Rida Orang tua, Lapangkan Rezeki
Oleh Leonardy harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH
(Penasehat Jemaah Syattariah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)
Dalam ajaran Islam, rida orang tua bukan hanya soal akhlak, tapi juga jalan terbukanya keberkahan hidup.
Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa rida Allah tergantung pada rida orang tua, dan murka Allah pun tergantung pada murka mereka. Ini bukan sekadar nasihat moral–ini adalah kunci spiritual.
Sering kali kita sibuk mencari rezeki ke sana kemari, memperbanyak usaha lahir, tetapi lupa satu pintu besar: hati orang tua. Padahal, bisa jadi rezeki terasa sempit bukan karena kurang kerja keras, tapi karena ada hati yang terluka–yang doanya tertahan.
Bayangkan, doa orang tua yang tulus di sepertiga malam. Atau ayah yang diam-diam menyebut nama anaknya dalam harap.
Doa-doa itu menembus langit tanpa penghalang.
Maka ketika orang tua rida, hidup terasa lebih ringan, jalan teresa lebih lapang, dan rezeki datang dengan cara yang tak disangka.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an, agar kita berbuat baik kepada kedua orang tua, berkata lembut, dan merendahkan diri di hadapan mereka. Bahkan sekadar berkata "ah" saja dilarang. Ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan mereka.
Renungkan: mungkin kita sudah banyak berdoa, tapi pernahkah kita memastikan orang tua kita juga mendoakan kita dengan hati yang bahagia?
Amalan sederhana:
* Biasakan meminta maaf, dan meminta doa
* Luangkan waktu mendengarkan mereka
* Jangan membantah dengan nada tinggi
* Sisihkan rezeki untuk membahagiakan mereka
Karena sejatinya, ketika kita membahagiakan orang tua, kita sedang membuka pintu langit untuk hidup kita sendiri.
Jangan tunggu sukses untuk berbakti. Justru dengan berbakti, Allah akan hadirkan kesuksesan.
Rida orang tua bukan hanya menenangkan hati–ia melapangkan rezeki dan memudahkan jalan menuju ridha Ilahi.
Salam
LH

Tidak ada komentar
Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...