Header Ads

  • Breaking News

    Bupati Pasbar Lepas 194 Jemaah Haji Kloter 10 ke Embarkasi Padang


    Pasaman Barat(sumbarkini.com) – Bupati Pasaman Barat Yulianto melepas 194 jemaah calon haji Kloter 10 menuju Embarkasi Padang di halaman Kantor Bupati, Ahad (3/5/2026), sembari mengingatkan jemaah untuk menjaga stamina fisik selama beribadah.

    Halaman Kantor Bupati Pasaman Barat mendadak riuh oleh gema talbiyah dan lambaian tangan keluarga yang melepas keberangkatan jemaah calon haji, Ahad pagi. Sebanyak 194 orang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 resmi diberangkatkan menuju Embarkasi Padang dengan pengawalan ketat petugas. Suasana haru menyelimuti prosesi yang dihadiri langsung oleh Bupati Pasaman Barat Yulianto, Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, serta jajaran unsur Forkopimda.

    Dalam pesannya, Yulianto menekankan pentingnya manajemen energi bagi para jemaah mengingat rangkaian ibadah haji yang sangat menguras fisik. Ia meminta jemaah untuk tidak memaksakan diri dan selalu berkoordinasi dengan pendamping medis atau petugas kloter yang bertugas.

    "Istirahat yang cukup dan patuhi aturan perjalanan haji yang disampaikan oleh petugas dalam kloter," ujar Yulianto di hadapan para jemaah yang sudah mengenakan seragam batik haji nasional.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, Ronaldi, merinci bahwa total jemaah asal Bumi Mekar Semesta ini mencapai 211 orang pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Komposisi jemaah tahun ini didominasi oleh perempuan, dengan rincian 84 laki-laki dan 127 perempuan.

    "Keberangkatan pertama, yakni Kloter 10 yang dilepas hari ini, berjumlah 194 orang. Selanjutnya, Kloter 14 akan diberangkatkan sebanyak 17 orang," jelas Ronaldi. Ia menambahkan, rombongan didampingi dua petugas haji daerah, yakni Ketua TP PKK Pasbar Ny. Sifrowati Yulianto dan Kasubag Kesejahteraan Masyarakat Setda Pasbar Misrayetti.

    Ada pemandangan menarik dalam daftar manifest keberangkatan tahun ini. Rentang usia jemaah sangat kontras, menunjukkan semangat ibadah yang melintasi generasi. M. Yasid tercatat sebagai jemaah termuda dengan usia 17 tahun, sementara Animar menjadi jemaah tertua yang tetap teguh berangkat di usia 84 tahun. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa panggilan ke Tanah Suci tidak mengenal batas usia. (Jimi)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad