Jangan Cinta Buta, Jangan Benci Buta
Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”(QS. Al-Ma’idah: 8)
Islam melarang cinta buta dan benci buta.
Ada orang terlalu mencintai seseorang sehingga apa pun kesalahannya tidak mau dianggap salah.
Sebaliknya ada juga yang terlalu membenci sehingga apa pun kebaikan orang yang dibencinya tidak mampu diterima.
Padahal Allah memerintahkan kita berlaku adil.
Adil itu dekat dengan takwa.
Jangan karena cinta kepada seseorang lalu kita membela yang salah.
Dan jangan karena benci lalu kita menolak kebenaran.
Orang yang sehat pikirannya adalah orang yang mampu mengatakan salah itu salah walaupun kepada orang yang dicintainya, dan mengatakan benar itu benar walaupun kepada orang yang tidak disukainya.
Sikap ini berlaku kepada siapa saja: kepada keluarga, masyarakat, guru, pemimpin, bahkan kepada orang yang berbeda pendapat dengan kita.
Yang boleh kita cintai sepenuhnya adalah Rasulullah ï·º, karena itu bagian dari syahadat dan iman kita.
Adapun manusia selain beliau, semuanya tetap harus dinilai dengan adil dan bijak.
Ya Allah, jadikan kami hamba yang adil dalam mencintai dan membenci, bersihkan hati kami dari fanatik buta, dan dekatkan kami kepada takwa.
