Header Ads

  • Breaking News

    Engineer Harus Mampu Permudah Kerja dengan AI

    PADANG (SUMBARKINI.COM) - Perkembangan artifisial intelligent (AI) harus disikapi dengan lebih bijak. Kehadiran AI bukan untuk menggantikan kita, tapi AI kita buat untuk memudahkan pekerjaan kita. Bahkan dengan AI bisa mendelivery konsep lebih cepat untuk memberikan hasil yang lebih solutif.

    Hal itu mengemuka dalam Webinar Ekslusif Dies Natalis ke-41 Fakultas Teknik Universitas Andalas yang dilaksanakan Keluarga Alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas (Katua), Sabtu malam (23 Mei 2026). Webinar bertajuk AI for Engineering Kompetensi Wajib Insinyur Masa Depan ini diikuti para alumni dari berbagai lintas jurusan dan lintas sektor profesi. Saking menariknya topik ini, waktu dua jam lebih tak terasa karena diisi dengan diskusi hangat khas anak teknik.

    Ardall Leonardo Niswar, alumni Teknik Elektro Angkatan 2007 dan Ivan alumni Teknik Industri 2007 mengingatkan civitas akademika untuk melakukan kolaborasi dalam membangun sistem AI yang berlaku lokal di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas. Dengan cara ini data dan informasi terkait mahasiswa, tenaga pendidik, inovasi, hasil penelitian, kerjasama, alumni beserta jejaringnya dan hal terkait lainnya terecord dengan baik. 

    Berdasarkan data yang diistilahkan Ardall dengan agent ini, bisa dideliveri bagaimana menjadikan Fakultas Teknik Univeristas Andalas lebih unggul, inovatif dan memberikan dampak sebagaimana yang dicanangkan almamater pada dies natalis ke-41. Keunggulannya keamanan data lebih terjamin. Data kita tidak digunakan oleh sistem untuk mentraining sistem AI mereka agar bisa memberikan solusi atau jawaban yang lebih akurat.

    "Ingat AI ini adalah teknologi canggih. Dalam Waktu singkat kehadirannya terbuka untuk semua kalangan. Namun hati-hati agar kita jangan sampai menjadi produk dari berbagai sistem AI yang berkembang saat ini," ujar Ardal.  


    Dia mengingatkan agar berhati-hati menggunakan ChatGPT, cloud dan sebagainya. Apalagi yang gratisan. Tiap informasi yang kita ingin dapatkan, data yang diberikan, pertanyaan yang diajukan akan dipakai untuk menjadikan aplikasi AI tersebut menjadi lebih informatif dan lebih adaptif. 

    Makanya baik Ardall maupun Ivan mengungkapkan kecenderungan perusahaan, lembaga/badan/instansi/institusi cenderung membangun sistem AI sendiri yang bersifat lokal atau internal mereka. Kebocoran data dari sistem mereka diminimalisir. Mereka membangun set-up agent sesuai kebutuhan dan merasa aman dari penggunaan data mereka oleh pihak lain. 

    Ketua Umum DPP Katua, Yosviandri bahkan menyebutkan pengalaman pengalaman anaknya yang sedang ujian masuk di perguruan tinggi bergengsi di Inggris. Ujian berlangsung online dan ternyata pengujinya adalah AI. 

    Anaknya sejak awal akan ujian diingatkan untuk tidak boleh menerima bantuan dari orang lain saat ujian berlangsung. AI yang digunakan bisa tahu ada tidaknya orang atau peralatan yang bisa membantu, bisa melakukan koreksi terhadap pronounciation, dan bisa memberikan penilaian terhadap wawancara yang dilakukan. 

    "Mungkin dengan bantuan para expert kita di Katua, ini bisa diterapkan juga di almamater kita untuk menguji calon mahasiswa S2/S3. Tidak perlu datang ke kampus. Ujian bisa dilakukan secara online dan hasilnya lebih kredibel," ujar pria yang menjabat Direktur Operasi Supply Chain SIG (persero) 2021 hingga 2025 itu.  

    AI yang dikembangkan oleh eksponen Katua nantinya bisa digunakan oleh engineer lulusan Fakultas Teknik Universitas Andalas. Mempercepat pekerjaan, mempercepat deliveri konsep, meningkatkan kemampuan eksekusi suatu keputusan, meningkatkan efisiensi dan meminimalkan kerugian dalam pekerjaan atau proyek yang dilaksanakan.

    Ada juga alumni yang menceritakan pengalaman yang dialami perusahaan tempatnya bekerja. Data-data yang sifatnya confidential bisa tersebar. Dari pengalaman tersebut, rekan alumni yang hadir mempertajam dalam diskusi dan saling memberikan solusi bagaimana perusahaan tempat mereka meminimalisir data terekspos ke jaringan internet. Juga bagaimana memilih AI yang sesuai kebutuhan.

    Satu kata yang dapat dipetik, jaga data pribadimu. Foto diri, anak, keluarga, kebiasaan di media social, cara berinteraksi di media sosial, aksen bicara bisa digunakan orang lain. (zul)  


    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad