Mutasi, Reza Chairu Akba Sidiql Tinggalkan Kenangan Mendalam bagi Wartawan Sumbar
PADANG (SUMBARKINI.COM) — Jabatan bisa berganti, tempat pengabdian dapat berpindah, tetapi kesan baik yang ditinggalkan seseorang tidak selalu ikut pergi. Bagi sebagian insan pers di Sumatera Barat, mutasi Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq bukan sekadar pergantian pejabat di lingkungan Polri, melainkan momen perpisahan dengan sosok yang selama ini dikenal peduli, bersahabat, dan dekat dengan wartawan.
Setelah menjalankan amanah sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Reza mendapat penugasan baru sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Lampung. Tongkat kepemimpinan Dirlantas Polda Sumbar selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol. Kukuh Priyo Taruno, yang sebelumnya menjabat Direktur Samapta Polda Banten.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/IX/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Pergeseran jabatan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran dan penempatan personel sesuai kebutuhan organisasi.
Namun, di balik administrasi dan rotasi jabatan, ada sisi lain yang tak kalah bermakna: hubungan antarmanusia yang terbangun selama masa pengabdian.
Bagi wartawan yang pernah berinteraksi dengannya, Reza bukan hanya pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas urusan lalu lintas. Ia juga meninggalkan kesan melalui pendekatan komunikasi yang bersahabat dan hubungan kemitraan yang terjalin dengan kalangan media.
Bukan Hanya Soal Jabatan, tetapi Juga Kedekatan
Dalam dunia jurnalistik, hubungan antara pers dan kepolisian memiliki peran penting. Keduanya menjalankan fungsi berbeda, tetapi dapat bertemu dalam satu kepentingan bersama, yakni menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kepolisian menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, sementara pers bertanggung jawab menghadirkan informasi kepada publik secara akurat dan berimbang. Hubungan profesional yang sehat membutuhkan keterbukaan komunikasi, sikap saling menghormati, dan pemahaman terhadap peran masing-masing.
Di tengah dinamika tersebut, pendekatan humanis seorang pejabat menjadi nilai tersendiri bagi mitra kerjanya.
Kesan itulah yang disampaikan Arie Sutan, salah seorang wartawan di Sumatera Barat, ketika melepas kepergian Reza menuju tempat tugas yang baru.
“Atas nama rekan-rekan media Sumbar, kami merasa sangat kehilangan. Sebab, sosok H. M. Reza merupakan pribadi yang peduli, care, dan dekat dengan insan pers tanpa membeda-bedakan,” ujar Arie Sutan.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa hubungan yang terjalin selama ini bukan semata-mata berkaitan dengan kepentingan pekerjaan, melainkan juga menyangkut penghargaan terhadap sesama dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.
Bagi insan pers, perhatian dan komunikasi yang baik dari seorang pejabat dapat menciptakan ruang kemitraan yang lebih terbuka. Terlebih dalam urusan lalu lintas, informasi yang cepat, jelas, dan mudah dipahami masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung keselamatan pengguna jalan.
Arie pun menyampaikan doa dan harapan agar Reza mampu menjalankan amanah baru dengan baik.
“Selamat jalan, Pak Dirlantas. Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga semakin bersinar kariernya, senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam mengemban amanah,” tuturnya.
Pin Emas Kapolri dan Tantangan Pengabdian di Lampung
Perjalanan tugas Reza di Sumatera Barat menjadi bagian dari rekam pengabdiannya di institusi Polri. Ia juga tercatat memperoleh Pin Emas Kapolri, sebuah penghargaan yang menjadi salah satu catatan dalam perjalanan kariernya.
Kini, amanah baru menantinya di Provinsi Lampung, wilayah yang memiliki dinamika mobilitas masyarakat dan arus transportasi tersendiri.
Sebagai Dirlantas Polda Lampung, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan pengaturan arus kendaraan, tetapi juga peningkatan disiplin berlalu lintas, edukasi keselamatan berkendara, pencegahan kecelakaan, serta penguatan pelayanan kepada masyarakat.
Tugas tersebut membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Penegakan hukum tetap menjadi bagian penting, tetapi upaya membangun kesadaran masyarakat, memperkuat komunikasi, dan menghadirkan pelayanan yang responsif juga menjadi unsur penting dalam mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib.
Pengalaman selama bertugas di Sumatera Barat diharapkan menjadi bekal bagi Reza untuk melanjutkan pengabdian di wilayah yang baru.
Perpindahan tugas ini sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan kariernya, dengan tanggung jawab dan tantangan yang berbeda.
Kukuh Priyo Taruno Mengemban Amanah di Ranah Minang
Sementara itu, Kombes Pol. Kukuh Priyo Taruno kini dipercaya memimpin Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat.
Masyarakat tentu berharap kesinambungan pelayanan lalu lintas tetap terjaga. Edukasi keselamatan berkendara, pengaturan arus kendaraan, pelayanan administrasi, serta penegakan hukum yang profesional menjadi sejumlah aspek penting yang perlu terus diperkuat.
Sumatera Barat memiliki karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan dengan aktivitas kendaraan yang padat hingga jalur antarkabupaten yang membutuhkan perhatian terhadap keselamatan perjalanan.
Kondisi tersebut menuntut kerja sama berbagai pihak, termasuk kepolisian, pemerintah daerah, pemangku kepentingan transportasi, media, dan masyarakat.
Di sinilah kepemimpinan dan komunikasi publik memiliki arti penting. Selain menjalankan fungsi penegakan hukum, jajaran lalu lintas diharapkan terus hadir melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan.
Kehadiran pimpinan baru menjadi momentum untuk melanjutkan hal-hal baik yang telah berjalan sekaligus memperkuat upaya perbaikan sesuai kebutuhan masyarakat Sumatera Barat.
Rotasi Juga Menyentuh Bidang Hukum Polda Sumbar
Selain pergantian Dirlantas, mutasi juga menyentuh jabatan Kepala Bidang Hukum Polda Sumatera Barat.
Kombes Pol. Didit Bambang Wibowo Saputra ditunjuk mengisi jabatan tersebut, menggantikan almarhum Kombes Pol. Ahmad Basahil.
Sebelumnya, Didit bertugas sebagai Dosen Utama Akademi Kepolisian di lingkungan STIK Lemdiklat Polri.
Penugasan baru tersebut berkaitan dengan pelaksanaan fungsi hukum di lingkungan Polda Sumbar, termasuk dukungan pertimbangan hukum dan bantuan hukum bagi organisasi kepolisian.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, membenarkan adanya mutasi dan pengisian sejumlah jabatan tersebut.
Pergantian personel di lingkungan Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ketika Jabatan Berakhir, Kenangan Tetap Tinggal
Setiap pertemuan pada akhirnya akan sampai pada perpisahan. Begitu pula perjalanan pengabdian seorang pejabat yang harus berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Bagi Reza, Sumatera Barat menjadi bagian dari perjalanan karier yang menyimpan pengalaman dan pelajaran. Sementara bagi insan pers yang pernah berinteraksi dengannya, masa tugas tersebut meninggalkan kenangan tentang hubungan kemitraan yang dibangun melalui komunikasi dan pendekatan personal.
Tentu, ukuran keberhasilan seorang pejabat tidak hanya terletak pada seberapa dekat ia dengan mitra kerjanya. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari manfaat kebijakan, kualitas pelayanan, profesionalisme, dan dampak positif yang dirasakan masyarakat.
Namun, ketika profesionalisme berjalan beriringan dengan sikap menghargai sesama, hubungan kerja dapat meninggalkan kesan yang lebih mendalam.
Itulah makna yang terasa dalam ucapan perpisahan insan pers Sumatera Barat kepada Reza: penghargaan atas kebersamaan yang telah dilalui sekaligus doa untuk perjalanan pengabdian berikutnya.
Selamat bertugas di tempat yang baru, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq.
Semoga amanah sebagai Dirlantas Polda Lampung dapat dijalankan dengan lancar, penuh tanggung jawab, dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Ranah Minang melepas dengan doa. Jabatan boleh berganti, perjalanan boleh berlanjut ke tempat yang berbeda, tetapi hubungan baik yang dibangun dengan ketulusan akan selalu memiliki tempat dalam ingatan.
Bagi insan pers Sumatera Barat, terima kasih atas kebersamaan dan kemitraan yang telah terjalin.
Sebab, pada akhirnya, yang paling lama dikenang bukanlah jabatan yang pernah disandang, melainkan sikap dan kebaikan yang ditinggalkan.
Ikuti terus informasi Sumatera Barat yang aktual, berimbang, dan humanis melalui Instagram Sumbarkini dan kunjungi Sumbarkini.com.
(TIM REDAKSI SUMBARKINI)
