Perang Terbesar adalah Melawan Diri Sendiri
Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”(QS. Al-‘Ankabut: 69)
Di dunia ini peluang berbuat pahala sangat besar, tetapi peluang berbuat dosa juga terbuka lebar.
Karena itu Rasulullah ï·º mengingatkan bahwa ada perjuangan yang lebih berat dari sekadar menghadapi musuh di medan perang, yaitu melawan diri sendiri.
Musuh terbesar kita bukan orang lain, tetapi diri kita sendiri:
rasa malas, hawa nafsu, emosi, dan kecenderungan kepada maksiat.
Maka jalan untuk berubah adalah dengan melatih diri dan memaksanya dalam kebaikan.
Paksa diri untuk ke masjid.
Paksa diri untuk meninggalkan ghibah.
Paksa diri untuk menahan emosi.
Paksa diri untuk berbagi dan membaca Al-Qur’an.
Awalnya terasa berat, tetapi jika terus dilakukan, akan menjadi kebiasaan.
Dan dari kebiasaan itu lahir kenikmatan dalam beribadah.
Orang yang mampu mengalahkan dirinya akan lebih kuat menghadapi godaan apa pun.
Sebagaimana para sahabat yang hatinya kokoh, hingga setan pun sulit menggoda mereka.
Mari jalani hari-hari dengan melatih diri, memaksa diri dalam kebaikan, dan istiqamah meninggalkan dosa.
Ya Allah, kuatkan kami melawan hawa nafsu kami, mudahkan kami istiqamah dalam kebaikan, dan jadikan kami hamba yang menikmati ibadah kepada-Mu
