Bupati Benny Dwifa Tinjau Langsung Pembangunan Renovasi Masjid Istiqomah Muaro.
Sijunjung (Sumbarkini.com) – Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir Sutan Gumilang meninjau langsung progres pembangunan renovasi Masjid Istiqomah Muaro, Kamis (7/5/26).
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sijunjung itu menjadi bukti perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan masjid tua dan bersejarah yang berada di pusat ibu kota kabupaten tersebut.
Pada kesempatan itu, Bupati didampingi Kepala Bapppeda Khamsiardi, Kepala BKAD Defri Antoni, Kepala Parpora Afrineldi, Kepala Dinas Kesehatan Harry Oscar Hidayat dan Kasat Pol PP dan Damkar Syamsurijal
Dalam peninjauan itu, Bupati Benny Dwifa berkomitmen Pemkab Sijunjung untuk mendukung penuh proses renovasi Masjid Istiqomah agar kembali berdiri megah dan nyaman digunakan masyarakat beribadah.
“Kita akan optimalkan perhatian untuk pembangunan masjid tua ini,” ujar Benny Dwifa.
Tak hanya memberikan dukungan materil, Pemkab Sijunjung juga mendorong bantuan moril melalui program pembangunan partisipatif berbasis gotong royong yang melibatkan OPD. Program tersebut sebelumnya telah diluncurkan saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Sijunjung di DPRD pada Februari lalu.
Bupati berharap pembangunan masjid berjalan lancar hingga tuntas. Menurutnya, Masjid Istiqomah memiliki nilai sejarah yang tinggi dan berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata religi di pusat Kabupaten Sijunjung.
“Semoga setelah selesai nanti masyarakat bisa beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk, serta Masjid Istiqomah menjadi kebanggaan masyarakat Sijunjung,” harapnya.
Sementara itu, Pengurus Masjid Istiqomah, Murdi Tuan Peto Garang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah.
“Dengan hadirnya pak Bupati, tentu ini menjadi semangat bagi kami dalam melaksanakan pembangunan masjid,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, total anggaran renovasi Masjid Istiqomah diperkirakan mencapai Rp10 miliar. Hingga kini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 30 persen dengan dana terserap sekitar Rp3,5 miliar.
Masjid Istiqomah sendiri memiliki sejarah panjang. Rumah ibadah itu dibangun sekitar tahun 1905 oleh Syekh Abdul Wahab bersama masyarakat setempat di atas tanah ulayat suku Patopang yang diwakafkan oleh Datuak Latik Lelo Panjang.
Menariknya, sejak mulai digunakan sekitar tahun 1910 hingga sekarang, khutbah Jumat di masjid tersebut tetap menggunakan bahasa Arab.
“Semenjak masjid ini berdiri dan siap dipakai sekitar tahun 1910, khutbah Jumat sudah menggunakan bahasa Arab sampai sekarang,” jelasnya.
Pihak pengurus juga mengajak masyarakat, para perantau, dan donatur untuk bersama-sama berinfak demi kelanjutan pembangunan masjid bersejarah tersebut.
Donasi dapat disalurkan melalui rekening Bank Nagari 71020201014674 atau BRI 027101017703531 atas nama Masjid Istiqomah.(Dicko)
