Lā ilāha illā Allāh–Jalan Pulang Hati yang Lelah
(Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)
Ada satu kalimat yang sering kita ucapkan. Ringan di lisan, tapi sangat dalam maknanya. Kalimat itu adalah: Lā ilāha illā Allāh. Namun pertanyaannya, sudahkah kalimat itu benar-banar hidup di dalam hati kita?
Lā ilāha illā Allāh berarti: tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Tapi bukan hanya soal menyembah. Ini adalah soal ke mana hati kita bergantung, kepada siapa kita berharap, dan kepada siapa kita kembali saat lelah.
Bagian pertama: "Lā ilāha"–tidak ada ilah. Ini adalah proses membersihkan. Mengosongkan hati dari segala sesuatu selain Allah.
Kadang tanpa kita sadari, hati kita "menyembah banyak hal:
- Menyembah pujian manusia
- Menyembah harta dan jabatan
- Bahkan menyembah rasa takut dan kecemasan
Kita terlalu bergantung pada dunia, sampai lupa bahwa dunia ini tidak pernah benar-benar bisa menenangkan. Maka "Lā ilāha" adalah panggilan untuk melepaskan semua itu. Melepaskan yang membuat hati sempit, yang membuat hati gelisah.
Lalu bagian kedua: "illā Allāh–kecuali Allah.
Setelah hati dikosongkan, kita isi dengan Allah. Kita gantungkan harapan hanya kepada-Nya. Kita sandarkan rasa aman hanya kepada-Nya.
Ketika seseorang benar-banar menghayati Lā ilāha illā Allāh, hidupnya akan berubah. Dia tidak mudah kecewa pada manusia, karena harapannya kepada Allah. Dia tidak mudah putus asa, karena yakin Allah selalu dekat. Dia tidak takut kehilangan, karena tahu Allah tidak pernah meninggalkannya. Ini ketenangan yang sejati.
Dalam kehidupan ini, kita sering lelah. Lelah menghadapi masalah, lelah dengan manusia, bahkan lelah dengan diri sendiri. Dan di saat seperti itu, Lā ilāha illā Allāh adalah jalan pulang.
Kita kembali kepada Allah.
Kita berkata dalam hati:
"Ya Allah, aku lepaskan semua yang membuatku gelisah, dan aku kembali hanya kepada-Mu."
Maka perlahan, hati menjadi tenang. Bukan karena masalah hilang, tapi karena kita tahu siapa yang mengatur semuanya. Mari kita tidak hanya mengucapkan kalimat ini dengan lisan, tapi menghidupkannya dalam hati.
Setiap kali kita merasa sempit, ucapkan: Lā ilāha illā Allāh
Setiap kali kita merasa takut, ucapkan: Lā ilāha illā Allāh
Setiap kali kita merasa sendiri, ingat: hanya Allah tempat bergantung.
Kiranya Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang benar-banar memahami dan merasakan makna kalimat tauhid ini.
Salam
LH

Tidak ada komentar
Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...