Header Ads

  • Breaking News

    Pagi yang Harmonis di Depan Hotel-hotel Jemaah Haji Indonesia

    MAKKAH (SUMBARKINI.COM) - Suasana ramai begitu terasa di di depan hotel-hotel tempat menginap jamaah haji Indonesia. Kawasan Aziziyah dan sekitarnya tiap pagi hari dijejali pedagang. Nama Prabowo dan Jokowi acapkali disebut-sebut pedagang itu.

    “Murah... murah... harga banting... harga Tanah Abang...!” ujar seorang pedagang.

    Ada yang menimpali dengan sorakan sambil mengangkat dagangannya. “Jokowi... Jokowi... 100 ribu... 20 real...!”

    Tak mau ketinggalan, pedagang lain ikut menyahut, “Prabowo boleh... Jokowi boleh... ayo beli...!”

    Keriuhan ini menjadi keasyikan tersendiri bagi jemaah asal Indonesia terutama usai Sholat Subuh hingga sekitar pukul 08.00 waktu Makkah. "Pada  waktu-waktu inilah para pedagang kaki lima sibuk menggelar dagangan mereka di pinggir jalan dan trotoar depan hotel jamaah Indonesia," ujar Muchfiandi, Rabu (13/5/2026).

    Diceritakannya, berbagai barang dijajakan. Mulai dari sajadah, peci, tasbih, parfum, sandal, gamis, kurma hingga aneka oleh-oleh khas Arab. Namun yang paling menarik perhatian jamaah justru kehadiran makanan khas Indonesia yang dijual di sekitar hotel.

    "Aroma gorengan hangat, lontong sayur, bubur kacang hijau, soto, pecal, nasi uduk, nasi kuning, urab, kerupuk hingga berbagai jajanan nusantara lainnya membuat suasana pagi di Makkah terasa seperti berada di kampung halaman sendiri," ujar pria yang akrab dipanggil Andi Sigap ini.

    Para pedagang berasal dari berbagai negara. Namun sepertinya mereka sudah sangat mengenal selera jamaah Indonesia. Dengan suara lantang dan gaya yang lucu, mereka berlomba menarik perhatian pembeli.

    Nama-nama Presiden Indonesia sengaja disebut untuk menarik perhatian sekaligus memberi tanda bahwa pembayaran bisa menggunakan uang rupiah. Ucapan spontan pedagang di sana sering membuat jamaah Indonesia tersenyum bahkan tertawa.

    Bahkan ada istilah “uang Jokowi” sendiri sudah sangat dikenal di kalangan pedagang sekitar hotel jamaah Indonesia karena nama Presiden Indonesia yang satu ini cukup familiar di telinga mereka. Kini sebagian pedagang juga mulai menyebut nama Presiden Prabowo untuk menarik perhatian jamaah yang melintas.

    Lebih menarik lagi, fenomena tawar-menawar bukanlah pemandangan asing lagi. Proses transaksi yang hangat dan penuh canda sering kali membuat Jemaah terayu juga untuk membeli. Para pedagang pun fasil kapan harus mengucapkan beberapa kata Indonesia seperti “murah”, “bonus”, “boleh kurang”, “teman Indonesia”, hingga “tidak apa-apa”.

    Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh dan jumlah jamaah Indonesia di Kota Suci Makkah. Kehadiran jamaah Indonesia tidak hanya membawa semangat ibadah, tetapi juga menghadirkan nuansa budaya nusantara yang terasa hidup di sudut-sudut Kota Suci Makkah. (zul) 

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad