Header Ads

  • Breaking News

    Taat Kepada Allāh di Saat Sulit


    Oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said_


    “(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.”(QS. Ali ‘Imran: 172)


    Allah memuji para sahabat Rasulullah ﷺ yang tetap memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya meskipun tubuh mereka masih terluka setelah Perang Uhud. Mereka tidak mencari alasan untuk berdiam diri. Mereka tidak menjadikan luka, kelelahan, atau kesedihan sebagai penghalang untuk tetap taat.


    Ayat ini menjadi pelajaran penting bagi kita. Banyak orang rajin beribadah ketika waktu luang, ketika usaha lancar, ketika badan sehat, dan ketika keadaan nyaman. Namun ketika kesibukan datang, pekerjaan menumpuk, atau masalah hidup muncul, ibadah mulai ditinggalkan dan ketaatan mulai berkurang.


    Orang yang bertakwa bukanlah orang yang taat hanya ketika mudah. Orang yang bertakwa adalah orang yang tetap berusaha taat ketika keadaan sulit. Ia tetap menjaga shalat di tengah kesibukan, tetap jujur ketika usaha sedang bermasalah, dan tetap menjauhi yang haram meskipun sedang membutuhkan.


    Jangan mencari alasan untuk meninggalkan perintah Allah. Carilah alasan untuk tetap taat kepada-Nya dalam keadaan apa pun.


    _Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, maafkan segala kelalaian kami, kuatkan hati kami untuk selalu taat kepada-Mu dalam setiap keadaan, dan jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang istiqamah hingga akhir hayat.

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad