• Breaking News

    Perdana di 2026, BIM Salurkan Bantuan Kaki Palsu, Kaca Mata dan 3000 Bibit Pohon

    Ketaping, Padang Pariaman - Mengawali tahun 2026 Bandara Internasional Minangkabau (BIM) salurkan bantuan sosial ramah difabel melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2026, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini merupakan TJSL perdana dalam program InJourney Ramah Difabel.

    General Manager BIM, Dony Subardono, mengatakan program tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk komitmen perusahaan. “Melalui program ini, kami menyalurkan bantuan kaki palsu, kacamata baca, serta buku Braille bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah wujud komitmen BIM dalam menghadirkan bandara yang inklusif dan peduli,” ujar Dony.

    Dony mengatakan pada kegiatan tersebut disalurkan 42 kaki palsu kepada warga di Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman, dan Agam. Selain itu, BIM juga melakukan pemeriksaan mata terhadap 674 siswa di sejumlah SD di Padang dan sekitarnya. Sebanyak 197 diantaranya menerima kacamata baca.


    Disalurkan juga 52 buku braille kepada siswa SLB dan anak-anak panti asuhan di beberapa daerah di Sumatera Barat (Sumbar). Sementara di bidang lingkungan, BIM menebar 3.000 bibit pohon untuk ditanam di sejumlah wilayah di Sumbar.

    Founding Father Kick Andy yang turut hadir dalam acara itu, Ali Sadikin, menyebut program InJourney Ramah Difabel telah berjalan konsisten selama enam tahun. “Alhamdulillah, ini sudah memasuki tahun keenam kami bersama InJourney menjalankan program Ramah Difabel dan terus kami laksanakan setiap tahun,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, mengapresiasi program tersebut. Program itu dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat terutama mereka yang berkebutuhan khusus.

    “Bantuan ini tidak hanya membantu secara fisik, tapi juga meningkatkan semangat hidup dan produktivitas warga. Untuk itu kami mewakili pemerintah dan penerima bantuan, mengucapkan terimakasih atas kepedulian BIM dan InJourney,” ujarnya.

    Yayasan Jaya Perkasa  Peduli yang digandeng BIM untuk menyaring difabel pemerlu bantuan kaki palsu, menyatakan program ini sangat menggembirakan para difabel. Terutama mereka yang belum pernah menerima bantuan kaki palsu, atau kaki palsu yang pernah mereka miliki sudah harus diganti.

    "Kami turut dipercaya BIM dalam penyaluran kaki palsu ini. Kami mendata para difabel di kota dan kabupaten di Sumbar yang sangat memerlukan bantuan kaki palsu ini. Kami menyeleksi agar penerima benar-benar tepat sasaran," ujar Nelvi, Sekretaris Yayasan itu. (*)

      

     

    Tidak ada komentar

    Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2