• Breaking News

    Meskipun Hujan, Upacara HGN ke-80 dan HUT Korpri ke-54 Berjalan Hikmad dan Lancar di Sijunjung.

    Wabup Iraddatillah saat memberikan sambutan di upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke-54 di Kabupaten Sijunjung

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Upacara dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke-54 di Kabupaten Sijunjung, yang dipusatkan di Lapangan Sepakbola Prof. M Yamin, SH Muaro Sijunjung, Jum'at 28 November 2025 berjalan hikmad dan lancar.

    Meskipun pelaksanaan upacara dalam keadaan hujan gerimis yang melanda Kabupaten Sijunjung dan sekitarnya mulai dari malam sampai dengan pagi, tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti upacara tersebut.

    Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah selaku inspektur pada upacara tersebut memberikan apresiasi kepada semua peserta upacara yang terdiri dari PGRI, KORPRI, TNI/Polri, Mahasiswa, pelajar dan peserta lainnya yang telah hadir dan mengikuti upacara dengan penuh hikmad walaupun hujan dari malam hari, namun tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti upacara.

    "Semangat dan kebersamaan inilah yang kita harapkan dalam membangun Kabupaten Sijunjung yang kita cintai ini,"ujarnya.

    Memulai sambutannya, Wabup Iraddatillah mengajak semua peserta upacara untuk berdoa memohon kepada Allah Swt agar Kabupaten Sijunjung terhindar dari bencana banjir dan tanah longsor yang telah melanda beberapa daerah di Sumatera Barat. Dan mendoakan agar para korban dan keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menerima musibah tersebut.


    Dalam membacakan amanat dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, Wabup Iraddatillah mengatakan, "Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban. Guru mengemban tugas profektif mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia. Kehadiran guru sebagai agen peradaban semakin diperlukan ditengah kompleksitas permasalahan murid.

    Ia mengajak para guru untuk meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan jati diri, dan menghimbau masyarakat, orang tua dan semua pihak agar menghargai jerih payah para guru.

    Dalam sambutan Dewan Pembina Korpri Kabupaten Sijunjung, Wabup Iraddatillah juga mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas dan etos kerja. "ASN harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang cepat responsive, transparan dan berorientasi hasil," Ajak Wabup

    Ia juga mengingatkan kembali nilai-nilai dasar ASN, yaitu betakwah, setia pada bangsa dan negara, menjungjung integritas, tidak menyalahgunakan wewenang, serta bekerja dengan penuh tanggungjawab.


    Setelah upacara selesai, dilaksanakan penyerahkan piagam penghargaan Satya Lencana 10, 20, dan 30 tahun secara simbolis kelada 6 orang penerima oleh Wakil Bupati Sijunjung dan unsur forkopimda lainnya.

    Upacara yang berlangsung sukses tersebut juga dihadiri Anggota DPRD, Nofrialdi Zulka, Unsur Forkopimda, Ketua GOW, Ny. Dona Iraddatillah beserta Ketua Organisasi wanita lainnya, Asisten, kepala OPD, Camat se Kabupaten Sijunjung, Dirut RSASM, Dirut RS Pratama Kamang Baru, dan undangan lainnya.
    (Andri) 

    BPBD Sumbar: Korban Banjir dan Longsor Jadi 21 Orang


    Padang
    - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan jumlah korban. meninggal akibat bencana banjir bandang  serta longsor mencapai 21 orang

    Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham Wahab menyebutkan, hasil rekapitulasi data bencana banjir dan longsor di Sumbar sampai Kamis malam telah menyebabkan 21 korban jiwa meninggal. 

    "Ini data total selama bencana banjir dan longsor melanda Sumbar sejak beberapa hari terakhir," ujarnya Jumat (28/11/2025).

    llham merinci, 9 korban meninggal di Kabupaten Agam, 5 orang meninggal di Kota Padang, 6 Orang meninggal di Padang Panjang, dan 1 korban meninggal di Pasaman Barat.

    "Ini data sementara, ada kemungkinan bisa bertambah. Namun kita semua tidak mengharapkan hal tersebut," ulasnya. (Nel) 

    Wako Maigus Nasir, Melipir Kesedihan Warga Gurun Laweh


    PADANG - 27 NOVEMBER 2025 – Banjir  yang melanda permukiman Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, pada pagi hari telah mengubah jalanan menjadi aliran air berwarna cokelat setinggi lutut orang dewasa. Di tengah kepanikan dan kerugian yang diderita warga, kehadiran orang nomor dua Kota Padang, Wakil Walikota Maigus Nasir, menjadi simbol harapan dan respon cepat pemerintah.


    Air bah, yang disebabkan oleh curah hujan tinggi, dengan cepat merendam ratusan rumah, memaksa warga berjuang keras menyelamatkan barang-barang berharga mereka. Suasana tegang dan khawatir meliputi kawasan tersebut, seiring warga berusaha mendorong sepeda motor yang membawa tumpukan barang evakuasi melalui arus yang deras dan berlumpur.


    Begitu menerima laporan mengenai musibah ini, Wakil Walikota Maigus Nasir segera meninggalkan kesibukan kantornya dan langsung menuju ke pusat bencana. Tanpa ragu, ia menerobos genangan air setinggi paha, mendatangi warga, dan berdialog langsung di tengah kepungan lumpur.

    Kehadiran Maigus Nasir yang mendadak dan tanpa jarak di lokasi banjir memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi masyarakat.


      "Kehadiran beliau adalah obat bagi kami yang sedang kalut. Kami merasa tidak sendiri. Ini menandakan pemerintah benar-benar hadir, langsung di tengah kesulitan kami," ujar salah seorang warga yang rumahnya terdampak.


    Maigus Nasir memastikan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Kota Padang telah diinstruksikan untuk segera memberikan bantuan darurat, termasuk penyediaan logistik, makanan siap saji, dan posko kesehatan sementara.


    "Kami datang untuk memastikan bahwa seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan secepatnya. Banjir ini perlu penanganan terpadu, dan kami sedang mengkaji upaya jangka panjang agar bencana serupa tidak terulang," tegas Wakil Walikota.


    Aksi cepat tanggap ini tidak hanya mencerminkan komitmen Pemkot Padang dalam penanggulangan bencana, tetapi juga menjadi penawar bagi kecemasan warga Gurun Laweh yang kini mulai membersihkan sisa-sisa lumpur yang dibawa oleh air bah. (And) 

    Dengar Pengumuman dari Masjid, Warga Berhamburan


    Padang - Begitu pengumuman dari masjid, "Ibu-ibu air sungai sudah mulai naik, mari siaga. Amankan barang-barang elektronik dan barang berharga lainnya."

    Pengumuman berulang dua kali. Suara motor segera memekakkan telinga di kawasan Berok Siteba Padang. Orang-orang bersileweran ke dan dari tepi Batang Kuranji. 

    Alhasil, mereka yang keluar menyaksikan air yang meluap dan menggenangi jalan di sekitar Taman Nanggalo. Di beberapa bagian sudah setinggi betis orang dewasa.

    "Uda rumah bagaimana? Air sudah sampai di betis di depan Lapau Taci," Uul menelpon.

    Dia pun melakukan video call memperlihatkan kondisi di sekitar tempatnya berada. Memang air sudah menggenangi gang 2 dan juga sudah masuk ke gang 1 di depan Taman Nanggalo.

    Seketika kepanikan terjadi, mereka yang melihat kondisi air lansung berbalik dan hampir menyerempet mereka yang baru datang. Namun tak ada pertengkaran.

    Terlihat Tim dari Polsek Nanggalo bersiaga.



    Delapan Intake Perumda Air Minum Rusak, 100.000 Pelanggan Air Minum Terdampak

    Padang – Sudah beberapa hari ini warga Padang tidak mendapatkan air bersih. Air bersih yang biasa disuplai Perumda Air Minum Kota Padang terputus. Tak ada air yang keluar dari keran di rumah-rumah pelanggan.

    Masyarakat tentu saja panik. Apa yang terjadi? Sampai kapan air tidak mengalir ke rumah mereka? Banyak kabar bersiliweran terkait hal ini.

    Untuk menenagkan masyarakat, Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton menyampaikan situasi yang harus diketahui oleh masyarakat luas. Pada berbagai kesempatan dia menyampaikan bahwa banjir bandang yang terjadi di Kota Padang menyebabkan intake Perumda Air Minum Kota Padang rusak akibat hujan berkepanjangan selama beberapa hari ini. Disebutkannya, ada delapan intake Perumda AM yang rusak,” jelas Kalaksa BPBD Kota Padang, kepada Diskominfo Padang.

    Hendri mengatakan, akibat rusaknya delapan intake Perumda AM, sebanyak 100.000 pelanggan di Kota Padang ikut merasakan dampaknya. Pelanggan tidak dapat merasakan air bersih.

    “Saat ini pihak Perumda AM sedang mengupayakan agar pasokan air ke rumah-rumah kembali normal,” sebutnya.

    Kondisi ini berlansung seja hujan deras berkepanjangan dari Jumat (21/11/2025). Hujan telah merusakkan intake milik Perumda Air Minum Kota Padang.

    “Air kami mati sejak Selasa (25/11/2025) kemarin,” ungkap Rahmi, seorang warga Siteba Padang, Kamis (27/11/2025).

    Terhentinya distribusi air bersih, membuat warga harus melakukan berbagai upaya guna mendapat suplaiy air bersih. Bahkan menampung air hujan pun mereka lakukan, baik dengan ember dan baskom.

    “Untung ada hujan, kita tampung untuk kebutuhan di rumah,” sebut Jusni, warga Berok Siteba. 

    Bahkan dia juga mengupayakan untuk memperbaiki pompa air yang beberapa waktu belakangan rusak. "Alhamdulillah pompanya bisa diperbaiki lagi, sehingga kami bisa menaikkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari," ungkapnya. (*/Nelvi)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2