• Breaking News

    BKKKS Riau Studi Banding ke LKKS Sumbar

    Padang - Keberhasilan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumatara Barat membina dan memberdayakan Posdaya yang ada di Sumbar, membuat Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Riau Sisilita Arsyadjuliandi Rahman datang berkunjung untuk studi banding.

    Rombongan langsung disambut Ketua Harian LKKS Sumbar Parlagutan Nasution dan juga dihadiri Ketua PKK Padang, Harneli Bahar. LKKS kemudian menghadirkan Posdaya Permata Bunda Padang, yang telah menorehkan banyak prestasi.

    “Posdaya Permata Bunda terbentuk Oktober 2012, atas keinginan masyarakat RW VIII  Kelurahan Gunung Sarik setelah adanya sosialisasi oleh Gubernur Sumbar di Lapangan Imam Bonjol Padang,” kata Parlagutan Nasution kepada para hadirin, di Aula LKKS Sumbar, Jumat (26/1).

    Ia mengatakan, merasa perlunya ada wadah untuk bermusyawarah yang khususnya untuk kegiatan pemberdayaan, maka kader kelurahan waktu itu sepakat untuk membentuk Posdaya Permata Bunda di setiap RW yang di SK kan oleh Lurah. Di bawah pimpinan Mina Dewi Sukmawati Posdaya itu berkembang dengan baik.

    “Seiring berjalannya waktu dari 13 RW, RW VIII yang masih tetap bertahan. Pada awalnya kegiatan Posdaya Permata Bunda hanya berjalan lebih pada koordinasi kegiatan di tingkat RW saja yang waktu itu baru memiliki Posyandu saja,” ujar Mina Dewi.

    Pada 2015 masuk program skim Tabur Puja ke Posdaya Permata Bunda yang dikelola oleh bidang ekonominya. Skim Tabur Puja membantu masyarakat dalam mendapatkan pinjaman untuk usaha dengan jasa 1.5% dsetiap bulannya.

    “Dimana jasa itu juga kembali ke Posdaya sebanyak 2%, sebagai bentuk pemberdayaan di Posdaya itu sendiri. Jasa 2% digunakan untuk operasional pengurus dan pengembangan program dan kegiatan 4 Pilar Posdaya,” tuturnya.

    Dengan adanya support dana dari kegiatan Skim Tabur Puja, maka Posdaya dapat membatu beberapa kebutuhan Posyandu seperti renovasi posyandu, begitu juga kebutuhan Posbindu akan alat cek kesehatan yang sangat dibutuhkan maka peran posdaya untuk memberikan sedikit bantuan.

    Tentunya ini berdasarkan hasil rembug kader-kader yang bersinergi dengan kegiatan Posdaya. Keberadaan Posdaya di tengah masyarakat adalah sebagai wadah memfasilitasi komunikasi dan koordinasi setiap lembaga yang ada di wilayah Posdaya tersebut.

    Sementara PKK sangat berperan penting dalam edukasi dan motivasi  kegiatan pemberdayaan masyarakat di setiap kelurahan. Oleh karena itu Posdaya mensinergikan semua kegiatan pemberdayaan yang ada diwilyah kerjanya.

    Berbagai prestasi sukses diraih, seperti Posdaya Rujukan Nasional tahun 2016, Inovator Lingkungan Terbaik II Propinsi tahun 2014, Kader Posyandu berprestasi terbaik I Propinsi 2015, Kader BKR terbaik Nasional tahun 2016, KB Lestari 15 tahun terbaik I Nasional tahun 2017, Penghargaan kader lestari 15 tahun dari KemenKes, Penghargaan Tokoh Lingkungan Hidup 2017 dan Kelompok Industri Pengolahan pangan terbaik III nasional tahun 2015.

    Sementara Sisilita berharap apa yang telah mereka pelajari dari Posdaya Sumbar, bisa diambil yang positifnya dan diterapkan di Riau. Ia yakin, jika dikelola sungguh-sungguh, Posdaya Riau juga bisa berprestasi seperti Posdaya Sumbar. (hen)

    Tidak ada komentar

    Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...