Header Ads

  • Breaking News

    Islam Memerintahkan untuk Berwisata








    ALAHAN PANJANG (SUMBARKINI.COM) - Akademisi UNP Dr. H. Jufri Syahruddin Bgd Kayo, M. Pd mengungkapkan kegiatan wisata bukan bertujuan menikmati alam semata melainkan upaya menambah pengetahuan dan pengalaman baru. 

    Hal itu disampaikan Jufri dalam ceramahnya di hadapan perkumpulan alumni Haji Arafah 17 Padang di Villa Banio Alahan Panjang Sabtu malam (28/5/2026). 

    Menurut Jufri, "Selama ini kebanyakan masyarakat beranggapan bahwa wisata atau rekreasi hanyalah kegiatan  hura-hura belaka. Bahkan  ada yang menilai kegiatan  itu hanya membuang uang atau mubazir."

    Jufri mengutip sejumlah ayat Alquran di antaranya surat Haji ayat 46, surat Mulk ayat 15. Jufri yang juga merupakan  tokoh agama dan adat Sumbar itu menjelaskan kegiatan wisata atau safar di muka bumi adalah perintah Allah dan merupakan ibadah. Oleh sebab itu, ketika melakukan wisata luruskan niat karena Allah, jangan tinggalkan ibadah dan ambil pelajaran dari padanya. 

    Ditegaskan Jufri, paling kurang ada 5 (lima) manfaat wisata yang akan diperoleh selama perjalanan. Pertama, wisata tersebut akan menghilangkan kejenuhan dan kelelahan yang menimpa seseorang dalam kesehariannya, kedua untuk mengais rejeki, ketiga mendapatkan  pengetahuan baru, keempat mempelajari tatakrama masyarakat yang ditemui dan yang kelima adalah untuk mendapatkan teman baru. 

    Dalam paparannya Jufri menguraikan bahwa Imam Syafi'i pernah memberi nasehat filosofis tentang hidup seseorang yang tidak mau keluar dari rumahnya atau kampungnya. Imam Syafi'i mencontohkan janganlah seorang hamba Allah seperti air yang tergenang atau emas yang terkubur di dalam tanah tanpa digali dan kayu gaharu yang tumbuh di hutan belantara tanpa ditebang. 

    Air yang tergenang akan hilang kejernihannya, dan rusak rasanya. Sementara air mengalir akan tetap bersih dan jernih.  Begitu juga, emas yang tidak digali akan dianggap tanah biasa saja dan gaharu yang tidak ditebang akan dipandang hanya sebagai kayu bakar belaka. Padahal, kedua benda itu amat tinggi nilainya. 

    Imam Syafi'i menasehati agar pergilah berjalan atau merantaulah dengan penuh keyakinan dan kamu akan mendapatkan pengganti yang lebih baik. Berlelah-lelahlah, dan berjuanglah, hanya dengan cara demikian engkau akan merasakan manis hidup ini. 

    "Potensi seseorang hanya akan terlihat jika dia keluar dari rumahnya dan janganlah seseorang hidup bagaikan katak di bawah tempurung," tutupnya. (IBS)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad