Yang Kita Cari Ketenangan, Bukan Kesenangan
Oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”(QS. Ar-Ra’d: 28)
Hidup ini bukan tentang kesenangan,
tetapi tentang ketenangan.
Kesenangan datang dan pergi.
Namun ketenangan menetap di hati.
Ketenangan itu milik Allah.
Dan Allah tanamkan pada hati orang beriman.
Maka tugas kita adalah menyiapkan iman:
percaya kepada yang gaib,
percaya pada surga dan neraka,
percaya pada takdir baik dan buruk.
Apa pun yang terjadi,
jika kita sabar dan ridha,
maka pahala akan mengalir,
dan hati pun menjadi tenang.
Dunia ini sebentar.
Sakit sebentar.
Susah sebentar.
Mengapa kita mencemaskan
sesuatu yang akan berlalu?
Karena di akhirat nanti,
Allah menjanjikan kehidupan yang panjang,
dan kesenangan yang tidak pernah habis.
Mari kita raih ketenangan di dunia
dengan ridha atas apa pun yang terjadi,
agar kita sibuk dalam kesenangan di akhirat nanti.
Ya Allah, tanamkan ketenangan dalam hati kami, kuatkan iman kami, dan jadikan kami hamba yang sabar dan ridha dalam setiap keadaan.
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”(QS. Ar-Ra’d: 28)
Hidup ini bukan tentang kesenangan,
tetapi tentang ketenangan.
Kesenangan datang dan pergi.
Namun ketenangan menetap di hati.
Ketenangan itu milik Allah.
Dan Allah tanamkan pada hati orang beriman.
Maka tugas kita adalah menyiapkan iman:
percaya kepada yang gaib,
percaya pada surga dan neraka,
percaya pada takdir baik dan buruk.
Apa pun yang terjadi,
jika kita sabar dan ridha,
maka pahala akan mengalir,
dan hati pun menjadi tenang.
Dunia ini sebentar.
Sakit sebentar.
Susah sebentar.
Mengapa kita mencemaskan
sesuatu yang akan berlalu?
Karena di akhirat nanti,
Allah menjanjikan kehidupan yang panjang,
dan kesenangan yang tidak pernah habis.
Mari kita raih ketenangan di dunia
dengan ridha atas apa pun yang terjadi,
agar kita sibuk dalam kesenangan di akhirat nanti.
Ya Allah, tanamkan ketenangan dalam hati kami, kuatkan iman kami, dan jadikan kami hamba yang sabar dan ridha dalam setiap keadaan.
