Mengakselerasi Ketahanan Pangan, Pemkab Dharmasraya Optimalkan Program OVOP Sektor Perikanan
Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya potensi pasar domestik. Saat ini, kebutuhan komoditas ikan di Kabupaten Dharmasraya mencapai 15.000 ton per tahun. Namun, kapasitas produksi lokal baru mampu menyuplai sekitar 20 persen dari total permintaan tersebut. Kesenjangan pasokan inilah yang dibidik oleh Pemkab Dharmasraya sebagai peluang emas untuk memberdayakan masyarakat sekaligus menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Integrasi Hulu ke Hilir melalui Rumah Pakan Mandiri
Untuk memastikan kepberlanjutan (sustainability) dari ekosistem budidaya ini, Pemerintah Daerah tidak hanya memberikan bantuan di sisi hulu. Pada Tahun Anggaran (TA) 2025 dan TA 2026, Pemkab Dharmasraya menginisiasi pembangunan Rumah Pakan Mandiri. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi motor penggerak efisiensi biaya produksi dengan menyuplai kebutuhan pakan bagi seluruh kelompok pembudidaya penerima manfaat.
Catatan Redaksi: Berdasarkan prinsip program One Village One Product (OVOP) yang diadopsi dari model pembangunan daerah global, kunci keberhasilan komoditas unggulan terletak pada kemandirian bahan baku dan efisiensi rantai pasok. Kehadiran Rumah Pakan Mandiri di Dharmasraya menjadi implementasi konkret dari prinsip tersebut untuk menekan biaya variabel pembudidaya.
Pendampingan Teknis dan Kepastian Pasar
Memasuki fase operasional, para pembudidaya tidak berjalan sendiri. Pemkab Dharmasraya telah menyusun Petunjuk Teknis (Juknis) Budidaya dan Bisnis Budidaya yang komprehensif, dibarengi dengan sosialisasi intensif untuk beberapa siklus panen ke depan.
Guna menjamin program berjalan sesuai target, pengawasan dan asistensi di lapangan akan dikawal ketat oleh tim penyuluh perikanan. Sementara itu, dari sisi hilir dan tata niaga, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan (DKUMP) Kabupaten Dharmasraya akan mengambil peran strategis sebagai agen pemasaran utama. Sinergi ini dibentuk untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak dan memastikan produk berkadar gizi tinggi ini terserap optimal di pasar.
Melalui integrasi program OVOP perikanan ini, Pemkab Dharmasraya optimistis dapat memperkuat stabilitas harga pangan, mendongkrak pendapatan riil masyarakat, sekaligus mencetak wirausaha baru (sociopreneur) berbasis agribisnis di Bumi Ceti Nan Tuan.
(Febri Rajomudo)
