• Breaking News

    Ketua KNPI Kab Sijunjung Ikuti Rangkaian Asean Youth Creative Meting 2025

    PADANG (Sumbarkini.com) - Sumatera Barat menjadi tuan rumah pertemuan pemuda se asia tenggara atau Asean Youth Creative Meeting tahun 2025 yang dilaksanakan selama tiga hari, yaitu Minggu sampai dengan Selasa, 23 sampai 25 November.

    Kegiatan yang di inisiasi oleh DPD KNPI provinsi sumbar di bawah kepemimpinan bung Nanda Satria yang merupakan Ketua KNPI Provinsi Sumatera Barat tersebut, di laksanakan dalam bentuk pertemuan dengan rangkaian - rangkaian kegiatan yang melibatkan organisasi kepemudaan lintas negara, asean dan di ikuti oleh DPD KNPI 19 Kab/Kota se Sumatera Barat, termasuk Ketua DPD KNPI Kabupaten Sijunjung, Aldo Yendricoal, serta dihadiri Ketum DPP KNPI Bung Ryano Panjaitan beserta rombongan.

    Aldo mengatakan, Rangkaian kegiatan tersebut, dihari pertama adalah gala dinner bersama seluruh delegasi di istana Gubernur Sumbar, hari kedua seminar internasional di laksanakan di Universitas Andalas Padang yang mana sebagai pembicara anggota DPR RI Rahayu Saraswati Hadikusumo dan dubes asean, kemudian di lanjutkan malam nya asean nigth di mawara beach.


    Kegiata dihari ketiga lanjut Aldo, adalah makan malam di Rumah Gadang Baiturahma Padang yang disambut lansung oleh Wali Kota Padang, Fadli Amran yang sekaligus ketua MPI Sumbar.

    "Kami sangat mengapresiasi sekali kegiatan ini, kegiatan yang sangat luar biasa, yaitu pertemuan pemuda negara asean ini membuka pandangan kita kedepan, saling bekerja sama,membuka peluang untuk anak - anak muda Sumatera Barat kususnya Sijunjung mengambil peranan dan memanfaatkan agenda ini untuk saling komunikasi lintas negara, memperkenalkan daerah kita dan insyallah kita akan coba bangun komunikasi yang intensif dengan delegasi - delegasi negara yang hadir, "Tutup Aldo .

    Kegiatan tersebut ditutup dengan membawa para delegasi untuk melihat beberapa daerah di Sumatera Barat yang dimulai dari Kota Padang , Padang Panjang dan Bukittinggi setelah itu kembali ke negara masing - masing. (Andri)

    Banjir Rendam Perumahan Alana 4 Korong Olo Bangau, Nagari Katapiang: Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

    Padang Pariaman- Hujan deras yang mengguyur wilayah Padang Pariaman sejak Sabtu (22/11) hingga Senin (24/11/2025) menyebabkan banjir melanda Perumahan Alana 4, Korong Olo Bangau, Nagari Katapiang, Kabupaten Padang Pariaman.

    Pantauan Sumbarkini.com, puluhan rumah di komplek tersebut mulai terendam air setinggi betis orang dewasa. Beberapa warga terpaksa mengungsi, sementara sebagian lainnya masih bertahan di rumah dengan kondisi tergenang. Warga tampak berusaha menyelamatkan peralatan rumah tangga seperti kulkas dan tempat tidur dengan menaikannya ke atas meja.

    Putra, salah seorang warga yang terdampak banjir, mengatakan bahwa banjir kali ini merupakan yang ketiga sejak tahun 2023.

    “Ya, ini banjir sudah ketiga kali dari tahun 2023-2025. Tapi banjir kali ini tidak separah tahun 2023. Hujannya memang tidak berhenti selama tiga hari, berhenti sebentar lalu turun lagi,” ujar Putra.

    Warga berharap pemerintah turun langsung melihat kondisi mereka. Selain kesulitan mengungsi, warga juga menghadapi masalah memasak karena dapur mereka terendam air, sehingga aktivitas memasak tidak bisa dilakukan di rumah.

    Situasi ini menimbulkan keresahan di kalangan warga, yang kini menanti bantuan segera dari pihak berwenang.(putra)

    Pemkab Sijunjung Gelar Diseminasi Data Kematian Maternal dan Neonatal serta Diseminasi Hasil Pengukuran dan Publikasi Stunting Tahun 2025.

    Wakil Bupati, H. Iraddatillah, S. Pt. Saat membuka acara dan memberikan sambutan. 

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Kesehatan melaksanakan acara diseminasi data kematian maternal dan neonatal serta diseminasi hasil pengukuran dan Publikasi stunting bertempat di Balairung Lansek Manih, Kantor Bupati Setempat, Senin 24 November 2025.

    Kegiatan ini dibuka langsung Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt dan dihadiri Asisten I, Aprizal, M. Si, Kepala BPS, Kepala OPD terkait, Camat, Walinagari, lintas program Dinas Kesehatan, Kepala dan Pemegang Program Puskesmas, Fasilitator, dan Narasumber serta mitra kerja lainnya.

    Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kematian ibu dan bayi baru lahir merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan suatu daerah. Setiap angka kematian yang terjadi bukan sekedar angka statistik, tetapi merupakan kehilangan nyawa yang seharusnya di cegah.

    "Oleh karea itu, kita semua memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, mulai dari masa kehamilan, persalinan hingga masa nifas, " Ujarnya.

    Wakil Bupati, Iraddatilla foto bersama dengan peserta setelah acara pembukaan. 

    Begitu pula dengan kematian neonatal, yang seringkali berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dideteksi sejak awal melalui pemeriksaan kehamilan yang adekuat, persalinan oleh tenaga kesehatan yang terlatih, serta pemantauan bayi baru lahir.

    "Saya berharap melalui kegiatan diseminasi ini dapat menjadi dasar kuat dalam mengambil kebijakan dan perbaikan strategi kedepan, " Harap Wabup.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor seperti pemerintah daerah, dunia kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, organisasi profesi, tokoh masyarakat, dan agama, serta keluarga, karena keberhasilan penurunan angka kematian ibu, bayi, dan stunting tidak dapat dicapai hanya oleh sektor kesehatan saja, tetapi harus menjadi gerakan bersama.

    Melalui kegiatan tersebut, Wabup Iraddatillah mengajak semua sektor untuk menyusun langkah perbaikan berbasis bukti dari data kematian maternal dan neonatal yang ada, memperkuat pemantauan ibu hamil resiko tinggi, sistim rujukan, serta kualitas pelayanan di puskesmas dan rumah sakit, menindaklanjuti hasil pengukuran stunting dengan intervesi spesislfik dan ssnsitif yang terkoordinasi.

    "Mari tingkatkan peran keluarga, kader dan tokoh masyarakat dalam mencegah stunting serta kematian ibu dan bayi, serta bersama menguatkan komitmen dan integritas dalam menjalankan program, agar target nasional dapat kita capai bersama, " Ajaknya.

    Kepala Dinas Kesehatan, Harry Oskar Hidayat, SSTP, M. Si saat menyampaikan laporan kegiatan. 

    Kepala Dinas Kesehatan, Harry Oskar Hidayat, SSTP, M. Si dalam laporannya mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menyampaikan informasi terkini terkait kasus kematian maternal dan neonatal di Wilayah kerja Kabupaten Sijunjung, serta menganalisis faktor penyebab dan pembelajaran dari setiap kasus kematian.

    "Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyampaikan hasil pengukuran stunting berdasarkan data SSGI serta hasil surveilans gizi daerah, dan memperkuat komitmen lintas sektor dalam upaca percepatan penurunan AKI, AKB, dan Prevalensi Stunting, " Ujar Harry.

    Dengan adanya kegiatan ini lanjut Harry, nantinya bisa meningkatnya pemahaman dan respon cepat terhadap kasus kematian maternal dan neonatal, terindikasi nya akar masalah dan strategi intervensi yang tepat, penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan stunting, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang terarah dan terukur. (Andri).


    Mewakili Bupati, Sekda Zefnihan Buka Secara Resmi Festival Matrilineal Keempat Tahun 2025 di Perkampungan Adat Sijunjung.

    Foto:Adek

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Bupati Sijunjung diwakili Sekretaris Daerah, DR. Zefnihan, AP, M. Si membuka secara resmi Festival Matrilineal bertempat di Perkampungan Adat, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, pada Jum'at 21 November 2025 malam.

    Festival Matrilineal keempat tahun 2025 ini dilaksanakan selama 2 hari, yaitu dari tanggal 21 sampai dengan 22 November 2025, dengan berbagai kegiatan yaitu: Gotong Royong di Perkampungan Adat, Pameran kebudayaan, Bimbingan Teknis Lembaga Kebudayaan, Workshop Baju kuruang Basiba, Workshop Konservasi Rumah Gadang,  Lomba menggambar dan mewarnai, dan Pertunjukan seni budaya.

    Dalam sambutannya, DR. Zefnihan mengatakan bahwa, Perkampungan adat Sijunjung merupakan salah satu unsur budaya selain unsur geologi dan biodiversity dari Geopark Ranah Minang Silokek sebagai geopark nasional.

    "Alhamdulillah, hari ini Festival Matrilineal yang keempat tahun 2025, Kembali dilaksanakan di sini, sehingga menjadi ajang yang luar biasa bagi kita untuk terus memajukan dan ajang promosi Geopark Ranah Minang Silokek itu sendiri," Ujarnya.

    Melalui kegiatan ini Sekda, diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang sistem kekerabatan matrilineal, dan juga sebagai usaha untuk mendukung perkampungan adat nagari Padang Ranah dan Tanah Bato Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat untuk diusulkan sebagai warisan Budaya ke UNESCO dan Geopark Ranah Minang Silokek menjadi Unesco Global Geopark.

    "Dengan terselenggaranya kegiatan Festival Matrilineal 2025 ini, akan menjadi wujud nyata dari amanat Undang-undang nomor 5 Tahun 2017
    Tentang Pemajuan Kebudayaan. Karena saat ini Kabupaten Sijunjung sudah mempunyai Geopark Ranah Minang Silokek yang sedang dinominasikan untuk menjadi Geopark Dunia. Dan kedepannya Perkampungan Adat Padang Ranah dan Tanah Bato Nagari Sijunjung dapat diwujudkan menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO, "harap Sekda Zefnihan.

    Festival ini tambah Sekda, merupakan alat baca tentang kondisi terkini, serta pengetahuan mendalam atas praktik budaya matrilineal di Minangkabau sebagai stakeholder terbesar dari budaya matrilineal di Nusantara.

    "Diharapkan Festival ini menjadi laboratorium dan pengalaman bersama untuk melihat berbagai pandangan atas sistem budaya matrilineal hari
    ini yang dapat memberi gambaran tentang pihak-pihak dalam ekosistem budaya matrilineal",harapnya.

    Dikesempatan itu, Sekda Zefnihan juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan Alek Mandeh ini, terutama kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatera Barat dan seluruh panitia.

    "Saya berharap, kegiatan ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dan sama-sama kita sukseskan, " harap Sekda.

    Hadir pada acara pembukaan tersebut,  Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatera Barat, Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung, Unsur Forkopimda, Kepala OPD, Camat Sijunjung, Wali Nagari, dan undangan lainnya. 
    (Andri)

    Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Penguatan Literasi Pelajar Melalui Pelatihan Menulis

    Padang(Sumbarkini.com)- Komitmen memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar kembali ditegaskan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi. Ia hadir sebagai narasumber dalam pelatihan menulis yang diikuti ratusan siswa SMA se-Kota Padang di SMK 6 Padang, Selasa (18/11/25), guna membekali generasi muda dengan kemampuan menulis yang kreatif, kritis, dan produktif.

    Dalam pemaparannya, Muhidi menekankan bahwa literasi adalah kebutuhan utama di era modern. Kemampuan menulis, menurutnya, bukan hanya mendukung proses belajar, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi pelajar.

    “Melalui pelatihan ini, kita ingin mendorong adik-adik memiliki skill menulis yang bermanfaat, baik untuk saat ini maupun jangka panjang. Bahkan, kemampuan ini bisa menghasilkan karya dan menambah uang saku,” ujar Muhidi.

    Ia menjelaskan bahwa era digital menyediakan ruang kreativitas yang sangat luas. Pelajar kini dapat menulis artikel, membuat konten edukasi, hingga membangun portofolio kepenulisan yang akan menjadi nilai tambah saat melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja. Muhidi juga mendorong sekolah-sekolah di Sumbar memperkuat program literasi melalui pojok baca, kelas menulis, hingga lomba jurnalistik pelajar.

    Pelatihan ini turut menghadirkan dua tokoh literasi Sumbar: budayawan Yusrizal KW dan wartawan senior Eko Yance. Keduanya membagikan materi mulai dari teknik merangkai ide, membangun struktur tulisan, hingga etika kepenulisan dan jurnalistik.

    Yusrizal menegaskan bahwa literasi merupakan pintu awal bagi anak muda untuk menyuarakan gagasan mereka. “Menulis bukan sekadar tugas sekolah, tetapi tentang keberanian mengungkapkan pemikiran. Generasi muda harus tumbuh dengan budaya membaca dan kemampuan menulis yang kuat,” ujarnya.

    Sementara itu, Eko Yance menyoroti peluang luas yang ditawarkan media digital. “Dengan keterampilan menulis, adik-adik bisa membuat konten bermanfaat, artikel, maupun opini yang memberi nilai tambah. Ini kemampuan yang sangat dibutuhkan hari ini,” katanya.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan DPRD Sumbar dalam mendorong lahirnya generasi yang kritis, kreatif, dan produktif, serta memperkuat ekosistem literasi di lingkungan sekolah.(hpr)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2