Sabar Berbuah Manis
Oleh: H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H
(Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau , Jambi dan Bengkulu)
Dalam kehidupan ini, setiap manusia pasti akan menghadapi ujian. Ada kalanya kita di uji dengan kesulitan ekonomi, sakit, kehilangan, atau masalah dalam keluarga. Namun, Allah mengajarkan kepada kita sebuah kunci mulia untuk menghadapi semua itu, yaitu sabar.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:
"Innallaha ma'ash-shabirin"
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah ayat 153)
Ayat ini mengajarkan bahwa sabar bukan berarti lemah, melainkan kekuatan hati dalam menghadapi ujian dengan tetap kepada Allah.
Sabar itu ada tiga:
Pertama, sabar dalam ketaatan kepada Allah.
Menjaga shalat, puasa, menuntut ilmu, dan berbuat baik membutuhkan kesabaran.
Kedua, sabar menjauhi maksiat. Di zaman penuh godaan ini, menjaga diri dari dosa adalah perjuang besar.
Ketiga, sabar menghadapi takdir Allah. Ketika musibah datang, kita yakin bahwa di balik kesulitan ada hikmah besar.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin, semua urusannya baik baginya. Jika mendapat nikmat ia bersyukur, jika ditimpa musibah ia bersabar."
(HR. Muslim)
Sabar memang terasa pahit di awal, namun buahnya sangat manis. Orang yang sabar akan mendapatkan:
* Pertolongan Allah
* Pahala tanpa batas
* Ketenangan hati
* Derajat mulia di sisi Allah.
Sebagaimana firman Allah:
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
(Qs. Az-Zumar ayat 10)
Maka jangan terburu-buru berputus asa. Bisa jadi doa yang belum terkabul sedang Allah siapkan dengan cara yang lebih indah.
Mari kita jadikan sabar sebagai kekuatan hidup. Sabar dalam ibadah, sabar dalam ujian, dan sabar dalam perjuangan.
Kiranya Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang sabar dan memperoleh manisnya buah kesabar di dunia maupun akhirat.
Salam
LH
