Perumda Air Minum Kota Padang Lakukan Pengurasan Tangki, Distribusi Air Terhenti
Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan, “Pembersihan rutin ini memastikan suplai air tetap sehat, mencegah kontaminasi, serta menjaga kinerja infrastruktur optimal selama penyaluran air bersih,” ujarnya Jumat (20/2).
Dikatakannya, pengurasan itu dilaksanakan untuk membuang endapan dasar tangki reservoair air. Tentu saja pengerjaan ini berdampak terhadap distribusi air untuk sementara waktu. Pelanggan terdampak meliputi Tabing, Linggarjati, Asrama Haji, Dadok Tungguh Hitam, Siteba, Lubukbuaya, RSUD, Rumah Sakit Baiturahmah, Padangsarai, Lp Anakair dan sekitarnya.
"Kita berharap pelanggan bisa memahami pentingnya pengurasan air ini. Perumda Air Minum hanya ingin memastikan kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan jernih, layak dikonsumsi serta sehat," ungkapnya.
Pelanggan diberi ahu lewat media social Perumda Air Minum Kota Padang. Pelanggan juga diedukasi untuk selalu menampung air sebagai cadangan agar aktivitas sehari-hari perti mandi, cuci, kakus tetap lancer. Meski distribusi air terganggu, apakah karena pengurasan rutin tersebut atau hal-hal lain di liuar perkiraan kita.
Ditegaskan Adhie, pekerjaan yang dilakukan oleh tim teknis mereka, kata Adhie, juga sekaligus dalam rangka perawatan rutin. Perumda Air Minum beruaya melakukan Tindakan pencegahan kerusakan instalasi yang pastinya berpotensi mengganggu distribusi air.
“Ini bentuk tanggung jawab PDAM dalam memberikan layanan air bersih yang bersih, aman, dan berkelanjutan kepada masyarakat. Pengurasan ini merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan fungsi penampungan air berjalan optimal,” ujarnya. (zul)
Pemko Akan Akselerasi Realisasi Visi Misi dan Progul
Padang - Kota Padang di bwah kepemimpinan Fadly Amran dan Maigus Nasir akan mepucayakan akselerasi visi misi dan program unggulan (Progul) mereka. Sisa empat tahun akan diupayakan semaksimal mungkin pencapaian itu. Hal itu disampaikan Fadly Amran dalam Rekleksi Satu Tahun Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Padang, Jumat 20 Februari 2026 di Gedung Youth Center Bagindo Aziz Chan Padang.
Dikatakan Fadly, sejumlah program prioritas telah mulai direalisasikan sepanjang tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Walikota Maigus Nasir. Terlihat pada penguatan infrastruktur peningkatan mutu pelayanan publik serta mengembangan ekomomi masyarakat.
Selain itu, Pemko Padang juga harus fokus pada pemulihan pascabencana hidrometeorologi ang melanda kota pada akhir November 2025. Namun semua itu tidak akan melupakan upaya pembangunan menuju visi besar Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar yang berlandaskan nilai agama dan budaya.
"Setahun ini adalah fondasi awal, Kami berupaya menjalankan program prioritas secara bertahap dan terukur agar arah pembangunan semakin jelas dan berdampak bagi masyarakat," ujarnya.
Fadly juga meminta semua stakeholder di Kota Padang mengambil peran dalam memajukan kota ini. "Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi adalah kunci agar Padang semakin maju dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Mari kita tetap satu tujuan untuk kejayaan Kota Padang,” katanya.
Maigus Nasir, menyebut refleksi satu tahun kepemimpinan bukan hanya untuk memaparkan capaian, tetapi juga sebagai bahan evaluasi agar kinerja pemerintahan ke depan semakin optimal.
Ia menambahkan, dalam empat tahun sisa masa jabatan, pemerintah daerah akan terus mengakselerasi realisasi visi-misi serta sembilan Program Unggulan (Progul) sebagai instrumen percepatan pembangunan.
“Kami berkomitmen memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kota Padang,” tegas Maigus. (*)
Adu Argumen Soal Parkir Berujung Pelemparan Batu di Pantai Padang, Ketua DPRD Padang, Muharlion Minta Penertiban Juru Parkir
Padang- Insiden dugaan pelemparan batu terhadap kendaraan pengunjung terjadi di kawasan Pantai Padang, Jumat (20/2/2026). Peristiwa tersebut dipicu adu argumen antara seorang pengunjung dengan oknum juru parkir saat singgah di tepi pantai.
Pengunjung bernama Sisca (46) mengaku mobilnya dilempari batu berukuran cukup besar setelah terjadi perdebatan terkait penarikan retribusi parkir. Kejadian itu berlangsung tidak jauh dari posko (Satpol PP) di kawasan itu.
Sisca menuturkan, awalnya ia hanya berhenti sejenak di pinggir pantai untuk menikmati pemandangan laut bersama anaknya. Setelah turun sebentar, ia kembali masuk ke dalam mobil dan membalas pesan di telepon genggamnya.
“Saya hanya berhenti sebentar karena anak minta lihat laut, lalu membalas pesan di HP. Tiba-tiba didatangi juru parkir dan diminta bayar. Saya jelaskan cuma singgah sebentar, bukan parkir. Tapi terjadi adu argumen dan saya diminta segera pergi,” ujarnya.
Menurutnya, juru parkir berdalih bahwa pungutan tetap dilakukan karena ada kewajiban setor ke (Dishub). Setelah percakapan itu berakhir, Sisca mengaku tetap berada di dalam mobil untuk menyelesaikan aktivitasnya.
Tak lama kemudian, sebuah batu dilempar ke arah mobilnya. Ia mengaku terkejut, sementara anaknya mengalami ketakutan akibat insiden tersebut.
Merasa terancam, Sisca mendatangi posko Satpol PP terdekat untuk meminta bantuan. Salah seorang petugas Satpol PP di lokasi menyatakan bahwa alasan yang disampaikan oknum juru parkir tersebut tidak tepat dan mengada-ada.
Petugas juga menegaskan, kehadiran Satpol PP di kawasan wisata itu bertujuan menjaga ketertiban serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan bagi masyarakat dan wisatawan.
Sisca menekankan bahwa dirinya tidak mempersoalkan kewajiban membayar parkir. Namun, ia menilai aturan harus disosialisasikan secara jelas tanpa disertai tindakan intimidatif.
“Saya bukan tidak mau bayar. Saya sering bayar parkir, bahkan kadang lebih. Tapi kalau hanya berhenti sebentar di dalam mobil untuk membalas pesan, apakah itu langsung dianggap parkir? Yang saya harapkan aturan jelas dan tidak ada kekerasan,” katanya.
Ia juga menyayangkan adanya ucapan bernada menyinggung yang dilontarkan oknum tersebut, serta aksi pelemparan batu yang dinilai mencederai rasa aman pengunjung kawasan wisata.
Menanggapi kejadian itu, Ketua DPRD Kota Padang, , menegaskan bahwa tindakan kekerasan di kawasan wisata tidak dapat dibenarkan dan harus segera ditertibkan.
“Hal seperti itu tidak bisa dibiarkan. Harus ada penertiban. Untuk biaya parkir memang ada penyetoran ke Dishub, tetapi ada aturan dalam memungut parkir,” tegasnya.
Muharlion menilai, tindakan anarkis seperti pelemparan batu terhadap kendaraan pengunjung sangat tidak etis dan berpotensi menimbulkan rasa takut bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana Pantai Padang.
“Kalau sampai terjadi pelemparan batu, ini bisa membuat orang enggan datang. Citra kawasan wisata juga bisa terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Padang hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.
Masyarakat berharap pengawasan terhadap aktivitas parkir di kawasan wisata diperketat agar keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga. (putra)
Satu Tahun Kepemimpinan Fadli-Maigus, Perkuat Sinergi di Acara Buka Bersama
Padang - Pemerintah Kota Padang gelar Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Padang di gedung Youth Centre Bagindo Aziz Chan, Jumat 20 Februai 2026. Ratusan orang hadiar dalam acara yang tutup dengan buka bersama itu.
Pj. Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengatakan acara bertema Satu Tahun Kepemimpinan, Satujuan untuk Kejayaan Kota Padang merupakan momentum untuk menguatkan komitmen dalam. "Ini adalah momentum untuk mewujudkan pembangunan Kota Padang yang unggul dan berkelanjutan," tegasnya.
Raju mengatakan acara itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Dalam kegiatan ini pemimpin Kota Padang ingin lebih dekat dengan warganya. Mereka ingin mendengarkan aspirasi masyarakat. Keduanya, Fadli dan Maigus berkesempatan memaparkan apa saja yang telah dilakukan sesuai visi dan misi pasangan tersebut. Masyarakat yang hadir diberi waktu untuk menyampaikan pendapat dan harapannya.
"Kita ingin acara ini menjadikan pertemuan ini hangat dengan diskusi membangun untuk kemajuan kota yang kita cintai. Makanya acara ini diselaraskan dengan buka bersama untuk menambah suasana kekeluargaan," pungkasnya. (zul)
Okupansi PT KAI Divre II Sumbar Tembus 99 Persen di Libur Imlek 2026
Padang (sumbarkini.com) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan penumpang yang signifikan selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Hingga Selasa (17/2/2026), tercatat sebanyak 30.896 tiket telah terjual, atau setara dengan 99,2 persen dari total kapasitas yang disediakan.
Menyambut antusiasme masyarakat, KAI Divre II Sumbar tidak hanya fokus pada aspek operasional, tetapi juga menghadirkan kemeriahan khas Imlek di lingkungan stasiun dan kereta api.
Selama periode 14–17 Februari 2026, suasana Stasiun Padang dan rangkaian kereta api tampak berbeda dengan dominasi ornamen merah dan emas. Selain dekorasi, para petugas baris terdepan (frontliner) juga mengenakan pakaian bertema Imlek guna memberikan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi pelanggan.Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyatakan bahwa momentum ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan suasana perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga penuh kehangatan. Melalui pembagian souvenir dan dekorasi khusus, kami berharap pelanggan merasakan kegembiraan Imlek bersama KAI,” ujar Reza.
Untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang ini, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 112 perjalanan KA lokal. Secara rata-rata, tersedia 7.792 kursi per hari untuk melayani berbagai rute di wilayah Sumatera Barat.
Melihat tingginya angka okupansi yang hampir menyentuh angka 100 persen, KAI terus mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal.
Bagi masyarakat yang masih ingin bepergian, KAI menyarankan pemesanan online menggunakan aplikasi access by KAI atau kanal resmi lainnya untuk efisiensi. Nanun PT KAI juga dapat dibeli langsung di loket stasiun mulai tiga jam sebelum keberangkatan. Tiket Go Show itu sangat bergantung pada sisa ketersediaan kursi.
KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu di tengah tingginya volume penumpang pada musim libur ini. (*)




Social Media Icons