Indahnya Ramadhan
(Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)
RAMADHAN adalah bulan yang penuh cahaya. Ia datang bukan sekadar membawa kewajiban puasa, tetapi membawa kesempatan untuk membersihkan hati, menata ulang niat, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Indahnya Ramadan terasa sejak fajar menyingsing. Saat sahur, ada keheningan yang berbeda. Doa-doa terangkat dengan penuh harap. Di siang hari, lapar dan dahaga bukan sekadar menahan diri, tetapi latihan kesabaran dan pengendalian jiwa.
Rasulullah bersabda dalam hadis riwayat Muhammad:
"Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim)
Batapa indahnya janji ini. Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi jalan menuju ampunan.
Indahnya Ramadan juga terlihat saat Al-Qur'an kembali akrab di tangan dan di hati kita. Rasulullah adalah manusia paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika malaikat jibril menemuinya untuk mengulang bacaan Al-Qur'an. (HR. Muhammad al-Bukhari). Ini mengajarkan bahwa Ramadan adalah bulan Al-Qur'an dan bulan kedermawanan.
Dalam hadis yang lain, Rasulullah bersabda:
"Apabila datang bulan Ramadan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu."(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim)
Lihatlah bagaimana Allah memudahkan hamba-Nya untuk berbuat baik. Suasana kebaikan terasa lebih kuat, hati lebih mudah tersentuh.
Rasulullah juga bersabda:
"Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan, yang hanya di masuki oleh orang-orang yang berpuasa." (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim)
Betapa mulianya orang yang menjaga puasanya. Bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi menahan lisan, pandangan, dan hatinya.
Ramadan juga indah karena mengajarkan kepedulian. Rasulullah bersabda:
"Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadan." (HR. Al-Tirmidzi)
Kita merasakan lapar agar memahami saudara yang kekurangan. Kita belajar memberi dengan tulus. Dan yang paling indah, Ramadan adalah bulan perubahan. Rasulullah bersabda:
"puasa itu adalah perisai." (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim)
Perisai dari dosa, dari amarah, dari keburukan diri sendiri.
Kiranya kita tidak hanya merasakan indah Ramadan, tetapi menjaga keindahan itu setelah ia pergi. Karena sejatinya, Ramadan bukan hanya tentang satu bulan, tetapi tentang perjalanan menuju takwa sepanjang kehidupan.
Salam
LH.

Tidak ada komentar
Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...