Komunitas Totok Punggung Indonesia Gelar Bakti Sosial Pada Event CFD Kabupaten Sijunjung
SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Bakti sosial pada event Car Free Day Muaro Sijunjung yang digelar Komunitas Totok Punggung Indonesia mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kabupaten Sijunjung.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Muaro Sijunjung pada Minggu (5 Juli 2026) ini diikuti oleh 51 orang peserta yang tampak antusias ingin merasakan langsung metode terapi pengobatan Totok Punggung.
Pengurus PD KTPI Sijunjung Ketua Dhiya ulhaq, Sekretaris Adrizal Bendahara Hayati, Anggota bidang ekonomi PW KTPI Sumatera Barat Rizal Efendi juga tampak hadir pada kegiatan tersebut.
Anggota bidang ekonomi PW KTPI Sumatera Barat menjelaskan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial, sekaligus sarana memperkenalkan metode terapi Totok Punggung kepada masyarakat luas.
"Totok punggung memberikan stimulan berupa penotokan pada titik- titik simpul syaraf tertentu yang terletak di punggung berfunsi sebagai untuk mengembalikan posisi tulang belakang dan Menghancurkan sumbatan lemak dan pengumpulan darah,"jelas Rizal Efendi.
Selain itu, Meningkatkan metabolisme tubuh, Merevitalisasi kenerja otak dan syaraf, Mengaktifkan kerja sistim kelenjer getah bening agar tercipta keseimbangan, Memaksimalkan kinerja natural killer cell dan Menstabilkan aliran darah, oksigen, serta nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
"Kemudian, Menormalkan kerja enzim dan hormon, Mengaktifkan pelepasan sel induk. Khasiatnya memperbaiki fungsi organ, jantung, paru paru, ginjal, pangkreas, hipertensi, kecemasan berlebihan, syaraf terjepit , asam urat dll. Harapan masyarakat mendapatkan solusi sehat alami sehat islami menuju sijunjung Sehat dengan biaya murah terjangkau oleh masyarakat dipelosok negeri, terutama anak balita yang stunting,"tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Totok Punggung berharap masyarakat dapat lebih mengenal manfaat terapi tradisional yang aman dan efektif.
"Selain itu, kegiatan bakti sosial ini juga diharapkan menjadi ladang amal sekaligus sarana silaturahmi antara praktisi dan masyarakat,"tutup Rizal Efendi. (Noven)
