Header Ads

  • Breaking News

    Halius Hosen Motivasi Pengurus DPN Asantara Agar Jujur, Disiplin dan Berintegritas

     

    PADANG (SUMBARKINI,COM) - Pengurus Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Media Online (DPN Asantara) mendapat berkah. Ada motivasi dan pencerahan yang mereka dapatkan dari Ketua Dewan Pembina, H. Halius Hosen, SH, Sabtu sore, 11 Juli 2026, di Suasso Restauran.

    Halius menegaskan organisasi bakal maju, kuat dan berwibawa jika para pengurusnya punya komitmen. ada sistem dan semangat kebersamaan. "Saudara sekalian, organisasi itu, profesi itu akan utamanya ditentukan oleh karakter, skill anda hanya punya pengaruh 20 persen," tegas pria yang pernah menjadi Ketua Komisi Kejaksaan RI periode 2011-2015.

    Dikatakannya karakter itu terbangun dari nilai-nilai, disiplin, integritas yang terbangun dari pengalaman dan lingkungan yang membesarkan kita. Jadi besar bukan ditentukan oleh banyak yang mengurus, punya anggota yang banyak dan luasnya jejaring yang dimiliki. tapi karakter dari pengurus dan anggotanya  

    "Orang akan mudah mengenal Asantara dari melihat karakter dari pengurus dan anggotanya. Dari situlah akan berkembang nantinya. Oh dia itu sangat berkarakter, orang Asantara tuh. Akan seperti itu penilaian orang," ujar Kejati Sumbar periode 2003-2004.

    Dia pun mengingatkan, jarang orang di Indonesia ini melihat bahwa kedisiplinan itu adalah suatu kekuatan luar biasa, Disiplinlah yang membangun kita barulah muncul integritas. Lihatlah, negara-negara yang maju itu adalah negara-negara yang warga negaranya yang disiplin. Meskipun disiplin mereka lahir dari pemaksaan.

    "Jadi mari kita mulai membiasakan disiplin ini dari diri pribadi, keluarga dan lingkungan yang dekat dengan kita., komunitas kita. Mudah-mudahan ini menjadi kebiasaan yang meluas," harapnya.

    Ketum DPN Asantara memperkenalkan pengurus dan menjelaskan perjalanan organisasi.


    Asantara pun diharapkan punya sistem yang mengikat segenap pengurus dan anggota Asantara. Dia mencontohkan saat memimpin Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dulu dia menerapkan setiap jaksa penuntut umum harus minta tanda tangan panitera sidang terkait tuntutan hukum terhadap suatu perkara.

    "Satu-satunya di Sumatera Barat yang melakukan ini dulunya. Kajati lain tidak berani melakukannya," terangnya. 

    Halius beralasan, dia tidak akan bisa selalu mengawasi tiap jaksa yang maju menangani perkara. Bisa saja tuntutan hukumnya 10 tahun perkara tapi jaksa hanya mengajukan tuntutan jauh dari aturan. Jika dibiarkan tanpa sistem pengawasan yang jelas maka jaksa bisa saja tergoda "bermain".

    Setelah organisasi sistemnya ada dan berjalan, pertahankan dengan semangat kebersamaan dan satukan dengan tagline, jargon atau yel-yel yang bisa membangkitkan semangat korps Asantara. Nanti akan lahir kebanggaan dan solidaritas. 

     

    Pakai Filosopi Minang

    Dalam menjalankan profesi sebagai jurnalis, Halius mengajak pengurus Asantara untuk bijak dalam bersikap. Bijak menyikapi berita-berita yang berkembang. Latihlah kemampuan yang bak kata orang Minang alun takilek alah takalam

    Dan banyak pepatah Minang lainnya yang orang banyak menilai sebagai hal negatif. Dicontohkannya telunjuk lurus kelingking berkait, takuruang dak di lua, taimpik dak di ateh.  

    Namun jika direnungkan secara mendalam ternyata malah punya makna yang sangat besar dalam pembentukan karakter orang Minang. Banyak pepatah minang itu yang seharusnya tidak diartikan sesuai kata terbaca, melainkan harus mampu membaca makna tersiratnya.

    Sebagai jurnalis harusnya tidak mudah ikut-ikutan dalam isu yang sedang berkembang. Harus ada cek dan ricek. Buatlah berita yang berimbang. Kedepankan kejujuran dan hati nurani serta jangan ada kepentingan saat menulis berita. "Orang akan menghargaimu. Dan ingat, sekali lancung orang tidak akan percaya," ujarnya.

    Kedepankan aturan yang menjaga etika yaitu UU Pers dan perhatikan aturan-aturan yang berkaitan dengan masalah yang diberitakan. "Insya Allah kamu selamat dari tuntutan hukum 

    Halius juga mewanti-wanti, dalam profesi apapun, kesuksesan akan terasa jika merasakan kepuasan batin yang hakiki. Tidak sukses jika tidak ada kepuasan, apalagi berujung di jeruji besi. (zul)


     

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad