• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label peternakan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label peternakan. Tampilkan semua postingan

    Tata Aktifitas Peternakan Untuk Majukan Ekonomi Masyarakat

    Payakumbuh (sumbarkini.com) - SWakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit melakukan peninjauan lokasi Peternak Ayam Edvam yang dikelola oleh Jhon Edi di Jorong Gelugus Kenagarian Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (21/7/2020).

    Nasrul Abit mengungkapkan bahwa Jhon Edi mempunyai 100 ribu ekor ayam, 90 persen menghasilkan telur. Ini adalah suatu potensi yang luar biasa karena kabupaten Limapuluh Kota sekarang ada 6 juta ayam diperkirakan uangnya berputar disektor perternakan tersebut adalah 30 miliyar.

    "Untuk itu tentu kita perlu menunjang dari pada sarana infrastuktur karena jalan-jalan yang mengarah kesini jelek, ini yang pertama perlu diperhatikan, karena mereka pengusaha pribumi asli di Nagari Sungai Talang yang perlu jadi perhatian bersama," ujar Nasrul Abit.

    Selanjutnya Nasrul mengatakan ini perlu tata ruang tersendiri karena lokasi ini sudah jauh dari kampung perumahan penduduk dan dikawatirkan sewaktu-waktu masyarakat kekurangan lahan sehingga mendesak ke daerah ini.

    Jadi untuk keamanan dan kesehatan masyarakat juga perlu ditata ruang khusus terutama di kabupaten Limapuluh Kota  agar dapat berkembang dengan cara dibuat tata ruang tersendiri.

    "Dan secara ekonomi ini sangat menguntungkan peternak karena ada perputaran uang sehingga tentu akan ada multiefek kepada masyarakat," katanya

    Wagub Sumbar itu juga katakan, peternakan ayam ini adalah salah satu alternatif untuk dikembangkan di kota kabupaten lain terutama daerah-daerah yang ekonominya masih belum kuat atau yang kurang mampu terutama daerah miskin.

    Peternakan ayam ini potensi yang perlu digarap adalah penanaman jagung karena lahan-lahan tidur sekarang harus dimanfaatkan untuk menanam jagung, karena kebutuhan jagung akan pakan ternak saja 450 Ton perhari di daerah ini.

    "Untuk itu semua lahan-lahan tidur yang ada disumatera barat ini segera kita bangkit dan kita pulihkan ekonominya dalam pasca Covid-19 ini. dengan cara menanam jagung karena kebutuhan jagung luar biasa, sebagai pakan ternak dan kebutuhan lainnya yang bisa dimanfaatkan," ajaknya Nasrul Abit.

    Nasrul Abit ingatkan masyarakat juga bisa memanfatkan lahan kosong untuk menanam jagung untuk pakan ternak ayam petelur, karena bisnis peternak ayam layer atau petelur yang dinilai memiliki prospek bagus.

    Beternak ayam petelur memiliki beberapa keunggulan dibandingkan ayam pedaging, yaitu dalam hal memberikan pendapatan yang lebih stabil dan masa produktif yang lebih lama. Ayam petelur cenderung memberikan pendapatan yang lebih stabil karena telur bisa dihasilkan setiap hari.

    "Untuk itu masyarakat bisa memanfatkan lahan kosong untuk menanam jagung untuk pakan ternak ayam petelur, Yang bisa kita tanam kita pelihara dan bisa untuk meningkatkan ekonomi, sehingga kita segera keluar dari pasca covid-19 yang sangat menderita masyarakat dibidang ekonomi,"imbuh Nasrul Abit.

    Jhon Edi juga mengungkapkan rasa senang dan bangganya akan kunjungan Nasrul Abit kelokasi usaha ternaknya walaupun kondisi jalan yang jelek.

    "Walaupun jauh dari perkampungan dan jalan yang kurang baik pak Nasrul Abit tak egan sedìkitpun mengunjungi kami. Semoga kunjungan beliau memberikan kebaikan bagi kami dan kebaikan juga bagi kemajuan pembangunan Sumatera Barat ke depan," sebutnya bangga.

    (Biro Humas Setda Prov. Sumbar)

    Gubernur Sumbar Resmikan Perternakan Sapi Moosa Edufarm

    SOLOK (sumbarkini.com) -- Kebutuhan akan daging sapi di Sumatera Barat (Sumbar) sangat besar. Hampir semua masyarakat Sumbar mengkomsumsi daging. Untuk memenuhi kebutuhan daging ini dipasaran biasa. Peluang inilah yang diincar PT Moosa Genetika Farmindo (Moosa Farm).

    "Orang Sumbar terkenal dengan komsumsi daging sapi, makanya daerah kita dikenal dengan Rendang," ucap Irwan Prayitno saat memberi sambutan pada acara peresmian peternakan sapi Moosa Edufarm Solok, Selasa (21/7/2020).

    Kebudayaan masyarakat tradisional di Minangkabau lebih mengenal makan daging ketiban minum susu. Selain perhelatan adat, rendang menjadi sajian utama dalam tradisi keagamaan. Setiap menjelang Ramadhan, orang Minang berlomba-lomba membeli daging untuk membuat rendang.

    Selain itu Gubernur Irwan Prayitno mengatakan pemerintah menaruh perhatian kepada investor untuk membangun kebutuhan masyarakat, seperti daging dan susu.

    "Pemerintah Pemprov Sumbar memberikan apresiasi kepada pengusaha Dr. Ivan Rizal Sini Direktur Utama Moosa Edufarm yang mau berinvestasi membangun peternakan sapi di lokasi dengan pemandangan alam yang indah di daerah pedalaman tepatnya di Alahan Panjang, Kabupaten Solok," kata gubernur Sumbar.

    "Kita bersyukur karena seorang dr. Ivan Rizal Sini ahli bayi tabung terkemuka yang juga seorang pengusaha ternama di industri kesehatan dan bioscience, melakukan inovasi dengan mendirikan Moosa Farm seluas 28 hektar disini," imbuhnya.

    Irwan Prayitno mengatakan, perternakan sapi itu bisa peningkatan populasi ini juga dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan dari daging impor dan sekaligus mendukung Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia.

    "Untuk mensukseskannya, maka kita perlu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dan peran aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat," kata Irwan.

    Pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, utamanya produksi daging sapi, semakin tinggi. Oleh karena itu, salah satu cara yang ditempuh untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di Sumbar dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya.

    Sementara itu, Dirut Moosa Edufarm Dr. Ivan Rizal Sini merupakan grup bisnis yang mengelola jaringan RS Bunda ini menyebutkan ketertarikan berkontribusi di Solok, karena daerahnya ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut, merupakan tempat yang ideal untuk resipien sapi susu dan sapi Wagyu yang membutuhkan udara dingin.

    Peternakan ini mengombinasikan teknologi termutakhir dalam industri perkembangbiakan, MOET (Multiple Ovulation Embryo Transfer) dan Genetic Screening. Teknologi tersebut memberikan tingkat kehamilan yang lebih tinggi dari donor pilihan (sperma dan telur) yang memberikan keturunan dengan kualitas tertinggi.

    "Lokasi peternakan ini memang sudah diperhitungkan. Kami akan mengembangkan pembibitan sapi Wagyu dengan Program Bayi Tabung. Mudah-mudahan program MOET berhasil disini," ungkapnya.

    Program MOET merupakan teknologi yang paling canggih dalam program perkembang biakan sapi, dengan memilih sapi terbaik secara fisik dan genetik. Sementara untuk di daerah Sungkai, Padang yang luasnya 10 hektar, merupakan lahan peternakan ideal untuk penggemukan dan pembibitan sapi lokal.

    "Metode ini terbukti berhasil dalam di berbagai negara terutama untuk mengembangkan ternak premium, untuk itu kami perlu dukungan pemerintah dan masyarakat Sumbar," ujarnya. (zrd)

    Livestock Expo dan Kontes Ternak 2019 di Kota Padang pada 26 – 28 Juni kemarin, Sijunjung Raih Banyak Prestasi.


    SIJUNJUNG, (Sumbarkini.com) - Sejumlah prestasi atau juara berhasil disabet Kabupaten Sijunjung diajang Livestock Expo dan kontes ternak 2019 di Kota Padang pada 26 – 28 Juni kemarin.
    Seperti kontes ternak, Sijunjung berhasil menyabet tiga juara, yakni juara I kategori Sapi Bali jantan, juara II kategori Sapi Bali Betina dan juara III kategori Sapi Simental betina.

    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Ir.Ronaldi mengatakan, selain prestasi itu, Kabupaten Sijunjung juga berhasil merebut juara pada livestock expo dan kontes ternak.

    Diantaranya, juara I asah trampil, juara I lomba senam kelompok putri, juara I solosong putri, juara I lomba memasak, juara II solosong putra, juara II baju kurung basiba, juara II senam putra dan juara III lomba cerdas tangkas.

    Tak hanya itu, beberapa prestasi dan juara lainnya, juga berhasil direbut perwakilan Kabupaten Sijunjung, yakni   juara I lomba pacu belut, juara I masukan pena, juara I tarik tambang, juara III terompa panjang dan juara II lomba stand pameran.

    “Alhamdulillah, Sijunjung berhasil menyabet sejumlah juara pada livestock expo dan kontes di Kota padang," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Ronaldi via WhatsApp kepada, Senin (1/7).-(zet)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2