• Breaking News

    Kejaksaan Negeri Sijunjung Adakan Program " Jaksa Mengajar" di SMAN 1 Sijunjung.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Kejaksaan Negeri Sijunjung Adakan kegiatan Program "Jaksa Mengajar". Kegiatan ini dilaksaakan di SMAN 1 Sijunjung selama 6 kali pertemuan dalam semester I tahun 2025/2026,

    Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung Rina Idawani, SH, CN, MM, mengatakan Jaksa Mengajar sejatinya adalah sedekah mengajar yang diberikan oleh Jaksa kepada generasi muda secara cuma-cuma.

    Dalam pelaksanaannya, Jaksa akan mendatangi sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program untuk memberikan pendidikan hukum serta wawasan kebangsaan secara langsung.

    Program ini dilakukan sebagai jam pelajaran tambahan kepada peserta didik, sehingga tidak menganggu proses belajar-mengajar formal yang ada di setiap di sekolah.

    "Insya Allah, mulai pagi ini sampai November 2025 para jaksa akan masuk kelas di SMAN 1 Sijunjung untuk mengajar persoalan hukum, terkait dengan persoalan para siswa-siswi sendiri," ujar Rina Idawani.

    Hal ini disampaikan oleh Kajari Sijunjung, Rina Idawani saat menjadi pembina upacara bendera di Halaman SMAN 1 Sijunjung yang diikuti oleh seluruh siswa/siswi SMAN 1 Sijunjung dan majelis guru.

    "Ada sebanyak 8 jaksa dan calon jaksa dari Kejaksaan Negeri Sijunjung masuk kelas XI yang nantinya akan menyampaikan materi terkait dengan tugas dan fungsi jaksa,"ujar Rina yang dikesempatan itu juga didampingi Kasi Intel, Dian Affandi Panjaitan dan beberapa pejabat Kasi serta beberapa orang calon para jaksa dilingkungan Kejaksaan Negeri Sijunjung

    Kajari Rina Idawani menegaskan bahwa dalam penanganan perkara, Kejaksan seringkali menemui masalah penyalahgunaan narkoba, bulying, dalam penggunaan media sosial,  khususnya dalam ITE, itu sering terjadi tindak pidana yang  ujungnya sampai ke pengadilan.

    "Semoga anak-anakku di SMA Negeri 1 Sijunjung tidak ada yang terlibat, atau terindikasi melakukan tindak pidana, narkoba, tindak pidana bullying ataupun tindak pidana pornografi ITE lainnya, bila kalian semua, tersandung hukum tersebut, ancamannya cukup tinggi juga mencapai 4 tahun tuntutan penjara, meskipun hukuman untuk anak anak separuh dari tuntutan orang dewasa," ungkapnya.

    Kajari Rina juga mengatakan, jika ditemukan ada penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pengguna, kurir atau perantara, tindak pidana bullying, diharapkan korban harus berani lapor, sampaikan apa yang terjadi dan apa yang menimpa dirinya, sehingga pihak guru atau pihak terkait lainnya bisa menindak lanjutinya.

    Terkait masalah media sosial melalui handphone, Kajari Rina Idawani berpesan kepada siswa dan siswi SMAN 1 Sijunjung agar harus bijak dalam menggunakan handphone.

    "Dicek dulu apapun isi media sosialnya, kalau dahulu ada filosofi "mulutmu harimau" kalau sekarang adalah "jarimu harimaumu"  artinya berhati-hati dalam bermedia sosial, hanya sedikit saja candaannya, bisa menjadi tindak pidana serius, seperti melakukan pencemaran nama baik,  bisa menyebarkan berita hoax ataupun yang lainnya, " pesan Rina Idawani.

    Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sijunjung, Hasmi Gustin Rosa, S,Pd, M.Si didampingi Ketua PPID, Devika Rahmi mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Kejaksaan Negeri Sijunjung untuk program "Jaksa Mengajar" di SMAN 1 Sijunjung dan Kajari Sijunjung, Buk Rina Idawani sabagai pembina upacara bendera pagi ini.

    "Dengan kehadiran kejaksaan di SMAN 1 Sijunjung ini, para siswa-siswi kita semakin tahu dengan seluk beluk hukum dan mengerti akibat dari pelanggaran hukum itu sendiri," ucapnya.

    Kegiatan ini lanjut Gustin dimulai hari ini,  selama semester I tahun pelajaran 2025/2026 di SMAN 1 Sijunjung atau satu JP pada setiap hari Senin, minggu ketiga setiap bulannya sampai dengan bulan November 2025 mendatang. (Andri/ Herman)

    HUT LPM ke-25, DPD LPM Kota Pekanbaru Gelar Bakti Sosial Donor Darah.

    PEKANBARU (Sumbarkini.com) - Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat LPM Kota Pekanbaru menggelar aksi bakti sosial donor darah Dalam rangka memperingati HUT LPM Republik Indonesia ke 25 Tahun 2025, kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan PMI Kota Pekanbaru, pada hari Sabtu (26/7/2024) di Jalan Kuras, Kampung Baru Senapelan Pekanbaru.

    Ketua DPD LPM Pekanbaru Sarjoko, SE yang didampingi Sekretaris Alizar, SE dan seluruh unsur Panitia dan Pengurus serta Keluarga Besar LPM Kota Pekanbaru, menyampaikan bahwa kita menargetkan, kegiatan donor darah ini bisa diikuti oleh 300 orang. Ia berharap, dengan donor darah ini dapat membantu masyarakat Pekanbaru khususnya yang membutuhkan, karena setetes darah kita sangat berati bagi yang membutuhkan, " Setetes Darah Bisa menyelamatkan 1 nyawa "

    Menurutnya, donor darah tidak hanya sekedar membantu masyarakat yang membutuhkan darah tapi juga sangat menyehatkan bagi pendonor, dan tidak kalah penting bakti sosial ini merupakan perwujudan penting dari sebuah pemberdayaan masyarakat, nilai kegonto royongan yang harus selalu kita pupuk ditengah - tengah kehidupan kita, ujar Koh Asun sapaan akrab Sarjoko.

    Selain itu, bagi peserta yang ikut mendonorkan darahnya, DPD LPM Pekanbaru sudah menyiapkan bingkisan. Bingkisan itu diberikan setelah peserta berhasil melaksanakan donor darah.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP LPM RI, Chairil Idham Dalimunthe, saat menghadiri pelaksanaan Donor Darah mengaku sangat mengapresiasi aksi sosial donor darah yang dilaksanakan oleh LPM Kota Pekanbaru.

    Dijelaskan dia, sebagaimana diketahui, DPD LPM Kota Pekanbaru sangat aktif menggelar berbagai kegiatan seperti hari ini bakti sosial untuk kemanusiaan donor darah. Kegiatan ini tentunya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Pekanbaru untuk memenuhi kebutuhan darah bagi mereka yang memerlukan.

    ''Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terus berupaya menegakkan aksi kemanusiaan dengan mendonorkan darah ini, termasuk kepada para peserta donor darah. Setetes darah yang diberikan sangat berarti untuk menyelamatkan sesama,'' kata sekjen DPP LPM Republik Indonesia CH Idham Dalimunthe

    Seperti diketahui Selain melakukan kegiatan donor darah juga dilaksanakan pemeriksaan gula darah dan konsultasi tentang diabetes militus kepada seluruh peserta dan Masyarakat yang hadir oleh PMI Kota Pekanbaru dan Petugas dari RS Awal Bros Pekanbaru.

    Acara akan dilanjutkan dikediaman Sarjoko nanti malam yaitu acara syukuran HUT LPM ke-25 sekaligus yang di meriahkan langsung oleh Alfin Habib D'Academy 5. (Rizky)

    Bangga! Bupati Sijunjung Benny Dwifa Ditunjuk Jadi Komandan Upacara Kelulusan Praja di IPDN. Presiden RI Prabowo Subianto Selaku Inspektur Upacara.

    SIJUNJUNG, (Sumbarkini.com) - Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir ditunjuk menjadi komandan upacara pada Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII tahun 2025, di Kampus Jatinangor. 

    Upacara pelantikan praja muda lulusan IPDN tahun 2025 itu digelar pada Senin (28/7), dan dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara serta diikuti oleh gubernur, bupati dan walikota seluruh Indonesia.

    "Alhamdulillah, ini menjadi sebuah kehormatan, khususnya bagi kita Kabupaten Sijunjung. Tentunya menjadi gezah yang luar biasa bagi kami di kalangan alumni. Karena ini dipilih dengan ketentuan dan penilaian," tutur Benny yang juga Wasekjen Apkasi.

    Bupati Sijunjung ditunjuk sebagai Komandan Upacara bukan tanpa alasan. Benny merupakan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan yang saat ini sedang menjabat sebagai kepala daerah. Memiliki postur fisik yang memadai, sebagai kepala daerah termuda di kalangan purna praja dan dinilai berprestasi.

    Dr.(Cand) Benny Dwifa Yuswir, S.STP. M.Si merupakan Angkatan XVI Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Menyelesaikan pendidikan selama empat tahun, pria kelahiran 13 Januari 1986 itu lulus dari IPDN tahun 2008. 

    Tak sampai di sana, Benny melanjutkan pendidikan S2 di Institut Ilmu Pemerintahan di Jakarta pada tahun 2009 dan menamatkan pendidikan pada tahun 2011. Dan kini sedang menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Negeri Padang (UNP).

    Saat menjadi seorang birokrat, Benny Dwifa pernah menjadi kepala dinas termuda se-Indonesia saat menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Sijunjung, hingga kemudian menjabat Kepala BAPPPEDA Sijunjung sebelum masuk ke ranah politik.

    Dengan membekali ilmu pengetahun di pemerintahan, tempaan di IPDN mengawali perjuangan anak dari pasangan Yuswir Arifin dan Endra Noflinda untuk masuk ke politik hingga sukses menjabat Bupati Sijunjung dua periode (hingga 2030).

    "Selain mengharumkan nama Sijunjung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kementrian, semoga kehormatan ini juga memberikan dampak positif untuk kemajuan pembangunan Sijunjung," harapnya.

    Sejumlah alumni IPDN yang mendampingi Bupati Sijunjung menjadi komandan upacara diantaranya, Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Sijunjung, David Rinaldo angkatan XV, Khamsiardi Kepala BAPPPEDA Sijunjung angkatan XIV, Harry Oscar Kadis Kesehatan Sijunjung angkatan XV, Khaidir Ali Daulay Kabid di BKAD Sijunjung angkatan XXIII dan Masgar angkatan XXIX.

    Dikatakan David Rinaldo, dipilih sebagai komandan upacara pada pelantikan kelulusan praja muda merupakan suata kehormatan dan kebanggaan di kalangan alumni.

    "Karena hanya sebagian kecil dari alumni yang bisa mendapatkannya. Bahkan di Sumbar, baru Bupati Sijunjung yang pertama kali. Pastinya menjadi kehormatan karena bisa terpilih," ungkapnya.

    Rangkaian gladi digelar sejak Jumat kemarin, dan pada gladi bersih disaksikan langsung oleh Mendagri bersama Sekjen dan seluruh Dirjen. "Semoga pelaksanaan upacara pada Senin (28/7) berjalan sukses dan lancar," harapnya yang kini mendampingi Bupati Sijunjung di Kampus IPDN, Jatinangor. (*)

    Ketua Bapemperda DPRD Sumbar, Muhammad Yasin Serap Aspirasi Warga Punggung Kasiak Saat Reses di Padang Pariaman

    Padang Pariaman (Sumbarkini.com)- Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Yasin, STP, menggelar kegiatan Reses Dalam Rangka Jemput Aspirasi di Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (26/7/2025).

    Kegiatan reses yang dihadiri lebih dari 100 warga tersebut menjadi momentum strategis untuk menyerap langsung kebutuhan dan harapan masyarakat setempat.

    Turut hadir dalam kegiatan itu, Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman Sutan Deddy Firmansyah, ST, tokoh masyarakat Lubuk Alung H. Darmon, S.Ag., MM, serta Ketua Bamus Nagari Punggung Kasiak Algesri. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap sinergi lintas lembaga dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

    Dalam sambutannya, Ketua Bamus Algesri mendorong warga yang hadir agar tidak ragu menyampaikan langsung berbagai aspirasi kepada Anggota DPRD Sumbar Muhammad Yasin. Ia menegaskan pentingnya peran wakil rakyat di provinsi dalam mendorong kemajuan daerah.

    Senada dengan itu, tokoh masyarakat H. Darmon berharap kehadiran Muhammad Yasin mampu menjembatani berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya di Nagari Punggung Kasiak dan Kecamatan Lubuk Alung secara umum.

    Hal serupa juga disampaikan Sutan Deddy Firmansyah yang berharap adanya kolaborasi nyata antara DPRD provinsi dan kabupaten demi pembangunan yang merata.

    Menanggapi hal tersebut, Muhammad Yasin yang juga Anggota Komisi II DPRD Sumbar menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan semua pihak. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat merupakan fondasi utama dalam memperjuangkan kebijakan dan program di tingkat provinsi.

    Dalam sesi dialog, sejumlah aspirasi mengemuka, antara lain keluhan mahalnya harga pupuk, kebutuhan perbaikan infrastruktur seperti jembatan ambruk di kawasan Sikabu yang sangat vital bagi mobilitas warga dan ekonomi petani, serta permintaan penguatan fasilitas majelis ta’lim.

    Warga juga menyuarakan perhatian terhadap guru mengaji yang dinilai kurang mendapat perhatian dari pemerintah, serta aspirasi untuk menyediakan sarana pembinaan generasi muda agar tidak terjerumus pada hal negatif.

    Sebagai wakil rakyat dari Fraksi PKS, Muhammad Yasin menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dan memperjuangkannya melalui jalur legislatif. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan antara masyarakat dan wakilnya di DPRD guna mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran.(*)

    Irsyad Syafar Serap Aspirasi Masyarakat Simalanggang: Soroti Pendidikan dan Penyakit Sosial


    Lima Puluh Kota (Sumbarkini.com)- Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irsyad Syafar, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses perseorangan masa sidang ketiga tahun 2025-2026 yang digelar di SD IT AR Risalah, Nagari Simalanggang, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Sabtu (26/7/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menjalin komunikasi langsung antara wakil rakyat dengan konstituen.

    Dalam pertemuan yang dihadiri tokoh masyarakat, wali murid, tenaga pendidik, serta perwakilan nagari, sejumlah isu strategis mencuat. Fokus utama aspirasi warga berkisar pada peningkatan mutu pendidikan dan kekhawatiran terhadap maraknya penyakit masyarakat, seperti judi dan pergaulan menyimpang di kalangan generasi muda.

    Kepala Sekolah SD IT AR Risalah, Fauzul Azim, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Irsyad Syafar atas perhatian dan dukungannya terhadap fasilitas pendidikan, khususnya pembangunan jalan lingkungan (rabatan beton) menuju sekolah yang telah diusulkan dan akan direalisasikan tahun ini. Ia juga berharap dukungan berkelanjutan dari DPRD dalam peningkatan sarana dan program pendidikan.

    Tokoh masyarakat Eddi Rusydi menyoroti pentingnya dukungan konkret dari anggota dewan untuk mendorong kemajuan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat Nagari Simalanggang. Senada dengan itu, Sri Melta menanyakan akses beasiswa bagi siswa berprestasi namun berasal dari keluarga kurang mampu.

    Tak hanya soal pendidikan, sejumlah warga juga mengangkat persoalan sosial. Muhammad Ger menyoroti meningkatnya kasus judi, penyimpangan perilaku remaja, dan lemahnya pengawasan sosial. Ia berharap DPRD Sumbar dan pemerintah hadir dengan regulasi dan edukasi yang menyentuh akar permasalahan.

    Aspirasi lain datang dari Buk Ade yang mengkritisi pelaksanaan pendidikan seni tari di sekolah yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai syariat. Ia meminta agar kurikulum pendidikan tetap menjunjung tinggi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, sebagai identitas budaya Minangkabau.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Irsyad Syafar menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti segala masukan sesuai kewenangan yang dimiliki DPRD Provinsi Sumatera Barat. Ia juga mendorong masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun nagari, terutama melalui penguatan pendidikan karakter dan nilai moral.

    “Sekolah rakyat harus menjadi benteng akhlak dan intelektual anak-anak kita. Sementara itu, penyakit masyarakat harus kita lawan bersama melalui penguatan keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial,” tegas Irsyad.

    Ia juga membuka ruang konsultasi terbuka bagi masyarakat di luar masa reses, guna menampung aspirasi secara kolektif dan terarah untuk perencanaan pembangunan yang lebih efektif.(*)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2