Header Ads

  • Breaking News

    Hubungkan Sumbar-Riau, Proyek Tol Dharmasraya–Rengat Direncanakan Membentang 154 Kilometer

    DHARMASRAYA — Proyek strategis nasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) berpotensi kuat melintasi wilayah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Berdasarkan dokumen peta perencanaan terbaru yang dirilis oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), ruas Tol Dharmasraya direncanakan akan membentang sepanjang 154 kilometer hingga terhubung menuju Rengat, Provinsi Riau.

    Langkah ini menjadi babak baru bagi konektivitas di koridor tengah Sumatera. Proyek ini diproyeksikan menjadi urat nadi logistik baru yang memangkas jarak tempuh antarprovinsi secara signifikan.

    Membedah Trase dan Rute Perencanaan

    Berdasarkan blueprint perencanaan teknis, titik awal (interchange) Tol Dharmasraya ini dirancang mulai dari Kecamatan Koto Baru, Dharmasraya. Jalur bebas hambatan ini kemudian ditarik menuju arah timur dan akan terintegrasi langsung dengan junction Tol Rengat.

    Menariknya, dokumen peta menunjukkan bahwa trase tol tersebut dibuat sedikit melengkung ke arah timur guna mendekati kawasan Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Desain jalur ini dinilai sangat strategis karena berpotensi membuka keran aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi baru bagi wilayah Kuansing di masa depan.

    Selanjutnya, jalur tol akan merambah ke utara melewati Kecamatan Peranap dan Belilas di Kabupaten Indragiri Hulu, sebelum akhirnya menyatu sempurna dengan ruas utama Tol Rengat–Jambi.

    Dampak Strategis bagi Koridor Sumatera

    Jika proyek sirip (feeder) tol ini berhasil direalisasikan, Tol Dharmasraya akan memegang peran krusial dalam peta transportasi regional. Jalur ini akan menjadi interkoneksi utama yang menghubungkan:

    • Sumatera Barat (via Dharmasraya)
    • Riau dan Jambi
    • Jaringan Utama JTTS (membuka akses langsung menuju Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Selatan, hingga Lampung).

    Catatan Historis: Usulan pembangunan tol penunjang ini bukanlah hal baru. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tercatat telah menginisiasi dan konsisten mendorong Kementerian PUPR sejak tahun 2021 agar jaringan Tol Trans Sumatera dapat mengakomodasi jalur ekonomi di kawasan Dharmasraya dan sekitarnya.

    Kehadiran jalan tol ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga mampu menekan biaya logistik komoditas unggulan daerah, seperti kelapa sawit dan karet, yang menjadi pilar ekonomi di perbatasan Sumatera Barat dan Riau. (Febri Rajomudo


    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad