• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

    Perdana di 2026, BIM Salurkan Bantuan Kaki Palsu, Kaca Mata dan 3000 Bibit Pohon

    Ketaping, Padang Pariaman - Mengawali tahun 2026 Bandara Internasional Minangkabau (BIM) salurkan bantuan sosial ramah difabel melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2026, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini merupakan TJSL perdana dalam program InJourney Ramah Difabel.

    General Manager BIM, Dony Subardono, mengatakan program tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk komitmen perusahaan. “Melalui program ini, kami menyalurkan bantuan kaki palsu, kacamata baca, serta buku Braille bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah wujud komitmen BIM dalam menghadirkan bandara yang inklusif dan peduli,” ujar Dony.

    Dony mengatakan pada kegiatan tersebut disalurkan 42 kaki palsu kepada warga di Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman, dan Agam. Selain itu, BIM juga melakukan pemeriksaan mata terhadap 674 siswa di sejumlah SD di Padang dan sekitarnya. Sebanyak 197 diantaranya menerima kacamata baca.


    Disalurkan juga 52 buku braille kepada siswa SLB dan anak-anak panti asuhan di beberapa daerah di Sumatera Barat (Sumbar). Sementara di bidang lingkungan, BIM menebar 3.000 bibit pohon untuk ditanam di sejumlah wilayah di Sumbar.

    Founding Father Kick Andy yang turut hadir dalam acara itu, Ali Sadikin, menyebut program InJourney Ramah Difabel telah berjalan konsisten selama enam tahun. “Alhamdulillah, ini sudah memasuki tahun keenam kami bersama InJourney menjalankan program Ramah Difabel dan terus kami laksanakan setiap tahun,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, mengapresiasi program tersebut. Program itu dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat terutama mereka yang berkebutuhan khusus.

    “Bantuan ini tidak hanya membantu secara fisik, tapi juga meningkatkan semangat hidup dan produktivitas warga. Untuk itu kami mewakili pemerintah dan penerima bantuan, mengucapkan terimakasih atas kepedulian BIM dan InJourney,” ujarnya.

    Yayasan Jaya Perkasa  Peduli yang digandeng BIM untuk menyaring difabel pemerlu bantuan kaki palsu, menyatakan program ini sangat menggembirakan para difabel. Terutama mereka yang belum pernah menerima bantuan kaki palsu, atau kaki palsu yang pernah mereka miliki sudah harus diganti.

    "Kami turut dipercaya BIM dalam penyaluran kaki palsu ini. Kami mendata para difabel di kota dan kabupaten di Sumbar yang sangat memerlukan bantuan kaki palsu ini. Kami menyeleksi agar penerima benar-benar tepat sasaran," ujar Nelvi, Sekretaris Yayasan itu. (*)

      

     

    Maxim Rayakan HUT RI Ke-80 Dengan Kegiatan Donor Darah Di Padang

    Padang – Dalam rangka merayakan HUT Republik Indonesia ke-80, Maxim melakukan kegiatan bertema sosial di Padang. Maxim adakan kegiatan donor darah di Kantor Camat Koto Tangah dan Kantor Lurah Dadok Tunggul HItam.

    Tidak hanya mitra pengemudi, seluruh warga juga turut berpartisipasi  dalam kegiatan donor darah ini. Puluhan kantong darah berhasil dikumpulkan dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi pihak yang
    membutuhkan

    “Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Maxim menyelenggarakan kegiatan donor darah di 2 tempat sekaligus. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat.” ujar Fandi Usman, Head of Subdivision Maxim Padang.

    Selain di Padang, Maxim juga menggelar beragam kegiatan sosial lainnya di 53 kota dari berbagai provinsi di Indonesia. Kegiatan-kegiatan ini adalah bentuk komitmen Maxim untuk senantiasa berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia. (*/elsi)

    Dihadiri Plt Bupati Sijunjung, Baznas Salurkan Santunan Biaya Hidup Fakir Miskin Tahap 1 Tahun 2025.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sijunjung kembali menyalurkan dana zakat berupa Bantuan Tunai Mustahik (BTM) untuk santunan biaya hidup fakir miskin tahap I tahun 2025.

    Bantuan ini akan disalurkan kepada 1076 orang mustahik di Kabupaten Sijunjung dengan besaran dana mencapai 550 juta rupiah dan setiap mustahik akan menerima uang tunai sebesar Rp. 400 ribu rupiah setiap orangnya.

    Ketua Baznas Sijunjung, H. Hidayatullah, Lc. Ma didampingi Wakil Ketua I, H. Darmawan, SH, dan Wakil Ketua II, Syahril Sada mengatakan, Bantuan Tunai Mustahik atau BTM untuk fakir miskin ini bersumber dari dana zakat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PPPK dilingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung, termasuk dana zakat dari Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung.

    "Dana zakat yang dikumpulkan melalui Baznas ini akan disalurkan kepada masyarakat seperti bantuan pembangunan rumah layak huni, bantuan berobat, bantuan pendampingan berobat, dan bantuan bencana, serta membantu Pemerintah Daerah dalam pembayaran BPJS bagi masyarakat kurang mampu,"ujar Hidayatullah.

    Sementara bantuan tahap I untuk masyarakat kurang mampu yang diserahkam ini lanjut Hidayatullah, di serahkan bertepatan dengan libur kenaikan kelas. 

    "Ini diharapkan selain dapat membantu bapak dan ibu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, juga dapat membantu untuk membeli perlengkapan sekolah anak seperti baju, sepatu, dan buku tulis dalam memasuki awal sekolah nantinya,"ujarnya.

    Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S.Pt dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Baznas Sijunjung yang telah bekerja keras untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Sijunjung.

    Ia mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan ini merupakan zakat dari pada muzaki seperti PNS dan PPPK di Kabupaten Sijunjung yang dikumpulkan di Baznas kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan.

    "Oleh karena itu kami berharap kepada para mustahik yang menerima bantuan tunai ini agar selalu mendoakan para muzaki agar selalu diberikan kemudahan dan rezeki yang berlimpah oleh Allah Swt hendaknya agar selalu bisa menyisihkan sebagian zakatnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,"ujarnya.

    Kepada Mustahik, H. Iraddatillah juga berpesan agar bantuan yang diterima ini dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk keperluan hidup sehari hari, serta untuk keperluan anak masuk sekolah.

    "Gunakanlah bantuan yang diterima ini sebaik mungkin untuk keperluan sehari hari hendaknya, serta untuk keperluan sekolah anak,"harap Plt Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana Baznas Sijunjung, Meri Muliadi, S. Pd mengatakan, bantuan tunai mustahik ini akan disalurkan Baznas Sijunjung di masing masing daerah terdekat bagi penerima dimulai pada hari ini, Selasa 24 Juni hingga Kamis 26 Juni 2025.

    "Hari ini Selasa 24 Juni merupakan hari pertama penyaluran dana BTM kepada penerima yang bertempat di Masjid Istiqlal Muaro Sijunjung dimulai pada pukul 09.00 wib dan UDKP Kecamatan Koto VII dimulai pada pukul 11.00 wib,"

    "Di Masjid Istiqlal disalurkan kepada 270 orang mustahik yang berasal dari Nagari Muaro sebanyak 207 orang, Nagari Durian Gadang 16 orang, Nagari Silolek 4 orang dan dari Nagari Padang Laweh Selatan sebanyak 43 orang. Sementara di UDKP Kecamatan Koto VII disalurkan kepada 171 penerima terdiri dari Nagari Limo Koto 50 orang, Palaluar 14, Padang Laweh 43, Bukit Bual 5, Guguak 15, Tanjuang 19, dan Nagari Sisawah sebanyak 25 orang penerima,"ujar Meri yang akrab disapa Yayan ini.

    Sementara pada Rabu 25 Juni akan disalurkan di 6 lokasi berbeda, yaitu UDKP Kecamatan Tanjung Gadang sebanyak 61 penerima, Masjid Baiturahman Sungai Lansek 24 penerima, UDKP Kantor Camat Sijunjung 200 penerima, UDKP Camat Lubuk Tarok 44 penerima, Masjid Nurul Iklas Sungai Betung 28 penerima, dan Masjid Agung Madani Kamang Baru sebanyak 42 penerima. 

    Selanjutnya pada Kamis 26 Juni akan disalurkan di empat lokasi berbeda, yaitu di Masjid Rajo Ibadat Sumpur Kudus sebanyak 34 penerima, Masjid Tahmid di TBA sebanyak 24 penerima, UDKP Camat IV Nagari 80 penerima, dan UDKP Kantor Camat Kupitan sebanyak 68 orang penerima.

    "Semoga bantuan tunai bagi masyarakat kurang mampu ini bisa bermanfaat hendaknya dan dapat membantu meringankan beban bapak dan ibu dalam membeli perlengkapan sekolah bagi anaknya hendaknya,"harap Yayan.

    (Andri)

    Mitra Pengemudi Maxim di Padang Donorkan Darah

    Padang (sumbarkini.com) - Dalam semangat Hari Donor Darah Sedunia, sejumlah mitra pengemudi Maxim menunjukkan komitmen sosial mereka dengan berpartisipasi aktif dalam  kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Kampus Akademi Maritim Sapta Semudera Padang, Sumatera Barat. Inisiatif ini diselenggarakan di Kantor Cabang Maxim Padang berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI)
    untuk memenuhi kebutuhan stok darah nasional.

    Acara ini menjadi bukti nyata kepedulian para pengemudi Maxim. Donor darah sangat vital untuk berbagai prosedur medis, mulai dari operasi darurat, penanganan korban kecelakaan, hingga perawatan pasien dengan penyakit kronis. Setiap tetes darah yang didonasikan memiliki arti yang sangat besar.

    “Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi mulia ini  terkhusus para mitra driver Maxim yang telah hadir dan menyukseskan acara ini. Selain aksi donor darah ini, kami juga siap
    memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ujar Rachmat.

    Sementara itu Ketua PMI Kecamatan Koto Tangah Jhoni Torang Hasibuan turut memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pengemudi Maxim yang telah berkontribusi untuk membantu pemenuhan stok darah yang dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.

    “Dukungan dari Maxim turut meningkatkan antusias peserta donor, kami
    harap kerjasama ini tidak berhenti disini dan bisa dilakukan secara
    berkala untuk membantu menaikkan stok darah yang ada,” ujar Jhoni.

    Musliadi selaku salah satu mitra pengemudi Maxim juga turut menyampaikan rasa semangatnya dalam memberikan bantuan donor darah kepada masyarakat yang membutuhkan.

    “Saya sangat antusias dengan adanya program kerjasama Maxim dengan PMI untuk memberikan bantuan donor darah bagi pasien yang membutuhkan, saya juga berterima kasih atas bingkisan yang diberikan kepada para pendonor sehingga akan menumbuhkan semangat kami,” ucap Musliadi.

    Kolaborasi antara Maxim dan PMI ini menyoroti peran perusahaan ride-hailing dalam tanggung jawab sosial. Dengan memfasilitasi dan mendorong kegiatan kemanusiaan seperti ini, Maxim tidak hanya
    memberdayakan mitra pengemudinya untuk menjadi agen perubahan di masyarakat, tetapi juga secara langsung berkontribusi pada upaya kesehatan publik yang vital. (*)

    Wako Hendri Arnis Resmikan Istana Lansia, Wujudkan Progul di HLUN ke-29

    Padang Panjang - Walikota Padang Panjang, H. Hendri Arnis BSBA disaksikan Wawako Allex Saputra, Ketua DPRD Padang Panjang Imbral SE, Forkopimda Padang Panjang dan Ketua LLI Sumbar Dr. H. Ali Asmar, M.Pd, melakukan pengguntingan pita peresmian Istana Lansia, Rabu 28 Mei 2025. Istana Lansia itu menempati Basement Masjid Agung Manarul Ilmi,  Islamic Centre Padang Panjang.


    "Kita menjadikan Islamic Centre ini menjadi tempat, dan pusat untuk memajukan kota kita. Dengan meresmikan Istana Lansia ini, kita berharap bisa mewujudkan lansia produktif dan menghasilkan," ujar Walikota (Wako) Hendri Arnis.


    Walikota  mengatakan Istana Lansia, merupakan salah satu Program Unggulan (Progul) dan program 100 hari kerjanya bersama Wawako Allex. Ini juga sebagai wadah yang disediakan untuk menjawab kebutuhan lansia, dengan memfasilitasi setiap kegiatan dengan sarana prasarana yang menunjang untuk membangun kemandirian dan meningkatkan produktivitas lansia.


    Menyerahkan bantuan.


    Dijelaskannya, Istana Lansia ditempatkan di Islamic Centre, karena tempat dan sarana cukup mendukung, sebagai bagian dari upaya mengisi kegiatan Islamic Centre. Pemerintah Kota Padang Panjang ingin menjadikan Islamic Center menjadi pusat pengembangan kegiatan keagamaan, sekaligus mendukung ikon Padang Panjang sebagai kota yang menyandang julukan Serambi Mekkah. 


    Ia juga berharap, kehadiran Istana Lansia, dapat mewujudkan Kota Padang Panjang sebagai Kota Ramah Lansia, sekaligus sebagai pusat pelayanan terpadu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial para lansia. 


    Foto bersama sesuai peringatan HLUN ke-29


    "Di sini, para lansia dapat menikmati berbagai fasilitas, seperti layanan kesehatan, kegiatan sosial, dan pelatihan keterampilan, guna memastikan mereka tetap aktif dan produktif," tambahnya. 


    Perwujudan program unggulan Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang ini diapresiasi oleh Ketua Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Ali Asmar, M.Pd.


    "Kami memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bapak Walikota dan Pemerintah Kota Padang Panjang, dimana dalam pelaksanaan Acara Puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional tahun 2025 ini juga meluncurkan Program Istana Lansia dan Graha Disabilitas," ungkap Mantan Sekdaprov Sumbar yang mulai merintis karirnya sebagai PNS di kota itu.


    Ditegaskannya, apa yang dilakukan Pemerintah Kota Padang Panjang merupakan pelaksanaan amanah Undang-Undang Nomor: 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Jelas terlihat upaya mewujudkan terciptanya komunitas Lansia yang sehat, berdaya dan sejahtera. Mencapai kondisi sesuai tema peringatan HLUN Tahun 2025 yakni “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat”


    Ali Asmar juga menyebutkan, pelaksanaan program unggulan yang diselaraskan dengan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29, menjadikan kegiatan itu makin bermakna. Walikota dan jajarannya telah ikut menggebyarkan peringatan HLUN yang jatuh setiap 29 Mei. 


    "Ini kegiatan peringatan HLUN ke-29 yangpertama di Sumbar, berdasarkan laporan yang masuk. Berbahagialah warga Padang Panjang terhadap kepedulian Walikotanya terhadap Lansia. Juga kepada Disabilitas yang pada kesempatan ini juga dihadiahi peresmian Graha Disabilitas," ungkap pria 68 tahun itu.


    Dikatakan Ali Asmar bahwa Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) merupakan salah satu komponen masyarakat yang terpanggil  untuk bersama-sama dengan Pemerintah dalam pemberdayaan lanjut usia di Indonesia. LLI yang lahir pada tanggal 29 Mei 2000 di Jakarta. LLI bersifat independen dan menaungi organisasi-organisasi yang menangani kesejahteraan lanjut usia,  memiliki Visi: Terwujudnya kehidupan lanjut usia yang sejahtera, sehat, berkualitas, tetap aktif dan berdayaguna.


    Kepada yang hadir di Masjid Agung Manarul Ilmi, Ali Asmar mengingatkan lanjut usia adalah keadaan yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang. 


    "Sebagai penyemangat, menjadi tua merupakan keniscayaan, tetapi berdayaguna di usia senja adalah pilihan yang terbaik," ujarnya. (*)

    LLI Sumbar Hadiri Peresmian Istana Lansia

    Padang - Di bawah bayang-bayang tidak adanya kegiatan peringatan Hari Lanjut Usia  Nasional (HLUN) untuk tingkat Sumatera Barat, ada kabar gembira datang dari Padang Panjang. Pemerintah Kota Padang Panjang memperingati HLUN Ke 29 Th. 2025 di Masjid Agung Manarul Ilmi Islamic Centre Padang Panjang.


    Tak tanggung-tanggung, pemerintah kota itu memberi perhatian lebih kepada dua kelompok pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial yakni lansia dan disabilitas. Mulai Rabu 28 Mei 2025 di Kota itu hadir Istana Lansia dan Graha Disabilitas.


    "Sudah seharusnya pengurus Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sumbar hadir dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap Walikota Padang Panjang beserta jajarannya yang menghadirkan Istana Lansia dan Graha Disabilitas. Sungguh ini suatu perhatian dan kepedulian nyata pemerintah kota Serambi Mekah terhadap lansia dan disabilitas," ungkap Ketua Umum LLI Sumbar, Dr. H Ali Asmar M.Pd.


    LLI hadir di Padang Panjang karena Walikota Hendri Arnis tetap mampu memeriahkan HLUN Ke 29 di tengah-tengah kebijakan pemerintah yang mengurangi kegiatan rutin seperti peringatan dan lainnya. Banyak kegiatan peringatan yang terkena refocusing anggaran. Bahkan kegiatan HLUN tingkat Nasional pun seolah tak terlihat gebyarnya.


    'Untuk itu, kebijakan berani dari Walikota Hendri Arnis harus kita acungi jempol. Kami dari LLI Sumbar mengucapkan terimakasih dan akan hadir dalam peringatan HLUN ini," ujar Ali Asmar yang memulai karir PNS, jadi Kepala Dinas Pendidikan hingga Sekretaris Kota di Pemko Padang Panjang.


    Dikatakan Ali Asmar, LLI Sumbar menilai hadirnya Istana Lansia dan Graha Disabilitas akan memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan lansia dan disabilitas. Apalagi pemerintah kota telah mempersiapkan program-program untuk kedua kelompok yang jika dibiarkan akan menjadi penyandang masalah kesejahteraan sosial.


    Warga kota pun pasti makin terpacu untuk memberi perhatian kepada keluarganya yang lansia dan penyandang disabilitas. Dia juga mengajak semua elemen masyarakat agar turut berpartisipasi aktif menyukseskan program unggulan walikota dan wakil walikota Padang Panjang, H. Hendri Arnis, BSBA dan Alex Saputra.


    Ali Asmar berharap akan hadir Istana Lansia lainnya di Sumbar. Dia menghimbau pemerintah daerah, Bupati/Walikota di Sumbar memiliki Istana Lansia atau program sejenis untuk mensejahterakan lansia di daerahnya. Namun dia tetap mengedepankan agar keluarga inti, sepersukuan pilar utama dalam mensejahterakan lansia, apalagi kemampuan pemerintah sangat terbatas. (*)

    Ternyata, Kebijakan Hendri Septa Mendapat Pengakuan IOC Unesco

    Padang (sumbarkini.com) - Pasca 30 September mengingatkan warga Kota Padang atas musibah bencana 15 tahun lalu, tepatnya pada 30 September 2009. Di mana pukul 17.17, gempa berkekuatan 7,9 skala richter mengguncang Padang dan sekitarnya. Berlokasi di 0.84 LS - 99.65 BT pada kedalaman 71 Km. Guncangan gempabumi ini dirasakan di Padang dengan intensitas VIII MMI mengakibatkan setidaknya 1100 orang meninggal dan 2650 bangunan rumah rusak berat/ringan.

    "Kejadian pada hari itu harusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih memperhatikan tentang mitigasi bencana. Terlebih dengan adanya ancaman mega thrust yang diikuti bencana tsunami, kita sebaiknya mempersiapkan diri dan di sinilah letak pentingnya pimpinan yang peduli seperti Hendri Septa,' ujar pegiat masyarakat siaga tsunami, Patra Rina Dewi, Selasa 1 Oktober 2024.

    Kepedulian Hendri terhadap mitigasi telah terbukti. Pada masa kepemimpinan Hendri Septa, dua kelurahan di Kota Padang mendapat pengakuan IOC Unesco sebagai komunitas/masyarakat siaga tsunami (Tsunami Ready Community). Kelurahan itu dalah Kelurahan Lolong Belanti dan Purus. “Ini, satu-satunya kota di Indonesia yang langsung dua kelurahan mendapatkan pengakuan tersebut,” tegas Patra.

    Terpilihnya kedua kelurahan itu tak terlepas dari dukungan kebijakan dari pemerintah kota yang giat mempersiapkan warganya untuk siaga tsunami. Dan saat itu, Pemko Padang dipimpin oleh Hendri Septa.

    Patra juga mengungkapkan kerja nyata Hendri Septa sebagai wujud kepedulian terhadap mitigasi bencana. Melalui kebijakannya, Hendri menambah marka blue line tsunami di 25 ruas jalan, papan informasi tsunami dan rambu-rambu evakuasi tsunami, serta pembentukan pengelola shelter tsunami.

    Bukan hanya itu, dalam hal kebencanaan lainnya menyediakan layanan Command Center 112 untuk menanggapi semua hal terkait krisis dan kedaruratan bencana. Untuk mengatasi banjir misalnya, kata Patra, Hendri telah memerintahkan pengerukan pada beberapa kanal yang mengalami pendangkalan. Sejumlah drainase dibangun sesuai yang tertuang RPJMD 2019-2024, yakni drainase baru kota sepanjang 15,5 kilometer.

    "Ternyata, sampai 2024 sudah dibangun sepanjang 18.01 kilometer. Sementara untuk drainase lingkungan dibangun sampai 2024 sepanjang 10,818 kilometer dari target 10 kilometer. Melebihi ekspektasi," ungkap perempuan yang senang gowes ini.

    Patra pun melanjutkan. Satu hal yang patut diacungi jempol adalah hendri menghidupkan lagi budaya gotong royong. Ketua RW dan RT dimotivasi untuk terus mengontrol pembangunan di lingkungan masing-masing, agar tak ada drainase yang dibeton oleh pemilik rumah atau pelaku usaha.

    “Padang Bagoro sebagai salah satu solusi, karena banyak drainase dijadikan tempat pembuangan sampah. Camat dan lurah diperintahkan untuk cepat tanggap ketika terjadi genangan saat intensitas hujan deras. Upaya pengerukan sedimen di Batang Arau, serta goro massal untuk pembersihan Batang Arau,” kata Patra.

    Begitu banyak kemajuan yang dibuat untuk Padang, maka, yakinlah untuk 2024-2029, Hendri dan Hidayat akan lebih responsif lagi terhadap banyak hal termasuk soal kebencanaan. (*)


    Hendri Septa Sukses Turunkan Angka Stunting di Kota Padang, Ini kata Pegiat Sosial Kemasyarakatan Kota Padang

    Padang (sumbarkini.com) - Hendri Septa dalam masa jabatannya sebagai Walikota Padang (2021-2024), harus berhadapan dengan Pandemi Covid-19. Namun dia berhasil melakukan berbagai terobosan untuk mengatasi kesulitan masyarakat, termasuk dalam hal layanan kesehatan dan gizi.

    Berkat upaya yang dilaksanakan pemerintahan kota yang dipimpin oleh Hendri Septa tersebut mampu mengatasi masalah stunting di kota bingkuang ini. Prestasi ini membawa Padang meraih penghargaan dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat.

    "Keberhasilan ini tidak hanya membuktikan komitmen Hendri Septa terhadap kesehatan masyarakat. ini pun jadi bukti Kota Padang sebagai contoh terbaik dalam pelaksanaan verifikasi dan validasi keluarga berisiko stunting di antara 19 kabupaten/kota di Sumbar," ujar Rivendi Utama pegiat sosial kemasyarakatan Kota Padang.

    Disebutkan oleh Rivendi, selama masa kepemimpinannya, Hendri Septa fokus pada percepatan penurunan angka stunting. Hal ini  terlihat dari penurunan signifikan jumlah keluarga berisiko stunting di Padang. Dari 34 ribu pada tahun 2023 menjadi 24 ribu keluarga. "Prestasi ini didukung oleh alokasi Dana Khusus (DAK) sebesar Rp7,3 miliar dari BKKBN Sumatera Barat, yang dimanfaatkan secara efektif untuk program-program kesehatan ibu dan anak. OPD yang ada di bawahnya pun berkinerja positif. Ini kuncuinya," kata Rivendi.

    Menyilau ke belakang, Hendri Septa pernah menyampaikan bahwa pada tahun 2019, angka stunting di Kota Padang berada di angka 20,92 persen dan turun menjadi 18,09 persen pada 2020. Meski mengalami sedikit peningkatan menjadi 19,5 persen pada 2022 akibat pandemi Covid-19. Optimisme Hendri Septa tetap dan jajarannya berhasil menurunkan angka ini hingga 17,5 persen di tahun berikutnya, melebihi target awal yang diharapkan.

    "Pada tahun 2023, kami berhasil menurunkan angka stunting lebih dari dua persen dari 19,5 persen menjadi 17,5 persen, dan tahun ini kami menargetkan agar angka prevalensi anak stunting di Padang bisa di bawah 14 persen," ujar Rivendi mengulang pernyataan Hendri kala itu.

    Satu hal yang patut diacungi jempol, Pemerintah Kota Padang di bawah komando Hendri Septa percaya bahwa penanganan stunting harus dimulai dari hulu. Semunya melibatkan lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat. 

    Terlihat dari bagaimana Pemerintah Kota Padang membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang tersebar di 11 kecamatan dan 104 kelurahan. Didukung oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 489 orang serta 1.467 kader, TPPS fokus pada penyuluhan, pemberian bantuan sosial, serta surveilans kepada keluarga berisiko stunting.

    "Penanganannya harus dilakukan dari hulu dengan melibatkan seluruh komponen dan mencakup semua aspek dan elemen. Masalah stunting adalah masalah kita bersama," tegasnya.

     

    Program Unggulan
    Salah satu program unggulan Hendri adalah "Gerakan 1.000 Telur untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil" yang diluncurkan pada Februari 2023. Program ini memberikan edukasi tentang gizi kepada keluarga dan ibu hamil yang berisiko mengalami stunting, dengan menyediakan sumber protein penting bagi anak-anak.

    Selain itu, Hendri mendorong peluncuran program "Bapak Asuh Anak Stunting" (BAAS) bersama Baznas Kota Padang. Pada awal 2023, program BAAS sudah menyalurkan bantuan kepada 50 anak stunting dari 8 kecamatan dan 16 kelurahan. Setiap anak menerima bantuan sebesar Rp15 ribu per hari selama enam bulan dengan total dana sebesar Rp138 juta.

    Untuk memastikan efektivitas penurunan angka stunting, Hendri mengoptimalkan peran dari 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat langsung, termasuk Disdukcapil, Dinas Sosial, Dinas Perikanan dan Pangan, serta Dinas Kesehatan. Kolaborasi ini diperkuat dengan keterlibatan Puskesmas, Posyandu, Tim Penggerak PKK, dan berbagai pihak non-pemerintah lainnya. Di sinilah letak komitmen Pemerintah Kota Padang terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting, sesuai dengan amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021.


    Langkah Konkrit yang Membawa Perubahan
    Hendri Septa telah meluncurkan 13 program kerja yang komprehensif untuk menurunkan angka stunting di Padang, termasuk penyediaan makanan bergizi, fasilitasi bantuan sosial, pengembangan kawasan pemukiman, hingga pelatihan bagi tenaga pendidik PAUD. Setiap program dirancang untuk memastikan bahwa anak-anak di Padang tumbuh dengan sehat dan memiliki akses terhadap kebutuhan gizi yang memadai.

    Dengan berbagai langkah strategis dan kolaborasi yang solid, Hendri Septa telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang tanggap dan inovatif dalam mengatasi masalah gizi buruk di Kota Padang. 

    "Prestasi ini tentunya menjadi modal kuat Hendri Septa untuk menarik perhatian pemilih pada Pilkada Kota Padang 2024, menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang siap membawa perubahan nyata bagi masyarakat Padang. Menjadi Padang Hebat dalam segala lini, terbukti Hendri Septa mempunyai fakta kerja nyata mewujudkan Padang Hebat," tegasnya. (elsi)

    Bersama Mitra Driver, Maxim Bagikan Takjil Di Simpang Ampek

    SIMPANG AMPEK (sumbarkini.com) – Sejumlah mitra driver Maxim di Simpang Ampek adakan kegiatan berbagi takjil untuk memeriahkan bulan suci Ramadan. Sebanyak 90 paket takjil diberikan kepada masyarakat yang melintas di depan kantor  Maxim Simpang Ampek di Jalan Jalur 32 Simpang Ampek, Pasaman Barat, Sumatera Barat.

    Head of Subdivision Maxim Simpang Ampek, Trikorades Martenes menyampaikan apresiasi atas inisiatif mitra driver dalam menyelenggarakan kegiatan ini “Kami sangat mengapresiasi langkah dari mitra driver kami dan mendukung penuh kegiatan ini. Semoga masyarakat merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini.” ujarnya.

    Trikorades menyebut kegiatan ini juga sebagai wujud terima kasih Maxim kepada masyarakat Simpang Ampek, “Kami juga berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Simpang Ampek yang telah mempercayakan Maxim sebagai layanan andalan. Semoga kami akan selalu berkembang dan menjadi aplikator pilihan masyarakat Simpang Ampek.” tutupnya.

    Salah satu mitra driver yang ikut berpartisipasi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan ini, “Alhamdulillah kegiatan berbagi takjil berjalan lancar, masyarakat juga nampak antusias dengan kegiatan ini dan tadi juga cukup ramai.” ujarnya. (*)


    KPB Kota Padang, Bagikan 10.000 Masker ke di Lokasi Erupsi Merapi

    Sungai Pua – Komite Peduli Bencana (KPB) Kota Padang bagikan 10.000 masker kepada masyarakat. Petugas SAR dari berbagai lembaga juga diberikan masker.

    “Kami bagikan 10.000 masker kepada masyarakat sekitar posko utama , petugas serta keluarga dan kawan korban bencana yang ingin melihat proses evakuasi dari dekat,” ungkap Ketua KPB Kota Padang, Zulkifli.

    Dikatakan Zulkifli, mereka membagikan masker di sekitar lokasi erupsi Merapi karena masih terjadinya hujan abu vulkanik. Hujan abu vulkanik ini menyebabkan gangguan pernapasan. Sebab hujan abu membawa material halus hasil letusan gunung berapi yang berbahaya. Apabila material halus itu terhirup dan masuk ke paru-paru dengan paparan cukup tinggi maka dapat membuat kesulitan bernapas disertai batuk dan iritasi.



    “Kami tak ingin hal ini menimpa saudara-saudara kita yang turun dalam proses evakuasi dan para korban bencana erupsi Merapi umumnya,” tegasnya.

    Sekretaris KPB Kota Padang, Rivendi Utama menambahkan, bahwa mereka membagikan bentuk kepedulian Anggota DPR RI Andre Rosiade kepada korban erupsi Merapi. “Kami pun ada disini atas perintah Pak Andre yang merupakan Dewan Penasehat KPB Kota Padang,” ungkap Rivendi.

    Rivendi juga memaparkan Gunung Marapi secara administratif terletak  dalam wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Gunung Marapi dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berada di Jl. Prof. Hazairin no 168 Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat.

    Rivendi juga mengungkapkan bahwa kita perlu mencermati hasil pengamatan, analisis data visual maupun instrumental Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badang Geologi Kementerian ESDM hingga tanggal 3 Desember pukul 18.00 WIB, maka tingkat aktivitas G. Marapi masih tetap pada Level II (Waspada).

    Maka dari itu diharapkan masyarakat yang ada di sekitar G. Marapi diharapkan tenang tidak terpancing isu-isu tentang letusan gunung. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah. Dan Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak abu vulkanik bagi kesehatan. “Kami pun harus menggunakan masker dan kami ajak masyarakat terutama yang berada di sekitar lokasi untuk memakai masker dengan cara membagi-bagikan masker seperti saat ini,” ujarnya.

    Jangan lupa untuk mengamankan sarana air bersih. Juga bersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh. (*)

    Jusuf Kalla Resmikan Masjid di Markas PMI Sumatra Barat




    Padang - Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menghadiri upacara peresmian Masjid Jannatul Khair di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Barat, Jum'at (3/11/23) siang.

    JK mengunjungi Markas PMI Sumatera Barat yang terletak di Simpang Haru, Kota Padang, untuk meresmikan masjid tersebut. Ia tiba sekitar pukul 12.00 WIB bersama istrinya, Mufida Jusuf Kalla. Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nasir, serta Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas.

    Setibanya di Markas PMI Sumatera Barat, JK dan rombongan melaksanakan salat Jumat. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Suwirpen Suib, serta unsur Forkopimda dan perwakilan PMI dari berbagai kabupaten dan kota turut menyambut kedatangan JK.

    Ketua PMI Sumatera Barat, Aristo Munandar, menjelaskan bahwa pembangunan masjid di Markas PMI Sumatera Barat telah menjadi cita-cita lama. Menurutnya, para relawan insani dari PMI membutuhkan dukungan moral, karakter yang kuat, serta inovasi dan kreativitas dalam memberikan pelayanan PMI.

    Aristo menyatakan rasa syukur bahwa masjid tersebut akhirnya diresmikan setelah sebelumnya salat Jumat dilakukan di tempat masing-masing. Meskipun ukurannya kecil, dia berharap bahwa masjid ini akan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh anggota PMI dan masyarakat.

    Aristo juga menegaskan bahwa pembangunan Masjid Jannatul Khair di Markas PMI Sumatera Barat menjadi kenyataan berkat dukungan dari Gubernur Sumatera Barat, DPRD Sumatera Barat, dan berbagai donatur. Proyek pembangunan ini dimulai selama masa pandemi COVID-19, dan dukungan dari pihak-pihak terkait telah menjadi sumber daya luar biasa, baik dalam segi keuangan maupun dukungan moral.(putra)

    LLI Audiensi dengan Dinsos Sumbar, Jadikan Lansia Sumbar Tageh

    Padang – Pengurus Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sumbar melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Sosial Sumbar, Selasa (17/1) 2023. Dari diskusi yang berlansung penuh kekeluargaan itu didapat kata sepakat untuk menjadikan Lanjut Usia (Lansia) Sumatera Barat Tageh.

    Dr. H. Ali Asmar M.Pd selaku Ketua LLI Provinsi Sumbar atas nama LLI mengucapkan selamat bertugas kepada Arry Yuswandi, SKM, MKM sebagai Kepala Dinas Sosial. Dulu sewaktu di Dinas Kesehatan Sumbar sudah jadi Pembina Teknis LLI, berarti kedekatan dengan LLI makin erat. 

    Dikatakan Ali Asmar bahwa LLI ini sudah berkegiatan selama dua tahun di Sumbar. Dalam usia masih dua tahun tersebut cukup banyak melaksanakan kegiatan bersifat nasional. Salah satunya Peringatan Hari Lanjut Usia. 

    “Kami tidak menyangka acara Peringatan Hari Lanjut Usia ke-25 tahun 2021 tersebut mendapat sambutan yang antusias. Meski direncanakan di kantor yang menumpang di organisasi lainnya dan persiapannya yang cukup singkat. Kini kami datang ke Dinas Sosial Sumbar berdiskusi untuk menjadikan Lansia di Sumbar lebih berdaya,” ujarnya seraya membanggakan semangat para pengurus LLI Sumbar. 

    Ali Asmar bersama pengurus lainnya berharap dari diskusi yang mendadak dilaksanakan ini didapatkan hal-hal positif terkait kepedulian kita kepada Lansia di Sumbar. Dijelaskannya karena mendadak pengurus yang bisa hadir hanyalah Dr. H. Asmar, M.Pd (Ketua LLI Sumbar), Drs. H. Parlagutan Nasution, M.Si (Wakili Ketua), Dra. Hj. Indarefis (Sekretaris), Herizal, SE (Wakil Sekretaris), Dra. Elvita, Embun Dini SH dan Bettin Ermarita, SE (Sekretariat), Zulfadli ST (Humas), serta Sampurno AKS (Biro Organisasi). 

    Arry Yuswandy menyambut baik kedatangan para Pengurus LLI Provinsi Sumbar. Dia berharap semoga pertemuan ini menjadi perekat kedekatan emosional diantara kita. Kepada pengurus yang hadir di ruangan Kepala Dinas Sosial Sumbar itu, Arry menceritakan kedatangan alumni IPB angkatan 14 pada November 2022 lalu. Dr Adi Santika, Tenaga Ahli Bappenas yang membuat konsep kerja tenrang Lansia. Mereka juga telah membuat pondok pesantren Lansia di Jawa Barat. 

    Sekairan itu, diskusi hari ini sangt menarik karena menurut Arry jumlah penduduk Lansia di Sumbar sebanyak 10,9 persen. Artinya cukup banyak. Jika penduduk sumbar berjumlah 5.580.232 jiwa, maka jumlah lansianya sekitar 600.000 jiwa. Dengan jumlah ini, Sumbar menduduki peringkat keenam di Indonesia. Meskipun Angka harapan hidup masih di bawah rata-rata nasional. 

    “Kita berharap para lansia ini dalam keadaan baik. Namun kita belum bisa memastikannya. Karena Lansia yang bisa kita pantau adalah yang berada di panti, namun jumlah yang bisa ditampung di panti hanya sekitar 250 orang,” ujar Arry. 

    Ditegaskannya, secara kewenangan pun memang terbatas. Yang bisa dibantu hanyalah lansia yang berada di panti. Artinya dana dan jangkauan terbatas. 

    Arry pun menyatakan rumah lansia itu ada dua yakni di Dinas Sosial dan Dinas  Kesehatan. Bedanya pada Dinas Kesehatan, lansia merupakan SPM (standar pelayanan minimal) sehingga data mereka lebih akurat. 

    Namun Arry memberikan kabar gembira tentang dukungan Gubernur dan Wakil Gubernur yang juga konsen dengan lansia. Diceritakannya pula saat diskusi, ada wakil rakyat yang semangat untuk menghentikan keberadaan panti sosial lansia atau jompo. Namun setelah dibawa ke Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih di Sicincin, image panti jompo langsung berubah. Tidak jadi ditiadakan dan malah mendapat dukungan penuh. 

    Pertemuan Pengurus LLI dengan Kadis Sosial Sumbar. 


    “Untuk itu, selanjutnya, disepakati pemberian nama yang lebih pantas. Untuk Sumbar Panti Jompo diganti dengan Rumah Nyaman Lansia. Gubernur dan Wagub sudah menyetujuinya,” ujarnya sembari juga menginformasikan berbagai perubahan yang akan dilakukan di Dinas Sosial Sumbar. 

    Untuk mendukung kegiatan LLI Provinsi Sumbar berupa kantor dan sarana penunjangnya, Arry menyarankan agar membuat surat ke Gubernur Sumbar untuk turut memanfaatkan eks Rumah Sakit Jantung di Jalan Khatib Sulaiman No. 71 Padang.

    Saat ini, kata Arry, bekas rumah sakit jantung akan didesain untuk tempat disabilitas. Di sana mereka berkantor. Di sana akan dibuat tempat peragaan hasil karya disabilitas Sumbar. Nantinya juga akan dibuatkan pusat massage dan Shiatsu.

    “Karena tempat itu dinilai akses terhadap disabilitas dan lansia, sebaiknya LLI juga berkantor di sana. Dan ini sudah ditegaskan pada terminasi akbar kelayan seluruh panti yang ada di Sumbar yang dilaksanakan di auditorium gubernur,” tegasnya. 

    Dinas Sosial juga tengah mengumpulkan lembaga amal dan charity yang ada di Sumbar untuk terlibat langsung dalam pengentasan masalah kesejahteraan di Sumbar. Sebab banyak permasalahan sosial yang tak tertangani oleh pemerintah. Termasuk lansia.

    Bahkan Arry mengusulkan, “Kalau perlu kita adakan Peringatan Hari Lanjut Usia ini di GOR H. Agus Salim, kita kumpulkan lansia sebanyak-banyaknya. Kita perlihatkan bahwa Lansia Sumbar tageh," tegasnya. 

    Lalu digelar juga Seminar Lansia Produktif yang juga mengikutsertakan generasi muda. Hal ini dimaksudkan agar mereka termotivasi untuk lebih produktif pada saat mereka nanti menjadi lansia. (*)

    Senator Indonesia Bantu Korban Gempa Pasaman dan Pasbar

    Tigo Nagari – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia turut merasakan duka mendalam atas musibah gempa bumi 6,1 Skala Richter yang melanda Pasaman dan Pasaman Barat. Para Senator Indonesia itu memberikan bantuan kepada korban gempa tersebut.

    “Kami atas nama Anggota DPD RI turut merasakan kesedihan para korban gempa, baik yang kehilangan keluarga, harta dan benda serta harus hidup di pengungsian. Kedatangan kami untuk memberikan bantuan sebagai wujud kepedulian dan empati kami,” ungkap Ketua BK DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH usai menyerahkan bantuan kepada Bupati Pasaman H. Benny Utama, SH, MM di Posko Kemanusiaan yang bertempat di Kantor Camat Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Kamis 10 Maret 2012.

    Leonardy yang datang bersama dengan anggota DPD RI lainnya Dr. H. Alirman Sori, SH, M.Hum., MM, menjelaskan bahwa bantuan yang mereka serahkan berupa uang tunai sebesar Rp30.000.000. Diharapkan dana itu dipergunakan sebaik mungkin oleh pemerintah daerah untuk menambah dana bantuan untuk membangun perumahan bagi korban gempa.

    Menurut Leonardy, bantuan untuk perumahan ini sangat penting artinya bagi korban gempa yang kehilangan rumah atau rumahnya rusak dan tidak bisa dihuni lagi. “Mari kita bersama-sama, turut meringankan beban saudara-saudara kita ini. Tidak ada kata terlambat untuk bantuan apapun jenisnya meski hampir seluruh pengungsi sudah meninggalkan lokasi pengungsian,” ujarnya.

    Lebih jauh Leonardy menjelaskan, Dana Task Force adalah dana yang dikumpulkan secara kolektif anggota DPD RI dari 34 provinsi. Dana ini digunakan untuk bantuan terhadap bencana signifikan/berdampak luas yang terjadi di daerah-daerah seluruh Indonesia. 

    Senator dari daerah pemilihan yang terkena bencana, kata Leonardy mengajukan surat ke pimpinan DPD RI. Lalu pimpinan yang akan mengatur besaran dan mengkoordinasikan teknis penyaluran bantuan tersebut.

    Berdialog setelah penyerahan bantuan kepada Bupati Pasaman Barat. 

    “Jadi bantuan tersebut merupakan Dana Task Force Anggota DPD RI. Dana yang berasal dari seluruh Anggota DPD RI, jadi bukan dana APBN. Iuran dengan besaran sesuai kesepakatan seluruh anggota,” ujarnya lagi.

    Bantuan untuk korban gempa di Pasaman, diterima oleh Bupati Pasaman H. Benny Utama, SH, MM. Bersamaan dengan itu, Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas PPRA 62 juga menunjukkan kepeduliannya. Lewat perwakilannya, Dr. Alirman Sori diserahkan pula bantuan uang tunai Rp35.000.000.

    Selanjutnya Anggota DPD RI asal Sumbar yang didampingi Kepala Kantor DPD RI Perwakilan Sumbar Erdia Nova, S.Sos., MM, dan Kasubag Kepegawaian, Tata Usaha dan Rumah Tangga Taufik Hamidi, S.IP, bertolak ke Pasaman Barat. Di Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat yang disulap jadi Posko Utama, diserahkan pula bantuan gempa sebesar Rp50.000.000.

    “Alhamdulillah, untuk korban gempa Pasaman Barat, kita serahkan bantuan dan diterima oleh Pak Bupati Hamsuardi, S.Ag. Dari Pak Bupati kita dapatkan gambaran bagaimana kondisi terkini akibat gempa 25 Februari lalu dan rencana ke depan terhadap para korban gempa,” ujar Leonardy yang puas melihat banyaknya instansi, lembaga dan komunitas yang terus memberikan bantuan terhadap korban gempa.

    Sebagaimana di Pasaman, Leonardy berharap juga agar Pasaman Barat menggunakan bantuan tunai yang diberikan untuk membangun hunian bagi korban yang rumahnya rusak berat. “Kita dari DPD RI melihat, bantuan-bantuan seperti bahan makanan, pakaian dan lainnya sudah banyak, maka kita berikan bantuan untuk perumahan, penambah biaya untuk mendirikan rumah hunian bagi korban gempa,” tegasnya.

    Baik Leonardy maupun Alirman menyebutkan pembangunan hunian sementara ini perlu segera dilakukan mengingat tak beberapa hari lagi akan memasuki Ramadhan. Keduanya mengajak, agar bersama-sama membantu korban gempa menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya di hunian sementara atau hunian tetap. 

    Dari data lapangan per 9 Maret 2021, di Pasaman terdapat korban meninggal 14 jiwa, luka-luka 75 orang dengan rincian 6 orang luka berat dan 69 luka ringan. Korban mengungsi 6.892 orang yang terdiri dari 3.021 berada di 11 lokasi tenda pengungsian dan 3.871 orang di tenda-tenda masyarakat. 

    Adapun kondisi rumah warga, fasilitas umum dan sekolah yang rusak terdampak adalah 4 mesjid dan 8 mushalla. Rumah rusak berat 498 unit, rusak sedang 425 unit dan rusak ringan 893 unit. Sekolah rusak terdiri dari 7 unit PAUD/TK, 21 unit SD dan 4 unit SMP. 

    Lalu ada empat buah jembatan yang rusak berat yaitu jembatan Kalimanang di Jorong Bukit Lintang Nagari Malampah, jembatan Batang Tapa Gadang Jorong Kampung Tabek Nagari Malampah, jembatan Batang Aia Cangkuak di Jorong Kampung Tabek Nagari Malampah dan jembatan Durian Rampak di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Malampah.

    Seemntara di Pasaman Barat ada 11 korban meninggal dunia, 45 orang luka berat dan 336 luka ringan. Korban mengungsi berjumlah 11.936 orang. Diantaranya 1.997 jiwa di depan rumah dinas bupati, di MAN Kajai 692 jiwa dan Kampung Tengah Kajai 830 jiwa. Sisanya tersebar di 15 pos lapangan lainnya.

    Bangunan rusak di Kecamatan Luhak Nan Duo sebanyak 5 unit rumah dan 1 unit perkantoran. Di Kecamatan Kinali 111 unit rumah, 24 fasilitas Pendidikan, 1 fasilitas Kesehatan, 1 rumah ibadah, 9 infrastruktur dan 1 perkantoran. Kecamatan Di Gunung Tuleh 2 unit rumah, 1 fasilitas Kesehatan dan 1 perkantoran. Di Kecamatan Talamau 1.215 unit rumah, 26 fasilitas Pendidikan, 10 fasilitas Kesehatan,26 rumah ibadah, 15 infrastruktur dan 5 perkantoran. Di Kecamatan Pasaman 691 unit rumah 25 fasilitas Pendidikan, 6 fasilitas Kesehatan, 13 rumah ibadah, 2 infrastruktur dan 34 perkantoran. 

    Total sarana dan prasarana yang rusak 2.205 rumah, 75 fasilitas Pendidikan, 18 fasilitas Kesehatan, 40 rumah ibadah, 26 infrastruktur dan 42 fasilitas pemerintahan/perkantoran. Sarana dan prasarana yang rusak berat terdapat 892 unit rumah, 19 fasilitas Pendidikan, 6 fasilitas Kesehatan, 22 rumah ibadah, 16 infrastruktur dan 2  perkantoran. (*)

    Pengungsi Di Bukit Niangin Malampah, Berterima Kasih Pada Leonardy

    Malampah – Sampai kini, pengungsi di Bukit Niangin Nagari Malampah masih bertahan. Korban gempa ini takut dengan bencana susulan. Mereka trauma dengan longsoran dari Gunung Pasaman.

    “Gunung Pasaman tempat berhulunya sungai yang melintasi Nagari Malampah banyak material kayu dan longsoran tanah dari Gunung Pasaman. Material longsoran itu menyebabkan menimbun aliran sungai sehingga menyebabkan genangan air yang besar. Jika curah hujan tinggi, dikhawatirkan akan menimbulkan air bah ke arah hilirnya,” ujar Sudirman, Perwakilan Malampah Peduli, Minggu 6 Desember 2022.

    Menurut Sudirman, kondisi pengungsian di Bukit Niangin, Jorong Bunga Tanjung Nagari Malampah cukup baik. Di tenda yang terbuat dari terpal plastik, mereka berbagi tempat. Pengungsi merasa lebih aman berada di sana meski harus tidur beralaskan tikar saja. Kepanasan di siang hari dan kedinginan pada malam hari,” ungkapnya.

    Lebih jauh dijelaskan Sudirman, pengungsi merasa aman tenda mereka karena berada di ketinggian. Keterbatasan di tenda tidak menyurutkan tekad mereka bertahan. Hanya untuk keperluan MCK dan berwudhu mereka kembali ke bawah, ke rumah mereka atau ke rumah sanak famili yang masih bisa ditempati.

    “Alhamdulillah kedatangan kami membawa bantuan dari Senator H. Leonardy Harmainy, disambut gembira oleh para pengungsi. Bantuan sembako ini sangat melegakan karena mereka jauh dari posko dan cukup sulit mendapatkan bantuan dari posko,” ujarnya lagi.

    Sudirman juga menyebutkan, bantuan dari Leonardy diberikan langsung kepada pengungsi-pengungsi lain yang berada di rumah atau tenda yang nyaris belum tersentuh bantuan. Seperti di Bukit Niangin, Patimah, Durian Rampak, Kampuang Baukia, Durian Tuga, Guguang Maringgiang di Kenagarian Malampah.

    “Alhamdulillah sambutan mereka sangat baik sekali. Sebab setahu mereka, bantuan-bantuan yang datang biasanya dipusatkan saja di posko-posko. Akibatnya mereka yang jauh dari posko kesulitan akses dalam mendapatkan bantuan tersebut,” katanya mengulangi ucapan para pengungsi yang Sudirman kunjungi.

    Dia berharap, para dermawan terketuk hatinya untuk memberikan bantuan berupa selimut, pakaian layak pakai, kebutuhan kaum perempuan dan balita/bayi. Karena beberapa pengungsi takut untuk masuk ke rumah mereka.

     Penyerahan bantuan sembako H. Leonardy Harmainy kepada korban gempa

     Secara terpisah, Anggota DPD RI dari Dapil Sumbar, H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., MH mengatakan bantuan sembako tersebut merupakan ungkapan duka cita yang mendalam terhadap korban gempa bumi yang berpusat pada 123 kilometer arah dari Kota Padang. Jaraknya 17 kilometer timur laut Pasaman Barat, kedalaman 10 kilometer berkekuatan magnitudo 6,1 skala richter.

    “Sebagaimana kita ketahui, ratusan rumah roboh, beberapa sekolah dan masjid atau surau rusak. 16.000 an orang di Pasaman Barat dan Pasaman harus mengungsi. Sudah seharusnya kita berupaya menunjukkan empati terhadap saudara kita tersebut,” Senator Leonardy.

    Leonardy juga mengingatkan, adanya pengungsi yang masih enggan pulang ke rumah mereka menandakan mereka mengalami trauma mendalam atas kejadian tersebut. Trauma healing terhadap korban gempa sudah selayaknya dilakukan. “Mari kita perhatikan kebutuhan fisik mereka lewat bantuan sembako, pakaian, dan lainnya. Kebutuhan psikisnya juga diperbaiki dengan trauma healing dan memberikan kajian keagamaan dan motivasi untuk kelanjutan kehidupan mereka ke depannya,” pungkasnya. (*)

     

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2