Taqwa : Berjalan di Atas Duri
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa…”(QS. Ali ‘Imran: 102)
Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang makna taqwa.
Ubay bertanya balik, “Pernahkah engkau berjalan di jalan yang penuh duri?”
Umar menjawab, "Pernah."
“Bagaimana engkau berjalan?”
“Hati-hati dan waspada.”
Itulah taqwa.
Berjalan hati-hati di jalan yang penuh duri menuju surga.
Hidup ini penuh duri.
Duri harta, duri tahta, duri syahwat.
Berbakti kepada orang tua adalah taqwa,
namun rasa kesal dan ucapan kasar adalah durinya.
Jual beli yang halal adalah taqwa,
namun riba adalah durinya.
Maka hati-hatilah melangkah.
Jangan biarkan duri-duri itu menggores taqwa kita.
Pastikan kita berjalan dengan selamat,
hingga akhir hayat.
Ya Allah, tuntun kami berjalan dengan hati-hati di jalan-Mu, jauhkan kami dari duri-duri dosa, dan wafatkan kami dalam keadaan bertakwa. (*)

Tidak ada komentar
Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...