• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label pasaman barat. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label pasaman barat. Tampilkan semua postingan

    Gubernur Sumbar Letakkan Batu Pertama Relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie



    Pasaman Barat – Gubernur Sumatera Barat, Buya H. Mahyeldi Ansyarullah, melakukan peletakan batu pertama pembangunan relokasi SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat pada Rabu, 11 Maret 2026 . Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan pendidikan vokasi di wilayah pesisir Pasaman Barat, khususnya setelah sekolah tersebut terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.

    Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Cabang Dinas Wilayah VI, unsur Forkopimda Pasaman Barat, Camat Sasak Ranah Pasisie, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, serta para guru dan siswa SMKN 1 Sasak.

    Sekolah Direlokasi Setelah Terdampak Banjir

    Kepala SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie, Dr. Desman, S.Pd., M.A, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan sekolah di lokasi baru ini berawal dari musibah banjir yang melanda kawasan sekolah pada 27 November 2025 lalu.

    Banjir tersebut menyebabkan genangan air setinggi sekitar 1,2 meter di area sekolah lama, setelah dilakukan peninjauan langsung oleh pihak Kementerian Pendidikan melalui Direktur BSMK, akhirnya diputuskan bahwa sekolah tersebut harus direlokasi ke lokasi yang lebih aman dari potensi bencana.

    “Alhamdulillah setelah kita bergerak bersama tokoh masyarakat, akhirnya masyarakat melalui Kelompok Tani Bundo Kanduang dan KUD Rantau Pasaman bersedia menghibahkan tanah untuk pembangunan sekolah ini,” ujar Desman.

    Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan relokasi SMKN 1 Sasak mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian Pendidikan sebesar Rp12 miliar, dengan tahap awal pembangunan sebesar Rp3 miliar.

    Menurutnya, hibah tanah dari masyarakat merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.

    “Semoga tanah yang dihibahkan ini menjadi amal jariyah bagi masyarakat dan menjadi awal lahirnya generasi yang beriman, berprestasi, serta menguasai teknologi,” tambahnya.

    Apresiasi Gubernur kepada Masyarakat

    Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah mengapresiasi kepedulian masyarakat Sasak Ranah Pasisie yang telah menghibahkan lahan seluas sekitar dua hektare untuk pembangunan sekolah tersebut.

    Menurut Mahyeldi, peristiwa ini menunjukkan bahwa di balik musibah selalu ada hikmah dan jalan keluar yang diberikan Allah SWT.

    “Allah berfirman bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Apa yang terjadi pada SMK Negeri 1 Sasak ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersatu dan bertakwa, Allah akan memberikan jalan keluar,” ujarnya.

    Mahyeldi juga menilai keberadaan SMK tersebut nantinya akan memberikan dampak besar bagi perkembangan ekonomi dan pendidikan masyarakat di sekitar kawasan Sasak Ranah Pasisie.

    Ia mencontohkan bagaimana pembangunan kampus Universitas Andalas di Limau Manis, Kota Padang, mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

    “Keberadaan sekolah akan menggerakkan ekonomi masyarakat, meningkatkan pendidikan, dan memotivasi generasi muda untuk belajar lebih tinggi,” katanya.

    Gubernur juga berharap SMK Negeri 1 Sasak nantinya dapat menjadi pusat pendidikan vokasi yang melahirkan tenaga kerja terampil, khususnya di bidang pelayaran, perikanan, dan sektor kelautan, sesuai dengan karakter wilayah pesisir Pasaman Barat.

    Harapan untuk Masa Depan Pendidikan

    Mahyeldi berharap pembangunan SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie dapat berjalan lancar serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai aturan yang berlaku.

    Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak menjaga integritas dalam pelaksanaan pembangunan agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan dunia pendidikan.

    “Kita berharap pembangunan ini berjalan lancar dan benar-benar menjadi investasi pendidikan bagi generasi masa depan Pasaman Barat,” tutupnya.

    Dengan peletakan batu pertama tersebut, pembangunan relokasi SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie resmi dimulai, menjadi simbol kebangkitan pendidikan setelah bencana, sekaligus harapan baru bagi generasi muda di wilayah pesisir Pasaman Barat. (Jimi)

    Ketika Seragam Cokelat Bersentuhan Ayat Suci: Polres Pasaman Barat Meluncurkan Program Polisi Mengaji

     


    Pasaman Barat - Masjid Agung Baitul Ilmi di Simpang Empat, Pasaman Barat, Rabu (18/2), seolah menyimpan cerita baru. Tampak seragam cokelat kebanggaan Korps Bhayangkara. Bukan untuk pengamanan rutin, melainkan untuk sebuah misi spiritual yang mendalam: mendekatkan diri pada Al-Qur’an. Polres Pasaman Barat baru saja meluncurkan program 'One Day One Khatam' atau lebih dikenal sebagai 'Polisi Mengaji', sebuah ikhtiar merajut integritas dari balik lembaran-lembaran kitab suci.



    Inisiasi mulia ini bukan tanpa alasan. Program ‘Polisi Mengaji’ merupakan implementasi nyata dari arahan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. Sang Kapolda memang mendorong seluruh jajaran Polda Sumbar untuk meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an. Baginya, kitab suci itu adalah kompas moral dan etika, penuntun jalan bagi setiap personel dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum dan pelayanan masyarakat.


    Peluncuran program ini digelar khidmat, dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., menjadi nakhoda acara, didampingi Kabag Ops Kompol Muzhendra dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Pasbar. Dari lingkar pemerintah daerah, tampak Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muharram, Kepala Badan Kesbangpol Yosmar Divia, Kabag Kesra Getri Ardenis, serta KTU Kemenag Suharjo Lubis dan para pemangku kepentingan lainnya.



    AKBP Agung Tribawanto, dengan sorot mata penuh harap, menjelaskan esensi program ini. “Membaca Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga sarana memperkuat mental dan integritas personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” tegasnya. Sebuah pernyataan yang menohok, menggambarkan visi kepolisian yang tak hanya kuat di lapangan, tapi juga kokoh di batin.


    Secara teknis, program 'One Day One Khatam' ini dirancang dengan sangat terstruktur. “Program dilaksanakan dengan sistem pembagian juz kepada setiap personel dan satuan fungsi. Melalui pembacaan yang dilakukan secara konsisten setiap hari, Polres Pasaman Barat menargetkan satu kali khataman Al-Qur’an per hari selama Ramadan,” terang Kapolres. Sebuah target ambisius, namun menunjukkan keseriusan penuh.


    Harapan besar pun digantungkan pada program ini. AKBP Agung Tribawanto berharap tercipta lingkungan kerja yang lebih religius dan harmonis di internal kepolisian. Lebih dari itu, ia melihat ini sebagai jembatan untuk mempererat sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah. Muaranya jelas: mewujudkan Pasaman Barat yang aman, religius, dan sejahtera. Sebuah cita-cita yang hanya bisa terwujud jika semua lini bergerak seirama, dengan hati yang bersih.


    Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menyambut baik inisiatif ini. “Pemerintah daerah memandang pendekatan spiritual sebagai bagian penting dalam pembinaan mental aparatur. Dengan integritas yang kuat, pelayanan kepada masyarakat akan semakin profesional dan humanis,” ujarnya, menggarisbawahi bahwa integritas bukan hanya soal pencegahan korupsi, melainkan juga tentang empati dan profesionalisme dalam melayani.


    Kegiatan peluncuran ditutup dengan doa, sebuah penanda dimulainya babak baru bagi Polres Pasaman Barat, tempat seragam cokelat dan ayat suci berpadu, membentuk barisan penjaga keamanan dengan tagline "Polisi Mengaji". (Jimi)

    Bukan Sekadar Sawit, Ada 12 Miliar Ton Batu Kapur: Sumbar Serius Garap Percepatan Pembangunan Pasbar


    Pasaman Barat - Usai meresmikan jembatan Bungo Tanjung–Teluk Tapang, Air Bangis, Pasaman Barat, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, langsung memimpin Rapat Kerja (Raker) bersama jajaran Pemkab Pasaman Barat (Pasbar) di Auditorium Kantor Bupati Pasbar pada Jumat (13/2). Agenda tunggalnya jelas: mendobrak stagnasi dan menggencarkan "Percepatan Pembangunan Pasbar" melalui optimalisasi potensi logistik dan sumber daya alam yang melimpah. Pelabuhan Teluk Tapang menjadi sorotan utama, diproyeksikan sebagai urat nadi konektivitas baru wilayah utara Sumatera.

     

    Raker yang dihadiri perangkat daerah terkait, termasuk Bupati Yulianto dan Wakil Bupati M. Ihpan, ini menjadi momentum strategis. Fokusnya tak hanya pada infrastruktur jalan, tapi juga pada harta karun alam yang selama ini terpendam. Mahyeldi menekankan perlunya tindak lanjut cepat terhadap sejumlah agenda vital.

     

    Salah satu bahasan yang paling menarik perhatian adalah Potensi Batu Kapur Gunung Tuleh yang diperkirakan mencapai 12 miliar ton—sebuah angka fantastis yang bisa mengubah peta ekonomi daerah. Selain itu, Raker juga membahas rencana pengembangan Bandara Laban agar statusnya dapat dikelola oleh Kementerian Perhubungan, serta upaya perluasan jaringan kereta api menuju Pasbar. Tak ketinggalan, isu percepatan penurunan status lahan seluas 168,2 hektare dan pengembangan peternakan di lahan ADP Air Runding turut dibahas, termasuk penataan skema distribusi BBM lokal.


    Mahyeldi menegaskan bahwa Pasbar menyimpan potensi yang luar biasa. “Potensi Pasbar sangat melimpah, terutama sawit dan air permukaan, kualitas pasir besinya sangat baik,” ujar Gubernur. Ia menambahkan, pembangunan trase baru Jalan Talu Pasbar sangat mendesak. Komitmen pendanaan pusat untuk penanggulangan bencana banjir dan longsor Pasbar beberapa bulan lalu juga menjadi angin segar bagi daerah.


    Pengembangan akses menuju Teluk Tapang, menurut Gubernur, adalah langkah mutlak yang akan memperkuat konektivitas dan menunjang pertumbuhan ekonomi Pasbar. Pelabuhan tersebut diproyeksikan menjadi jalur alternatif strategis untuk distribusi komoditas dari wilayah utara, termasuk Kepulauan Mentawai, menuju Pasbar dan Sumatera Utara. “Distribusi hasil perkebunan, pertambangan, dan perikanan pun diharapkan menjadi lebih efisien,” tambahnya, melukiskan visi efisiensi logistik.


    Menyambut dukungan tersebut, Bupati Pasbar Yulianto menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar. Ia menegaskan bahwa Percepatan Pembangunan Pasbar sangat membutuhkan sinergi kuat dengan pemerintah provinsi guna mengoptimalkan potensi daerah. Menurut Yulianto, Pelabuhan Teluk Tapang memiliki posisi sentral dalam mendukung konektivitas antarwilayah yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.(Jimi)

    Inflasi Mengancam, Sekda Pasaman Barat 'Blusukan' ke Pasar: Pastikan Harga Pangan Stabil




    Pasaman Barat - Pagi itu, hiruk pikuk Pasar Simpang Empat, Kecamatan Pasaman, mendadak lebih ramai. Bukan hanya karena transaksi jual beli, tapi kehadiran rombongan pejabat tinggi yang tak biasa. Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat, Doddy San Ismail, memimpin langsung Tim Satgas Saber Pangan. Mereka datang bukan untuk berbelanja, melainkan memastikan denyut harga komoditas utama, yang menjadi penentu hidup matinya upaya **pengendalian inflasi daerah**.

    Langkah agresif Pemkab Pasaman Barat ini diambil Minggu (8/2) sebagai respons cepat terhadap potensi gejolak harga yang selalu menghantui pasar tradisional. Inflasi adalah hantu nyata. Kehadiran tim gabungan multi-instansi ini menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin hanya duduk manis di balik meja.

    Tim Satgas yang terlibat sungguh tak main-main, melibatkan unsur kunci seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Koperasi dan UKM, hingga Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah. Sebelum bergerak ke lokasi, seluruh tim terlebih dahulu mengikuti koordinasi intensif di Kantor Bupati.

    Di Pasar Simpang Empat, Sekda Doddy San Ismail terlihat berdialog akrab dengan sejumlah pedagang. Ia menanyakan langsung perkembangan harga dan ketersediaan stok komoditas strategis yang paling sering menyumbang lonjakan harga, seperti beras, cabai, bawang, dan minyak goreng. Mereka ingin bukti, bukan janji.

    Menurut Doddy, stabilitas harga pangan stabil di pasar rakyat adalah prasyarat mutlak dalam menjaga perekonomian lokal. “Pengendalian inflasi tidak bisa hanya dilakukan melalui rapat. Pemerintah daerah harus hadir langsung di lapangan untuk memastikan harga dan pasokan pangan tetap stabil, terutama di pasar rakyat,” tegasnya.

    Kehadiran Satgas Pangan Pasaman Barat ini diharapkan mengirim sinyal kuat kepada para spekulan. Tim gabungan tersebut bertugas memantau agar tidak terjadi praktik penimbunan atau penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, tindakan tegas siap diambil.

    “Stabilitas harga pangan merupakan kunci pengendalian inflasi daerah. Jika ada indikasi pelanggaran, Satgas Pangan akan bertindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tambah Sekda, memastikan bahwa hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu.

    Pengawasan harga ini dijadwalkan secara berkelanjutan. Setelah tuntas di Simpang Empat, Tim Satgas Pangan Pasaman Barat dijadwalkan melanjutkan pemantauan ke Pasar Padang Tujuh pada Senin (9/2) dan Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Luhak Nan Duo, pada Jumat (13/2). Ini adalah maraton menjaga perut rakyat. (Jimi)

    Pembangunan Sisi Darat Pelabuhan Teluk Tapang Dimulai, Rp83,75 Miliar Siap Dongkrak Ekonomi Pasaman Barat



    Pasaman Barat
    - Setelah penantian panjang, pembangunan infrastruktur penunjang di sisi darat **Pelabuhan Teluk Tapang**, Pasaman Barat, resmi dimulai Kamis (5/2/2026). Proyek strategis bernilai kontrak Rp83,75 miliar ini digadang-gadang sebagai kunci pembuka isolasi dan mesin pendorong utama pertumbuhan ekonomi kawasan utara Sumatera.


    Infrastruktur yang dibangun mencakup fasilitas darat vital, menjadikannya simpul logistik yang bukan hanya melayani Pasaman Barat, tetapi juga kawasan utara Sumatera Barat hingga menembus perbatasan Mandailing Natal, Sumatera Utara.


    Kepala Kantor KSOP Kelas II Teluk Bayur, Chairul Awaluddin, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar urusan beton dan baja. Ada janji yang harus ditepati. Pembangunan ini harus berdampak langsung pada nadi kehidupan masyarakat Air Bangis.


    Komitmen itu ditunjukkan dengan pelibatan tenaga kerja lokal. “Kami berkomitmen bersama pelaksana dan tokoh masyarakat Air Bangis untuk memberdayakan tenaga kerja lokal. Sekitar 10 hingga 20 persen pekerja akan direkrut dari masyarakat setempat,” ujar Chairul Awaluddin.


    Bahkan, peluang kerja ini diprioritaskan bagi warga yang sempat terdampak bencana alam dan kehilangan mata pencaharian. Sebuah langkah yang sangat manusiawi. “Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga yang membutuhkan pekerjaan selama pembangunan berlangsung,” tambahnya.


    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang dari Kementerian Perhubungan Laut, Hakim, merincikan bahwa proyek sisi darat ini dilaksanakan oleh PT Sumber Bangun Sentosa. Total dana Rp83,75 miliar dipatok untuk masa kerja 330 hari, dengan target penyelesaian pada 15 Oktober 2026. "Pemasangan patok batas lahan yang telah dinyatakan aman untuk pembangunan dilakukan bersama KSOP dan dinas terkait. Kami berharap dukungan seluruh pihak agar proyek ini berjalan lancar,” jelas Hakim.


    Menyambut komitmen pemberdayaan warga, Penanggung jawab kegiatan dari PT Sumber Bangun Sentosa, Sadar, menyatakan pihaknya siap melaksanakan kesepakatan tersebut. Pada tahap awal, perusahaan akan mempekerjakan sekitar 40 hingga 50 pekerja sesuai kebutuhan dan keahlian yang ada.


    Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyambut inisiasi ini sebagai langkah strategis jangka panjang. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Sumatera Barat, Ahdiyarsyah, yang juga merupakan tokoh masyarakat Air Bangis, tak dapat menahan rasa harunya. Kehadiran pelabuhan ini adalah penantian yang sudah berbilang tahun.


    “Sebagai anak nagari Air Bangis, kami sangat menyambut baik pembangunan ini. Pelabuhan Teluk Tapang diharapkan menjadi kebangkitan ekonomi daerah,” tutup Ahdiyarsyah, optimis bahwa geliat baru infrastruktur Pasaman Barat akan segera terasa, menjadikan daerah ini sebagai simpul logistik Sumatera Barat yang disegani. (Jimi)

    Muslim M. Yatim Sosialisasi Empat Pilar di Pasbar

    Anggota DPD-RI, Muslim M. Yatim bersama Pjs. Bupati Pasbar, Hansastri dan pejabat terkait. ist


    Pasbar, sumbarkini.com-Anggota DPD-RI, Muslim M. Yatim mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Aula Kampus Yaptip Kabupaten Pasaman Barat. Sosialisasi diikuti oleh perwakilan 11 kecamatan yang ada di Pasbar.

    Sebelum kegiatan sosialisasi digelar, Pjs. Bupati Pasbar, Hansastri menyambut kedatangan anggota DPD-RI Komite III tersebut di ruangan kerjanya, Jumat (2/10).

    Hansastri menghimbau agar setiap kegiatan harus berpedoman kepada protokol covid-19. "Kita saat ini sudah masuk new normal atau tatanan kehidupan baru. Mau tidak mau kita harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada," ujar Hansastri.

    Sementara itu, anggota DPD RI Muslim M. Yatim mengatakan jika Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat. "Masih ada masyarakat kita yang belum mengetahui Pancasila. Maka dari itu perlu kita sosialisasi kepada masyarakat," ujar Muslim.

    Senator yang mantan anggota DPRD Sumabr ini melanjutkan, kegiatan sosialisasi tetap harus menjalankan protokol kesehatan mencegah covid-19. Dengan menggunakan masker dan menjaga jarak.

     
    Anggota DPD-RI, Muslim M. Yatim berbincang dengan Pjs. Bupati Pasbar, Hansastri sebelum acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. ist



    Sebelum melaksanakan kegiatan sosialisasi, pihaknya membagikan masker dan handsanitaizer kepada peserta. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi dan mencegah penyebaran covid-19. Hal ini juga untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

    Pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan berjalan dengan lancar. Muslim M. Yatim memaparkan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Walau sudah banyak yang paham dengan Empat Pilar Kebangsaan, implementasinya di tengah masyarakat perlu ditingkatkan lagi.

    Terkhusus masyarakat Pasaman Barat, Muslim M. Yatim yang berinteraksi secara intens dengan masyarakat Pasbar menilai masyarakat di sini sangat Bhineka Tunggal Ika. "Masyarakat Pasbar sangat beragam. Tapi, selalu menjunjung persatuan dan kesatuan," ujar Muslim M. Yatim. (arr)


    Posdaya Tunas Harapan Gulirkan Kambing yang Diterimanya Tiga Tahun Lalu

    Simpang Ampek (sumbarkini.com) - Anggota Posdaya Tunas Harapan Bandarejo Pasaman Barat, Tarsono yang berhasil mengembangbiakkan Kambing Ettawa yang diterimanya tiga tahun lalu, mulai menggulirkan kambing ettawa ke temannya. 

    "Alhamdulillah mulai pertengahan tahun ini, saya sudah bisa punya seekor sapi dan menggulirkan ke teman satu ekor kambing. Diharapkan dia pun bisa menggulirkan ke rekan lainnya," ungkapnya.

    Tarsono menegaskan serah terima kambing belum ada tanda hitam di atas putihnya. Tapi dia yakin, dengan ijab kabul harus menggulirkan ke anggota Posdaya lainnya lebih memotivasi dan lebih mengikat sang penerima bantuan kambing.

    "Ini cara kami bersyukur atas anugerah yang kami terima. Kami berharap rekan-rekan di Posdaya Tunas Harapan merasakan manfaat bantuan Baznas lewat LKKS Sumbar ini," ujarnya.

    Bahkan Tarsono berharap warga kurang mampu di Bangunrejo bisa mendapatkan giliran merasakan manfaat sebagaimana yang dirasakannya saat ini.

    Dia menilai kambing mahal yang diterimanya 2,8 tahun lalu itu sangat menggembirakan dirinya. Apalagi yang menyerahkan isteri Gubernur Sumbar, Nevi Zuairina. Hanya satu yang terbayang baginya, bantuan itu harus dijaga dan dikembangbiakkan.

    "Kini saya bahagia melaporkan hasilnya pada beliau. Senang melihat kegembiraan di wajah beliau saat tahu hasil bagus yang saya dapatkan," pungkasnya. (zulfadli/humas LKKS Sumbar)

    Bantuan Kambing LKKS Sumbar Berkembang di Pasbar

    Simpang Ampek (sumbarkini.com) - Tak sia-sia Lembaga Koordinasi Kesejahteraan

    Sosial (LKKS) Sumbar menyalurkan bantuan kambing Ettawa ke Posdaya Tunas Harapan Bandarejo Pasaman Barat. Bantuan yang diberikan Ketua Umum LKKS Sumbar Nevi Zuairina pada Oktober 2015 kepada 25 anggota Posdaya itu kini telah bisa dirasakan manfaatnya.

    Satu diantaranya, Tarsono begitu merasakan perbaikan ekonomi terhadap keluarganya. Kambingnya dari seekor berkembang jadi 15 ekor. Dia pun bisa beli sapi dari penjualan kambingnya. Dapat pula uang simpanan Rp15 juta.

    Nevi Zuaurina yang didampingi Ketua Harian LKKS Sumbar Parlagutan Nasution dan tim monitoring dan evaluasi tentu saja gembira mendapatkan kenyataan berhasilnya anggota Posdaya Tunas Harapan memanfaatkan bantuan yang mereka terima. Keberhasilan mereka dirasakan manfaat oleh yang lain. "Ini tentu jadi bahan evaluasi bagi Baznas Sumbar," katanya usai monitoring dan evaluasi Selasa 17 Juli 2018.


    Menurut Nevi bisa saja Baznas atau CSR dari perusahaan yang ada di Sumbar diarahkan untuk pengembangan selanjutnya. "Saya sangat mengapresiasi anggota Posdaya Tunas Harapan menunjukkan rasa syukurnya dengan mengembangbiakkan kambing mereka dengan baik. Mereka mau pula berbagi nikmat yang mereka terima kepada saudaranya," ungkapnya dengan nada gembira.

    Nevi pun berandai-andai jika semua penerima bantuan mau dan mampu memanfaatkan bantuan dengan baik, niscaya pengentasan kemiskinan kan penanganan kesejahteraan sosial bisa lebih baik lagi. (jusni)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2