Uji Kelayakan Menu Jemaah di Pesawat, Kemenhaj Sumbar Optimalkan Kenyamanan
Padang (sumbarkini.com) - Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat bersama Garuda Indonesia Padang melakukan uji coba menu (meal test) makanan halal untuk jemaah haji Embarkasi Padang. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Asrama Haji Embarkasi Padang, Jumat (17/4/2026) ini dimaksudkan untuk memastikan kualitas makanan yang akan disajikan kepada Jemaah selama penerbangan menuju Tanah Suci Mekkah Al Mukarramah.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan menu yang disiapkan tahun ini dirancang dengan memperhatikan kondisi kesehatan jemaah. “Tahun ini menu dibuat lebih ramah lambung agar kondisi jemaah tetap terjaga selama perjalanan,” ujar Rifki.
Rifki mengatakan menu yang disajikan sangat cocok dengan lidah masyarakat Sumatera Barat. Menurutnya, cita rasa masakan serasa masakan bintang lima.
“Alhamdulillah kita sudah mencoba. Hasilnya luar biasa, sesuai dengan rasanya dengan lidah warga Minang Sumatera Barat. Bisa kita katakan itu bintang lima lah gitu,” ujar Rifki.
Ia menjelaskan uji coba ini merupakan bagian dari persiapan pemberangkatan jemaah haji embarkasi Sumbar. Melalui uji kelayakan ini, katanya, Kemenhaj Sumbar memastikan seluruh layanan, termasuk konsumsi selama penerbangan, dipersiapkan secara optimal guna mendukung kenyamanan jemaah.
Dijelaskannya pula bahwa embarkasi Sumbar pada tahun ini memberangkatkan 5.282 jemaah haji. Sebanyak 3.928 Jemaah asal Sumbar dan 1.354 jemaah Bengkulu akan diberangkatkan dalam 14 kloter. Mereka akan didampingi 56 orang petugas kloter.
![]() |
Roydike menyatakan jemaah akan mendapatkan dua kali makanan berat dan satu kali makanan ringan selama perjalanan dari Padang menuju Arab Saudi. Dikatakannya, Garuda Indonesia juga menyediakan menu khusus berupa bubur bagi jemaah lanjut usia demi memudahkan konsumsi selama penerbangan. Menurut Boydike menu khas Minangkabau seperti rendang turut disajikan untuk menyesuaikan selera jemaah.
Dia juga mengungkapkan bahwa untuk jemaah disabilitas atau sakit maskapai menyiapkan ambulans lift. Alat ini untuk mengangkut jemaah pengguna kursi roda ke dalam pesawat. “Jemaah berkebutuhan khusus yang menggunakan wheelchair akan menggunakan ambulans lift. Tidak lagi menggunakan tangga,” jelas Boydike. (*/zul)


Tidak ada komentar
Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...