• Breaking News

    Adu Argumen Soal Parkir Berujung Pelemparan Batu di Pantai Padang, Ketua DPRD Padang, Muharlion Minta Penertiban Juru Parkir


    Padang- Insiden dugaan pelemparan batu terhadap kendaraan pengunjung terjadi di kawasan Pantai Padang, Jumat (20/2/2026). Peristiwa tersebut dipicu adu argumen antara seorang pengunjung dengan oknum juru parkir saat singgah di tepi pantai.

    Pengunjung bernama Sisca (46) mengaku mobilnya dilempari batu berukuran cukup besar setelah terjadi perdebatan terkait penarikan retribusi parkir. Kejadian itu berlangsung tidak jauh dari posko (Satpol PP) di kawasan itu.

    Sisca menuturkan, awalnya ia hanya berhenti sejenak di pinggir pantai untuk menikmati pemandangan laut bersama anaknya. Setelah turun sebentar, ia kembali masuk ke dalam mobil dan membalas pesan di telepon genggamnya.

    “Saya hanya berhenti sebentar karena anak minta lihat laut, lalu membalas pesan di HP. Tiba-tiba didatangi juru parkir dan diminta bayar. Saya jelaskan cuma singgah sebentar, bukan parkir. Tapi terjadi adu argumen dan saya diminta segera pergi,” ujarnya.

    Menurutnya, juru parkir berdalih bahwa pungutan tetap dilakukan karena ada kewajiban setor ke (Dishub). Setelah percakapan itu berakhir, Sisca mengaku tetap berada di dalam mobil untuk menyelesaikan aktivitasnya.

    Tak lama kemudian, sebuah batu dilempar ke arah mobilnya. Ia mengaku terkejut, sementara anaknya mengalami ketakutan akibat insiden tersebut.

    Merasa terancam, Sisca mendatangi posko Satpol PP terdekat untuk meminta bantuan. Salah seorang petugas Satpol PP di lokasi menyatakan bahwa alasan yang disampaikan oknum juru parkir tersebut tidak tepat dan mengada-ada.

    Petugas juga menegaskan, kehadiran Satpol PP di kawasan wisata itu bertujuan menjaga ketertiban serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan bagi masyarakat dan wisatawan.

    Sisca menekankan bahwa dirinya tidak mempersoalkan kewajiban membayar parkir. Namun, ia menilai aturan harus disosialisasikan secara jelas tanpa disertai tindakan intimidatif.

    “Saya bukan tidak mau bayar. Saya sering bayar parkir, bahkan kadang lebih. Tapi kalau hanya berhenti sebentar di dalam mobil untuk membalas pesan, apakah itu langsung dianggap parkir? Yang saya harapkan aturan jelas dan tidak ada kekerasan,” katanya.

    Ia juga menyayangkan adanya ucapan bernada menyinggung yang dilontarkan oknum tersebut, serta aksi pelemparan batu yang dinilai mencederai rasa aman pengunjung kawasan wisata.

    Menanggapi kejadian itu, Ketua DPRD Kota Padang, , menegaskan bahwa tindakan kekerasan di kawasan wisata tidak dapat dibenarkan dan harus segera ditertibkan.

    “Hal seperti itu tidak bisa dibiarkan. Harus ada penertiban. Untuk biaya parkir memang ada penyetoran ke Dishub, tetapi ada aturan dalam memungut parkir,” tegasnya.

    Muharlion menilai, tindakan anarkis seperti pelemparan batu terhadap kendaraan pengunjung sangat tidak etis dan berpotensi menimbulkan rasa takut bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana Pantai Padang.

    “Kalau sampai terjadi pelemparan batu, ini bisa membuat orang enggan datang. Citra kawasan wisata juga bisa terdampak,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dishub Kota Padang hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.

    Masyarakat berharap pengawasan terhadap aktivitas parkir di kawasan wisata diperketat agar keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga. (putra)

    Satu Tahun Kepemimpinan Fadli-Maigus, Perkuat Sinergi di Acara Buka Bersama

    Padang - Pemerintah Kota Padang gelar Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Padang di gedung Youth Centre Bagindo Aziz Chan, Jumat 20 Februai 2026.  Ratusan orang  hadiar dalam acara yang tutup dengan buka bersama itu.

     

    Pj. Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengatakan acara bertema Satu Tahun Kepemimpinan, Satujuan untuk Kejayaan Kota Padang merupakan momentum untuk menguatkan komitmen dalam. "Ini adalah momentum untuk mewujudkan pembangunan Kota Padang yang unggul dan berkelanjutan," tegasnya. 

     

    Raju mengatakan acara itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Dalam kegiatan ini pemimpin Kota Padang ingin lebih dekat dengan warganya. Mereka ingin mendengarkan aspirasi masyarakat. Keduanya, Fadli dan Maigus berkesempatan memaparkan apa saja yang telah dilakukan sesuai visi dan misi pasangan tersebut. Masyarakat yang hadir diberi waktu untuk menyampaikan pendapat dan harapannya. 

     

    "Kita ingin acara ini menjadikan pertemuan ini hangat dengan diskusi membangun untuk kemajuan kota yang kita cintai. Makanya acara ini diselaraskan dengan buka bersama untuk menambah suasana kekeluargaan," pungkasnya. (zul)

    Okupansi PT KAI Divre II Sumbar Tembus 99 Persen di Libur Imlek 2026

    Padang (sumbarkini.com) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan penumpang yang signifikan selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Hingga Selasa (17/2/2026), tercatat sebanyak 30.896 tiket telah terjual, atau setara dengan 99,2 persen dari total kapasitas yang disediakan.

     

    Menyambut antusiasme masyarakat, KAI Divre II Sumbar tidak hanya fokus pada aspek operasional, tetapi juga menghadirkan kemeriahan khas Imlek di lingkungan stasiun dan kereta api.

     

    Selama periode 14–17 Februari 2026, suasana Stasiun Padang dan rangkaian kereta api tampak berbeda dengan dominasi ornamen merah dan emas. Selain dekorasi, para petugas baris terdepan (frontliner) juga mengenakan pakaian bertema Imlek guna memberikan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi pelanggan.Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyatakan bahwa momentum ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada masyarakat. 

     

    “Kami ingin menghadirkan suasana perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga penuh kehangatan. Melalui pembagian souvenir dan dekorasi khusus, kami berharap pelanggan merasakan kegembiraan Imlek bersama KAI,” ujar Reza.


    Untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang ini, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 112 perjalanan KA lokal. Secara rata-rata, tersedia 7.792 kursi per hari untuk melayani berbagai rute di wilayah Sumatera Barat.


    Melihat tingginya angka okupansi yang hampir menyentuh angka 100 persen, KAI terus mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal.


    Bagi masyarakat yang masih ingin bepergian, KAI menyarankan pemesanan online menggunakan aplikasi access by KAI atau kanal resmi lainnya untuk efisiensi. Nanun PT KAI juga dapat dibeli langsung di loket stasiun mulai tiga jam sebelum keberangkatan. Tiket Go Show itu sangat bergantung pada sisa ketersediaan kursi.


    KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu di tengah tingginya volume penumpang pada musim libur ini. (*)

    Gaspool KJI Sulsel Tancap Program Lima Tahun

    SIDRAP (Sulsel) — Baru sepekan dilantik, mesin organisasi Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan belum dibiarkan dingin. Ketua KJI Sulsel, Edy Basri, langsung tancap gas.


    “Usai pelantikan 14 Februari kemarin, agenda berikutnya adalah rapat kerja (Raker) setelah Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Edy Basri, Kamis, 19 Februari 2026.


    Tidak ada euforia berkepanjangan. Tanpa fase bulan madu organisasi. Hanya ada  konsolidasi cepat.


    Menurut Edy, Raker nanti bukan sekadar formalitas tahunan. Itu akan menjadi peta jalan lima tahun kepengurusan KJI Sulsel periode 2026–2031.


    “Struktur sudah terbentuk. Sekarang waktunya menyusun arah gerak. Kita tidak ingin organisasi ini hanya hidup saat pelantikan,” tegasnya.


    Edy sadar, tantangan organisasi wartawan di era digital tidak ringan. Disrupsi media membuat lanskap berubah drastis. Kecepatan informasi sering mengalahkan akurasi. Monetisasi makin kompetitif. Trust publik naik turun.


    Karena itu, Raker nanti akan difokuskan pada penguatan struktur kabupaten/kota, peningkatan kapasitas anggota, serta positioning KJI Sulsel sebagai organisasi yang adaptif dan relevan.


    “Target kita jelas. Kepengurusan lima tahun ini harus meninggalkan legacy, bukan sekadar laporan kegiatan,” ujarnya.


    Ia juga menyebut, momentum pasca-Lebaran dipilih agar seluruh pengurus bisa hadir dengan energi baru. Ramadan dijadikan ruang refleksi. Setelah itu, eksekusi. Bagi Edi KJI Sulsel ingin bergerak sistematis. Tidak sporadis. Tidak reaktif.


    Dalam pandangan Edy, organisasi profesi hari ini harus punya roadmap. Tanpa itu, ia hanya akan jadi klub diskusi tanpa dampak.


    Raker nanti juga akan membahas ekspansi kepengurusan di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Targetnya, KJI Sulsel tidak berhenti sebagai struktur provinsi, tetapi benar-benar berakar di daerah.


    Kepengurusan 2026–2031 ini, lanjut Edy, diharapkan menjadi fase akselerasi. Fase di mana KJI Sulsel naik kelas—bukan hanya dari sisi struktur, tapi juga kualitas program dan pengaruh kebijakan.


    Dan semua itu akan dimulai dari satu meja Rapat Kerja—usai gema takbir Idul Fitri mereda. (*)

    Suksesi di KI Sumbar, Idham Khalid Gantikan Musfi

    Padang – Terjadi pergantian kepemimpinan di Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat. Komisioner KI Sumbar memilih Idham Khalid sebagai ketua untuk menggantukan Musfi Yendra. Pemilihan dilakukan dalam rapat pleno yang dilaksanakan di Kantor KI Sumbar, Rabu, 18 Februari 2026.

    "Saya menghormati Perki 1/2024 tentang Tata Kelola dan Kelembagaan Informasi yang menyatakan bahwa masa jabatan ketua satu periode, tapi menghargai kesepakatan saat pleno pertama terpilih sebagai ketua KI pada 12 Februari 2024, bahwa setelah 2 tahun dilakukan rotasi komisioner, untuk itu saya mengundurkan diri sebagai ketua," ujar Musfi, Kamis 19 Februari 2026.

    Selanjutnya Musfi mengatakan dia memberi kesempatan kepada komisioner lain untuk sisa 2 tahun masa jabatan. Keputusan ini untuk menjaga agar semua komisioner tetap solid dalam menjalankan tugas hingga sisa masa jabatan.

    “Dengan terpilihnya saudara Idham Fadhli, Insya Allah apa yang sudah saya lakukan dua tahun ini sebagai Ketua KI Sumbar, saya yakin akan dilanjutkan dan disempurnakan, karena 2 tahun ini beliau juga selalu mendampingi saya dalam melakukan berbagai inovasi untuk kemajuan KI Sumbar,” ujar Musfi.

    Selain pemilihan ketua, juga dilakukan pemilihan wakil ketua dan jabatan ketua-ketua bidang. Mona Sisca terpilih sebagai wakil ketua. Kemudian Musfi Yendra sebagai Ketua Bidang PSI, Riswandy Ketua Bidang ESA dan Tanti Endang Lestari Ketua Bidang Kelembagaan. (zul)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2