Header Ads

  • Breaking News

    Antara Lapang Hati dan Rendah Hati


    Oleh H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., MH

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)


    Dalam kehidupan ini, tidak semua hal berjalan sesuai keinginan kita. Kadang kita dipuji, kadang dicela. Kadang diberi kemudahan, kadang diuji dengan kesulitan. Di sinilah pentingnya memiliki dua sifat mulia: lapang hati dan renda hati.

    Lapang hati adalah kemampuan menerima kenyataan dengan sabar dan ikhlas. Orang yang lapang hati tidak mudah marah, tidak mudah dendam, dan tidak sempit pikirannya ketika menghadapi perbedaan atau ujian hidup.

    Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

    "Maka barangsiapa yang Allah kehendaki untuk memdapat petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk(memeluk) islam." QS. Al-An'am ayat 125

    Ayat ini mengajarkan bahwa hati yang lapang adalah tanda hidayah dari Allah. Orang yang lapang hati akan lebih mudah memaafkan, lebih tenang menghadapi masalah, dan tidak mudah iri terhadap kebahagian orang lain.

    Namun lapang hati saja belum cukup. Kita juga harus memiliki sifat rendah hati.

    Rendah hati bukan berarti merendahkan diri, tetapi tidak sombong atas apa yang dimiliki. Ilmu, jabatan, harta, bahkan ibadah yang kita lakukan semuanya hanyalah titipan Allah.


    Rasulullah SAW bersabda:

    " Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi."(HR. Muslim).

    Kesombongan sering muncul ketika seseorang merasa dirinya lebih baik daripada orang lain. Padahal di sisi Allah, yang paling mulia hanyalah yang paling bertakwa.

    Lapang hati membuat kita kuat menghadapai manusia. Rendah hati membuat kita dekat kepada Allah.


    Orang yang lapang hati tidak mudah tersinggung. Orang yang rendah hati tidak sibuk meninggikan dirinya.


    Dalam kehidupan sehari-hari, dua sifat ini sangat penting. Di rumah tangga, lapang hati menjaga kita dari pertengkaran. Dalam pergaulan, rendah hati membuat kita disukai banyak orang. Dalam berdakwah, keduanya membuat nasihat lebih mudah diterima.


    Mari kita belajar dari padi. Semakin berisi, semakin merunduk. Begitu pula seorang mukmin. Semangkin tinggi ilmunya, semakin lembut hatinya.


    Jangan sampai kita menjadi orang yang mudah marah karena hati sempit, dan jangan pula menjadi orang yang suka membanggakan diri karena lupa diri.


    Salam

    LH

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad