Motivasi Siswa Baru, Bunda Guru Nedia Fitri Hadir di SMPN 11 Sijunjung
SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 adalah momentum bagi siswa baru untuk lebih mengenal lingkungan sekolah nya. Momen ini sangat spesial dirasakan oleh siswa baru di SMPN 11 Sijunjung, Kamang Baru.
Kebahagiaan ini dengan dihadiri langsung Bunda Guru Kabupaten Sijunjung Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa yang hadir sebagai pembina upacara sekaligus membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN tersebut.
Didampingi Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, Mauvidar, SE, Bunda Guru Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa mengatakan, momentum MPLS ini menjadi awal untuk menanamkan semangat disiplin, tanggung jawab, dan karakter positif kepada seluruh peserta didik pada tahun pelajaran yang baru.
Selain itu, Melalui kegitan ini diharapkan seluruh siswa baru dapat beradaptasi dengan suasana sekolah yang positif dan nyaman, sehingga mereka siap memulai perjalanan belajar dengan rasa percaya diri yang tinggi.
"Jadikan tahun pelajaran ini sebagai awal untuk meraih prestasi dan membangun karakter yang lebih baik," ujar Nedia Fitri di hadapan seluruh guru, tenaga kependidikan, serta siswa kelas VII VIII, dan IX SMP N 11 Sijunjung yang mengikuti upacara pada Senin 13 Juli 2026 tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari sikap disiplin, etika dan akhlak yang baik.
Bunda Guru Nedia Fitri juga menekankan pentingnya menjaga diri dari berbagai hal buruk yang dapat merusak masa depan. Fenomena kenakalan remaja, mulai dari pergaulan bebas narkoba hingga penyalahgunaan teknologi, yang seringkali berawal dari kurangnya kontrol diri serta manajemen waktu yang buruk dalam keseharian.
"Masa remaja adalah fase krusial di mana seseorang sedang mencari jati diri. Oleh karena itu, kami mengajak para siswa untuk lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan dan mulai menyibukkan diri dengan aktivitas yang produktif agar energi besar yang dimiliki remaja tidak terbuang sia-sia pada hal-hal destruktif, "pesannya.(Andri/Noven)

