuk Kepentingan Publik". Panel diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh media dan pakar teknologi untuk membedah bagaimana teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat diintegrasikan ke dalam ruang redaksi tanpa mengesampingkan kode etik jurnalistik.

    Dalam sesi tersebut, para pembicara menekankan bahwa tahun 2026 menjadi titik krusial bagi media massa untuk beradaptasi. Penggunaan AI tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan alat untuk meningkatkan efisiensi produksi berita dan analisis data yang lebih mendalam bagi publik.

    Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam konvensi ini antara lain: keberlanjutan media, integritas informasi, kepentingan publik.

    Pemilihan lokasi di Kota Serang, Banten, juga memberikan warna tersendiri bagi perhelatan HPN tahun ini. Lokasi konvensi yang terletak di Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani menjadi saksi lahirnya gagasan-gagasan baru yang akan dibawa ke tingkat nasional. (Tim KJI) 

    HPN-2026 Banten, Empati Kepala Daerah di Sumbar Rendah?


    Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, seharusnya menjadi panggung kehormatan bagi seluruh insan pers di Indonesia. Namun, bagi delegasi jurnalis asal Sumatera Barat, perjalanan tahun ini terasa lebih dingin, bukan karena pendingin ruangan bus atau angin laut di Selat Sunda, melainkan karena dinginnya hati para pemimpin daerah di Ranah Minang.


    Di tengah keriuhan persiapan keberangkatan, kita dipaksa menyaksikan sebuah potret ironi yang telanjang, para kepala daerah mulai dari Gubernur, Bupati, hingga Walikota tampak kompak mengenakan "rompi antipati" terhadap kuli tinta.


    Sudah menjadi rahasia umum bahwa pejabat di Sumatera Barat adalah konsumen setia dari jasa publikasi. Mereka gemar bersolek di depan kamera jurnalis, haus akan headline yang memuji kinerja birokrasi, dan sangat reaktif jika pena pers mulai menyoroti borok kebijakan. Pers dianggap mitra strategis saat mereka butuh panggung, namun mendadak menjadi "orang asing" saat momentum HPN tiba.


    Ketidakhadiran fasilitasi dan absennya rasa empati dalam mendukung keberangkatan insan pers ke Banten bukan sekadar masalah anggaran. Ini adalah masalah mentalitas penguasa. Mereka fasih berpidato tentang pers sebagai pilar keempat demokrasi, namun di balik meja kekuasaan, mereka memperlakukan jurnalis layaknya pelengkap penderita yang hanya dibutuhkan saat musim pencitraan atau syahwat politik menjelang pilkada.


    Sangat memuakkan melihat kenyataan bahwa daerah yang melahirkan raksasa pers seperti Adinegoro dan Rohana Kudus, kini dipimpin oleh orang-orang yang picik dalam menghargai profesi wartawan. Keengganan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan moral maupun fasilitasi nyata adalah bentuk pengkhianatan terhadap sejarah intelektualitas Sumatera Barat itu sendiri.


    Apakah para pemimpin ini lupa, bahwa tanpa ketukan tuts kibor dan goresan pena kuli tinta, prestasi-prestasi yang mereka banggakan itu hanyalah sunyi yang tak terdengar? Atau barangkali, mereka memang sengaja membiarkan pers berjalan terseok-seok agar fungsi kontrol sosial melemah?


    Perlu ditegaskan, kegelisahan insan pers hari ini bukan karena haus akan bantuan materi, melainkan tuntutan akan martabat. Kehadiran delegasi Sumbar di HPN 2026 adalah untuk membawa nama daerah di kancah nasional. Namun, ketika pemerintah daerah memilih untuk menutup mata dan mengunci rapat pintu empati, mereka sebenarnya sedang mengirimkan pesan perang terhadap transparansi.


    Jangan salahkan pers jika ke depan, tinta yang digoreskan akan terasa lebih pahit. Sebab, hubungan yang sehat dibangun atas dasar saling menghargai, bukan saling memanfaatkan. Jika untuk urusan HPN saja para kepala daerah ini "kikir" empati, maka publik patut bertanya: untuk siapa sebenarnya mereka bekerja?


    Biarlah kuli tinta melangkah ke Banten dengan peluh sendiri. Namun ingatlah, setiap tetes keringat itu akan berubah menjadi catatan kritis yang tak akan lekang oleh waktu. Para pemimpin yang abai terhadap pers adalah mereka yang sedang menggali lubang isolasi bagi dirinya sendiri.


    Mari kita bedah lebih dalam. Di saat para pejabat daerah di Sumatera Barat begitu cekatan meneken Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) untuk rombongan birokrasi yang gemuk, seringkali dengan dalih "studi banding" yang hasilnya menguap begitu saja, mengapa untuk urusan HPN mereka mendadak menjadi akuntan yang paling pelit?


    Ada ketidakadilan yang telanjang dalam tata kelola anggaran. Uang rakyat yang dikelola pemerintah daerah mengalir deras untuk menyewa baliho raksasa berisi wajah-wajah tersenyum para kepala daerah, namun mendadak "kering kerontang" saat diminta mendukung penguatan kapasitas pers. Ini bukan lagi soal efisiensi anggaran, melainkan soal skala prioritas yang cacat. Mereka lebih memilih membiayai kemewahan seremonial kantor daripada menjaga nyala api demokrasi yang dirawat oleh para jurnalis.


    Absennya empati ini mengirimkan sinyal bahaya, apakah kepala daerah di Sumatera Barat hanya menginginkan pers yang "manis"? Pers yang hanya duduk manis menerima siaran pers humas, mencatat pidato tanpa bertanya, dan memuja-muji kebijakan tanpa kritik?


    Jika pengabaian ini adalah bentuk hukuman atas kritisnya pers Sumbar selama ini, maka para penguasa tersebut sedang melakukan kesalahan sejarah. Pers yang sehat tidak lahir dari belas kasihan pemerintah, namun pemerintah yang sehat mutlak membutuhkan pers yang dihargai. Dengan membiarkan insan pers melangkah ke Banten tanpa dukungan moril dan fasilitasi yang layak, pemerintah daerah sebenarnya sedang memutus jembatan komunikasi dengan rakyatnya sendiri.


    Ketika delegasi dari provinsi lain di Indonesia hadir di Serang dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah mereka, sebagai bentuk kebanggaan atas eksistensi media lokal, kontingen Sumatera Barat justru membawa beban luka dari rumah sendiri. Di Serang, para kuli tinta mungkin akan tetap berkarya, namun mereka membawa catatan hitam, bahwa di Ranah Minang, kepedulian pemimpinnya telah "mati suri".


    Kita ingatkan kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota se-Sumatera Barat. Jabatan Anda dibatasi oleh periode, namun goresan sejarah yang ditulis oleh pers akan bertahan melampaui masa jabatan Anda. Jangan sampai sejarah mencatat bahwa Anda adalah generasi pemimpin yang gagal memahami arti penting kemitraan, pemimpin yang fasih berjanji namun kikir dalam empati.


    HPN 2026 di Banten akan usai, namun luka atas pengabaian ini tidak akan cepat mengering. Jika narasi "sinergi" dan "kolaborasi" hanya menjadi jargon kosong di atas kertas sambutan, maka jangan salahkan jika ke depan, pers Sumatera Barat akan berdiri dengan jarak yang lebih tegas.


    Bukan untuk bermusuhan, tapi untuk menunjukkan bahwa martabat jurnalis tidak bisa dibeli dengan recehan janji, dan tidak akan mati hanya karena ditinggalkan oleh para pemimpin yang mabuk akan kuasa namun buta terhadap nurani.


    Penutup:

    "Pemimpin yang baik adalah mereka yang berani dikritik saat salah dan tetap menghargai saat disapa oleh pena pers. Pemimpin yang buruk adalah mereka yang butuh sorotan kamera, namun mematikan lampu saat pers membutuhkan dukungan."



    Serang, 8 Februari 2026

    Oleh: Andarizal, Ketua Umum DPP-KJI

    Evi Yandri Tampung aspirasi Masyarakat Pauh, Mayoritas Terkait Pasca Bencana

    Padang- Pasca terdampak bencana banjir bandang, warga Pauh, Kota Padang diantaranya Lambung Bukit, Batu busuk dan sekitarnya masih membutuhkan banyak hal untuk bisa kembali hidup normal. Diantaranya seperti perbaikan irigasi, aliran sungai, perbaikan/pembangunan  jalan, jembatan, sawah dan ladang. Termasuk pula terkait hunian tetap (huntap). 

    Hal terkait penanggulangan pasca bencana tersebut mewarnai sebagian besar aspirasi masyarakat yang disampaikan pada Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, Jumat (6/2) sore di Huntara mandiri Kepalo Koto, Pauh. Ada lebih dari 200 masyarakat hadir. 

    Pertemuan dengan masyarakat tersebut merupakan kegiatan masa reses DPRD Sumbar. Evi Yandri membawa serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk ikut memastikan aspirasi masyarakat tersebut tersampaikan. 

    "Anak-anak pergi ke sekolah terpaksa jalan menyeberangi batang sungai, Pak. Dulu ada jembatan, tapi sudah hilang terbawa banjir bandang. Kalau belum bisa jembatan seperti dulu, tolong buat jembatan darurat dulu, biar mudah anak anak ke sekolah," ujar salah seorang warga Batu Busuk. 

    Kalau tidak menyeberangi sungai, anak-anak terpaksa memutar jalan yang cukup jauh untuk sampai ke sekolah. ada juga jalan yang hilang, yang merupakan akses ke banyak sekolah, seperti  SMA 9, SMP 14, SMP 23, SMP 44. 

    Evi Yandri mengatakan jembatan permanen akan dibangun namun tentu butuh waktu.

    "Akan kita usahakan secepatnya dibuat jembatan darurat dulu. Setidaknya bisa dilalui jalan kaki atau  motor," kata Evi Yandri. 

    Untuk jalan dipastikan akan dibangun, jika tidak dari dana pemerintah pusat maka dana provinsi. 

    Sementara itu sejumlah masyarakat lainnya mempertanyakan bantuan untuk sawah yang terdampak banjir. 

    Membantu Evi Yandri menjelaskan, perwakilan dari Dinas Pertanian yang hadir dalam reses tersebut mengatakan pemerintah telah menyediakan bantuan untuk sawah yang terdampak. Data Pauh sudah masuk verifikasi bantuan.

    Bantuannya ada empat kategori, yakni rusak ringan, sedang, berat dan hilang atau hanyut. 

    "Bantuan untuk yang rusak ringan dan sedang sudah tersedia. Silahkan masukan propasal untuk uang belum" ujar perwakilan dinas sembari menjelaskan bentuk dan skema bantuan. 

    Untuk masyarakat yang mengeluhkan sawah belum terdata. Di saat pertemuan itu juga Evi meminta lurah mencatatnya. Karena pendataan dimulai dari tingkat bawah, yakni  dari RT/RW, lurah, kecamatan, kota lalu baru data sampai ke provinsi. Begitu pula dengan pendataan huntap. 

    Terkait huntap, ada yang mengkhawatirkan rumah mereka tidak akan didata sesuai dampak sebenarnya karena telah diperbaiki masyarakat sedikit demi sedikit. Untuk itu Evi meminta simpan foto rumah sebelum diperbaiki sebagai bukti autentik. 

    Untuk huntap ini,  Evi Yandri tegas meminta RT/RW dan lurah mendata dan memverifikasi sebaik mungkin.

    "Pendataan ini sangat penting. Jika tidak maka bisa seperti pembangunan huntap di Pasaman yang sampai sekarang masih bermasalah, padahal bencana di sana sudah dari tahun 2022," katanya lagi. 

    Ia mengatakan masalah huntap Pasaman bukan tak ada dana. Pemerintah pusat dan juga pemerintah provinsi sudah sediakan dana, tapi dana tak bisa dipakai karena data bermasalah. Alhasil sana balik lagi. 

    "Jangan sampai ini terjadi di Padang," katanya. 

    Evi mengatakan sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut ada yang kewenangan pemerintah kota Padang atau pemerintah pusat bukan kewenangan pemerintah provinsi. 

    " Tapi itu tidak masalah. Akan saya koordinasikan dengan pemerintah pusat dan kota Padang sampai terlaksana. Yang jelas ibu dan bapak mesti kooperatif, dukung dan bantu pembangunannya, jangan dipersulit apalagi diganggu. Jika selesai kan lingkungan Kita juga yang aman, Kita juga yang untung," tuturnya. 

    Selain itu ia ada masyarakat yang sudah mulai berusaha kembali. Petani yang sawahnya hilang telah beternak bebek dan akan dibantu pakan serta benih. Kaum ibu akan diberikan pelatihan memasak kue dan menjajit melalui program Evi Yandri untuk mencari tambahan penghasilan.  

    "Mari kita atur langkah kita kembali, perbaiki lagi ekonomi masing-masing selagi pemerintah mengupayakan secepatnya perbaikan infrastruktur," kata Evi.(*)

    Reses Ketua DPRD Sumbar, Komunitas Ojol Suarakan Aturan dan Pemberdayaan

    Padang– Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan reses bersama komunitas ojek online yang tergabung dalam Tim Rajawali Sutomo (TRS) dan URC DOOS, Sabtu (7/2/2026), bertempat di Aula Rumah Dinas Ketua DPRD Sumbar.

    Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Sumbar menekankan pentingnya keseimbangan antara kesuksesan dunia dan akhirat. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses dan bimbingan yang tepat.

    “Sukses dunia itu penting, tapi sukses akhirat itu wajib. Kalau ingin sukses, harus ada mentor atau pelatih yang membimbing,” ujarnya di hadapan para pengemudi ojek online.

    Ia juga menjelaskan tiga fungsi utama DPRD, yakni membentuk produk hukum, menyusun dan menetapkan peraturan daerah (perda), membahas dan menyetujui anggaran APBD, serta melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. 

    “Membuat perda itu butuh waktu panjang, minimal enam bulan pembahasan,” katanya.

    Lebih lanjut, Ketua DPRD Sumbar memaparkan mekanisme kebijakan anggaran daerah. Ia menjelaskan bahwa meskipun otoritas anggaran berada di tangan presiden, gubernur, wali kota, dan bupati, anggaran tersebut belum dapat dibelanjakan tanpa persetujuan DPR atau DPRD. 

    “Untuk melahirkan APBD ada tahapan panjang. Dimulai dari RPJMD lima tahunan kepala daerah terpilih, kemudian RKPD yang disusun setiap awal tahun melalui musyawarah dari tingkat RT, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi dan pusat. Inilah awal masuknya proposal APBD,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Sumbar juga mengungkapkan bahwa telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk pelatihan UMKM yang direncanakan berlangsung pada April atau Mei 2026 mendatang.

    “Anggarannya sudah ada. Tinggal jadwal dan data pesertanya. Saat pelatihan nanti, yang dirubah bukan hanya skill, tapi juga mindset agar bisa mendapatkan kemampuan terbaik,” ujarnya.

    Menurutnya, pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan peserta agar benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Perubahan cara berpikir dinilai menjadi kunci agar masyarakat, termasuk pengemudi ojek online, dapat berkembang dan mandiri.

    Dalam dialog bersama komunitas ojol, Ketua DPRD Sumbar menampung sejumlah aspirasi. Aspirasi pertama terkait aturan teknis agar pengemudi ojek online tidak dirugikan oleh kebijakan yang ada.

    “Saya minta aturan-aturannya disusun lengkap. Aturan pusat bisa kita follow up di daerah, baik di provinsi melalui gubernur maupun di kota melalui wali kota. Kita ingin aturan yang adil, karena ojol bekerja siang malam, tapi penghasilannya belum sebanding,” tegasnya.

    Aspirasi kedua berkaitan dengan pemberdayaan jangka panjang. Meski masih muda dan kuat, para pengemudi ojol berharap mendapat bekal keterampilan untuk menghadapi kehidupan ke depan.

    “Silakan diskusi, skill apa yang dibutuhkan. Kita akan coba komunikasikan agar bisa ikut pelatihan sesuai kebutuhan. Dengan skill, peluang berkembang akan lebih besar,” katanya.

    Menutup pertemuan, Ketua DPRD Sumbar berpesan agar komunitas ojek online tetap menjaga kekompakan, kesehatan, dan keselamatan dalam bekerja.

    “Jangan ceroboh di jalan. Layani masyarakat dengan baik, karena dengan kepercayaan, insyaallah rezeki akan dimudahkan,” tutupnya.(*)

    Sambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H, IPHI Kabupaten Sijunjung Gelar Tabligh Akbar dan Silaturahmi


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1447 H sekaligus mempererat silaturahmi diantara jemaah haji se Kabupaten Sijunjung, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sijunjung menggelar acara tabligh akbar yang dilaksanakan di Masjid Agung Istiqlal Muaro Sijunjung pada Sabtu 7 Februari 2026.

    Kegiaatan yang dirangkai dengan pelantikan pengurus IPHI Kecamatan Sijunjung ini dihadiri Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt yang juga selaku Ketua IPHI Kabupaten Sijunjung, Sekretaris IPHI, H. Ermizaldi beserta pengurus IPHI Kabupaten dan pengurus Kecamatan se Kabupaten Sijunjung lainnya.

    Sementara, Tabligh akbar dalam acara tersebut bertindak selaku pencerahan adalah, Buya, H. Herman Antoni.

    Dalam sambutannya, Wabup Iraddatillah menyampaikan selamat kepada pengurus IPHI Kecamatan Sijunjung yang baru saja dilantik.

    "Semoga IPHI Kecamatan Sijunjung bisa menjadi contoh dan tauladan yang baik ditengah masyarakat serta dapat memotivasi masyarakat untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umrah, " harap Wabup.
    (Andri)

    Hadiri Muspimwil Muhammadiyah se Sumbar, Wabup Iraddatillah Berjumpa Gurunya Waktu Sekolah, Yaitu Buya Nasri


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Hadiri pembukaan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) Muhammadiyah se-Sumatera Barat yang digelar di Balairung Lansek Manih, Muaro Sijunjung pada Sabtu 7 Februari 2026. Wakil Bupati Sijunjung, H. Irraddatillah, tampak haru sekaligus bangga dapat berjumpa kembali dengan guru yang pernah mendidiknya, yaitu Buya Nasri yang merupakan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pariaman.

    Pertemuan penuh kehangatan itu terjadi di sela-sela pembukaan Muspimwil Muhammadiyah Sumbar. Keduanya saling bersalaman dan berpelukan, menjadi momen yang menyentuh hati para peserta yang hadir.

    Buya Nasri mengungkapkan rasa bahagianya dapat menyaksikan langsung keberhasilan muridnya yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Sijunjung dua periode plus memberi sambutan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung.

    “Kebahagiaan seorang guru adalah melihat muridnya berhasil. Bila mengajar dilakukan dengan ikhlas serta menjadi contoh bagi muridnya, insyaallah akan berhasil. Pahala mengajarkan ilmu yang bermanfaat itu tidak akan pernah putus,” ujar Buya Nasri dengan penuh haru.

    Buya Nasri mengenang masa lalu ketika dirinya mengajar di MAN Palangki pada tahun 1989 hingga 1993, di dalam masa rentang waktu tersebut ia menjadi guru bagi Wabup Irraddatillah.

    “Dalam rentang waktu itulah saya mengajar Ananda Irraddatillah,” kenangnya.

    Sementara itu, Wabup Sijunjung Irraddatillah menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada sang guru yang telah memberikan ilmu, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupan yang hingga kini menjadi pegangan dalam pengabdiannya sebagai pemimpin daerah.

    Momen pertemuan guru dan murid ini menjadi simbol kuat tentang pentingnya peran pendidikan, keikhlasan guru, serta keberkahan ilmu yang terus mengalir dan melahirkan generasi pemimpin di masa depan.

    "Saya terasa kecil kembali, bila berjumpa dengan Buya Buya Muhammadiyah berpakaian seragam seperti sekarang ini," ucap Wabup dalam sambutannya. (Herman) 

    Pembangunan Sisi Darat Pelabuhan Teluk Tapang Dimulai, Rp83,75 Miliar Siap Dongkrak Ekonomi Pasaman Barat



    Pasaman Barat
    - Setelah penantian panjang, pembangunan infrastruktur penunjang di sisi darat **Pelabuhan Teluk Tapang**, Pasaman Barat, resmi dimulai Kamis (5/2/2026). Proyek strategis bernilai kontrak Rp83,75 miliar ini digadang-gadang sebagai kunci pembuka isolasi dan mesin pendorong utama pertumbuhan ekonomi kawasan utara Sumatera.


    Infrastruktur yang dibangun mencakup fasilitas darat vital, menjadikannya simpul logistik yang bukan hanya melayani Pasaman Barat, tetapi juga kawasan utara Sumatera Barat hingga menembus perbatasan Mandailing Natal, Sumatera Utara.


    Kepala Kantor KSOP Kelas II Teluk Bayur, Chairul Awaluddin, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar urusan beton dan baja. Ada janji yang harus ditepati. Pembangunan ini harus berdampak langsung pada nadi kehidupan masyarakat Air Bangis.


    Komitmen itu ditunjukkan dengan pelibatan tenaga kerja lokal. “Kami berkomitmen bersama pelaksana dan tokoh masyarakat Air Bangis untuk memberdayakan tenaga kerja lokal. Sekitar 10 hingga 20 persen pekerja akan direkrut dari masyarakat setempat,” ujar Chairul Awaluddin.


    Bahkan, peluang kerja ini diprioritaskan bagi warga yang sempat terdampak bencana alam dan kehilangan mata pencaharian. Sebuah langkah yang sangat manusiawi. “Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga yang membutuhkan pekerjaan selama pembangunan berlangsung,” tambahnya.


    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang dari Kementerian Perhubungan Laut, Hakim, merincikan bahwa proyek sisi darat ini dilaksanakan oleh PT Sumber Bangun Sentosa. Total dana Rp83,75 miliar dipatok untuk masa kerja 330 hari, dengan target penyelesaian pada 15 Oktober 2026. "Pemasangan patok batas lahan yang telah dinyatakan aman untuk pembangunan dilakukan bersama KSOP dan dinas terkait. Kami berharap dukungan seluruh pihak agar proyek ini berjalan lancar,” jelas Hakim.


    Menyambut komitmen pemberdayaan warga, Penanggung jawab kegiatan dari PT Sumber Bangun Sentosa, Sadar, menyatakan pihaknya siap melaksanakan kesepakatan tersebut. Pada tahap awal, perusahaan akan mempekerjakan sekitar 40 hingga 50 pekerja sesuai kebutuhan dan keahlian yang ada.


    Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyambut inisiasi ini sebagai langkah strategis jangka panjang. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Sumatera Barat, Ahdiyarsyah, yang juga merupakan tokoh masyarakat Air Bangis, tak dapat menahan rasa harunya. Kehadiran pelabuhan ini adalah penantian yang sudah berbilang tahun.


    “Sebagai anak nagari Air Bangis, kami sangat menyambut baik pembangunan ini. Pelabuhan Teluk Tapang diharapkan menjadi kebangkitan ekonomi daerah,” tutup Ahdiyarsyah, optimis bahwa geliat baru infrastruktur Pasaman Barat akan segera terasa, menjadikan daerah ini sebagai simpul logistik Sumatera Barat yang disegani. (Jimi)

    Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria Dorong Bantuan UMKM Naik Dua Kali Lipat, Targetkan Rp4 Juta per Pelaku Usaha


    Padang- Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, berkomitmen memperjuangkan kenaikan bantuan modal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Rp2 juta menjadi Rp4 juta per pelaku usaha. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

    Hal itu disampaikannya usai melaksanakan kegiatan reses di Pasa Lalang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Kamis (5/2/26). Dalam pertemuan tersebut, bantuan modal UMKM menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat.

    Berdasarkan informasi yang diterimanya, bantuan permodalan melalui program Dinas Koperasi dan UKM selama ini masih berada di angka Rp2 juta per pelaku usaha. Nilai tersebut dinilai belum mampu menopang kebutuhan operasional usaha.

    “Bantuan yang diterima relatif kecil, sehingga belum menutup kebutuhan operasional. Akibatnya, banyak pelaku UMKM masih bergantung pada pinjaman berbunga dari bank maupun lembaga pembiayaan,” ujar Nanda Satria.

    Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius DPRD Sumbar. Ia memastikan akan mengawal peningkatan bantuan permodalan UMKM minimal menjadi Rp4 juta per pelaku usaha.

    “Kami akan perjuangkan melalui Dinas Koperasi dan mendorong penerbitan Peraturan Gubernur terkait kenaikan bantuan UMKM pada tahun ini,” tegasnya.

    Selain itu, Nanda juga mengajak masyarakat membentuk koperasi sejalan dengan program nasional penguatan Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Ia menjelaskan, peluang bantuan permodalan untuk koperasi cukup besar. Nilainya bahkan dapat mencapai lebih dari Rp100 juta dalam bentuk aset pendukung produksi, tergantung jenis usaha yang dijalankan.

    “Kita dorong masyarakat membentuk koperasi agar terjadi pemerataan ekonomi dan tercipta ruang bersama untuk memperoleh penghasilan,” tuturnya.

    Reses tersebut dihadiri lurah, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta pemuda setempat. Selain persoalan modal UMKM, warga juga menyampaikan aspirasi terkait sektor pertanian, pendidikan, ekonomi, dan keagamaan.

    Nanda menegaskan seluruh aspirasi telah dicatat dan akan diperjuangkan sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sementara yang menjadi kewenangan pemerintah kota akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Padang.(*)

    Awali Tahun 2026, PT KAI Divre II Sumbar Borong Tiga Penghargaan Tingkat Nasional

    Padang - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat sukses menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Divre II Sumbar berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas kinerja unggul sepanjang tahun lalu.


    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, kepada Kepala Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan. Capaian ini menjadi kado awal tahun bagi seluruh insan KAI di wilayah Sumatera Barat.


    Prestasi paling mentereng diraih pada ajang Culture Award 2026, di mana KAI Divre II Sumbar dinobatkan sebagai Divisi Regional Terbaik Kategori Daop/Divre. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Divre II dalam mengimplementasikan nilai-nilai budaya perusahaan secara konsisten.


    Penilaian tersebut didasarkan pada indikator ketat. Mulai dari implementasi program budaya tahun 2025, tingkat kepatuhan, Safety Performance Index, hingga hasil survei Culture Journey dan CITAR.


    Selain aspek budaya, Divre II Sumbar juga menunjukkan taringnya dalam urusan operasional dengan meraih dua penghargaan tambahan, yakni:  * Juara III Penghargaan Keselamatan Operasional Tahun 2025 dan Juara III Penghargaan Keamanan Operasional Tahun 2025.

     

    Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras kolektif. "Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh insan KAI Divre II Sumbar yang menjunjung tinggi integritas. Namun, prestasi ini bukan tujuan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan," ujarnya.


    Senada dengan hal tersebut, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menekankan bahwa capaian ini menjadi fondasi kuat untuk membangun kepercayaan publik. Menurutnya, budaya perusahaan yang kuat berbanding lurus dengan kualitas layanan yang aman dan selamat.


    "Kami akan menjadikan momentum ini untuk memperkuat komunikasi publik yang transparan dan edukatif, serta mengajak masyarakat untuk terus mendukung keselamatan perjalanan kereta api," pungkas Reza. (*/elsi)


    Dengan perolehan penghargaan ini, KAI Divre II Sumatera Barat optimis dapat terus meningkatkan standar pelayanan perkeretaapian di wilayah Sumatera Barat sepanjang tahun 2026.  (And) 

    Ketua KJI Kota Padang Ucapkan Selamat HPN 2026, Inilah Beberapa Harapannya

    PADANG (sumbarkini.com) - Jelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2024, Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Kota Padang, Mukhtisar, SH, menyampaikan ucapan selamat kepada  insan pers di seluruh tanah air. Sehumlah harapan pun dia ungkapkan.

    Dikatakan Mukhtisar bahwa peringatan HPN tahun ini mengusung tema sentral. “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Tema ini menurut pria yang akrab isapa Mukti itu menekankan pentingnya peran media yang kredibel dalam menjaga stabilitas ekonomi serta memperkokoh kedaulatan bangsa melalui penyajian informasi yang akurat dan edukatif.

    "Selamat memperingati HPN. Dengan semangat Pers Sehat, kita berharap insan pers terus berkontribusi dalam mengawal kebijakan ekonomi dan pembangunan demi mewujudkan bangsa yang lebih kuat menuju Indonesia Emas 2045," ungkapnya.

    Momentum 9 Februari juga merupakan hari bersejarah bagi dunia pers Indonesia, mengingat tanggal tersebut bertepatan dengan berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada tahun 1946, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional melalui Keputusan Presiden.

    Dalam pernyataannya, Mukhtisar, SH menekankan bahwa pers harus tetap menjadi pilar demokrasi yang sehat. Pers harus siap menghadapi tantangan di masa depan yang pasti akan semakin kompleks, terutama dalam menjaga integritas di tengah arus informasi digital yang sangat cepat.

    Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni belaka, tetapi juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh jurnalis, termasuk di Kota Padang untuk terus meningkatkan profesionalisme dan mengedepankan etika jurnalistik dalam melayani masyarakat.
      
    Lebih jauh Mukti mengatakan, tahun ini Provinsi Banten yang terpilih menjadi tuan rumah perhelatan akbar insan pers nasional. Hal ini disimbolkan dengan kehadiran maskot Badak Jawa yang mengenakan pakaian adat khas Banten pada atribut resmi HPN 2026. 

    Mukti tak lupa mengungkapkan bahwa KJI tahun ini kembali diundang untuk mengikuti perhelatan HPN. KJI memastikan kehadirannya untuk turut memperkuat pilar keempat di republik ini. (Nelvi) 

    Bupati Benny Dwifa Lantik 93 Orang Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional Di Lingkup Pemkab Sijunjung


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, SSTP, M. Si mengambil sumpah dan melantik sebanyak 93 orang pejabat administrator, pengawas dan fungsional di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung bertempat di Balairung Lansek Manih, pada Selasa 3 Februari 2026.

    Pelantikan yang berlangsung Hikmad ini turut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah, Jaheri, S. Sos, M. Si, Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, dan Camat se Kabupaten Sijunjung.

    Ke 93 pejabat yang dilantik tersebut diantaranya sebanyak 39 orang pejabat administrator, 40 orang pejabat pengawas, dan 14 orang pejabat fungsional.


    Dalam sambutannya, Bupati Benny Dwifa mengatakan bahwa mutasi atau alih tugas jabatan merupakan hal yang biasa bagi setiap aparatur pemerintahan yang telah memenuhi persyaratan.

    "Kami berharap agar bapak/ibu yang baru saja dilantik untuk lebih meningkatkan disiplin dan etos kerja dalam pelaksanaan tugas yang dipercayakan serta dapat meningkatkan profesionalitas dan semangat dalam bekerja, " harap Benny.

    Bupati juga berharap agar pejabat yang baru dilantik agar segera melakukan serah terima jabatan, jalin komunikasi yang baik dengan pimpinan, laksanakan tugas pokok dan fungsi dengan penuh rasa tanggung jawab serta mematuhi segala peraturan perundang undangan yang berlaku dan maksimalkan kinerja pada posisi yang baru, sehingga dapat memberikan outcome yang menjanjikan bagi Kabupaten Sijunjung lebih baik lagi.


    Adapun 39 pejabat Administrator yang dilantik diantaranya, Julharya Adrika, S. STP, M.A.P (Sekretaris Bapppeda), Herrison, SE (Kabag Organisasi), Sri Suryati, S. Kep, MM ( Sekretaris Dinas Kesehatan), Mas Ayunis, S. Km (Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes), Rini P Yuswir, S. St ( Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes), Afridon, ST (Kepala Binas Marga Dinas PU), Maghdalena S. TP (Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian), Hendri S. SP (Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian), Wiwit Arianita S. Ip. M. PD Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos PPPa).

    Selanjutnya, Yetna Rosi, SH (Kabid Koperasi dan UM Dinas Dagoerinkop), drh Ibnu zar (Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian), Hendra SP, M. Si Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian), Suparta SE, M. Si (Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishub), Doni Eries S. Ip, M. Cio (Kabid Pemasaran dan Pariwisata Disparpora), Dewinta Indri A. S. STP, M. M. (Kabid Pemerintahan Nagari DPMN), Devi Kurniawati, SE (Kabid Pemberdayaan Masyarakat DPMN), Romi Aulia SH (Kabid Keuangan dan Pembangunan Nagari DPMN), Yudi Arland SE. MT ( Kabid Penegakan Perda SatpolPP dan Damkar), Feri Ferdian S S. Kom, MM (Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan dan Perikanan), Emilia Zola SH ( Kabid Pembinaan dan Pengembangan Dinas Pustaka), Febri Hendra M , S. Kom, M. Ikom Kabid kedaruratan dan Logistik BPBD),Hendra Safriono P. S. Ip Kabid Perkebunan Dinas Pertanian),Tatik Ismiati, SE (Kabag TU RSUD Sijunjung), dan Jalinus ST, MT (Kabag Penunjang RSUD Sijunjung).

    Berikutnya, Novdel Pendri MP. SSTP MM (Camat Kupitan), Hadisyam Kudus, SH (Sekcam IV Nagari), Erik Sadenov S. IP (Camat Koto VII), Taufik Hidayat, SH, MH (Sekcam Koto VII), Wahyu Syaputra A. SSTP (Sekcam Sijunjung), Verigif Alnef, SSTP, M. Si (Camat Lubuk Tarok), Nofrita Roza, SE (Sekcam Lubuk Tarok), Rahmad Azandi Fajar, S. STP (Camat Tanjung Gadang), Genta Buana SSTP (Sekcam Kupitan), Komala Fira Adninggiro, SSTP, MM ( Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bepppeda), Dola Ezria ST, ME (Kabid Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah),Arismanita, SH (Sekretatis Dishub), Maryusman, SE (Kabid PIKP Diskominfo), Nurwahidal, STP (Kabid Kearsipan Dinas Pustaka), dan Yasran Fuadi, SE, MM (Sekretaris Dinas Pol PP dan Damkar). Andri.

    Pengprov Lemkari Sumbar Masa Bakti 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

    Padang – Pengurus Provinsi Lemkari Sumatera Barat masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan pada Minggu 1 Februari 2026 di Gedung Youth Center Padang. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PB Lemkari, Mayjen TNI Mar (Purn) Bambang Sutrisno.

    Pengurus Lemkari Sumatera Barat yang dikukuhkan dipimpin oleh Nanda Satria, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat. Kepengurusan ini akan menjalankan roda organisasi untuk periode 2026 hingga 2030.

    Dalam pidatonya, Ketua Umum PB Lemkari Mayjen TNI Mar (Purn) Bambang Sutrisno menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dan pembinaan berjenjang sebagai kunci peningkatan prestasi karate nasional.

    “Lemkari harus menjadi rumah pembinaan atlet yang berkarakter, berprestasi, dan menjunjung tinggi nilai disiplin serta sportivitas. Saya berharap Lemkari Sumatera Barat mampu menjadi contoh organisasi yang solid, profesional, dan berorientasi prestasi,” tegas Bambang Sutrisno.

    Ia juga mengingatkan agar pengurus daerah mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, KONI, serta seluruh perguruan untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.

    Wali Kota Padang, Fadly Amran dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Padang terhadap pengembangan olahraga karate di Sumatera Barat.

    “Karate bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda. Pemerintah Kota Padang siap bersinergi dengan Lemkari dalam menciptakan atlet-atlet berprestasi sekaligus generasi yang disiplin dan berintegritas,” ujar Fadly Amran.

    Sementara itu, Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus menilai Lemkari sebagai salah satu cabang olahraga andalan Sumatera Barat.

    “KONI Sumbar berharap Lemkari terus konsisten melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Kepengurusan baru ini kami harapkan dapat bekerja terarah dan terukur,” katanya.

    Ketua Lemkari Sumatera Barat, Nanda Satria, menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi secara kolektif dan profesional.

    “Kami akan fokus pada pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta penguatan organisasi hingga ke kabupaten dan kota. Lemkari Sumbar harus menjadi organisasi yang solid dan berprestasi,” ujar Nanda.

    Prosesi pengukuhan ikut dihadiri oleh mantan Ketua PB Lemkari, H. Leonardy Harmainy, Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH, sejumlah Forkopimda dan undangan lainnya. (*)

    Car Free Day Perdana di Sijunjung Sukses dan Meriah, Bupati Benny Berharap Bisa Meningkatkan Perekonomian Masyarakat.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung menggelar Car Free Day dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Sijunjung ke - 77. Kegiatan ini dimulai dari Simpang tugu sampai dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Simpang Logas Muaro Sijunjung pada Minggu 1 Februari 2026.

    Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, SSTP, M. Si saat malaunching kegiatan tersebut berharap kegiatan Car Free Day ini bisa menjadi agenda rutin yang dilaksanakan secara berkala, mingguan atau bulanan di Kabupaten Sijunjung.

    "Car Free Day pada hari ini merupakan yang perdana kita laksanakan. Kita berharap dengan adanya kegiatan ini akan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas seperti berolahraga tanpa adanya kendaraan bermotor dan mobil, serta bisa meningkatkan perekonomian bagi pedagang yang berjualan disepanjang jalan Car Free Day tersebut, "harap Bupati Benny.


    Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelaksana, Roni Sudirman, S. STP mengatakan, kegiatan Car Free Day ini dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya senam bersama di Lapangan M. Yamin, SH, pemeriksaan kesehatan gratis dan promosi kesehatan, donor darah dan sosialisasi, pemeriksaan dokter spesialis mata, paru, dan obgyn (kandungan), sim keliling, pustaka keliling, live musik dan kuliner, solo song, UMKM, dan stand Loka POM Sijunjung

    Sebelumnya, Bupati Sijunjung Benny Dwifa bersama Unsur Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah, Jaheri, S. Sos, M. Si, Ketua TP PKK, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, serta masyarakat Kabupaten Sijunjung tumpah ruah berjalan kaki dari Simpang Tugu Muaro Sijunjung menuju Lap. M. Yamin untuk senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan menikmati jajanan yang telah dipersiapkan oleh UMKM di Muaro Sijunjung. (Andri)

    Ditandai Pelepasan Balon, Bupati Benny Dwifa Launching Peringatan HJK Sijunjung ke -77.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini. Com) -Ditandai dengan pelepasan balon keudara, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, S. STP, M. Si melaunching secara resmi seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten ( HJK) Sijunjung ke -77 bertempat dilapangan Sepakbola Prof. M. Yamin, SH Muaro Sijunjung, Minggu 1 Februari 2026.

    Launching Hari Jadi Kabupaten Sijunjung ke-77 dengan tema "Berkolaborasi membangun wujutkan Sijunjung idaman " (Inovatif, Daya Saing dan Mandiri) ini diawali dengan senam bersama di lapangan tersebut diikuti oleh Unsur Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah, Jaheri, S. Sos, M. Si, Ketua TP PKK, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD beserta jajaran, BUMN/BUMD beserta jajaran, Instansi Vertikal beserta jajaran, dan para siswa serta masyarakat Kabupaten Sijunjung lainnya.

    Dalam sambutannya, Bupati Sijunjung Benny Dwifa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendorong terbangunnya suasana yang kondusif diranah Lansek Manih dalam suasana aman, tentram, dan damai.

    "Sebagai masyarakat Kabupaten Sijunjung, kita wajib bersyukur dengan menjadikan hari kelahiran Kabupaten Sijunjung ini sebagai sebuah inspirasi dan motivasi untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan kehidupan daerah dengan karya dan prestasi, dan kita bingkai catatan perjalanan hari ini dan kedepan dengan kerja produktif demi cita cita harapan masa depan yang lebih baik, "ujar Benny.

    Bupati berharap peringatan hari jadi Kabupaten Sijunjung ke-77 tahun 2026 ini tidak hanya dimeriahkan di ibukota Kabupaten saja, tetapi juga dilaksanakan di Kecamatan dan Nagari dengan membuat dan melaksanakan berbagai kegiatan sesuai kemampuan di Kecamatan dan Nagari masing masing.

    Sementara itu Panitia Pelaksana, Roni Sudirman selaku sekretaris menyampaikan bahwa dalam rangka peringatan Hari jadi Kabupaten Sijunjung ke-77 Tahun 2026 ini digelar berbagai kegiatan diantaranya, kegiatan pokok seperti upacara pada tanggal 17 Februari di Monumen Tugu Hari Jadi Kabupaten di Nagari Tanjuang Bonai Aur Selatan, Kecamatan Sumpur Kudus dan Sidang Paripurna Istimewa DPRD pada tanggal 18 Februari di ruang Sidang utama Gedung DPRD Kabupaten Sijunjung.

    Adapun kegiatan lainnya ujar Roni adalah Open Tournamen Sepakat Bola se Sumatera Barat yaitu Monumen CUP IV di Lapangan Ulak Tobek Tanjuang Bonai Aur yang dilaksanakan dari tanggal 6 Januari hingga 10 Februari 2026.

    Selanjutnya Kegiatan Bazar, Festival Kesenian anak nagari, dan doa bersama serta penggalangan dana bagi korban bencana alam di Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan tanggal 31 Januari sampai dengan 14 Februari 2026. Juga digelar Car Free Day, peresmian gedung UPTD PPA dan Rumah persinggahan RPS), peresmian Drive Thru Samsat, serta beberapa kegiatan olahraga, seni, budaya, dan kreatifitas lainnya yang dilaksanakan di Kecamatan dan Nagari. ( andri). 





    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2