• Breaking News

    TP PKK Sumbar Semangati Kader untuk Berkoperasi

    Padang (sumbarkini.com) – Kader-kader PKK dari berbagai daerah dimotivasi untuk memperkuat kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) melalui koperasi. Caranya pun unik. Para kader tersebut diminta mensimulasikan proses pembentukan koperasi dalam lomba yang merupakan kerjasama Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Sumbar dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumbar.

    “PKK punya kader-kader yang mempunyai usaha-usaha makanan, kerajinan dan jasa untuk peningkatan kesejahteraan keluarga mereka. Mereka tergabung dalam UP2K dan membuat kita bangga terhadap para kader. Terakhir mereka ditampilkan dalam Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG) tingkat Sumbar beberapa waktu lalu,” ujar Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sumbar, Ny. Wartawati Nasrul Abit saat membuka Lomba Simulasi Pendirian Koperasi, Kamis 27 Juni 2019.

    Perempuan yang akrab disapa Wati  Nasrul Abit ini punya mimpi besar. Usaha para kader yang tergabung dalam UP2K muncul sebagai kekuatan ekonomi keluarga di Sumbar lewat wadah koperasi. Karena dia yakin dengan koperasi yang punya badan hukum bakal lebih mudah menggaet aneka pembinaan dari dinas/badan/lembaga terkait. Dia menegaskan agar kader PKK memilih badan hukum koperasi untuk memperkuat kelembagaan UP2K PKK.

    Diakui Ny. Wati Nasrul Abit, produk dari kelompok UP2K tidak kalah dari segi rasa dan tampilan produk. Hanya sayangnya, dari kemasannya masih banyak yang menggukan bungkus plastik yang diikat dengan karet gelang. “Kemasan yang diikat dengan karet ini membuat harga langsung turun. Ini yang perlu kita perkuat. Jalannya ya dengan meningkatkannya lewat wadah koperasi,” tegasnya.

    Dia menyatakan, demi melihar semangat kader dalam mengikuti simulasi tersebut, Wati Nasrul Abit optimis koperasi-koperasi yang beranggotakan para kader PKK nantinya bakal tumbuh dan berkembang dengan baik di berbagai daerah di Sumbar. “Minimal dalam waktu dekat lahir Koperasi berbasis PKK di 19 kabupaten dan kota. Lalu dilanjutkan di tingkat kecamatan hingga kelurahan/desa/nagari,” katanya menambahkan.

    Dia mengajak kader untuk berterimakasih atas fasilitasi Dinas Koperasi UKM Sumbar. Simulasi Pendirian Koperasi bakal menumbuhkan kesadaran untuk punya wadah usaha bersama yang menerapkan ilmu yang didapat dari simulasi yang mereka lakukan.

    Kepala Dinas Koperasi UKM Sumbar, Zirma Yusri menyambut baik antusiasme kader PKK untuk berkoperasi. Kemampuan mereka mensimulasikan proses pembentukan sebuah koperasi merupakan pembelajaran penting untuk memahamkan semangat dan jiwa koperasi kepada para kader tersebut.

    “Kita gembira melihat semangat Wakil Ketua TP PKK Ny. Wati Nasrul Abit dan para kader PKK dalam kegiatan lomba ini. Lomba perdana ini mendapat sambutan luar biasa. Semoga koperasi di lingkungan TP PKK Sumbar menambah deretan koperasi yang kuat, maju dan mandiri di Sumbar,” ungkap Zirma Yusri.

    Pendirian koperasi di lingkup PKK Sumbar berarti menambah deretan koperasi yang didirikan kaum perempuan yang punya organisasi terstruktur hingga tingkat pusat. Setelah Dekranasda Sumbar, PKK Sumbar diharapkan mampu mendirikan koperasi di kabupaten/kota. Dia menyatakan optimismenya PKK punya koperasi di kelurahan/desa/nagari.

    Zirma menegaskan bahwa koperasi bertujuan memperkuat kelompok UP2K, bukan menghilangkan UP2K. PKK pun jangan khawatir pembinaan bakal diambil alih oleh koperasi. “Koperasi hanya memfasilitasi, melakukan pendampingan, memberdayakan dan mengawasi koperasi. Begitu juga dinas terkait lainnya. Pembinanya tetap PKK kok,” ungkapnya.

    Kabid Perijinan dan pemberdayaan Koperasi Sumbar, Saunida Gusti dan Kasi Perijinan Edwar menyebutkan Lomba Simulasi Pendirian Koperasi ini berlangsung tiga hari, mulai dari 27 Juni 2019 hingga 29 Juni 2019. Lomba yang juga rangkaian HKG PKK ke-47 ini diikuti UP2K dari 14 kabupaten/kota.

    “Hari pertama ini perlombaan menampilkan kebolehan kader PKK Kota Padang Panjang, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman dan Tanah Datar. Mereka diberi waktu selama 30 menit,” ujar Saunida Gusti. (*)

    Tidak ada komentar

    Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2