Header Ads

  • Breaking News

    Kekuasaan Untuk Kebaikan


    Oleh : H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)


    Pada kesempatan ini marilah kita renungkan bersama sebuah tema penting dalam kehidupan, yaitu *"Kekuasaan Untuk Kebaikan."*


    Ketika mendengar kata kekuasaan, sering kali yang terbayang adalah pejabat, pemimpin negara, atau orang yang memiliki jabatan tinggi. Padahal sebenarnya setiap manusia memiliki kekuasaan dalam hidupnya masing-masing.


    Orang tua memiliki kekuasaan dalam mendidik anak.

    Guru memiliki kekuasaan dalam membimbing murid.

    Pemimpin memiliki kekuasaan terhadap masyarakatnya.

    Bahkan setiap kita memiliki kekuasaan atas diri sendiri: bagaimana menjaga lisan, sikap, dan perbuatan.


    Karena itu, islam mengajarkan bahwa kekuasaan bukan sekedar kehormatan, tetapi amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.


    Allah SWT berfirman:


    _"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan  hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil."_ (QS. An-Nisa ayat 58)


    Ayat ini mengingatkan bahwa setiap amanah harus dijaga dengan penuh tanggu jawab dan keadilan.


    Rasulullah SAW juga bersabda:


    _"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan di mintai pertanggungjawaban atas yang di pimpinnya."_

    (HR. Bukhari dan Muslim)


    Kekuasaan akan menjadi berkah apabila digunakan untuk kebaikan. Sebaliknya, kekuasaan bisa menjadi sebab kehanjuran jika digunakan untuk kezaliman.


    Lihatlah teladan Umar bin Khattab. Baliau adalah pemimpin besar, tetapi hidup sederhana dan sangat peduli kepada rakyatnya. Pada malam hari beliau berjalan memeriksa keadaan masyarakat. Ketika mengetahui ada rakyat yang kelaparan, beliau sendiri memikul gandum untuk membantu mereka.


    Inilah contoh pemimpin yang menggunakan kekuasaan untuk melayani, bukan untuk dilayani.


    Dalam kehidupan sehari-hari, kekuasaan kecil yang kita miliki pun harus digunakan untuk kebaikan.


    Jika kita seorang orang tua, didik anak dengan kasih sayang.

    Jika kita seorang guru, ajarkan ilmu dengan ikhlas.

    Jika kita memiliki jabatan, jangan gunakan untuk menyakiti atau mengambil hak orang lain.

    Jika memiliki pengaruh di media sosial, gunakan untuk menyebarkan ilmu dan motivasi, bukan fitnah dan kebencian.


    Karena semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawakan di hadapan Allah SWT.


    Rasulullah SAW bersabda:


    _"Kezaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat."_

    (HR. Bukhari dan Muslim)


    Maka jangan sampai kekuasaan membuat kita sombong. Jabatan hanyalah sementara.

    Hari ini seseorang dihormati karena kedudukannya, besok bisa saja semuanya hilang.


    Allah SWT berfirman:


    _"Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki."_

    (QS. Ali 'Imran ayat 26)


    Mari kita gunakan apa pun yang Allah titipkan kepada kita untuk menolong sesama, menebar manfaat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


    Guna lisan untuk berkata baik.

    Gunakan tangan untuk membantu.

    Gunakan jabatan untuk melayani.

    Gunakan kekuatan untuk melindungi.

    Dan gunakan hidup ini untuk mencari rhida Allah SWT.


    Kiranya Allah menjadikan kita hamba-hamba yang amanah, adil, rendah hati, dan mampu menggunakan kekuasaan untuk kebaikan.


    Salam

    LH

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad