Header Ads

  • Breaking News

    Mertua Direktur RS Ibnu Sina Padang Tutup Usia


    PADANG (SUMBARKINI.COM) - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Joesni Raalin dan Keluarga Besar Yo Amran Johan Malin Batuah. Salah seorang dari mereka meninggal Kamis pargi (28 Mei 2026).

    Ros'aini yang merupakan mertua dari Direktur RSI Ibnu Sina Padang telah meningggalkan orang-orang yang mencintainya di usia 90 Tahun. "Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun. Benar telah meninggal ibu Ros'aini, mertua saya, yang biasa kami panggil Omak pada pagi tadi. Mohon maafkan kesalahan beliau dan mohon doanya juga agar beliau diampuni dosanya dan diterima segala amal kebaikannya," ujar dr. Zurrahmi, MARS, Direktur RSI Ibnu Sina Padang.

    Diceritakan perempuan yang akrab dipanggil Amy itu, pihak keluarga di Jalan Mutiara No. 6 Air Tawar memberitahukan bahwa Omak tiba-tiba tidak sadarkan diri. Amy yang kebetulan dalam perjalanan menuju kantor lansung berbalik arah menuju Air Tawar guna melihat kondisi terkini Omak.

    "Badan beliau masih terasa panas tapi setelah diperiksa secara seksama, tanda vital sudah menandakan beliau sudah meninggal dunia. Dan ketika ditanyakan kepada keluarga besar yang ikut melepas kepergian beliau menyatakan tidak perlu membawa ke rumah sakit dan semua merelakan kepergian beliau, membisikan keikhlasan dan doa agar sang mama pergi dengan tenang," ujarnya.

    Sontak kabar duka mengalir di berbagai saluran pesan dan media sosial keluarga besar dan orang-orang yang mengenal almarhum. Ucapan doa dan turut berbelasungkawa bersileweran. Rumah duka di Jalan Mutiara No. 6 Air Tawar Timur Padang dijubeli para pelayat. 

    Tampak hadir handai tolan, tetangga, teman, kolega dan mitra kerja dari pihak yang berduka. Keluarga besar RSI Ibnu Sina Padang, Keluarga Besar Universitas Bung Hatta tampak datang hampir berbarengan dengan sumbarkini. 

    Diceritakan oleh anak perempuan almarhum, Ir Ayu Budiawati, M. Eng, IPM yang merupakan dosen Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta Padang, bahwa almarhumah rencananya akan dikebumikan habis Zuhur. Namun karena kakak (Si Uda) dan adiknya (Ivo) yang ada di Bandung dan Jakarta bisa mendapatkan tiket pulang, maka diputuskan jenazah dishalatkan habis Ashar dan langsung dikuburkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam.

    "Mama insya allah dikuburkan di Tunggul Hitam satu lokasi (tumpang sari) dengan kuburan kakek, nenek dan papa kami Joesni Raalin. Sudah diurus oleh adik laki-laki Aqsari Anapollin Jr," ungkapnya.

    Kepada yang hadir, Ayu yang akrab dipanggil Incim ini mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doanya. Semoga Allah membalasinya dengan lebih baik. Ayu tak lupa minta doa agar proses penyelenggaraan jenazah mamanya berjalan lancar dan tertib. (zul)  

     

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad