window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); Domino Satukan TNI dan Rakyat di Padang, Budi Kartono–Alhidayah Berkesempatan Rebut Piala Panglima TNI - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    Domino Satukan TNI dan Rakyat di Padang, Budi Kartono–Alhidayah Berkesempatan Rebut Piala Panglima TNI


    PADANG, SUMBARKINI.COM — Di balik susunan kartu domino yang dimainkan dengan penuh konsentrasi, ada ruang perjumpaan yang lebih luas: masyarakat berkumpul, berkompetisi secara sportif, sekaligus membangun kebersamaan.

    Suasana itu terlihat dalam Open Tournament Domino ORADO (101) Piala Panglima TNI yang digelar di Bagindo Aziz Chan Youth Centre, Kota Padang, Minggu (27/9/2026).

    Turnamen yang diselenggarakan Kodim 0312 Padang dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tersebut mempertemukan para peserta dalam kompetisi domino sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Open Tournament Domino ORADO (101) yang digelar serentak di berbagai daerah.

    Pasangan Budi Kartono, S.E. dan Alhidayah tampil sebagai juara. Keduanya mengalahkan pasangan Iswandi–Maizal pada partai penentuan.

    Atas hasil tersebut, Budi Kartono–Alhidayah memperoleh medali emas dan uang pembinaan Rp5 juta, sementara Iswandi–Maizal meraih medali perak dan uang pembinaan Rp2,5 juta.

    Posisi ketiga ditempati pasangan Tri–Rozi, sedangkan peringkat keempat diraih Eagar–Yohanes.

    Dari 101 titik menuju panggung berikutnya

    Komandan Kodim 0312 Padang, Letkol Inf. Faiq Fahmi, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang mengikuti turnamen.

    Menurutnya, pelaksanaan di Kota Padang merupakan bagian dari arahan PB ORADO dan Panglima TNI agar Open Tournament Domino ORADO (101) dilaksanakan di 101 titik secara serentak di Indonesia.

    Antusiasme peserta, kata Faiq Fahmi, menjadi salah satu bagian penting dari semangat penyelenggaraan kegiatan tersebut. Turnamen ini juga diarahkan sebagai bagian dari upaya pemecahan rekor MURI.

    Fautiaz menyerahkan hadiah untuk juara kedua.

    “Kami sangat senang, kami sangat antusias terhadap pelaksanaan iven ini. Ini arahan Pak Panglima dan direncanakan untuk memecahkan Rekor MURI,” ujarnya.

    Bagi Faiq Fahmi, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa olahraga domino memiliki ruang interaksi sosial yang cukup kuat.

    Ia pun membuka kemungkinan kegiatan serupa kembali digelar di Kota Padang. Pelaksanaannya nantinya menyesuaikan arahan berikutnya serta kesiapan ORADO Sumatera Barat dan ORADO Kota Padang.

    Lebih jauh, pemenang dari Kota Padang nantinya akan berhadapan dengan pemenang dari kota lainnya untuk memperebutkan Piala Panglima TNI.

    Di titik inilah turnamen lokal tersebut memiliki kelanjutan yang lebih luas. Para pemenang tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melangkah ke tahapan kompetisi berikutnya.

    Ketika permainan rakyat mulai membangun prestasi

    Ketua Pengcab ORADO Kota Padang, Fautiaz Fauzi, menyebut turnamen tersebut merupakan debut perdana dirinya setelah menerima mandat sebagai Ketua Pengcab ORADO Kota Padang.

    Namun, gagasan mengembangkan domino sebagai olahraga bukanlah sesuatu yang muncul tanpa melihat realitas di tengah masyarakat.

    Menurut Fautiaz, permainan domino telah lama dikenal dan dimainkan oleh masyarakat. Dengan hadirnya organisasi olahraga yang menaunginya, terdapat ruang untuk mengembangkan para pemain agar tidak berhenti sebagai penggemar permainan, tetapi dapat berkembang menjadi atlet.

    Foto bersama pemenang turnamen.


    “Kini sudah ada organisasinya dan diakui sebagai salah satu cabang olahraga, maka saatnya kita menjadikan pemain-pemain domino naik kelas menjadi atlet,” katanya.

    Ia melihat kesempatan penyelenggaraan turnamen sebagai momentum untuk menunjukkan keseriusan dalam membangun olahraga domino di Kota Padang. Antusiasme peserta menjadi salah satu catatan penting dalam pelaksanaan perdana tersebut.

    “Ketika ada peluang dan kepercayaan mengadakan turnamen, tentu kita selenggarakan sebaik mungkin. Kita buktikan keseriusan kita mengemban amanah mengembangkan olahraga domino di Kota Padang. Alhamdulillah banyak peminatnya,” ujar Fautiaz.

    Bagi masyarakat, turnamen semacam ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara.

    Ada ruang untuk bertemu, berkompetisi, membangun relasi, dan memperlihatkan bahwa sebuah permainan yang telah lama hidup di tengah masyarakat juga dapat diarahkan menuju kegiatan olahraga yang lebih terorganisasi. (Zul/DaAn)


    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad