Ladang Pahala Dirumah Sendiri
Oleh H. Leonardy Harmainy Dt. BandaroBasa, S.IP., M.H
(Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 80:
"Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal (yang menenangkan)..."
Ayat ini mengingatkan kita bahwa rumah bukan sekadar bangunan fisik, bukan hanya tempat berteduh dari panas dan hujan tetapi rumah adalah nikmat besar dari Allah.
Rumah adalah tempat ketenangan, tempat kembali, tempat berkumpulnya keluarga, dan sejatinya rumah dapat menjadi ladang pahala yang sangat luas.
Sering kali kita berfikir bahwa pahala besar hanya ada di masjid, majelis ilmu, atau tempat-tempat ibadah tertentu. Padahal rumah kita sendiri bisa menjadi sumber pahala setiap hari.
Ketika seorang suami bekerja mencari nafkah, itu pahala. Ketika seorang istri menjaga rumah, mendidik anak, dan melayani keluarga dengan ikhlas, itu ibadah. Ketika orang tua mendidik anak dengan akhlak islam, itu pahala jariyah.
Ketika anak berbakti kepada orang tua di rumah, itu amal mulia.
Rumah yang di isi dengan shalat, tilawah Al-Quran, dzikir, dan saling menasihati dalam kebaikan akan menjadi rumah yang bercahaya di sisi Allah.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan."
(HR. Muslim)
Artinya, rumah hendaknya hidup dengan ibadah, bukan kosong dari mengingat Allah.
Rumah juga menjadi ladang pahala melalui akhlak. Senyum kepada pasangan bernilai sedekah. Kesabaran menghadapi keluarga bernilai ibadah.
Memberi makan anggota keluarga bernilai ibadah.
Bahkan membersihkan rumah dengan niat menjaga amanah Allah pun bernilai kebaikan.
Namun sebaliknya, rumah bisa kehilangan keberkahan jika dipenuhi pertengkaran, maksiat, lalai dari shalat, dan jauh dari Al-Qur'an.
Maka mari kita jadikan rumah kita:
* Tempat ibadah
* Tempat kasih sayang
* Tempat pendidikan iman
* Tempat lahirnya generasi saleh
Jangan hanya memperindah bangunan rumah, tetapi indahkan pula suasana ruhani di dalamnya.
Kebahagiaan sejati bukan rumah yang mewah, tetapi rumah yang penuh sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Kiranya rumah kita menjadi taman surga sebelum kita memasuki surga yang sesungguhnya.
Salam
LH
