• Breaking News

    Groundbreaking Rumah Gadang Keluarga Besar Wakajati Sumbar di Koto Gadang, Ternyata Ini Tujuannya

    Kotogadang (sumbarkini.com) - Suku Koto di bawah payuang Datuak Mudo di Koto Gadang melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) rumah gadang Uwo Fatimah. Ikut serta dalam peletakan itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Priyanto SH, MH, Ketua KAN Koto Gadang H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, SIP, MH, Walinagari Koto Gadang Budi Zulfikar dan perwakilan keluarga Uwo Fatimah.

    "Kami mengapresiasi atas berdirinya bangunan rumah gadang Suku Koto keponakan Datuk Mudo. Pasti banyak hal yang bisa dirumuskan di sana," ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Priyanto SH, MH.

    Priyanto berharap, groundbreaking segera dilanjutkan dengan pembangunan rumah gadangnya. Tak perlu menunggu lama karena pasti sudah punya perencanaan matang. 

    Rumah gadang di sini unik. "Saya pikir pakai gonjong sebagaimana rumah adat Minangkabau lainnya. Kok seperti rumah peninggalan Belanda ya?" ulasnya. 

    Dengan keunikan ini, kata Priyanto, rumah gadang keluarga besar Wakajati Sumbar bisa jadi tujuan wisata baru di daerah Koto Gadang. Keluarga dan warga sekitar bisa menikmati efek ekonominya.

    Ketua KAN Koto Gadang, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP, MH mengapresiasi keinginan pihak keluarga besar Uwo Fatimah untuk membangun rumah gadang. Apalagi pembangunan dilakukan para cucu yang ingin membahagiakan Ucu mereka, satu-satunya anak Uwo Fatimah yang masih hidup.

    Dia berharap pula rumah gadang ini siap dalam tahun ini. Kepada anak perempuan Uwo Fatimah yang masih hidup dan ikut meletakkan batu pertama, Ketua DPRD Sumbar periode 2004-2009 berujar rumah gadang bisa diselesaikan pada Desember nanti.

    "Hari ini kita meletakkan batu pertama rumah gadang Uwo Fatimah, Suku Koto dalam payung panji Datuk Mudo. Semoga Desember, insyaallah saat rapat nagari nanti kita bisa makan bersama di atas rumah gadang ini," ujarnya kepada pihak keluarga saat meletakkan batu pondasi rumah gadang.

    Soal keunikan rumah gadang di Koto Gadang, Leonardy menjelaskan secara arsitektur memang tidak punya gonjong. Ada nuansa rumah pembesar Belanda jaman dulu.

    Anggota DPD RI 2014-2019 ini pun setuju jika rumah gadang di Koto Gadang dikembangkan jadi destinasi wisata. Bisa dipakai homestay bagi wisatawan. Hal ini mungkin lebih baik dampaknya terhadap nagari dibandingkan dibiarkan kosong, hanya hari raya yang berpenghuni.

    Bundo Kanduang di rumah gadang Uwo Fatimah, Meli Panai menyebutkan pembangunan rumah gadang bertujuan untuk mempererat silaturahim. Mengumpulkan nan taserak dari keluarga mereka.

    "Ini merupakan keinginan yang lama terpendam di keluarga kami untuk meletakkan batu pertama pembangunan kembali rumah Gadang Uwo Fatimah ini," kata perempuan yang mengaku besar di perantauan ini.

    Dia mengatakan suksesnya acara keluarga besarnya adalah berkat bantuan dan dukungan banyak pihak, Dia menyatakan terimakasih yang sebesar-besarnya. (*)

    Tidak ada komentar

    Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...