• Breaking News

    ‎Ditinjau Siang, Sore Dikerjakan: Laporan Annisa Direspon Cepat Balai Jalan Nasional

    Pulau Punjung  (Sumbarkini.com) -  Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, meninjau sejumlah titik kerusakan jalan nasional di wilayah Kecamatan Pulau Punjung, Selasa 5 Agustus 2025.

    ‎Kerusakan tersebut mengganggu arus kendaraan di jalur utama Lintas Sumatera dan membahayakan pengguna jalan.

    ‎Titik paling parah berada di depan Wisma Agung dengan panjang kerusakan mencapai sekitar 30 meter.

    ‎Beberapa kendaraan dilaporkan rusak akibat terperosok di jalan berlubang yang belum diperbaiki.

    ‎Annisa langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum menyusun proposal ke Kementerian PUPR untuk penanganan segera.

    ‎Tanpa menunggu usulan rampung, Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Sumatera V langsung mengerjakan perbaikan di sore hari.

    ‎Ruas jalan yang dikerjakan pertama kali berada tepat di depan Wisma Agung, titik kerusakan terparah.

    ‎Respons cepat ini diapresiasi oleh Pemkab Dharmasraya dan masyarakat pengguna jalan nasional.

    ‎Annisa juga menyoroti pentingnya pengawasan bangunan di sepanjang jalan nasional.

    ‎Ia menyebut banyak bangunan berdiri terlalu dekat badan jalan dan menutup saluran drainase.

    ‎Ia menyebut, pendirian bangunan di daerah aliran air juga memperparah kondisi jalan.

    ‎Ia mengingatkan agar tidak ada lagi penutupan drainase dengan material bangunan atau timbunan tanah.

    ‎Selain di depan Wisma Agung, kerusakan sedang hingga berat juga ditemukan di beberapa titik lain.

    ‎Beberapa titik itu antara lain depan Apotek Ridho, APBU Rika, dan kantor Kejaksaan Pulau Punjung.

    ‎Kerusakan juga terjadi di depan Aur Duri, WR Mart, dealer Honda, dan simpang perumahan Rangkiang.

    ‎Titik lainnya berada di depan simpang Silago dan kawasan Kampus Unand Dharmasraya.

    ‎Bupati menegaskan bahwa jalan nasional merupakan tanggung jawab pemerintah pusat melalui Balai Jalan Nasional Wilayah V.

    ‎Namun demikian, pemda tetap bertanggung jawab dalam mengoordinasikan pelaporan kondisi lapangan kepada pihak balai.

    ‎“Jalan nasional memang bukan kewenangan langsung daerah, tapi kami tidak bisa berpangku tangan,” kata Annisa.

    ‎Ia memastikan koordinasi teknis antara Pemkab dan Balai terus dilakukan untuk menjaga fungsionalitas jalan nasional.

    ‎Annisa juga mengajak warga ikut menjaga fungsi saluran dengan tidak menutup drainase di sepanjang badan jalan. (Dodon)

    Bupati Sijunjung Terima Sertifikat Dua Karya Budaya "Baombai dan Bakpo Nan Saraf Yang Ditetapkan Menteri Kebudayaan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Dua karya budaya dari Kabupaten Sijunjung, yaitu Tari Baombai dan Bakpo Nan Saraf resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia dari Kementerian Kebudayaan.

    Pengakuan sebagai WBTB dari kedua tradisi "Tari Baombai dan Bakpo Nan Saraf" itu, ditandai dengan penyerahan Sertifikat Ketetapan Menteri Kebudayaan yang diserahkan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, S.IP dan diterima Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir  S.STP, M.Si pada saat Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat di Aula Gebernuran Sumatera Barat, Selasa 5 Agustus 2025.

    "Berarti saat ini Kabupaten Sijunjung telah memiliki 7 (tujuh) WBTB yang sudah disertifikatkan," ujar Bupati Benny Dwifa setelah acara penyerahan sertifikat tersebut.

    Bupati Benny Dwifa menyebutkan, sejatinya berbudaya bukan hanya perkara seberapa banyak Nilai Budaya dan Cagar Budaya yang dapat dilestarikan. Tetapi, nilai budaya yang ada, bisa dilestarikan dan menjadi warisan generasi mendatang.

    "Berbudaya sejatinya itu, bagaimana kita memastikan anak cucu nanti, bisa memahami dengan sesungguhnya arti keberadaannya di hadapan Sang Pencipta," ucap Benny.

    Ia menyampaikan rasa syukurnya atas penetapan ini dan berharap agar generasi muda Kabupaten Sijunjung dapat terus melestarikan warisan budaya tersebut.

    “Ini adalah pengakuan atas kerja keras kita semua. Semoga budaya kita terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. Untuk itu sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan penetapan karya budaya ini,” ujar Bupati Benny Dwifa

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, Puji Basuki, SP. MMa melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Abdul Gafar Indra,S.Pd MM, didampingi PPTK Cagar Budaya, Wiwit Arianita,M,Pd menjelaskan, dari empat karya budaya yang diusulkan, dua di antaranya berhasil direkomendasikan untuk ditetapkan sebagai WBTb Indonesia tahun 2024.

    "Karya budaya yang mendapat penetapan adalah Baombai (Nagari Padang Laweh) dan Bakpo Nan Saraf (Nagari Sijunjung) sementara dua usulan lainnya yaitu Godok Obui (Lubuk Tarok), dan Randang Bilalang (Nagari Kumanis) belum berhasil mendapatkan rekomendasi untuk ditetapkan sebagai WBTb,” ujar Abdul Gafar Indra.

    Keberhasilan ini lanjut Abdul Gafar tidak terlepas dari dedikasi para maestro yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. 

    Baombai ini menceritakan tentang proses atau tahapan kegiatan bertani mulai dari pengolahan tanah sampai panen. Tari Baombai kerap kali ditampilkan dalam keigiatan-kegiatan seni pertunjukkan, baik dalam kegiatan yang diadakan pemerintah daerah maupun festival budaya. Ba Ombai ini sendiri dilestarikan oleh maestro Gusnimar dan Nurtini di Jorong Koto, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII.

    Sementara itu, Bakpo Nan Saraf  merupakan sebuah kegiatan dalam konteks pengajian kitab disalah satu surau di Sijunjung. Bakpo Nan Saraf merupakan warisan intelektual dari masa silam surau. Bakpo Nan Saraf ini dilestarikan di Surau Simauang oleh Alfitmon Malin Bandaro di Nagari Sijunjuang, Kecamatan Sijunjung.

    Abdul Gafar berharap penetapan dua karya budaya ini akan semakin memotivasi masyarakat Kabupaten Sijunjung untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya, serta memperkuat identitas budaya Kabupaten Sijunjung di tingkat nasional.

    “Dengan telah ditetapkannya dua karya budaya ini, berarti telah menambah deretan karya budaya Kabupaten Sijunjung menjadi 7 (Tujuh) yang tercatat di WBTb. Yang sebelumnya telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak benda adalah Talempong Unggan (Unggan), Tari Tanduk ( Lubuk Tarok), Marosok (Palangki), Bakaua Adat (Nagari Sijunjung), dan Batobo Konsi (Sijunjung), serta saat ini bertambah 2 lagi, yaitu Bakpo Nan Saraf (Sijunjung), dan Ba Ombai (Padang Laweh),"lanjutnya. (Andri) 

    UNP Beli Tanah, Berpotensi Buang Uang Negara Milyaran Rupiah?

    Padang – Universitas Negeri Padang sepertinya tidak membayangkan penugasan yang diberikan kepada Notaris/PPAT Feby Faldo, SH. M.Kn akan berbuntut panjang. Alih-alih mendapatkan tanah di Jalan Sungai Balik, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Malah UNP berpotensi merugikan keuangan negara Rp2.110.320.000.


    Tanah seluas 25.460 meter persegi itu ternyata bersengketa. Pihak UNP tidak bisa memanfaatkan tanah tersebut karena Kantor Pertanahan Kota Padang tidak bisa mengeluarkan hak pakai tanah lantaran masih bersengketa. 


    Tanah yang disengketakan 


    “Transaksi jual beli tanah yang dilakukan oleh pihak yang terlibat dalam  pengadaan tanah untuk Universitas Negeri Padang ini mengakibatkan kerugian keuangan negara,” tegas advokat Pijar Justitia Law Office Syamsurdi Nofrizal, Senin 4 Agustus 2025.


    Syamsurdi Nofrizal telah melaporkan tindak pidana korupsi ini kepada Kajati Sumbar dan Kapolda Sumbar. Dalam laporan pengaduan tidak pidana korupsi dalam proses pengadaan tanah untuk Universitas Negeri Padang itu, Syamsurdi menyebutkan pengadaan tanah yang dilakukan UNP terindikasi ada tindak pidana korupsi. Dia menengarai panitia pengadaan tanah dalam melaksanakan tugasnya kurang menerapkan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga mengakibatkan tanah yang telah dibeli tidak bisa dimanfaatkan hingga kini.


    Padahal Rektor UNP ditengarai telah membayarkan harga tanah tersebut kepada Ilham Saputra, Mardiani Sari Putri, dan Mardion Saputra. Tindakan yang sungguh sia-sia karena lahan atau tanah yang dibelinya masih dipersengketakan oleh beberapa pihak.


    Tim Pengadaan Tanah, Rino Effendi, ketika dikonfirmasi tentang hal ini, hanya berterimakasih atas informasinya. Tanpa mau memberikan konfirmasi tentang sejumlah pertanyaan yang diajukan kepadanya. 


    Akankah Kajati dan Kapolda akan menindaklanjutinya, akankah pihak Universitas Negeri Padang akan membiarkan persoalan ini berlarut-larut atau segera mengambil kebijakan yang menyelamatkan keuangan negara sesegeranya? Ikuti terus liputan kami.  (*)

    Dibuka Bupati, Sebanyak 1.090 Orang CPNS Lingkup Pemkab Sijunjung Formasi Tahun 2024 Terima Pembekalan.

    SIJUNJUNG ( Sumbarkini.com) - Sebanyak 1.090 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung formasi tahun 2024 terima pembekalan.

    Pembekalan ini dibuka langsung oleh Bupati Benny Dwifa Yuswir, S.STP, M.Si pada Senin 4 Agustus 2025. Pembukaan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S.Pt, Sekdakab, DR. Zefnihan, AP. M.Si, Asisten II, Yulizar, MP, dan Asisten III, Drs. Endi Nazir.

    Kepala BKPSDM, Muhadiris, S.P, M.E mengatakan, pembekalan bagi CPNS ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, dimulai tanggal 4, 5, dan 13 Agustus 2025 yang bertempat di Balairung Lansek Manih Kantor Bupati Sijunjung.

    "Pada Senin tanggal 4 Agustus ini diikuti sebanyak 364 orang, Selasa 5 Agustus sebanyak 364 orang, dan Rabu 13 Agustus diikuti sebanyak 362 orang,"ujar Muhadiris.

    Pembekalan ini lanjutnya, bertujuan untuk membekali para CPNS dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dibutuhkan agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai ASN dengan baik dan profesional.

    Wakil Bupati, H. Iraddatillah dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada CPNS yang baru. Ia juga berpesan agar para CPNS jangan pernah sombong, dan berharap bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Sijunjung.

    Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir dikesempatan itu juga mengucapkan selamat kepada CPNS yang baru dan telah bergabung dengan Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung.

    "Yang ingin menjadi CPNS di Kabupaten Sijunjung mencapai  hampir 30 ribu orang, tapi yang terpilih hari ini adalah Bapak/Ibu kawan-kawan. Untuk itu kami mengucapkan selamat bergabung dan berikanlah pelayanan terbaik bagi masyarakat di Kabupaten Sijunjung yang kita cintai ini,"ujar Benny.

    "Ini adalah pilihan bapak dan ibu untuk bergabung dengan Pemerintah Kabupaten Sijunjung, nikmatilah setiap pekerjaan sebagai amal ibadah, dan jangan sebagai keterpaksaan. Bersiaplah disibukkan dengan  rutinitas yang kami yakin akan sangat membosankan karena diulang bertahun-tahun sampai pensiun. Oleh karena itu bapak dan ibu harus siap,"harap Bupati Benny.

    Ia juga berpesan kepada CPNS yang baru agar sesegeranya melengkapi administrasi kependudukan. "Segeralah melengkapi administrasi kependudukannya seperti KTP dan lainnya, karena bapak/ibu dan kawan kawan akan tinggal lama dan menjadi warga masyarakat Kabupaten Sijunjung ini,"pesan Bupati Benny Dwifa. ( Andri)

    Perdana, Komunitas Tamiya Sijunjung Adakan RTM CUP 1 Race Diikuti 12 Team dari Sumbar dan Jambi.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Komunitas Tamiya atau yang dikenal dengan mobil mini 4WD, saat ini telah ada di Sijunjung. Ini dibuktikan dengan di adakannya lomba RTM Cup 1 Race pada hari minggu, 3 Agustus 2025 bertempat di GOR Sibinuang Sakti Muaro Sijunjung.

    Kegiatan ini diikuti sebanyak 12 team yang berasal dari komunitas Tamiya mini 4WD Kota Solok, Kota Padang, tuan rumah Sijunjung dan team MMS dari Provinsi Jambi.

    Penyelenggara sekaligus sponsor kegiatan, Riko mengatakan, kegiatan ini adalah dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 80.

    "Alhamdulillah kegiatan pertama yang kita laksanakan ini berjalan dengan sukses dan lancar. Mudah - mudahan RTM Race Cup ini  menjadi agenda rutin yang akan kita laksaakan di Sijunjung setiap tahunnya," ujar Riko yang merupakan bos travel RTM tersebut.

    Ia juga mengucapkan terimakasih kepada team dari Solok, Padang, bahkan yang jauh dari Jambi yang telah ikut mensukseskan kegiatan pertama tersebut.

    Salah seorang peserta dan sekaligus penggiat mobil mini 4WD di Kabupaten Sijunjung, Akmal Hanafi mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai ajang silaturahmi diantara penggemar dan komunitas mobil mini 4WD.

    "Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan sukses,"ujarnya.

    Team MMS mahesa motor sport Jambi 

    Iwan yang merupakan salah seorang Team MMS mahesa motor sport Jambi menyampaikan rasa sukur dan bangga bisa hadir di Sijunjung untuk mengikuti kegiatan tersebut.

    "Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang baik dan asik dari tuan rumah Sijunjung, kegiatan ini sangan mantap dan seru sekali,"ucapnya. (Andri/Rizki)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2