• Breaking News

    Lisda Hendrajoni Kecam Kemensos dan BPJS Main-main dengan Nyawa Manusia

    Padang - Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni geram. Kegeraman Lisda disebabkan penonaktifan 11 juta penerima manfaat BPJS PBI oleh pemerintah pusat pada awal Februari lalu.

    “Ini menyangkut nyawa manusia. Kenapa pemerintah mensimulasikan seperti uji coba atau main-main. Berapa banyak masyarakat kita yang terpaksa terhenti berobat, atau tidak mendapatkan pelayanan kesehatan selama masa penonaktifan,” ujar Lisda pada salah satu program televisi.

    Lisda menjelaskan PBI bukanlah bantuan biasa, PBI adalah bentuk kehadiran negara dalam memastikan masyarakat miskin mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai amanah undang-undang.

    Ditegaskan Srikandi Partai Nasdem itu, penonaktifan 11 juta yang dinonaktifkan secara tiba-tiba ini bukan hanya sekedar administrasi. Tapi ini mengenai hak dasar warga negara untuk sehat dan juga pelayanan kesehatan, yang tidak tercapai,” jelas Lisda.

    Lisda juga menegaskan, perihal validasi data yang dilakukan Kemensos dan BPS hingga saat ini masih belum terdapat keakuratan.

    “Kalaulah validasi data yang menjadi alasan untuk penonaktifan kemarin, buktinya sampai saat ini masih juga terdapat ketidak akuratan data. Masih ada penerima yang harusnya mendapatkan manfaat tapi malah tidak menerima, begitu juga sebaliknya. Lalu apa urgensifnya penonaktifan tersebut,” ungkap Lisda.

    Srikandi Partai Nasdem ini juga menyebut, berdasarkan fakta di lapangan, data DTKS yang dipakai oleh pemerintah untuk penonaktifan BPJS juga dinilai sangat tidak akurat.

    Lisda menggambarkan, ada masyarakat yang tinggal di suatu rumah namun dihuni oleh 3-4 keluarga, biasanya ini rumah warisan turun temurun. Ternyata ada diantara mereka yang masih belum memiliki pekerjaan atau dalam keadaan sakit sehingga dapat dikategorikan tidak mampu. 

    Linda mencontohkan di daerahnya. Mereka tiba-tiba dinonaktifkan, dengan alasan sudah memiliki rumah sendiri, tentu ini kita pertanyakan keakuratan datanya.

    Lisda juga meminta agar ini segera di evaluasi, agar validitasi data itu terpenuhi sesuai dengan amanah undang-undang.

    “Validasi data itu merupakan salah satu tugas dari Kementrian Sosial. Saya berharap kedepan ini betul-betul akurat dengan turun langsung ke masyarakat, melihat masyarakat. Petugas jangan mudah percaya dengan kondisi yang dilaporkan tanpa melihat langsung. Bila perlu berikan sanksi kepada petugas yang terbukti bermain-main dengan data,” pungkas Lisda. (*)

    Pelantikan KJI Sulsel Melawan Pakem, Menjemput Semangat Jurnalisme dari Daerah

    SIDRAP - Ada yang berbeda dengan konstelasi organisasi pers di Sulawesi Selatan tahun ini. Jika biasanya pelantikan pengurus tingkat provinsi selalu identik dengan kemegahan hotel berbintang di Makassar, Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulsel justru memilih jalan "melawan arus".

    KJI Sulsel secara resmi menjadwalkan prosesi pelantikan pengurus periode 2026-2029 di Aula Taman Wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), pada Sabtu siang, 14 Februari 2026.

    Keputusan untuk memusatkan acara di Sidrap, daerah yang akrab dijuluki sebagai "Kota Beras" bukan tanpa pertimbangan matang. Ketua KJI Sulsel terpilih, Edy Basri, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk apresiasi terhadap akar sejarah dan upaya mendesentralisasi energi organisasi.

    Edy, yang akan memimpin KJI Sulsel bersama Muh Tohir (Sekretaris) dan Ersan (Bendahara), menyebut momen ini sebagai ajang "pulang kampung" untuk menjemput semangat jurnalisme dari daerah.

    "Alhamdulillah, Pak Ketum DPP dan Pak Ketua KJI Nasional sudah mendarat. Besok siang keduanya langsung ke Puncak Bila dijemput oleh panitia pelantikan," ujar Edy Basri, Kamis (12/2/2026) malam.

    Tak sekadar seremoni ketuk palu, panitia juga telah menyiapkan sesi talkshow sebagai pembuka. Dengan mengusung tema "Jurnalisme Kolaboratif untuk Sulsel yang Transparan dan Berkemajuan", KJI Sulsel ingin menegaskan bahwa di tengah fragmentasi media saat ini, kolaborasi adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik.

    Hingga berita ini diturunkan, persiapan di lokasi acara dilaporkan telah mencapai 90 persen. Pilihan lokasi di Puncak Bila Sidrap seolah mengirimkan pesan kuat kepada publik pers di Sulawesi Selatan, bahwa pusat perubahan tidak selalu harus bermuara di ibu kota.

    Dengan memilih Sidrap, KJI Sulsel sedang mencoba menanam benih kolaborasi di daerah lumbung pangan, dengan harapan hasil dari pemikiran jurnalisme ini nantinya dapat memberi kontribusi bagi kemajuan seluruh penjuru Sulawesi Selatan.

    Acara ini dipastikan berbobot dengan kehadiran pucuk pimpinan pusat. Ketua Umum DPP KJI, Andarizal, dijadwalkan melantik langsung kepengurusan KJI Sulsel. Turut hadir Ketua KJI Nasional, Nurfandri. (*/elsi) 

    Hadapi Lebaran 1447 H, PT KAI dan DJKA Lakukan Inspeksi Keselamatan

    PADANG – Untuk kelancaran layanan transportasi Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memastikan keamanan operasional. Bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), PT KAI melaksanakan inspeksi keselamatan komprehensif di seluruh wilayah operasional Divre II Sumbar. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 11–12 Februari 2026.

    Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyatakan langkah preventif ini merupakan komitmen perusahaan untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas tertinggi. "Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Sumatera Barat yang akan melakukan perjalanan mudik. Inspeksi ini memastikan seluruh aspek layanan berada dalam kondisi optimal sesuai regulasi," ujar Reza dalam keterangan resminya, Kamis (12/2).

    Pelaksanaan inspeksi ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2015. Tim gabungan melakukan penyisiran mulai dari kelaikan prasarana hingga fasilitas penunjang bagi penumpang di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api.

    Inspeksi meliputi: fasilitas penumpang di stasiun yang terdiri dari pemeriksaan kesiagaan alat pemadam api (APAR), jalur evakuasi, fasilitas kesehatan (P3K & kursi roda), fungsi CCTV, hingga kebersihan area publik seperti toilet dan musala. Daalm hal kelaikan kereta, pemeriksaan ditujukan pada rem darurat berfungsi normal, ketersediaan alat pemecah kaca, suhu pendingin ruangan (AC) yang stabil, serta fasilitas ramah disabilitas. 

    Sementara itu kesiapan prasarana & SDM, meliputi validitas sertifikasi kompetensi petugas, kondisi fisik rel, wesel, bantalan, jembatan, serta sistem drainase untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.

    Inspeksi ini juga mencakup diskusi teknis terkait prosedur operasional darurat. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis mengingat adanya potensi peningkatan volume penumpang yang signifikan pada periode Lebaran mendatang.

    Reza menegaskan bahwa keselamatan adalah fondasi utama. KAI Divre II Sumbar berkomitmen menjaga keandalan layanan agar tradisi mudik masyarakat tahun ini berjalan lancar.

    "Melalui verifikasi ketat ini, kami berharap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, selamat, tertib, dan andal, sejalan dengan semangat kami, Semakin Melayani," pungkasnya. (Elsi) 

    Perumda Air Minum Bebaskan Tagihan Air Rumah Ibadah selama Tahun 2026

    Padang - Perumda Air Minum Kota Padang kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat pascabencana. Sebelumnya, perusahaan milik Pemerintah Kota Padang itu menggratiskan tagihan air bagi pelanggan terdampak yang belum teraliri air pada Bulan Januari 2025. Lalu Petrumda tetap menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki bagi masyarakat non pelanggan.

    Terbaru, melalui Surat Keputusan Direksi Nomor 2 Tahun 2026, Perumda Air Minum Kota Padang membebaskan tagihan air bagi rumah ibadah selama periode Januari hingga Desember 2026. Hal ini dikatakan Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, Rabu 11 Fbbruari 2026.

    Diungkapkannya, kebijakan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. “Perumda Air Minum hadir bukan sekadar penyedia air minum, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Kota Padang,” ujarnya.

    Hendra Pebrizal menyatakan air memiliki peran penting dalam menunjang kebersihan serta kekhusyukan beribadah. Karena itu, dukungan terhadap rumah ibadah dinilai sebagai langkah strategis yang bernilai sosial dan keagamaan.

    “Kami ingin membantu meringankan beban operasional rumah ibadah agar pengurus lebih fokus pada pelayanan dan pembinaan umat,” ungkapnya.

    Program pembebasan rekening air hingga Deseber 2026 diberlakukan untuk masjid, mushala, gereja, vihara, pura, dan klenteng dengan batas pemakaian maksimal 250 meter kubik per bulan. Khusus mushala, pembebasan diberikan dengan batas maksimal 200 meter kubik per bulan.

    "Kebijakan tersebut tetap mengedepankan prinsip keadilan dalam penggunaan air. Jika pemakaian melebihi batas yang ditetapkan, maka kelebihan itu saja yang yang dibayarkan, tegasya.

    Dia juga mengimbau rumah ibadah yang masih memiliki tunggakan atau berstatus nonaktif agar segera menyelesaikan kewajibannya supaya dapat menikmati program pembebasan rekening air tersebut. (nelvi)

    Plt. Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah Resmikan Sumur Bor Bantuan Dari Baznas RI di Nagari Guguak.


    SIJUNJUNG ( Sumbarkini. Com) - Plt Bupati Sijunjung H. Iraddatillah, S.Pt meresmikan pemakaian Sumur Bor Bantuan Baznas RI di Jorong Padang Lalang Nagari Guguak Kecamatan Koto VII, pada Kamis 12 Februari 2026. Peresmian sumur bor sumber air bersih ini ditandai dengan pengguntingan pita menara sumur bor oleh Plt Bupati Sijunjung yang didampingi tamu undangan lainnya.


    Dalam arahannya Plt Bupati, H. Iraddatillah menyampaikan bahwa penempatan Sumur Bor yang merupakan Bantuan Baznas RI yang berasal dari CSR My Bank Pinancd ini merupakan hadiah kepada nagari Gugak yang telah menjadi The Best pengumpulan zakat dari 61 Nagari dan 1 desa yang ada di Kabupaten Sijunjung.

    "Ditempatkannya Sumur Bor ini, karena selama ini Nagari Guguak telah menunjukan komitmennya dalam menggumpulkan zakat dan menyalurkannya kepada Baznas Kabupaten Sijunjung, " ujarnya.

    Di nagari Guguak Zakat yang dikumpulkan bukan hanya dari pegawai Kantor Wali Nagari saja, tapi juga bearasl dari hasil panen padi dan komoditi lainnya dari masyarakat yang di kumpulkan ole UPZ Nagari Guguak, sehingga jumlah pengumplannya menunjukan angka yang cukup menggembirakan.

    "Kami berharap UPZ Nagari Guguak menjadi Row Model bagi nagari lainnya dalam hal pengumpulan zakat dari masyarakat, sehingga akan meningatkan angka pengumpulan zakat yang pada akhirnya dapat banyak memberikan manfaat kepada masyarakat yang sangat membutukannya," harap Plt Bupati Iradatillah.


    Kepada Baznas Kabupaten Sijunjung, Baznas Propinsi Sumatera Barat, Baznas RI serta My Bank Finaced, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung, Iraddatillah mengaturkan banyak terima kasi dan penghargaan karena telah memberikan dukungan kepada Pemda Kabupaten Sijunjung dalam rangka menyelesaikan masalah-masalah masyarakat, termasuk pengadaan air bersih seperti yang di resmikan saat ini.

    Sebelumnya Ketua Baznas Kabupaten Sijunjung H.Hidayatullah, Lc. MA. dalam laporan menyampaikan bahwa Sumur Bor sumber air bersih bagi 115 orang warga jorong Padang Lalang Nagari Guguak ini adalah merupakan Bantuan dari Baznas RI sebesar Rp. 37.000.000,-yang berasal dari CSR PT. My Bank Finance.

    "Dengan adanya Sumur Bor ini diharapkan akan dapat memenuhi kebutuan air bersih bagi warga masyarakat di daerah ini, karena memang di daerah ini mengalami kekurangan adanya air bersih, " ujar Hidayatullah.

    Sementara itu, Branch Manager PT My. Bank Finance Cabang Padang, Khairul Arifin menyampaikan bahwa bantuan Sumur Bor tersebut merupakan bentuk kerjasama PT My Bank dengan Baznas melalui CSR.

    Wali Nagari Gugak Zainal, S.Pd juga mengucapkan terima kasih kepada Baznas, PT My Bank dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung yang telah menempatkan Sumur Bor tersebut di Nagari Guguak. 

    "Keberadaan Sumur Bor ini sangat membantu sekali bagi masyarakat kami, karena sebelumnya masyarakat hanya mengandalkan aur sungai untuk kehidupan sehari-hari, " ujar Zainal.

    Dikesempatan itu juga diserahkan secara simbolis Zakat masyarakat Nagari Guguak senilai Rp.30. 431.000,- dari Wali Nagari Guguak Zainal, S.Pd. kepada Ketua Baznas Kabupaten Sijunjung H. Hidayatullah,Lc.MA. bantuan satu unit mesin jahit dari Waka IV Baznas Propinsi Sumatera Barat H. Drs. Nurman Agus kepada pemilih lahan sumur bor Ulfa Desriani, dan bantuan pembangunan sumur bor senilai Rp. 37 Juta dari Branc Manager PT. My. Bank Finance Khairul Arifin kepad Wali Nagari Guguak Zanal, S.Pd.

    Peresmian sumur bor ini turut hadir Wakil Ketua Baznas, Darmawan, SH. dan Syahril Syahda, SH, Kementrian Agama, Yoni Hendra, S.Ag. M.Pd. Asisten I, Afrizal, S.Sos.M.Si, Kadinsos, Yofritas, ST.MT. Sekretaris Dinas PU, Ramadhan, Sekretaris Dinas PolPP dan Damkar, Yasran Fuadi, SE, MM, dari BPBD, Kepala Pelaksana Baznas, Meri Muliadi, S.Pd, Camat Koto VII, Erik Sadenov, SSTP beserta unsur forkopincam, wali nagari se Kecamatan Koto VII dan masyarakat Nagari Guguak. (Andri) 

    Angin Segar Dari TImur, KJI Sulsel Segera Dilantik

    Makassar - Pengurus organisasi Kolaborasi Jurnalis Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan (KJI-Sulsel) menggelar rapat intensif guna mematangkan persiapan acara pelantikan mereka sebagai pengurus. Berdasarkan hasil koordinasi, pengukuhan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026 mendatang di Kota Makassar.

    Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini membahas teknis pelaksanaan acara, mulai dari lokasi kegiatan hingga koordinasi antar-bidang. Pelantikan ini dianggap sebagai momentum penting bagi KJI untuk memperkuat eksistensi dan profesionalisme jurnalis di tanah Sulawesi Selatan.

    "Kami terus merapatkan barisan agar prosesi pelantikan pada 14 Februari nanti berjalan khidmat dan sukses. Ini adalah langkah awal bagi KJI Sulsel untuk berkontribusi nyata bagi keterbukaan informasi di daerah ini," ujar Ketua Panitia Pelantikan, Edi Basri, di sela-sela rapat.

    Dengan semangat kolaborasi yang menjadi jargon utama organisasi, KJI Sulsel diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu bagi para insan pers untuk terus bertumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

    Pelantikan bakal dihadiri lansung oleh Ketua Umum KJI, Andarizal. Kehadiran Ketum ke Tanah Angin Mamiri itu demi melihat antusasme mereka terhadap kebangkitan KJI  Bumi Timur Indonesia tersebut. Tekad kawan-kawan jurnalis disana berkelindan dengan keseriusan DPP KJI dalam mengembangkan sayap organisasi di wilayah Indonesia Timur terlihat dari rencana kehadiran langsung pucuk pimpinan pusat. Ketua Umum DPP-KJI, Andarizal, dijadwalkan bertolak langsung dari Padang, Sumatera Barat, menuju Makassar pada 13 Februari 2026, sehari sebelum acara puncak dilaksanakan.

    Menurut Andarizal, kehadirannya disana tidak hanya untuk melantik secara resmi para pengurus. Andarizl ingin melihat lansung keluarga baru KJI disana sembari  memberikan arahan strategis terkait visi KJI dalam mendorong kolaborasi antarmedia dan menjaga marwah profesi jurnalis di tengah tantangan digital. (elsi)

    Plt. Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah,S. Pt Buka RAT KP-RI Tunas Jaya

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Plt. Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah,S. Pt membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Tunas Jaya Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Pancasila Muaro Sijunjung, pada Rabu 11 Februari 2026.

    Dalam arahannya Plt Bupati Sijunjung, H Iraddatillah mengatakan bahwa agenda RAT hendaknya tidak hanya sekadar agenda tahunan. Namun juga sebagai wadah untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya sekaligus menyusun rencana kerja untuk tahun yang akan datang.

    Plt. Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah,S. Pt 

    Bupati Menambahkan KP-RI Tunas Jaya harus mampu menjadi wadah terciptanya perkembangan ekonomi demi kesejahteraan anggotanya.

    “Koperasi sebagai badan usaha yang berdasarkan atas azas kekeluargaan harus dapat memberi jawaban terciptanya kesejahteraan bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya," ucap nya.

    Selain itu, Ia juga meminta kepada pengurus dalam mengelola koperasi harus transparansi dan akuntabilitas agar dapat terus berkembang , Karena koperasi juga sebagai wadah bagi para anggota untuk mengembangkan kegiatan ekonomi

    Ketua KP-RI Tunas Jaya, Yuswardi, S. Pd. 

    Sementara itu, Yuswardi, S. Pd selaku ketua KP-RI Tunas Jaya menyampaikan bahwa rapat anggota tahunan ini merupakan salah satu bentuk kepatuhan dan tanggung jawab kita sebagai komponen organisasi dalam melaksanakn kewajiban dan hak kita sebagai pengurus, pengawas, maupun sebagai anggota.

    "Rapat ini merupakan kegiatan strategis dan penting, saat ini momentum perbaikan kinerja pengurus dan pengawas tahun buku 2025, dibuka kesempatan seluas-luasnya pada kita semua mengkritisi dan memberikan masukan untuk tahun buku 2025 ini, " Ujarnya.

    Yuswardi menambahkan bahwa, Sesuai UU no 25 thn 1992 ttg perkoperasian, Permenkop UKM RI no 19 thn 2015 ttg penyelenggaraan Rapat anggota koperasi, Agenda utama RAT yang di selenggarakan pada hari ini adalah

    1. Evaluasi kinerja Koperasi di tahun 2025
    2. Membahas dan mengesahkan laporan Pertanggung jawaban pengurus dan laporan pengawas dalam pelaksanaan kegiatan usaha koperasi pada tahun buku 2025. dan
    3. Merumuskan dan mengesahkan Rencana Kerja serta rencana anggaran pendapatan belanja ( RAPBK ) tahun buku 2026, KP-RI Tunas Jaya.

    Menakar Khidmat HPN dalam Semangat Kolaborasi

    Hari Pers Nasional (HPN) yang kita peringati setiap tanggal 9 Februari bukan sekadar lembaran kalender yang berulang. Bagi kita di Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI), momen ini adalah alarm kesadaran. Di tengah lanskap media yang semakin bising dan terfragmentasi, HPN menjadi titik temu untuk mempertegas kembali, ke mana arah kompas jurnalisme kita?

    Dahulu, pers mungkin bergerak sendiri-sendiri dalam semangat kompetisi yang kaku. Namun, KJI lahir dari sebuah keyakinan bahwa era "superman" sudah berakhir, sekarang adalah era "superteam".

    Makna HPN bagi KJI bukan tentang siapa yang tercepat mengunggah berita, melainkan bagaimana kita bisa saling menguatkan kapasitas untuk menjaga marwah profesi. Kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi gempuran kecerdasan buatan (AI) dan algoritma media sosial yang seringkali menomorduakan akurasi.


    Sebagai organisasi yang mewadahi para pegiat informasi, KJI memaknai HPN melalui tiga aksi nyata: Pertama, Penguatan Integritas (The Guardian of Truth) dimana saat banjir hoaks, insan pers dalam naungan KJI harus menjadi penjernih. HPN adalah momentum untuk melakukan audit internal atas etika jurnalisme kita. Kita tidak boleh terjebak pada jurnalisme clickbait yang menggadaikan kebenaran demi angka kunjungan.
    Kedua, solidaritas tanpa batas, KJI memandang HPN sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan antar jurnalis. Kita harus saling melindungi, terutama bagi rekan-rekan yang menghadapi intimidasi atau kekerasan saat bertugas di lapangan. Kedaulatan pers adalah tanggung jawab kolektif. Ketiga, adaptasi teknis dan Inovasi, karena dunia berubah, dan cara bercerita (storytelling) pun harus berevolusi. UNtuk  itu, KJI mendorong setiap anggotanya untuk tidak gagap teknologi, namun tetap menjaga "ruh" jurnalisme yang humanis dan berpihak pada keadilan.

    Bagi Kolaborasi Jurnalis Indonesia, Hari Pers Nasional 2026 adalah perayaan atas ketangguhan. Kita tetap ada karena publik masih membutuhkan kebenaran yang terverifikasi. Mari kita jadikan catatan tahun ini sebagai janji untuk terus bergerak bersama, berkolaborasi, dan tetap menjadi suluh di tengah kegelapan informasi.

    KJI hadir bukan untuk menambah deretan nama organisasi tanpa makna. Kita hadir untuk memastikan bahwa jurnalis di pelosok daerah hingga pusat memiliki hak yang sama atas perlindungan hukum, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan yang layak. HPN adalah momentum untuk menyatukan barisan tersebut.

    Resolusi KJI untuk Pers Indonesia: 1). Jurnalis KJI harus berperan aktif mengedukasi masyarakat agar mampu memilah informasi. 2). Teknologi harus diikuyi tapi nurani dan kode etik adalah kemudi utama. 3). Membangun ekosistem media yang sehat secara bisnis namun tetap tajam secara kritik.



    Selamat Hari Pers Nasional.
    Jayalah Pers Indonesia, Jayalah Kolaborasi Jurnalis Indonesia!


    Padang, 10 Februari 2026
    Oleh: Dewan Pengurus Pusat Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI)

    Suryopratomo Meriahkan HPN 2026 dengan Peluncuran dan bedah Buku Panggil Saya Tommy

    SERANG, BANTEN - Saat merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, jurnalis senior sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo, secara resmi meluncurkan buku terbarunya yang berjudul "Panggil Saya Tommy" di Serang, Banten, pada Minggu (8/2).


    Acara yang dikemas dalam bentuk peluncuran dan bedah buku ini dihadiri oleh tokoh-tokoh pers nasional, jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) serta sejumlah pejabat daerah.


    Buku "Panggil Saya Tommy" merangkum perjalanan hidup dan refleksi pemikiran Suryopratomo, terutama selama masa tugasnya sebagai diplomat di Singapura (2020-2025). Judul buku ini diambil dari sapaan akrabnya yang mencerminkan gaya kepemimpinan yang egaliter dan terbuka, baik saat masih berkarier di dunia jurnalistik maupun saat menjalankan misi diplomasi.


    Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Mas Tommy ini menekankan pentingnya tradisi menulis bagi insan pers. "Menulis adalah cara kita mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan. Bagi seorang wartawan, menulis bukan sekadar profesi, melainkan cara berpikir sistematis untuk memberi dampak bagi masyarakat," ujarnya kepada hadirin di aula Hotel Aston Banten. 


    Peluncuran ini bagian dari program literasi HPN 2026. Porgram ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual di kalangan wartawan. Dan, melalui buku ini, Tommy berbagi strategi diplomasi Indonesia di tengah tantangan global, termasuk saat menghadapi krisis pandemi COVID-19 di mancanegara.


    Akhmad Munir Ketua Umum PWI Pusat dalam sambutannya mengapresiasi karya Suryopraomo sebagai referensi berharga bagi generasi muda. Khususnya dalam memahami irisan antara dunia media dan kebijakan luar negeri. (Tim KJI) 

    Pemkab Sijunjung Hadiri Penyerahan LHP Tahun 2025 dan Entry Meeting dari BPK RI Perwakilan Sumbar.

    PADANG (Sumbarkini.com) - Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) RI perwakilan Sumatera Barat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Pemeriksaan Kinerja dan Kepatuhan terhadap Belanja Barang dan Jasa, serta Belanja Modal Tahun Anggaran 2025 bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung.

    Laporan ini diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sumbar, Sudarminto Eko Putra, S.E., M.M., CSFA., CFrA kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt dan Wakil Ketua DPRD, Syahril Syamra di Lantai IV, Aula Kantor BPK Perwakilan Sumbar, pada Selasa 10 Februari 2026.

    Penyerahan LHP ini dilaksanakan bersamaan dengan entry meeting pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sijunjung Tahun Anggaran 2025.

    Dikesempatan itu, Kabupaten Sijunjung menerima LHP bersama dengan 4 Kabupaten lain diantaranya, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Dharmasraya, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

    Plt Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pemeriksaan interim LKPD Kabupaten Sijunjung Tahun Anggaran 2025 yang akan berlangsung selama 33 hari ke depan. Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk kooperatif, menyiapkan data yang dibutuhkan, serta menindaklanjuti setiap temuan secara cepat dan tepat.

    Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Sumatera Barat, Sudarminto Eko Putra menyampaikan bahwa pemeriksaan interim atas LKPD Kabupaten Sijunjung Tahun Anggaran 2025 ini akan dimulai pada 11 Februari hingga 14 Maret 2026 mendatang.

    “Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kualitas laporan keuangan serta mendukung terciptanya tata kelola keuangan yang baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung. Kami mohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk kelancaran proses pemeriksaan,” harapnya.

    Hadir mendampingi Plt. Bupati Sijunjung diantarnya Pj. Sekretaris Daerah, Jaheri, S. Sos, M. Si, Inspektur Daerah, Wandri Fahrizal, SH, serta Kepala BKAD Kabupaten Sijunjung, Defri Antoni, SE. M. Si. (Andri)

    Inflasi Mengancam, Sekda Pasaman Barat 'Blusukan' ke Pasar: Pastikan Harga Pangan Stabil




    Pasaman Barat - Pagi itu, hiruk pikuk Pasar Simpang Empat, Kecamatan Pasaman, mendadak lebih ramai. Bukan hanya karena transaksi jual beli, tapi kehadiran rombongan pejabat tinggi yang tak biasa. Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat, Doddy San Ismail, memimpin langsung Tim Satgas Saber Pangan. Mereka datang bukan untuk berbelanja, melainkan memastikan denyut harga komoditas utama, yang menjadi penentu hidup matinya upaya **pengendalian inflasi daerah**.

    Langkah agresif Pemkab Pasaman Barat ini diambil Minggu (8/2) sebagai respons cepat terhadap potensi gejolak harga yang selalu menghantui pasar tradisional. Inflasi adalah hantu nyata. Kehadiran tim gabungan multi-instansi ini menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin hanya duduk manis di balik meja.

    Tim Satgas yang terlibat sungguh tak main-main, melibatkan unsur kunci seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Koperasi dan UKM, hingga Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah. Sebelum bergerak ke lokasi, seluruh tim terlebih dahulu mengikuti koordinasi intensif di Kantor Bupati.

    Di Pasar Simpang Empat, Sekda Doddy San Ismail terlihat berdialog akrab dengan sejumlah pedagang. Ia menanyakan langsung perkembangan harga dan ketersediaan stok komoditas strategis yang paling sering menyumbang lonjakan harga, seperti beras, cabai, bawang, dan minyak goreng. Mereka ingin bukti, bukan janji.

    Menurut Doddy, stabilitas harga pangan stabil di pasar rakyat adalah prasyarat mutlak dalam menjaga perekonomian lokal. “Pengendalian inflasi tidak bisa hanya dilakukan melalui rapat. Pemerintah daerah harus hadir langsung di lapangan untuk memastikan harga dan pasokan pangan tetap stabil, terutama di pasar rakyat,” tegasnya.

    Kehadiran Satgas Pangan Pasaman Barat ini diharapkan mengirim sinyal kuat kepada para spekulan. Tim gabungan tersebut bertugas memantau agar tidak terjadi praktik penimbunan atau penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, tindakan tegas siap diambil.

    “Stabilitas harga pangan merupakan kunci pengendalian inflasi daerah. Jika ada indikasi pelanggaran, Satgas Pangan akan bertindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tambah Sekda, memastikan bahwa hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu.

    Pengawasan harga ini dijadwalkan secara berkelanjutan. Setelah tuntas di Simpang Empat, Tim Satgas Pangan Pasaman Barat dijadwalkan melanjutkan pemantauan ke Pasar Padang Tujuh pada Senin (9/2) dan Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Luhak Nan Duo, pada Jumat (13/2). Ini adalah maraton menjaga perut rakyat. (Jimi)

    HPN 2026 Soroti Peran AI Dalam Transformasi Digital

    SERANG, BANTEN – Menyongsong puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, insan pers dari seluruh penjuru tanah air berkumpul di Kota Serang untuk membahas masa depan jurnalisme di era kecerdasan buatan. Melalui Konvensi Nasional Media Massa yang digelar di Aston Serang Hotel, Minggu (8/2), transformasi digital menjadi fokus utama diskusi.

    Acara yang berlangsung pada sore hari ini mengangkat tema strategis: "Pers, AI, dan Transformasi Digital. Membangun Ekosistem Informasi Untuk Kepentingan Publik". Panel diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh media dan pakar teknologi untuk membedah bagaimana teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat diintegrasikan ke dalam ruang redaksi tanpa mengesampingkan kode etik jurnalistik.

    Dalam sesi tersebut, para pembicara menekankan bahwa tahun 2026 menjadi titik krusial bagi media massa untuk beradaptasi. Penggunaan AI tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan alat untuk meningkatkan efisiensi produksi berita dan analisis data yang lebih mendalam bagi publik.

    Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam konvensi ini antara lain: keberlanjutan media, integritas informasi, kepentingan publik.

    Pemilihan lokasi di Kota Serang, Banten, juga memberikan warna tersendiri bagi perhelatan HPN tahun ini. Lokasi konvensi yang terletak di Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani menjadi saksi lahirnya gagasan-gagasan baru yang akan dibawa ke tingkat nasional. (Tim KJI) 

    HPN-2026 Banten, Empati Kepala Daerah di Sumbar Rendah?


    Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, seharusnya menjadi panggung kehormatan bagi seluruh insan pers di Indonesia. Namun, bagi delegasi jurnalis asal Sumatera Barat, perjalanan tahun ini terasa lebih dingin, bukan karena pendingin ruangan bus atau angin laut di Selat Sunda, melainkan karena dinginnya hati para pemimpin daerah di Ranah Minang.


    Di tengah keriuhan persiapan keberangkatan, kita dipaksa menyaksikan sebuah potret ironi yang telanjang, para kepala daerah mulai dari Gubernur, Bupati, hingga Walikota tampak kompak mengenakan "rompi antipati" terhadap kuli tinta.


    Sudah menjadi rahasia umum bahwa pejabat di Sumatera Barat adalah konsumen setia dari jasa publikasi. Mereka gemar bersolek di depan kamera jurnalis, haus akan headline yang memuji kinerja birokrasi, dan sangat reaktif jika pena pers mulai menyoroti borok kebijakan. Pers dianggap mitra strategis saat mereka butuh panggung, namun mendadak menjadi "orang asing" saat momentum HPN tiba.


    Ketidakhadiran fasilitasi dan absennya rasa empati dalam mendukung keberangkatan insan pers ke Banten bukan sekadar masalah anggaran. Ini adalah masalah mentalitas penguasa. Mereka fasih berpidato tentang pers sebagai pilar keempat demokrasi, namun di balik meja kekuasaan, mereka memperlakukan jurnalis layaknya pelengkap penderita yang hanya dibutuhkan saat musim pencitraan atau syahwat politik menjelang pilkada.


    Sangat memuakkan melihat kenyataan bahwa daerah yang melahirkan raksasa pers seperti Adinegoro dan Rohana Kudus, kini dipimpin oleh orang-orang yang picik dalam menghargai profesi wartawan. Keengganan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan moral maupun fasilitasi nyata adalah bentuk pengkhianatan terhadap sejarah intelektualitas Sumatera Barat itu sendiri.


    Apakah para pemimpin ini lupa, bahwa tanpa ketukan tuts kibor dan goresan pena kuli tinta, prestasi-prestasi yang mereka banggakan itu hanyalah sunyi yang tak terdengar? Atau barangkali, mereka memang sengaja membiarkan pers berjalan terseok-seok agar fungsi kontrol sosial melemah?


    Perlu ditegaskan, kegelisahan insan pers hari ini bukan karena haus akan bantuan materi, melainkan tuntutan akan martabat. Kehadiran delegasi Sumbar di HPN 2026 adalah untuk membawa nama daerah di kancah nasional. Namun, ketika pemerintah daerah memilih untuk menutup mata dan mengunci rapat pintu empati, mereka sebenarnya sedang mengirimkan pesan perang terhadap transparansi.


    Jangan salahkan pers jika ke depan, tinta yang digoreskan akan terasa lebih pahit. Sebab, hubungan yang sehat dibangun atas dasar saling menghargai, bukan saling memanfaatkan. Jika untuk urusan HPN saja para kepala daerah ini "kikir" empati, maka publik patut bertanya: untuk siapa sebenarnya mereka bekerja?


    Biarlah kuli tinta melangkah ke Banten dengan peluh sendiri. Namun ingatlah, setiap tetes keringat itu akan berubah menjadi catatan kritis yang tak akan lekang oleh waktu. Para pemimpin yang abai terhadap pers adalah mereka yang sedang menggali lubang isolasi bagi dirinya sendiri.


    Mari kita bedah lebih dalam. Di saat para pejabat daerah di Sumatera Barat begitu cekatan meneken Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) untuk rombongan birokrasi yang gemuk, seringkali dengan dalih "studi banding" yang hasilnya menguap begitu saja, mengapa untuk urusan HPN mereka mendadak menjadi akuntan yang paling pelit?


    Ada ketidakadilan yang telanjang dalam tata kelola anggaran. Uang rakyat yang dikelola pemerintah daerah mengalir deras untuk menyewa baliho raksasa berisi wajah-wajah tersenyum para kepala daerah, namun mendadak "kering kerontang" saat diminta mendukung penguatan kapasitas pers. Ini bukan lagi soal efisiensi anggaran, melainkan soal skala prioritas yang cacat. Mereka lebih memilih membiayai kemewahan seremonial kantor daripada menjaga nyala api demokrasi yang dirawat oleh para jurnalis.


    Absennya empati ini mengirimkan sinyal bahaya, apakah kepala daerah di Sumatera Barat hanya menginginkan pers yang "manis"? Pers yang hanya duduk manis menerima siaran pers humas, mencatat pidato tanpa bertanya, dan memuja-muji kebijakan tanpa kritik?


    Jika pengabaian ini adalah bentuk hukuman atas kritisnya pers Sumbar selama ini, maka para penguasa tersebut sedang melakukan kesalahan sejarah. Pers yang sehat tidak lahir dari belas kasihan pemerintah, namun pemerintah yang sehat mutlak membutuhkan pers yang dihargai. Dengan membiarkan insan pers melangkah ke Banten tanpa dukungan moril dan fasilitasi yang layak, pemerintah daerah sebenarnya sedang memutus jembatan komunikasi dengan rakyatnya sendiri.


    Ketika delegasi dari provinsi lain di Indonesia hadir di Serang dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah mereka, sebagai bentuk kebanggaan atas eksistensi media lokal, kontingen Sumatera Barat justru membawa beban luka dari rumah sendiri. Di Serang, para kuli tinta mungkin akan tetap berkarya, namun mereka membawa catatan hitam, bahwa di Ranah Minang, kepedulian pemimpinnya telah "mati suri".


    Kita ingatkan kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota se-Sumatera Barat. Jabatan Anda dibatasi oleh periode, namun goresan sejarah yang ditulis oleh pers akan bertahan melampaui masa jabatan Anda. Jangan sampai sejarah mencatat bahwa Anda adalah generasi pemimpin yang gagal memahami arti penting kemitraan, pemimpin yang fasih berjanji namun kikir dalam empati.


    HPN 2026 di Banten akan usai, namun luka atas pengabaian ini tidak akan cepat mengering. Jika narasi "sinergi" dan "kolaborasi" hanya menjadi jargon kosong di atas kertas sambutan, maka jangan salahkan jika ke depan, pers Sumatera Barat akan berdiri dengan jarak yang lebih tegas.


    Bukan untuk bermusuhan, tapi untuk menunjukkan bahwa martabat jurnalis tidak bisa dibeli dengan recehan janji, dan tidak akan mati hanya karena ditinggalkan oleh para pemimpin yang mabuk akan kuasa namun buta terhadap nurani.


    Penutup:

    "Pemimpin yang baik adalah mereka yang berani dikritik saat salah dan tetap menghargai saat disapa oleh pena pers. Pemimpin yang buruk adalah mereka yang butuh sorotan kamera, namun mematikan lampu saat pers membutuhkan dukungan."



    Serang, 8 Februari 2026

    Oleh: Andarizal, Ketua Umum DPP-KJI

    Evi Yandri Tampung aspirasi Masyarakat Pauh, Mayoritas Terkait Pasca Bencana

    Padang- Pasca terdampak bencana banjir bandang, warga Pauh, Kota Padang diantaranya Lambung Bukit, Batu busuk dan sekitarnya masih membutuhkan banyak hal untuk bisa kembali hidup normal. Diantaranya seperti perbaikan irigasi, aliran sungai, perbaikan/pembangunan  jalan, jembatan, sawah dan ladang. Termasuk pula terkait hunian tetap (huntap). 

    Hal terkait penanggulangan pasca bencana tersebut mewarnai sebagian besar aspirasi masyarakat yang disampaikan pada Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, Jumat (6/2) sore di Huntara mandiri Kepalo Koto, Pauh. Ada lebih dari 200 masyarakat hadir. 

    Pertemuan dengan masyarakat tersebut merupakan kegiatan masa reses DPRD Sumbar. Evi Yandri membawa serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk ikut memastikan aspirasi masyarakat tersebut tersampaikan. 

    "Anak-anak pergi ke sekolah terpaksa jalan menyeberangi batang sungai, Pak. Dulu ada jembatan, tapi sudah hilang terbawa banjir bandang. Kalau belum bisa jembatan seperti dulu, tolong buat jembatan darurat dulu, biar mudah anak anak ke sekolah," ujar salah seorang warga Batu Busuk. 

    Kalau tidak menyeberangi sungai, anak-anak terpaksa memutar jalan yang cukup jauh untuk sampai ke sekolah. ada juga jalan yang hilang, yang merupakan akses ke banyak sekolah, seperti  SMA 9, SMP 14, SMP 23, SMP 44. 

    Evi Yandri mengatakan jembatan permanen akan dibangun namun tentu butuh waktu.

    "Akan kita usahakan secepatnya dibuat jembatan darurat dulu. Setidaknya bisa dilalui jalan kaki atau  motor," kata Evi Yandri. 

    Untuk jalan dipastikan akan dibangun, jika tidak dari dana pemerintah pusat maka dana provinsi. 

    Sementara itu sejumlah masyarakat lainnya mempertanyakan bantuan untuk sawah yang terdampak banjir. 

    Membantu Evi Yandri menjelaskan, perwakilan dari Dinas Pertanian yang hadir dalam reses tersebut mengatakan pemerintah telah menyediakan bantuan untuk sawah yang terdampak. Data Pauh sudah masuk verifikasi bantuan.

    Bantuannya ada empat kategori, yakni rusak ringan, sedang, berat dan hilang atau hanyut. 

    "Bantuan untuk yang rusak ringan dan sedang sudah tersedia. Silahkan masukan propasal untuk uang belum" ujar perwakilan dinas sembari menjelaskan bentuk dan skema bantuan. 

    Untuk masyarakat yang mengeluhkan sawah belum terdata. Di saat pertemuan itu juga Evi meminta lurah mencatatnya. Karena pendataan dimulai dari tingkat bawah, yakni  dari RT/RW, lurah, kecamatan, kota lalu baru data sampai ke provinsi. Begitu pula dengan pendataan huntap. 

    Terkait huntap, ada yang mengkhawatirkan rumah mereka tidak akan didata sesuai dampak sebenarnya karena telah diperbaiki masyarakat sedikit demi sedikit. Untuk itu Evi meminta simpan foto rumah sebelum diperbaiki sebagai bukti autentik. 

    Untuk huntap ini,  Evi Yandri tegas meminta RT/RW dan lurah mendata dan memverifikasi sebaik mungkin.

    "Pendataan ini sangat penting. Jika tidak maka bisa seperti pembangunan huntap di Pasaman yang sampai sekarang masih bermasalah, padahal bencana di sana sudah dari tahun 2022," katanya lagi. 

    Ia mengatakan masalah huntap Pasaman bukan tak ada dana. Pemerintah pusat dan juga pemerintah provinsi sudah sediakan dana, tapi dana tak bisa dipakai karena data bermasalah. Alhasil sana balik lagi. 

    "Jangan sampai ini terjadi di Padang," katanya. 

    Evi mengatakan sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut ada yang kewenangan pemerintah kota Padang atau pemerintah pusat bukan kewenangan pemerintah provinsi. 

    " Tapi itu tidak masalah. Akan saya koordinasikan dengan pemerintah pusat dan kota Padang sampai terlaksana. Yang jelas ibu dan bapak mesti kooperatif, dukung dan bantu pembangunannya, jangan dipersulit apalagi diganggu. Jika selesai kan lingkungan Kita juga yang aman, Kita juga yang untung," tuturnya. 

    Selain itu ia ada masyarakat yang sudah mulai berusaha kembali. Petani yang sawahnya hilang telah beternak bebek dan akan dibantu pakan serta benih. Kaum ibu akan diberikan pelatihan memasak kue dan menjajit melalui program Evi Yandri untuk mencari tambahan penghasilan.  

    "Mari kita atur langkah kita kembali, perbaiki lagi ekonomi masing-masing selagi pemerintah mengupayakan secepatnya perbaikan infrastruktur," kata Evi.(*)

    Reses Ketua DPRD Sumbar, Komunitas Ojol Suarakan Aturan dan Pemberdayaan

    Padang– Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan reses bersama komunitas ojek online yang tergabung dalam Tim Rajawali Sutomo (TRS) dan URC DOOS, Sabtu (7/2/2026), bertempat di Aula Rumah Dinas Ketua DPRD Sumbar.

    Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Sumbar menekankan pentingnya keseimbangan antara kesuksesan dunia dan akhirat. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses dan bimbingan yang tepat.

    “Sukses dunia itu penting, tapi sukses akhirat itu wajib. Kalau ingin sukses, harus ada mentor atau pelatih yang membimbing,” ujarnya di hadapan para pengemudi ojek online.

    Ia juga menjelaskan tiga fungsi utama DPRD, yakni membentuk produk hukum, menyusun dan menetapkan peraturan daerah (perda), membahas dan menyetujui anggaran APBD, serta melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. 

    “Membuat perda itu butuh waktu panjang, minimal enam bulan pembahasan,” katanya.

    Lebih lanjut, Ketua DPRD Sumbar memaparkan mekanisme kebijakan anggaran daerah. Ia menjelaskan bahwa meskipun otoritas anggaran berada di tangan presiden, gubernur, wali kota, dan bupati, anggaran tersebut belum dapat dibelanjakan tanpa persetujuan DPR atau DPRD. 

    “Untuk melahirkan APBD ada tahapan panjang. Dimulai dari RPJMD lima tahunan kepala daerah terpilih, kemudian RKPD yang disusun setiap awal tahun melalui musyawarah dari tingkat RT, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi dan pusat. Inilah awal masuknya proposal APBD,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Sumbar juga mengungkapkan bahwa telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk pelatihan UMKM yang direncanakan berlangsung pada April atau Mei 2026 mendatang.

    “Anggarannya sudah ada. Tinggal jadwal dan data pesertanya. Saat pelatihan nanti, yang dirubah bukan hanya skill, tapi juga mindset agar bisa mendapatkan kemampuan terbaik,” ujarnya.

    Menurutnya, pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan peserta agar benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Perubahan cara berpikir dinilai menjadi kunci agar masyarakat, termasuk pengemudi ojek online, dapat berkembang dan mandiri.

    Dalam dialog bersama komunitas ojol, Ketua DPRD Sumbar menampung sejumlah aspirasi. Aspirasi pertama terkait aturan teknis agar pengemudi ojek online tidak dirugikan oleh kebijakan yang ada.

    “Saya minta aturan-aturannya disusun lengkap. Aturan pusat bisa kita follow up di daerah, baik di provinsi melalui gubernur maupun di kota melalui wali kota. Kita ingin aturan yang adil, karena ojol bekerja siang malam, tapi penghasilannya belum sebanding,” tegasnya.

    Aspirasi kedua berkaitan dengan pemberdayaan jangka panjang. Meski masih muda dan kuat, para pengemudi ojol berharap mendapat bekal keterampilan untuk menghadapi kehidupan ke depan.

    “Silakan diskusi, skill apa yang dibutuhkan. Kita akan coba komunikasikan agar bisa ikut pelatihan sesuai kebutuhan. Dengan skill, peluang berkembang akan lebih besar,” katanya.

    Menutup pertemuan, Ketua DPRD Sumbar berpesan agar komunitas ojek online tetap menjaga kekompakan, kesehatan, dan keselamatan dalam bekerja.

    “Jangan ceroboh di jalan. Layani masyarakat dengan baik, karena dengan kepercayaan, insyaallah rezeki akan dimudahkan,” tutupnya.(*)

    Sambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H, IPHI Kabupaten Sijunjung Gelar Tabligh Akbar dan Silaturahmi


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1447 H sekaligus mempererat silaturahmi diantara jemaah haji se Kabupaten Sijunjung, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sijunjung menggelar acara tabligh akbar yang dilaksanakan di Masjid Agung Istiqlal Muaro Sijunjung pada Sabtu 7 Februari 2026.

    Kegiaatan yang dirangkai dengan pelantikan pengurus IPHI Kecamatan Sijunjung ini dihadiri Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt yang juga selaku Ketua IPHI Kabupaten Sijunjung, Sekretaris IPHI, H. Ermizaldi beserta pengurus IPHI Kabupaten dan pengurus Kecamatan se Kabupaten Sijunjung lainnya.

    Sementara, Tabligh akbar dalam acara tersebut bertindak selaku pencerahan adalah, Buya, H. Herman Antoni.

    Dalam sambutannya, Wabup Iraddatillah menyampaikan selamat kepada pengurus IPHI Kecamatan Sijunjung yang baru saja dilantik.

    "Semoga IPHI Kecamatan Sijunjung bisa menjadi contoh dan tauladan yang baik ditengah masyarakat serta dapat memotivasi masyarakat untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umrah, " harap Wabup.
    (Andri)

    Hadiri Muspimwil Muhammadiyah se Sumbar, Wabup Iraddatillah Berjumpa Gurunya Waktu Sekolah, Yaitu Buya Nasri


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Hadiri pembukaan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) Muhammadiyah se-Sumatera Barat yang digelar di Balairung Lansek Manih, Muaro Sijunjung pada Sabtu 7 Februari 2026. Wakil Bupati Sijunjung, H. Irraddatillah, tampak haru sekaligus bangga dapat berjumpa kembali dengan guru yang pernah mendidiknya, yaitu Buya Nasri yang merupakan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pariaman.

    Pertemuan penuh kehangatan itu terjadi di sela-sela pembukaan Muspimwil Muhammadiyah Sumbar. Keduanya saling bersalaman dan berpelukan, menjadi momen yang menyentuh hati para peserta yang hadir.

    Buya Nasri mengungkapkan rasa bahagianya dapat menyaksikan langsung keberhasilan muridnya yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Sijunjung dua periode plus memberi sambutan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung.

    “Kebahagiaan seorang guru adalah melihat muridnya berhasil. Bila mengajar dilakukan dengan ikhlas serta menjadi contoh bagi muridnya, insyaallah akan berhasil. Pahala mengajarkan ilmu yang bermanfaat itu tidak akan pernah putus,” ujar Buya Nasri dengan penuh haru.

    Buya Nasri mengenang masa lalu ketika dirinya mengajar di MAN Palangki pada tahun 1989 hingga 1993, di dalam masa rentang waktu tersebut ia menjadi guru bagi Wabup Irraddatillah.

    “Dalam rentang waktu itulah saya mengajar Ananda Irraddatillah,” kenangnya.

    Sementara itu, Wabup Sijunjung Irraddatillah menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada sang guru yang telah memberikan ilmu, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupan yang hingga kini menjadi pegangan dalam pengabdiannya sebagai pemimpin daerah.

    Momen pertemuan guru dan murid ini menjadi simbol kuat tentang pentingnya peran pendidikan, keikhlasan guru, serta keberkahan ilmu yang terus mengalir dan melahirkan generasi pemimpin di masa depan.

    "Saya terasa kecil kembali, bila berjumpa dengan Buya Buya Muhammadiyah berpakaian seragam seperti sekarang ini," ucap Wabup dalam sambutannya. (Herman) 

    Pembangunan Sisi Darat Pelabuhan Teluk Tapang Dimulai, Rp83,75 Miliar Siap Dongkrak Ekonomi Pasaman Barat



    Pasaman Barat
    - Setelah penantian panjang, pembangunan infrastruktur penunjang di sisi darat **Pelabuhan Teluk Tapang**, Pasaman Barat, resmi dimulai Kamis (5/2/2026). Proyek strategis bernilai kontrak Rp83,75 miliar ini digadang-gadang sebagai kunci pembuka isolasi dan mesin pendorong utama pertumbuhan ekonomi kawasan utara Sumatera.


    Infrastruktur yang dibangun mencakup fasilitas darat vital, menjadikannya simpul logistik yang bukan hanya melayani Pasaman Barat, tetapi juga kawasan utara Sumatera Barat hingga menembus perbatasan Mandailing Natal, Sumatera Utara.


    Kepala Kantor KSOP Kelas II Teluk Bayur, Chairul Awaluddin, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar urusan beton dan baja. Ada janji yang harus ditepati. Pembangunan ini harus berdampak langsung pada nadi kehidupan masyarakat Air Bangis.


    Komitmen itu ditunjukkan dengan pelibatan tenaga kerja lokal. “Kami berkomitmen bersama pelaksana dan tokoh masyarakat Air Bangis untuk memberdayakan tenaga kerja lokal. Sekitar 10 hingga 20 persen pekerja akan direkrut dari masyarakat setempat,” ujar Chairul Awaluddin.


    Bahkan, peluang kerja ini diprioritaskan bagi warga yang sempat terdampak bencana alam dan kehilangan mata pencaharian. Sebuah langkah yang sangat manusiawi. “Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga yang membutuhkan pekerjaan selama pembangunan berlangsung,” tambahnya.


    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang dari Kementerian Perhubungan Laut, Hakim, merincikan bahwa proyek sisi darat ini dilaksanakan oleh PT Sumber Bangun Sentosa. Total dana Rp83,75 miliar dipatok untuk masa kerja 330 hari, dengan target penyelesaian pada 15 Oktober 2026. "Pemasangan patok batas lahan yang telah dinyatakan aman untuk pembangunan dilakukan bersama KSOP dan dinas terkait. Kami berharap dukungan seluruh pihak agar proyek ini berjalan lancar,” jelas Hakim.


    Menyambut komitmen pemberdayaan warga, Penanggung jawab kegiatan dari PT Sumber Bangun Sentosa, Sadar, menyatakan pihaknya siap melaksanakan kesepakatan tersebut. Pada tahap awal, perusahaan akan mempekerjakan sekitar 40 hingga 50 pekerja sesuai kebutuhan dan keahlian yang ada.


    Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyambut inisiasi ini sebagai langkah strategis jangka panjang. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Sumatera Barat, Ahdiyarsyah, yang juga merupakan tokoh masyarakat Air Bangis, tak dapat menahan rasa harunya. Kehadiran pelabuhan ini adalah penantian yang sudah berbilang tahun.


    “Sebagai anak nagari Air Bangis, kami sangat menyambut baik pembangunan ini. Pelabuhan Teluk Tapang diharapkan menjadi kebangkitan ekonomi daerah,” tutup Ahdiyarsyah, optimis bahwa geliat baru infrastruktur Pasaman Barat akan segera terasa, menjadikan daerah ini sebagai simpul logistik Sumatera Barat yang disegani. (Jimi)

    Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria Dorong Bantuan UMKM Naik Dua Kali Lipat, Targetkan Rp4 Juta per Pelaku Usaha


    Padang- Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, berkomitmen memperjuangkan kenaikan bantuan modal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Rp2 juta menjadi Rp4 juta per pelaku usaha. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

    Hal itu disampaikannya usai melaksanakan kegiatan reses di Pasa Lalang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Kamis (5/2/26). Dalam pertemuan tersebut, bantuan modal UMKM menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat.

    Berdasarkan informasi yang diterimanya, bantuan permodalan melalui program Dinas Koperasi dan UKM selama ini masih berada di angka Rp2 juta per pelaku usaha. Nilai tersebut dinilai belum mampu menopang kebutuhan operasional usaha.

    “Bantuan yang diterima relatif kecil, sehingga belum menutup kebutuhan operasional. Akibatnya, banyak pelaku UMKM masih bergantung pada pinjaman berbunga dari bank maupun lembaga pembiayaan,” ujar Nanda Satria.

    Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius DPRD Sumbar. Ia memastikan akan mengawal peningkatan bantuan permodalan UMKM minimal menjadi Rp4 juta per pelaku usaha.

    “Kami akan perjuangkan melalui Dinas Koperasi dan mendorong penerbitan Peraturan Gubernur terkait kenaikan bantuan UMKM pada tahun ini,” tegasnya.

    Selain itu, Nanda juga mengajak masyarakat membentuk koperasi sejalan dengan program nasional penguatan Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Ia menjelaskan, peluang bantuan permodalan untuk koperasi cukup besar. Nilainya bahkan dapat mencapai lebih dari Rp100 juta dalam bentuk aset pendukung produksi, tergantung jenis usaha yang dijalankan.

    “Kita dorong masyarakat membentuk koperasi agar terjadi pemerataan ekonomi dan tercipta ruang bersama untuk memperoleh penghasilan,” tuturnya.

    Reses tersebut dihadiri lurah, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta pemuda setempat. Selain persoalan modal UMKM, warga juga menyampaikan aspirasi terkait sektor pertanian, pendidikan, ekonomi, dan keagamaan.

    Nanda menegaskan seluruh aspirasi telah dicatat dan akan diperjuangkan sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sementara yang menjadi kewenangan pemerintah kota akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Padang.(*)

    Awali Tahun 2026, PT KAI Divre II Sumbar Borong Tiga Penghargaan Tingkat Nasional

    Padang - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat sukses menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Divre II Sumbar berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas kinerja unggul sepanjang tahun lalu.


    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, kepada Kepala Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan. Capaian ini menjadi kado awal tahun bagi seluruh insan KAI di wilayah Sumatera Barat.


    Prestasi paling mentereng diraih pada ajang Culture Award 2026, di mana KAI Divre II Sumbar dinobatkan sebagai Divisi Regional Terbaik Kategori Daop/Divre. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Divre II dalam mengimplementasikan nilai-nilai budaya perusahaan secara konsisten.


    Penilaian tersebut didasarkan pada indikator ketat. Mulai dari implementasi program budaya tahun 2025, tingkat kepatuhan, Safety Performance Index, hingga hasil survei Culture Journey dan CITAR.


    Selain aspek budaya, Divre II Sumbar juga menunjukkan taringnya dalam urusan operasional dengan meraih dua penghargaan tambahan, yakni:  * Juara III Penghargaan Keselamatan Operasional Tahun 2025 dan Juara III Penghargaan Keamanan Operasional Tahun 2025.

     

    Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras kolektif. "Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh insan KAI Divre II Sumbar yang menjunjung tinggi integritas. Namun, prestasi ini bukan tujuan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan," ujarnya.


    Senada dengan hal tersebut, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menekankan bahwa capaian ini menjadi fondasi kuat untuk membangun kepercayaan publik. Menurutnya, budaya perusahaan yang kuat berbanding lurus dengan kualitas layanan yang aman dan selamat.


    "Kami akan menjadikan momentum ini untuk memperkuat komunikasi publik yang transparan dan edukatif, serta mengajak masyarakat untuk terus mendukung keselamatan perjalanan kereta api," pungkas Reza. (*/elsi)


    Dengan perolehan penghargaan ini, KAI Divre II Sumatera Barat optimis dapat terus meningkatkan standar pelayanan perkeretaapian di wilayah Sumatera Barat sepanjang tahun 2026.  (And) 

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2