Mencintai Diri dan Menghargai Diri Sendiri
(Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)
Seringkali kita begitu pandai mencintai orang lain, begitu mudah menghargai orang lain...namun kita lupa satu hal: bagaimana mencintai dan menghargai diri kita sendiri.
Padahal, dalam islam, mencitai diri bukanlah egoisme. Ia adalah bentuk syukur. Karena diri ini adalah amanah dari Allah.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Ini berarti, diri kita ini berharga. Bukan karena penilaian manusia, tapi karena Allah sediri yang memulainya.
Mencintai diri bukan berarti membenarkan semua kesalahan.
Bukan pula berarti hidup hanya untuk kesenangan.
Tetapi mencintai diri sendiri:
* Menjaga hati dari iri dan dengki
* Menjaga tubuh dari yang haram
* Menjaga jiwa dari putus asa
Karena orang yang mencintai dirinya, tidak akan membiarkan dirinya jauh dari Allah.
Sebaliknya, orang yang tidak menghargai dirinya... seringkali:
* Merendahkan dirinya sendiri
* Terjebak dalam dosa berulang
* Bahkan merasa tidak pantas untuk berubah
Padahal itu tipu daya.
Karena setiap kita berharga di sisi Allah, selama kita mau kembali.
Menghargai diri sendiri juga berarti menerima diri. Menerima bahwa kita punya kekurangan, tapi juga punya kesempatan untuk memperbaiki.
Jangan bandingkan hidup kita dengan orang lain. Karena setiap kita punya jalan masing-masing menuju Allah.
Kadang kita merasa: "Kenapa hidupku begini?
"Kenapa aku belum seperti mereka?"
Padahal boleh jadi, Allah sedang mendidik kita dengan cara yang berbeda. Dan itu bagian dari kasih sayang-Nya.
Cinta diri dalam islam adalah cinta yang membawa kita lebih dekat kepada Allah.
Jika kita benar-benar mencintai diri kita, maka kita akan: menjaga salat kita, menjaga lisan kita, menjaga pergaulan kita. Karena kita tahu, kita tidak ingin diri ini tersiksa di akhirat.
Dan menghargai diri juga berarti memaafkan diri. Ya... memaafkan diri atas kesalahan masa lalu, untuk bangkit menjadi lebih baik. Karena Allah maha pengampun. Jika Allah saja mau mengampuni kita, mengapa kita terus menghukum diri kita?
Mari kita belajar mencintai diri dengan cara yang benar: Bukan dengan memanjakan nafsu, tapi dengan mendekatkan diri kepada-Nya.
Dan mari kita menghargai diri: Dengan tidak merendahkan diri dalam dosa, dan tidak mengangkat diri dalam kesombongan. Karena sebaik-baik manusia adalah yang terus memperbaiki diri.
Salam
LH

Tidak ada komentar
Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...